Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 79


__ADS_3

Pagi ini semua karyawan sudah mendengar kabar bahagia dari bos nya itu bahwa Nyonya muda tengah hamil semua karyawan pun ikut bahagia apalagi setelah mendapat transferan bonus dari Tuan muda .


Ada yang berharap semoga Shila hamil setiap tahun agar mereka mendapat bonus lagi haha.


Hari ini Delia berkunjung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Shila namun tidak dengan si kembar karena mereka sudah berangkat ke sekolah .


Cklek..


Pintu kamar rawat Shila terbuka , menampakan seorang wanita yang sudah tak muda lagi namun kecantikan dan ke anggunan nya tidak kalah dari wanita yang lebih muda dari nya . Siapa lagi kalau bukan Delia ibunda Vero sekaligus mertua dari Shila .


Wanita itu tersenyum dan berjalan menghampiri Shila yang duduk di ranjang nya .


"Mama ." seru Shila


"Apa kabar sayang , bagaimana keadaan mu sekarang ? udah lebih baik ? gak sakit lagi kan ? "


"Sudah lebih baik ma , dokter juga bilang besok Shila sudah bisa pulang ."


"Benarkah , mama senang mendengar nya . Lalu dimana Vero ?" Tanya Delia yang tak melihat Vero di samping Shila .


"Mas Vero lagi di kamar mandi ." jawab Shila


"Oh ." ucap Delia singkat.


Tak lama kemudian Vero pun keluar dari kamar mandi yang sudah berganti pakaian . "Mama." seru Vero menghampiri kedua wanita tersayang nya .


"Vero mama ingin mengadakan syukuran pesta kecil - kecilan untuk perayaan kehamilan Shila bagaimana ? " Delia begitu semangat akan mengadakan pesta .


"Aku setuju saja ma , kalau kamu sayang apa setuju ?" tanya Vero sembari mengelus perut istrinya itu .


"Aku ikut aja ma , tapi kalau gak ada pesta juga gak apa - apa ."


"Kalau begitu gimana kalau besok malam? Shila juga sudah bisa pulangkan besok ? "


"Jangan besok ma , gimana kalau lusa ." timpal Shila yang memberi pendapat .


"Lusa ? memang nya kenapa kalau besok ?" tanya Delia heran

__ADS_1


"Gak apa - apa ma , namun lusa itu hari ulang tahun nya si kembar jadi aku ingin sekalian merayakan nya " Delia terkejut karena baru tahu bahwa lusa adalah ulang tahun cucu nya karena memang Delia juga tidak pernah menanyakan hal itu . Vero dan Delia sangat senang mendengar nya .


"Sayang mama pulang dulu besok mama akan kembali untuk menjemput mu ." ucap Delia pamit .


"Terima kasih ma ." ucap Shila . Delia pun berlalu pergi .


" Sayang , kamu berhutang penjelasan pada ku ." seru Vero menatap tajam mata Shila .


"Penjelasan apa ? ."


"Vicky ! siapa Vicky ? kamu belum mengatakannya kenapa kamu mengenali nya dan kenapa dia menculik mu sayang ." Vero teringat ucapan Shila saat di culik nya kemarin .


"Vicky dia teman nya Tissa , kita sudah mengenal lama Vicky menyukai ku namun aku tidak menyukai nya tapi Vicky tidak mengerti dia memaksa ku untuk menjadi kekasih nya , hingga pada satu malam Vicky mengajak ku ke apartemen nya dan Vicky memaksa ku untuk memenuhi ***** nya aku hampir saja kehilangan mahkota ku , dan Vicky hampir memperkosa ku namun aku berhasil kabur saat itu , aku memukul nya sampai pingsan . " jelas Shila .


"Vicky masih dendam pada ku mas , itu sebab nya dia menculik ku dia menginginkan ku ." Vero mengepalkan tangan nya , hati nya mulai di landa cemburu dan emosi .


"Sepertinya aku harus secepatnya melenyapkan mu Vicky ." batin Vero dengan amarah yang membara .


"Mas ." Shila menggenggam tangan Vero membuat Vero sedikit lebih tenang .


"Kamu kenapa ? "


"Aku tidak akan berpaling dari mu , hanya kamu yang aku cintai ." ucap Shila tersenyum sembari menggenggam tangan Vero yang mengepal . Vero pun beralih menatap Shila lalu tersenyum .


"Aku tidak akan membiarkan nya mengganggu mu lagi ." Cup .. Vero mengecup kening Shila .


"Mas tidak ke kantor ? ." tanya Shila .


"Tidak , ada Alvin biar Alvin saja yang urus aku ingin menjaga istri ku ini dan selalu berdua dengan mu "


Cup ,Cup,Cup


Vero mendaratkan bibir nya pada bibir Shila . Saling bertukar salivanya Shila pun membalas kecupan lembut suaminya itu.


***


Di sisi lain , Alvin sedang di sibukkan dengan kerjaan nya , Bagaimana tidak Alvin adalah asisten nya Tuan muda yang harus siap menghandle semua kerjaan tuan nya di kala sedang cuti . Apalagi Shila sebagai sekretaris nya tidak lagi bekerja .

__ADS_1


Alvin baru saja keluar dari ruang meeting selesai meeting bersama klien - klien penting . Alvin merasa lelah dan ngantuk Alvin pun berjalan ke arah pantry untuk membuat kopi .


Saat di pantry Alvin tidak sengaja bertemu dengan Zeni yang memang sedang membuat kopi juga .


"Alvin ."


"Zeni."


Zeni terlihat canggung dan malu ketika bertemu Alvin , begitu juga Alvin dia merasa gugup debaran jantung nya kembali berdebar tak karuan . Entah apa yang terjadi pada kedua nya sampai merasa canggung .


Flasback on


Semalam Alvin menghentikan mobil nya di depan rumah Zeni . Zeni pun berterima kasih karena sudah mengantarkannya . Awal nya baik - baik saja namun sesuatu hal terjadi .


"Zeni tunggu ." Alvin menghentikan Zeni saat akan turun dari mobil nya . Zeni pun berbalik menatap Alvin .


"Ada apa Alvin ?." tanya Zeni santai namun Alvin sangat gugup .


Alvin tidak menjawab , namun Alvin mendekatkan wajah nya pada wajah Zeni , Zeni menjadi gugup saat Alvin mendekatkan wajah nya . pelan - pelan wajah mereka pun mendekat semakin dekat dan lebih dekat , Zeni pun memejamkan mata nya di kala Alvin akan mendaratkan bibir nya namun ..


"Ehmm.. maaf Zeni ." Alvin sangat gugup dan memalingkan wajah nya begitu saja , Alvin tidak punya keberanian karena ini kali pertama nya dekat dengan seorang wanita .


Namun Zeni sangat malu saat itu dia sudah berharap lebih padahal Zeni sudah siap mendapatkan ciuman dari Alvin namun berakhir menyakitkan .


Zeni pun turun dari mobil tanpa basa - basi . Alvin yang melihat perubahan sikap Zeni pun menjadi tidak enak Alvin mengutuki dirinya kenapa Alvin bisa melakukan itu pada Zeni .


Flasback off


Zeni masih malu dengan kejadian semalam dan Zeni memilih untuk menghindar , namun saat Zeni ingin keluar dari pantry Alvin langsung mencekal tangan nya membuat langkah Zeni terhenti .


"Alvin .." ucap Zeni terhenti saat Alvin menarik tangan nya sampai tubuh nya jatuh ke dalam dekapan nya .


Zeni yang mendapat perlakuan itu pun tersentak namun Alvin semakin menarik tubuh Zeni kedalam pelukan nya . Alvin meraih pinggang ramping Zeni mendekap nya erat kini wajah kedua nya saling berpandangan .


"Alvin apa yang kamu lakukan ." ucap Zeni gugup .


"Alvin.. ." ucap Zeni terhenti karena Alvin membungkam mulut nya dengan bibir nya . Zeni tersentak mata nya membulat sempurna perlakuan Alvin membuat diri nya terkejut .

__ADS_1


Namun perlahan Zeni pun merasakan kelembutan bibir nya , Zeni memejamkan mata nya membalas ciuman nya . Akhirnya siang ini di dalam pantry yang memang hanya ada mereka berdua .


Alvin semakin memperdalam memasukan lidah nya , menghisap lembut bibir nya dan saling menautkan . Entah sejak kapan Alvin mempunyai keberanian sedangkan kemarin malam dirinya masih kaku . Entah apa yang akan terjadi pada Zeni dan Alvin setelah nya . Akankah Alvin dan Zeni menjalin hubungan ? atau kah hanya sehari ini saja hanya karena hasrat yang tersalurkan .


__ADS_2