
"Anak - anak ada teman baru kalian yang baru datang , ayo perkenalkan diri mu ."
Mata Joy membulat sempurna , pandangan nya tak berpaling dari murid baru yang terlambat itu, Joy sungguh terkejut ketika melihat siapa dia .
"Stella !! Kenapa dia sekolah disini juga ."
"Uh, kenapa ketemu dia lagi sih !" gerutu Joy dalam hati .
Stella belum menyadari kehadiran Joy Stella pun memperkenalkan dirinya .
"Halo nama saya Stella Algreliya Atmaja
kalian bisa panggil saya Stella saja . Semoga kita bisa berteman nya . " ucap Stella dengan lantang .
Stella memang anak yang pandai bergaul , karena Stella anak nya comel , cerewet , centil , pokok nya bukan pemalu deh !! Stella juga anak yang baik , ramah , murah senyum dan tidak sombong.
Stella adalah anak dari seorang pengusaha yang bernama Emran Atmaja yang termasuk salah satu kolega ya Vero .
"Stella , silahkan duduk ." titah Bu guru .
Mata Stella pun mengekor ke setiap murid mencari bangku yang kosong . Mata Stella berbinar senyum nya mengembang ketika ekor mata nya terhenti tepat pada seorang murid laki - laki yang dia kenali siapa lagi kalau bukan Joy .
Joy menutupi wajah nya dengan buku supaya Stella tidak mengenali nya , namun Stella sudah terlanjur melihat nya , Stella pun berjalan ke arah Joy dan duduk si samping nya .
"Hai ,Joy ." sapa Stella pada Joy namun Joy masih menutupi wajah nya dengan buku .
"Hai Joanna , hai Jollie ." sapa Stella pada Joanna dan Jolie ada di depannya .
"Hai juga Stella , kamu sekolah disini juga ." tanya Joanna .
"Hu,um ."
"Joy kenapa menutupi wajah mu , kamu pikir aku hantu ." Stella mengambil buku yang menutupi wajah Joy .
"Iya , kamu hantu aku tidak mau dekat - dekat dengan mu ." ucap Joy ketus .
"Ih , Joy aku cantik begini di panggil hantu !" pekik Stella .
"Iya , karena kau menghantui ku ." timpsl Joy dengan nada kesal .
"Ih , Joy ada apa dengan mu aku ini kan teman mu Joy , uh gemes nya .." Stella mencubit pipi Joy membuat Joy terkejut .
"Stella kenapa kau selalu mengganggu ku sih!! Aku kan sudah bilang jangan dekat - dekat dengan ku pindah sana!"
"Pindah kemana ? ",
" Terserah , pokok nya aku mau duduk sendiri , sana cari tempat duduk yang lain ."
"Semua tempat duduk sudah penuh , aku di sini saja ya Joy ." ujar Stella yengir kuda .
Wajah Joy semakin di tekuk , bibir nya mengerucut Joy tidak ingin duduk dengan Stella tapi bagaimana lagi Joy hanya bisa pasrah saja. Yang di tempeli Stella.
__ADS_1
"Anak - anak ibu lupa memperkenalkan diri , nama Ibu Renata Aprilia kalian bisa panggil Ibu dengan panggilan Bu Rena saja , Sekarang kita mulai pelajaran nya ya ."
****************
PT.Wallandou Group
Shila duduk di sofa memperhatikan Vero yang sedang fokus bekerja . Shila sangat bosan diam duduk terus di sofa , sebenarnya Shila ingin sekali bertemu Zeni namun Vero melarang nya untuk bergerak .
Uhh, bosan masa duduk - duduk aja , padahal aku mau ketemu Zeni . Ah !! Aku pura - pura ke toilet aja ya , tapi .. disini juga ada Ah!! aku tahu 💡
Shila terus bergulat dengan hati nya sampai akhir nya dia mendapatkan ide untuk bisa keluar dari ruangan suami nya .
"Mas, aku keluar sebentar boleh ya ."
"Kemana ?"
"Aku , haus mau minum ."
"Kalau mau minum tinggal suruh OB aja , bentar aku panggilin ."
"Eh, Mas jangan . Gak jadi minum ."
Vero menutup laptop nya lalu berjalan ke arah Shila dan duduk di samping nya . " Kamu kenapa sayang , kata nya mau minum tapi gak jadi gimana sih , kenapa ? mau apa ?."
"Aku bosan Mas, aku cuma mau jalan - jalan aja keluar bentar kok mas."
"Katanya mau nurut , mau diam aja di ruangan gak akan capek - capek ."
"Ketemu Zeni ! oke , tunggu bentar ." Vero mengambil ponselnya lalu menghubungi departemen bagian Zeni bekerja ." Halo pak , tolong suruh Zeni Aulia untuk ke ruangan saya ya , segera ."
Tut. telepon pun di tutup .
Shila membulatkan kedua bola mata nya mendengar ucapan Vero di telepon tadi , Bukan nya mengizinkan Shila keluar namun malah Zeni yang di suruh ke ruangan nya .
"Kok , malah manggil Zeni mas."
"Kata nya mau ketemu Zeni , ya udah saya panggil Zeni nya kesini dari pada kamu yang nyamperin Zeni , capek kan harus jalan dulu mending Zeni saja yang kesini . " Shila hanya mendesah kesal bibir nya mengerucut karena terlalu di kekang oleh suami nya itu .
"Sayang ,jangan cemberut gini aku lakuin ini karena aku gak mau kamu capek nanti , ingat!! ada bayi kita dalam sini tiga loh bukan satu ." ucap Vero sembari menangkup wajah Shila.
"Tapi aku bosan mas ."
"Bosan !! Aku tahu bagaimana biar tidak bosan ." ucap Vero dengan senyum smirk nya .
Vero menarik tengkuk leher Shila dan mendekatkan ke wajah nya , Vero mengecup lembut bibir merah Shila dan perlahan tangan nya mendekap tubuh Shila erat .
Shila merasakan kenikmatan nya sentuhan lembut di bibir nya , Shila mengalungkan tangannya pada tengkuk leher Vero menarik nya pelan hingga mendekat . Kini keduanya saling menautkan kedua bibir nya .
Vero memopong Shila ke dalam kamar nya karena junior nya telah bangun , Vero sudah tidak tahan lagi untuk menyalurkan hasrat nya . Perlahan Vero menidurkan Shila di ranjang king size nya . Vero membuat Shila berada dalam kungkungan nya , sejenak Vero menghentikan ciuman nya itu Vero membuka Jas nya lalu di lemparnya , Vero kembali mengecup bibir lembut milik Shila , sentuhan nya beralih ke bawah leher nya lalu ke dalam perut nya , Vero membuka baju yang melekat pada Shila , lalu mengecup perut Shila yang sudah mulai membuncit itu. Vero kembali menyusuri tubuh Shila menciumi nya dengan lembut .
Aah,,
__ADS_1
******* Shila terdengar saat Vero mengecup lembut gundukan kembar nya, Shila semakin mendesah dan itu membuat Vero semakin bersemangat untuk melakukan nya .
Akhir nya siang ini mereka berdua melakukan olah raga ekstrimpnya di kantor .
*****
Zeni sudah masuk ke ruangan Vero , namun Zeni tidak melihat Vero di sana . Zeni pun bingung ! katanya Tuan muda memanggil nya tapi tidak ada siapa pun di ruangan nya .
"Dimana Tuan muda ? kata nya nyuruh saya segera ke ruangan nya tapi kok gak ada ." Zeni celingak - celinguk mencari Vero di ruangan nya .
Tak lama kemudian Alvin masuk membuat Zeni kaget . "Zeni , sedang apa ?" tanya Alvin yang melihat Zeni diam berdiri bagai patung .
"Alvin ." ujar Zeni . Alvin pun berjalan menuju meja kerja Vero untuk menaruh beberapa dokumen ,setelah itu kembali kepada Zeni . "Kamu sedang apa Zeni ?."
"Aku cari Tuan muda , kata nya dia memanggil ku , tapi sampai di ruangan nya tidak ada siapa - siapa ." Zeni merasa heran .
"Mungkin Tuan muda sedang makan siang bersama Shila ." jelas Alvin
"Jadi , Shila ada di sini ?"
"Hu,um , ya sudah nanti kesini lagi , sekarang kita makan siang dulu yuk ." ajak Alvin pada Zeni ,Zeni pun mengangguk sebagai jawaban .
Aah..
Suara ******* menghentikan langkah mereka . Alvin dan Zeni pun saling tatap satu sama lain ." Suara apa itu ?." ujar Alvin zeni kompak .
Aah.. Aah..
"Sepertinya dari sana ." tunjuk Zeni pada sebuah kamar . Alvin dan Zeni pun melangkah ke arah kamar , Alvin dan Zeni menempelkan telinga nya pada tembok yang menjadi dinding kamar kedua nya menajamkan telinga nya Alvin dan Zeni saling tatap satu sama lain . Zeni menelan ludah nya sendiri seluruh badan nya merasa tersengat listrik ada tarikan - tarikan seperti magnet terutama pada bagian V nya .
Sedangkan Alvin merasakan junior nya telah bangun apalagi ketika mendengar suara ******* dari dalam kamar bos nya itu .
Ih... Seketika Alvin dan Zeni pun menjauhkan diri nya pada dinding kamar , Zeni bergidik ngeri membayangkan apa yang terjadi di dalam . Sedangkan Alvin mencoba menetralkan detak jantung nya dan mencoba menidurkan kembali junior nya.
"Itu , yang di maksud makan siang ." ucap Zeni yang tersenyum ngeri . Alvin hanya menaikan kedua bahu nya .
Apa tuan muda memanggil ku untuk melihat ini ... Ih.. Shila , tega banget Sih !!
Gerutu Zeni dalam hati .
Zeni menatap Alvin dengan tajam yang juga sedang menatap nya ." Awas ya kalau kamu mikir macam - macam !" Alvin terbelalak ketika mendengar ucapan Zeni .
"Kamu pikir aku mikir apa ? ." Mata Alvin membidik mata bulat Zeni .
"Tau ah , gerah !" ujar Zeni datar lalu pergi begiru saja meninggalkan Alvin .
"Zen , makan siang nya gak jadi ." teriak Alvin
"Nggak ! ." teriak Zeni singkat .
"Aneh ." gumam Alvin .
__ADS_1