
Hari sudah larut malam , malam ini Joy bersama kedua kakak nya , merencanakan sesuatu Joy ingin mendekatkan Shila dengan Vero agar lebih dekat entah kenapa dari pertama bertemu hati Joy sudah sangat tertarik pada Vero dan dia begitu yakin bahwa Vero adalah ayah nya.
Apapun caranya Joy menginginkan Vero menjadi ayah ya tidak mau yang lain begitu juga Joanna dan Jolie jadi mereka berencana untuk menyatukan Vero dan Shila .
Joy sebagai pemimpin kemah , jadi semua orang harus menurut apa kata Joy termasuk acara malam ini Joy mengadakan lintas alam . Joy membagi kelompok 2 kelompok . Kelompok 1 Zeni dan Alvin , kelompok 2 Shila dan Vero mau tidak mau mereka harus menuruti apa kata joy .
"Menyebalkan , permainan apa ini malam - malam di suruh masuk hutan begini " gerutu Vero kesal , yang sudah berjalan menyusuri hutan .
"Ini namanya lintas alam Tuan." ucap Shila yang di belakang Vero
"Gak bisa siang apa ? malam - malam begini gelap tahu ." ujar Veto yang terus menggerutu .
"Dimana - mana lintas alam itu malam bukan siang tuan muda ada - ada aja deh ." timpal Shila
"Anak mu tuh , yang ada - ada aja ." ketus Vero .Shila yang di belakang hanya tersenyum melihat wajah kesalnya Vero
"Tuan muda kita berhenti dulu yuk , kita duduk sini dulu ." ucap Shila yang duduk di atas bebatuan .Vero tidak menjawab dia hanya menurut saja apa kata Shila karena memang Vero pun sudah lelah .
"Sudah lama aku gak pernah liburan kaya gini , jadi teringat masa sekolah ." ucap Shila seraya tersenyum sambil menatap langit .
"Apa Tuan muda sering ikut berkemah saat sekolah dulu ?." tanya Shila
"Nggak , saya gak suka kegiatan seperti ini ." ucap Vero dingin Shila hanya tersenyum tipis lalu menatap bintang di langit .
Tidak ada lagi percakapan diantara mereka yang terdengar hanyalah suana hutan menjadi sepi .
"Aku mau menanyakan sesuatu ." ucap Vero memecah keheningan .
"Apa itu ? ."ucap Shila yang menatap Vero
"Tapi , kau jangan tersinggung ." ucap Vero yang melirik sejenak ke arah Shila .
"Memang nya apa ? ." tanya Shila yang penasaran .
"Aku , aku ingin tahu bagaimana kamu bisa hamil ." ucap Vero gugup membuat Shila terdiam .
"Maksud ku aku hanya ingin tahu bagaimana mungkin wanita seperti mu itu bisa hamil ? apa kekasih mu yang menghamili mu ? lalu dia pergi dan tidak bertanggung jawab ." ucap Vero yang membuat Shila tertegun . Sepertinya Vero sudah mulai penasaran .
"Jangan tersinggung , aku hanya .." ucap Vero tertahan karena di sanggah Shila
"Aku hanya korban , aku juga tidak tahu kenapa malam itu aku bisa bersama seorang pria di kamar hotel ." ucap Shila yang membuat Vero terpaku mendengar nya .
__ADS_1
"Saat itu..
Flasback on
Shila sudah mulai mengantuk karena efek obat tidur dalam minuman nya , tiba - tiba ponselnya bergetar menandakan ada panggilan .ternyata panggilan itu dari Tissa, Shila langsung mengangkat nya .
" Tissa kau dimana ?" tanya Shila pada sambungan telepon .
"Shila , tolong aku , pacarku mau memperkosa ku aku mohon ."ucap Tissa berbohong . Shila pun jadi panik mendengar perkataan Tissa tadi .
"Kamu dimana sekarang ? ."
"Aku , aku di kamar hotel nomor 209 , kamu cepat kesini ya Shila aku takut ."
Tut.
Tissa mematikan teleponnya begitu saja , sedangkan Shila panik dan langsung menuju kamar yang disebutkan Tissa tadi.
Shila berlari ke arah kamar hotel , tapi saat di depan kamar Shila sempat bingung yang mana kamar nya karena ada dua kamar saling berhadapan 209 dan 206
"Kiri , kanan , aduh yang mana kamarnya ." Shila di bingungkan dengan kedua kamar yang sama dan Shila lupa nomor berapa yang tadi di sebutkan Tissa . Pada akhirnya Shila memilih kamar nomor 206 yang memang kamar itu tidak terkunci Shila masuk ke dalam kamar untuk mencari Tissa tapi tidak menemukannya . Karena obat tidur yang di berikan Tissa membuat Shila semakin mengantuk dan tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi pada akhirnya Shila tidur di atas ranjang kamar hotel itu .
Flasback off.
"Apa kau tidak mengenali siapa pria yang sudah menghamili mu ?." tanya Vero dengan tatapan sendu .
"Aku tidak sempat melihat wajahnya , karena saat itu aku panik dan pergi dari kamar itu ."
"Lalu kau hamil ? ."
"Ya , setelah sebulan dari kejadian itu aku hamil dan aku bingung harus meminta pertanggung jawaban pada siapa ." ucap Shila yang menghapus air matanya .
"Maaf Tuan muda , aku jadi menangis seperti ini ." ucap Shila yang tidak enak hati .
"Hotel mana ? ." pertanyaan Vero membuat Shila tercengang .
"Kenapa Tuan muda menanyakan nama hotel nya ?." bukan nya menjawab Vero mengulangi pertanyaan yang sama dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .
"Hotel mana ?." ucap Vero datar
"Maxon hotel ." ucapan Shila membuat Vero tertegun . Hotel maxon itu hotel yang sama saat Vero di jebak dulu kenapa Vero jadi teringat dengan perkataan Alvin , kamar 206 , wanita yang tidur di samping nya , dan seorang wanita keluar dari kamar 206 kamar yang Vero tempati malam itu , tidak mungkin semua hanya kebetulan . Vero mencoba mengingat kembali namun kepalanya terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Arghh... " ucap Vero yang memegang kepalanya, Shila yang melihat itu pun menjadi panik ada apa dengan Tuan muda .
"Tuan , tuan muda , tuan muda tidak apa - apa kan ?." ucap Shila yang mencoba menenangkan Vero .
"Tuan , Tuan muda ." Shila menangkup wajah Vero , menatap nya dengan lekat Shila tidak tahu apa yang terjadi Shila takut , takut sesuatu yang buruk terjadi pada Vero .
"Apa kau wanita itu ?." ucap Vero yang menatap mata Shila , kini wajah keduanya begitu dekat mata mereka saling bertatapan .
"Apa kau wanita itu ?." Vero mengulangi pertanyaan nya kembali membuat Shila bingung karena tidak tahu apa yang di maksud Vero .
"Apa maksud Tuan muda ." ucap Shila yang masih menatap Vero .
"Siapa wanita yang Tuan muda maksud ." ucap Shila yang masih tidak mengerti apa yang di maksud Vero .
...----------------...
Di tempat kemah , Zeni dan Alvin sedang menunggu kedatangan Vero dan Shila , mereka sangat cemas dimana Shila , apa baik - baik saja ?itu yang menjadi pertanyaan .
Tak berapa lama , Shila datang yang memapah Vero , membuat Alvin panik melihat nya . Alvin dan Zeni langsung menghampiri Shila yang memapah Vero .
"Ada apa dengan Tuan muda ?." tanya Alvin cemas sambil memapah Vero .
"Aku tidak tahu , sepertinya kepala Tuan muda sakit lagi ." ucap Shila , Alvin yang mendengar itu langsung membawa Vero ke tenda .
"Shila apa yang terjadi ? kenapa Tuan muda seperti itu ?." tanya Zeni tapi Shila tidak menjawab Shila mendadak jadi pendiam, Shila berjalan ke tenda anak - anak nya yang sudah tertidur .
"Shila ,kamu kenapa ? jawab dong Shil ." ujar Zeni yang masih di diamkan Shila .
"Zen, apa firasat seorang anak begitu kuat ? apa selama ini Joy sudah merasakan ikatan batin dengannya ? bagaimana kalau ternyata ucapan Joy benar ." ujar Shila dengan tatapan kosong ,Zeni pun tidak mengerti apa yang di maksud Shila .
"Shil, kamu bicara apa ? aku tidak mengerti ." ucap Zeni yang menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.
Shila tidak menghiraukan Zeni , Shila menatap wajah imut ketiga anak ya itu yang sedang tertidur . Shila jadi teringat ucapan nya dulu pada si kembar
'Sayang, papi kalian akan menjemput kalian kalau sudah saat nya '
Itulah yang di ucap Shila ketika memarahi si kembar yang selalu menganggap Vero adalah papi nya .
"Shil , kamu ceritakan pada ku , apa yang terjadi ? apa maksud ucapan mu tadi ? ." ujar Zeni yang penasaran apa yang terjadi pada Shila dan Vero di hutan tadi .
"Ayah mereka sudah datang ." ucap Shila datar yang masih menatap wajah si kembar .
__ADS_1
Zeni semakin di buat bingung , perkataan Shila membuat dirinya pusing Zeni pikir Shila butuh waktu , Zeni membiarkan Shila bersama anaknya dulu dan Zeni pun keluar dari tenda.