Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 75


__ADS_3

Vero menghentikan mobil nya tepat di depan rumah sakit , setelah nya mobil Alvin pun berhenti di belakang nya .


Vero turun dari mobil berjalan memutar ke arah pintu mobil yang terdapat Shila di dalam nya . Vero langsung memopong tubuh istri nya itu dalam keadaan yang tidak sadarkan diri . Alvin memanggil suster tak lama kemudian suster pun datang mendorong ranjang rumah sakit .


"Suster tolong istri saya suster ." ucap Vero sembari menidurkan tubuh Shila di atas ranjang." Kamu yang kuat ya sayang !" sambung Vero .


"Alvin , saya titip anak - anak jaga mereka ."


"Baik Tuan muda ."


Setelah itu Vero mendampingi Shila yang di bawa ke ruang UGD oleh suster , tangan nya tak melepaskan genggaman nya pada tangan Shila , berharap Shila merasakan kehangatan tangannya .


****


Alvin pun kembali ke mobil untuk melihat si kembar ,namun saat Alvin melangkah ada seseorang yang memanggil nya .


"Alvin." seru orang itu , merasa nama nya di panggil Alvin pun menoleh ke sumber suara "Zeni" ucap Alvin demikian .


Ya , orang itu adalah Zeni teman satu kantor nya dan juga sahabat terbaik Shila .


"Sedang apa kamu di sini ? " tanya Alvin saat Zeni sudah di hadapannya .


"Aku habis ngambil obat punya mama ku , kalau kamu ? sedang apa disini ? ' Zeni berbalik nanya.


" Aku mengantar tuan muda dan Shila ." jawabnya demikian .


"Tuan muda sakit ? "


"Bukan , tapi Shila ." ucapan Alvin membuat Zeni terkejut .


"Apa Shila ? Shila kenapa Alvin ? Shila sakit ? sakit apa ? kenapa di bawa ke rumah sakit ? apa sakit nya parah ?" Zeni terus melontarkan pertanyaan tanpa memberi kesempatan Alvin untuk berbicara .


"Stop ! jangan terus bertanya kapan aku jawab nya ." pekik Alvin . Zeni hanya cengengesan memperlihatkan gigi putih nya .

__ADS_1


"Maaf , habis aku khawatir ." ucap Zeni


"Cerita nya panjang , kalau kita berdiri terus akan pegal nanti . Kita duduk di sana saja ." ajak Alvin yang menunjuk ke sebuah kursi . Alvin dan Zeni pun mendudukkan tubuh nya di atas kursi .


"Ayo, sekarang ceritakan kenapa dengan Shila ." ujar Zeni yang penasaran . Zeni menghadap Alvin dan menatap nya sudah siap untuk mendengarkan ceritanya .


Alvin pun menghela nafas sejenak , lalu Alvin menceritakan semua nya dari awal mula Shila di culik , tentang Bagas bahkan tentang Vicky yang menculik Shila .


Zeni sangat geram ketika mendengar penjelasan dari Alvin , Zeni juga khawatir tentang keadaan Shila sekarang " Ini pasti ulah si nenek lampir itu ." gerutu Zeni seraya mengepalkan tangannya .


"Tapi bagaimana dengan Shila sekarang ? aku sungguh khawatir ." ucap Zeni yang merasa cemas .


"Apa hanya Shila saja yang kamu khawatirkan ?" ucap Alvin tiba - tiba . "Aku juga terluka apa kau tidak lihat ." sambung Alvin yang memegang ujung bibir nya .


Zeni baru sadar dan baru melihat luka memar pada wajah Alvin , Zeni pun terbelalak melihat luka pada wajah Alvin .


"Ya ampun, kau juga terluka maaf aku tidak menyadari nya biar aku obati dulu , kamu tunggu di sini nya ! aku akan segera kembali ." Zeni kembali masuk ke dalam rumah sakit dengan panik . Alvin pun tersenyum melihat Zeni yang panik akan dirinya .


Tak berapa lama Zeni pun kembali dengan sekantung obat yang dia bawa .


Entah apa yang Alvin rasakan , dada nya bergumuruh , detak jantung nya berdebar sangat kencang , di saat menatap wanita di depan nya sekarang bulu mata yang lentik , alis tebal , hidung mancung , bibir sexy yang berwarna merah merona membuat Alvin terhipnotis .


Sebelumnya Alvin tidak pernah merasakan hal seperti ini. Karena ini pertama kali nya Alvin memandang dekat seorang wanita sampai membuat jantung nya berdebar .


Di sisi lain ...


Vero masih menunggu di luar ruangan UGD. Dengan perasaan cemas , khawatir , gelisah menjadi satu sudah 30 menit lama nya dokter belum keluar juga Vero semakin khawatir dengan keadaan Shila yang meringis kesakitan sembari memegang perut nya .


Padahal wajah Vero pun terdapat luka memar bekas baku hantaman tadi dengan Vicky namun Vero tidak mengkhawatirkan diri nya karena saat ini Vero mengkhawatirkan istrinya Shila.


"Vero ." seru seorang wanita yang berlari ke arah Vero di temani asisten nya Erik siapa lagi kalau bukan Delia .


"Vero , bagaimana keadaan Shila ?." tanya Delia yang sudah duduk di samping Vero .

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu ma , Shila masih di tangani dokter ." jawab Vero lemas .


Ceklek


Pintu ruangan terbuka , memperlihatkan seorang suster yang keluar dari ruang UGD . Namun suster itu terlihat terburu - terburu .


"Suster bagaimana keadaan istri saya ?." tanya Vero yang sudah cemas .


"Maaf , Tuan saya sedang terburu - buru , saya harus memanggil dokter obgyn ." ucap suster itu lalu melangkah pergi .


Vero dan Delia hanya mematung menatap kepergian suster . Namun ada yang mengganjal di hati Delia ' kenapa memanggil dokter obgyn?' apa shila hamil ? ada rasa bahagia dalam hati Delia kalau kemungkinan Shila sedang mengandung namun , ada rasa cemas juga dalam hati nya cemas dengan keadaan Shila dan janin dalam kandungan nya .


Tak lama kemudian suster kembali bersama seorang dokter wanita sebagai dokter obgyn lalu masuk ke dalam ruangan UGD .


Vero pun penasaran dan ingin bertanya pada Delia kenapa harus memanggil dokter obygin , Namun itu semua Vero urungkan lebih baik Vero menunggu dokter saja yang menjelaskan .


Tak lama kemudian dokter pun keluar , namun hanya satu dokter saja , dokter yang pertamakali menangani Shila yang di temani suster. Vero dan Delia pun langsung beranjak dari kursi nya .


"Dokter bagaimana keadaan istri saya ? " tanya Vero panik Delia di belakang nya hanya bisa mengelus bahu putra nya itu .


"Istri Tuan baik - baik saja , mungkin karena tidak memakan apapun dari kemarin jadi membuat nya lelah dan pingsan ." jelas dokter yang membuat Vero geram pada Vicky .


"Namun kenapa istri saya terus kesakitan dan memegang perut nya ? " tanya Vero lagi


"Itu juga yang ingin saya katakan , selamat nya Tuan, istri anda sedang hamil itu sebab nya saya memanggil dokter obgyn takut terjadi apa - apa pada janin nya namun dokter obgyn mengatakan janin nya baik - baik saja dan sekarang masih di tangani dokter obgyn . Mungkin istri bapak mengalami keram perut karena faktor setres , kelelahan dan sepertinya sempat jatuh ."


Delia sangat lega bahwa menantu nya itu bsik - baik saja . Dan Delia begitu bahagia mendapat kabar dari dokter bahwa Shila tengah hamil.


"Syukurlah , apa menantu saya harus di rawat ? ." tanya Delia .


"Iya , dan setelah ini kami akan membawa nya ke ruang rawat , Tuan tidak perlu lagi khawatir ibu dan bayi nya akan baik - baik saja . Sebaik nya Tuan obati luka Tuan ." ucap dokter yang melihat luka di wajah Vero juga di sudut bibir nya .


"Iya Vero , kamu obati luka mu dulu , ada mama yang jaga Shila ." ujar Delia yang juga khawatir pada Vero .

__ADS_1


Vero pun menuruti apa kata Delia .Vero pun di antar suster untuk di obati.


__ADS_2