Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 46


__ADS_3

Hebohnya kabar pernikahan Tuan muda sudah terdengar oleh seluruh dunia dan ini menjadi perbincangan semua orang termasuk di kantor .


Semua orang bertanya - tanya siapakah wanita yang akan di nikahi Tuan muda , semua penasaran seperti apa paras wanita itu yang sudah meluluhkan hati Tuan muda yang memang di kenal dingin , cuek , arogan dan sombong .


Berbagai persiapan sudah di siapkan oleh keluarga Alvero dari mulai WO, Hotel ,dan undangan yang sangat mewah dan elegant. Delia memilih undangan berwarna gold yang terkesan mewah. Dan terbuat dari emas asli.



Dan sebagian undangan sudah di sebar.


"Undangan nya sangat mewah ya Shil ." ucap Zeni yang terkagum - kagum.


"Iya Zen, padahal aku tidak perlu pernikahan semewah ini aku menginginkan yang sederhana saja atau hanya akad nikah saja tidak apa - apa ." ucap Shila yang sedang merapikan undangan .


"Shila suami mu itu orang terkaya dan terpandang dan kamu salah satu orang paling beruntung di dunia semua iri pada mu karena kamu telah meluluhkan hati Tuan muda jadi , undangan seperti ini tidak seberapa bagi mereka ." ucap Zeni yang membantu Shila untuk memilih undangan yang akan di bagikan .


"Shil, kamu ngapain undang nenek lampir orang kaya mereka itu gak usah di undang ." pekik Zeni yang melihat Shila menulis nama Rani dan Tissa pada undangan .


"Tetap saja mereka itu mama dan kakak ku , walaupun suka jahat tapi gak mungkin kalau aku tidak undang ke acara pernikahan ku ." ucap Shila yang memang sangat baik bahkan lupa pada kelakuan jahat mereka.


"Shila , Shila kamu itu terlalu baik kalau aku jadi kamu ogah banget aku undang mereka , padahal mereka sudah jahat , usir kamu , tapi kamu masih saja baik ." ucap Zeni yang menghela nafas .


"Orang jahat itu gak selamanya jahat Zen , aku yakin mereka akan berubah menjadi orang baik ." ucap Shila lembut.


"Terserah kamu aja deh Shil , kamu yakin mereka tidak akan berbuat ulah ? aku gak mau pernikahan mu nanti hancur gara - gara nenek lampir itu ." gerutu Zeni kesal .


"Udah Zen , jangan menggerutu terus, lagian mereka tidak akan bisa melakukan apapun disana , Tuan muda menempatkan beberapa penjaga untuk kelancaran pernikahan ku nanti " jelas Shila


"Ya , semoga saja ." ucap Zeni yang menghela nafas .


"Zen , aku masih gak percaya akan menikah dengan Tuan muda ini semua seperti mimpi . Aku ingat betul bagaimana aku di usir dulu oleh papa dan aku hamil aku kira itulah kehidupan baru ku akan di mulai dan aku pikir itu awal dari kehancuran hidup ku tapi sekarang aku bersyukur karena kehamilan ku ini aku memiliki tiga malaikat kecil yang genius dan mereka juga yang mempertemukan ku dengan Tuan muda , laki - laki yang akan menjadi pendamping ku ." ucap Shila yang menarik senyum di ujung bibir nya .


"Shila , kau membuat ku iri saja , ngomong - ngomong bagaimana rasanya tidur dengan Tuan muda ? apa sentuhan nya sangat lembut ? Apa kau pernah merasakan sentuhan bibir nya ?." ucap Zeni yang semakin ngaur .


"Zeni apaan sih , kok bahas itu ." timpal Shila yang pipi nya sudah memerah karena malu .


"Pipi mu sangat merah ." Zeni yang terus menyudutkan Shila .


****


Kediaman Adithama


"Nyonya .. non .. ada paket ." ucap Sari yang berjalan ke dalam rumah mencari keberadaan Rani dan Tissa .


"Nya..Nyonya.. ."

__ADS_1


"Apa sih sari , berisik banget ada apa ?." tanya Tissa yang keluar dari kamar karena mendengar sahutan Sari.


"Ini non ada paket , untuk nyonya dan non Tissa ." ucap Sari yang memberikan paket itu .Tissa pun menerimanya sari pun berlalu pergi .


"Ada apa sa ? ." ujar Rani yang menghampiri Tissa .


"Ini mah ada paket untuk kita , gak tahu apa ." ucap Tissa yang membuka paket itu .


"Undangan ."ucap Tissa datar .


" Undangan siapa ? ." tanya Rani


"Gak tahu ,undangan nya mewah banget dari emas ." ucap Tissa yang menyentuh undangan itu yang memang terbuat dari emas asli .


"Coba buka ." ucap Rani agar Tissa membuka undangannya. Sungguh terkejutnya mereka bahkan sampai melongo ketika melihat nama yang tertera pada undangan itu .


"Apa maksudnya dia ingin pamer , undangan emas norak sekali ." ujar Rani yang melempar undangan itu sedikit menyunggingkan bibir nya karena tak suka .


"Itu gak mungkin kan , Shila adik tiri ku aku harus membacanya lagi ."ucap Tissa yang mengambil kembali undangan itu .


" Apa - apaan ini , bagaimana bisa Tuan muda menikahi nya, ini benar - benar penghinaan aku saja tidak pernah di pandang sedikit pun oleh nya bagaimana dengan Shila , aku harus temui Shila aku gak bisa biarin ini ." ucap Tissa yang kesal dan kecewa .


"Mau kemana kamu ?." ujar Rani yang menyekal tangan Tissa karena akan pergi .


"Jangan gegabah Tissa ." ucap Rani dengan nada berat .


"Maksud mama ?."


"Kita biarkan saja dulu , kalau kita bertindak semberono kita yang akan terancam. Kamu tahu yang kita hadapi bukanlah Adithama juga Shila tapi Tuan muda , Shila akan menjadi istri Tuan muda dan dia tidak akan membiarkan orang lain melukai istrinya kamu tahu kan kita tidak mungkin melawan Tuan muda kamu mengerti itu kan ?." ucap Rani dengan sorot mata tajam nya .


"Lalu bagaimana sekarang ?."


"Kita biarkan saja dulu , untuk sekarang kita lebih baik diam jangan bertindak apapun kita pikirkan itu nanti saja ." ucap Rani dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Lihat saja Shila aku tidak akan membiarkan hidup mu bahagia ." batin Tissa yang masih menyimpan dendam pada Shila .


...----------------...


Hari ke 4


Tidak terasa pernikahan Shila tinggal beberapa hari lagi , Shila akan menjadi Nyonya Alvero. Sungguh tidak pernah terbayangkan oleh Shila , dan hari ini Shila bersama si kembar sedang mencoba gaun yang di kirim oleh Delia.


Semua gaun di kirim dari desainer ternama bahkan Delia memanggil desainer yang terkenal dari luar negri untuk merancang gaun pernikahan untuk Shila dan keluarganya .


Banyak gaun yang di kirim dan itu membuat Shila bingung juga lelah kurang lebih 20 gaun yang sudah Shila coba dan ini gaun terakhir yang cocok dengan hati nya .

__ADS_1


Shila memilih gaun yang minimalis tapi tetap elegant , dan mewah dan gaun ini sangat cocok untuk tubuh ramping Shila dirinya bagaikan seorang princess.



semua orang yang melihat nya terkagum - kagum , karena Shila memang cantik tanpa gaun mewah pun Shila sudah sangat cantik .


"Waw.. Shila kau sangat cantik sekali , gaun ini cocok sekali untuk mu ? ." ucap Zeni yang terkagum - kagum.


"Benar , ini cocok untuk ku ? apa ini tidak terlalu mewah ." ucap Shila yang selalu merendah .


"Aduh Shila ,semua gaun ini cocok untuk mu ini udah gaun terakhir loh , masa iya gak ada yang cocok . pokok nya aku pilih gaun ini untuk mu kamu jangan bantah lagi ." ucap Zeni yang sudah pusing melihat Shila terus - menerus mencoba gaun nya .


"Zeni , dimana Joanna dan Jolie apa mereka sudah memilih gaun yang cocok ?." tanya Shila yang melihat setiap ruangan karena tidak menemukan Joanna dan Jolie .


"Dimana mereka ya ." ucap Zeni yang juga mencari keberadaan Joanna dan Jolie .


"Aku disini mami ." suara Joanna dan Jolie terdengar , tapi tidak menampakan diri dimana sebenarnya anak itu .


"Itu suara nya tapi dimana mereka ?." ucap Zeni yang menatap ke arah Shila , Shila yang di tatapun hanya menggeleng .


"kami disini mami , di bawah mami ." ucap Joanna dan jolie kompak yang menampakan wajahnya di bawah gaun yang Shila pakai.


"Astaga .. kalian sedang apa dibawah situ ." ucap Zeni yang terkejut.


"Joanna ,Jolie apa yang kalian lakukan ?jangan merusak gaunnya ." ujar Shila yang takut mereka merusak gaun mahal itu.


"Kalau rusak papi bisa membelinya lagi mami , papi kan banyak uang " ujar Joanna yang sudah beranjak dari bawah gaun Shila .


"Abis , gaun nya besar sekali sampai menutup tubuh ku ." ucap Jolie yang menyibak gaun Shila yang menutupi tubuh nya .


"Hati - hati jolie ..." baru juga bilang Jolie sudah merusak gaun nya ujung gaun yang Shila pakai sobek karena nyangkut di ujung bondu yang di pakai Jolie , walau sedikit tetap saja gaun itu rusak .


"O..ow.. sorry mami ." ucap Jolie yang cengengesan . Shila dan Zeni hanya menghela nafas kasar . Terpaksa Shila harus memilih gaun lagi .


"Bagaimana ini , Zeni apa aku harus mengganti gaun ini ? ." ucap Shila panik karena gaunnya rusak.


" Ini gaun yang mahal , tidak mungkin kita bisa membeli nya ." ucap Zeni yang melihat ujung gaun yang rusak .


"Tidak apa - apa Nyonya ,jangan khawatir itu semua sudah di beli oleh Nyonya Delia dan semua gaun ini di kirim khusus untuk Nyonya ,kalau yang ini rusak Nyonya bisa mencoba gaun yang lain ." ucap si pelayan butik yang membuat Zeni dan Shila melongo .


"Shil ,kau benar - benar beruntung ,segini banyak nya gaun yang mereka beli untuk mu , setidaknya kita beruntung tidak perlu mengganti gaun yang rusak ." ucap Zeni lega .


"Apa tidak sayang nya beli sebanyak ini ." ucap Shila yang menyayangkan bahwa keluarga Vero membeli semua gaun yang mahal itu untuk nya padahal yang di pakainya hanya satu saja .


"Shila ,sekarang kamu harus ganti gaun nya dengan yang baru ,biar aku pilihkannya ." ujar Zeni yang sibuk memilih gaun untuk Shila . Shila hanya menghela nafas nya panjang karena sudah lelah terus mencoba gaunnya .

__ADS_1


__ADS_2