
Brugh..
"Aww." ucap Tissa yang terjatuh
"Maaf ." ucap orang itu yang mengulurkan tangannya untuk membantu Tissa terbangun
" Kau." ucap Tissa yang terkejut melihat orang yang menabraknya tadi .
"Tissa ." ucap orang itu yang sama terkejutnya .
" Vicky ." ucap Tisa .
Vicky adalah teman kuliah Tissa dulu , pria yang dulu pernah Tissa jadikan untuk menjebak Shila dan Tissa memberikan Shila pada temannya itu untuk di jadikan santapan hawa ***** nya . Selain itu Vicky juga menyukai Shila saat itu dia rela memberikan uang 1 milyar kepada Tissa untuk di tukar dengan Shila adiknya itu .
Tapi setelah kejadian itu mereka tidak pernah bertemu lagi untuk sekian lamanya , Vicky menghilang begitu saja.
"Vicky kamu kemana saja tiba - tiba menghilang ." ujar Tissa yang kini sedang mengobrol bersama Vicky di sebuah cafe.
"Sorry, saat itu aku pergi ke luar negri dan tidak sempat bilang pada mu ." ucap Vicky .
"Kau ini , katanya cinta sama Shila tapi setelah menghamilinya kau pergi begitu saja, dasar tidak bertanggung jawab ." pekik Tissa sinis.
"Apa hamil ?." ucap Vicky yang heran juga terkejut .
"Iya , Shila hamil itu karena kau ." pekik Tissa .Sedangkan Vicky terlihat bingung tidak mengerti apa maksud ucapan Tissa .
"Tunggu - tunggu , Shila hamil sejak kapan ? ." tanya Vicky yang menatap Tissa penuh tanda tanya .
Tissa pun menatap balik Vicky di depannya dengan tatapan sinisnya
"Apa maksud kamu Vic, kamu sudah lupa dengan kejadian 6 tahun lalu ? ." ucap Tissa dengan tatapan bingung.
Flasback on
Pada akhir tahun tepatnya pada malam perayaan tahun baru Tissa mengajak Shila untuk datang ke acara perayaan tahun baru di hotel maxon.
__ADS_1
Sebenarnya Tissa sudah bekerja sama dengan Vicky mereka merencanakan sesuatu untuk menjebak adiknya itu , Vicky adalah laki - laki yang haus akan sexs dan Vicky sangat menyukai Shila tapi selalu di tolak oleh Shila, karena sakit hatinya itu Vicky ingin membalaskan dendamnya pada Shila .
Tissa membuat perjanjian dengan Vicky bahwa Tissa akan memberikan Shila kepadanya asal Vicky memberikan uang 1 milyar pada nya dan Vicky setuju dengan perjanjian itu .
Tissa sengaja melakukan itu , Tissa menjual adik nya sendiri pada temannya karena itu tujuan Tissa untuk menyingkirkan Shila.
"Tissa acaranya mewah banget ." ucap Shila yang mengagumi keindahan dan kemewahan hotel maxon untuk menyambut tahun baru .
"Iya mewahkan, itu sebabnya aku mengajak mu kesini sekali - kali kamu bergaul jangan diam di rumah terus ." sindir Tissa. memang Shila berbeda dengan Tissa yang bergaul bebas bahkan Tissa sudah biasa masuk ke club malam bersama teman - temannya .
Sedangkan Shila dia sedikit pemalu dan biasa di batasi oleh papa dan mama nya untuk tidak bergaul sembarangan , dan Shila tidak pernah di izinkan pergi keluar rumah lewat jam 7 malam dan ini pertamakalinya untuk Shila keluar pada malam hari itu juga di izinkan karena pergi bersama Tissa jadi Adithama mengizinkannya .
Hubungan Tissa dan Shila saat itu sangat akrab dan dekat , karena Tissa dan Rani saat itu belum menunjukan sifat asli nya yang ternyata busuk .
"Shila , kamu tunggu disini nya ." ucap Shila menyuruh Shila duduk di kursi tamu .
"Kak Tissa mau kemana ? ." tanya Shila yang takut di tinggal sendiri .
"Kakak mau ketemu pacar kakak dulu kamu tunggu di sini saja nanti kakak balik lagi kok ." ucap Tissa yang berbohong .
"Tapi kakak jangan lama - lama nya ." ucap Tissa yang takut di tinggal Tissa.
"Iya kak ." jawab Shila tenang .
"Tunggu sebentar kakak ambilkan minuman dulu ." ucap Tissa yang melangkah menuju meja panjang yang tersedia banyak jamuan juga minuman.Tissa mengambil satu gelas minuman lalu memasukan obat tidur ke dalam minuman itu setelah itu membawanya pada Shila .
"Ini minumlah , dari pada bengong ." ucap Tissa yang meletakan gelas di depan Shila .
"Gak kak, aku gak mau minum ." ujar Shila yang menolak , karena takut minuman itu mengandung alkohol
"Kamu jangan takut , ini bukan minuman yang memabukan ini hanya jus ." ucap Tissa .
"Iya kak nanti aku minum ." ucap Shila
"Ya sudah , kakak tinggal dulu bentar ." ucap Tissa yang di angguki Shila , setelah itu Tissa pergi entah kemana.
__ADS_1
Ternyata Tissa bertemu dengan Vicky di belakang hotel . Vicky memberikan sebuah amplop berisi cek 1 milyar yang sudah ia janjikan .
" Oke , 1 milyar ."ucap Shila ketika membuka cek itu .
"Dia sudah ada didalam sana " ucap Tissa menunjuk ke dalam hotel.
"Oke , sesuai rencana . pastikan dia datang ke kamar ku 209 ." ucap Vicky yang sudah tidak sabar akan meniduri wanita yang dia cintai .
"Oke , selamat bersenang - senang setelah itu kau bisa bawa dia dan jadikan dia budak mu ." ucap Tissa yang tersenyum licik.
"Dan thanks you " ucap Tissa yang menunjukan cek yang di berikan Vicky tadi . Setelah itu Tissa pergi Vicky pun pergi ke kamarnya .
Sebelum pergi Shila memastikan terlebih dulu bahwa Shila meminum minuman yang dia bawakan tadi dan benar saja Shila meminumnya hampir setengah gelas . Tissa tersenyum melihat itu lalu melangkah pergi meninggalkan Shila .
Sedangkan Vicky sudah tidak sabar menunggu Shila datang ke kamarnya , tapi Shila tak kunjung datang juga membuat emosi Vicky membara.
Flasback off
"Apa? jadi dia tidak datang ke kamar mu saat itu ? ." tanya Tissa kaget dengan pernyataan Vicky.
"Untuk apa aku berbohong , asal kamu tahu saat itu aku sangat marah aku sudah membuang uang ku cuma - cuma 1 milyar itu bukan uang sedikit tahu." pekik Vicky yang membuat Tissa takut kalau Vicky akan meminta uang nya kembali .
"Kalau bukan kamu siapa yang menghamili Shila ? siapa pria yang tidur bersamanya malam itu ?." pertanyaan bagai pertanyaan bermunculan dalam pikiran Tissa .
"Kenapa kamu memikirkan itu bukannya kamu senang Shila seperti itu yang pada akhirnya dia pergi juga kan dari hidup loh ." ucap Vicky .
"Iya sih , pada akhir nya tetap saja rencana ku berhasil walau itu bukan dengan mu , tapi saya masih kepikiran kalau bukan kamu siapa ? saat itu saya memberitahukan no kamar yang kamu pesan tapi kenapa dia tidak datang aneh ." ucap Tissa .
"Biarkan saja ,anggap saja itu hukuman untuknya karena dia terlalu jual mahal bisa - bisa nya menolak diriku so cantik ,tapi dia tidur dengan laki - laki lain." ucap Vicky sinis .
"Eh , tunggu kamu tidak akan meminta uang mu kembalikan ." ucap Tissa yang menatap ke arah Vicky .
"Ck, kamu takut aku meminta uang ku balik ? kamu pikir aku semiskin itu sampai harus meminta uang ku kembali ." sindir Vicky . Tissa pun bernafas lega karena Vicky tidak meminta ia untuk mengembalikan uang ya itu , bayangkan saja 1 milyar itu bukan uang sedikit.
"Sudah gue mau cabut ." ucap Vicky yang bangun dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Tissa .
__ADS_1
Sedangkan Tissa masih duduk termenung memikirkan ucapan Vicky tadi .
Siapa pria itu , sebenarnya siapa yang sudah menghamili Shila , aku jadi penasaran siapa pria yang sudah menghamilinya dan saat malam itu Shila masuk ke kamar siapa ? apa aku tanya Shila ? ah tidak - tidak kalau aku tanya Shila bisa tahu nanti kalau aku yang menjebaknya ." Shila bergulat dengan hatinya.