
Vero merebahkan tubuh nya di samping Shila yang masih terlelap . Vero membelai lembut rambut Shila yang menghalangi wajah cantiknya seraya tersenyum lalu mengecup lembut kening Shila yang membuatnya terbangun .
"Mas ." ucap Shila setelah mengerjapkan kedua mata nya melihat Vero di depan matanya .
"Kau sudah bangun , tidur mu sangat nyenyak apa kau menikmatinya semalam ?" ucap Vero yang tersenyum penuh arti .
"Apaan sih mas ." ucap Shila yang menutupi wajah nya yang merah merona . Membuat senyum Vero mengembang melihatnya .
"Apa kamu tidak akan bangun ? atau mau kita melanjutkan nya .. ." ucapan Vero tertahan karena di sanggah Shila .
"Mas , mulai lagi deh . Udah ah aku mau mandi ." ucap Shila yang tersipu malu.
"Ach..." ringis Shila saat ingin bangun dari tidurnya.
"Kenapa sayang ?." Vero kaget ketika Shila menjerit sontak Vero pun langsung bangun dari tidurnya .
"Aku gak bisa bangun mas sakit ." ucap Shila yang merasakan sakit di bagian intim nya .
"Sakit ? di bagian mana?." tanya Vero cemas . Namun Shila tidak menjawab perkataan Vero karena malu mengatakannya.
"Mau aku bantu ?." ucap Vero yang di angguki Shila . Vero memangku Shila sampai ke dalam kamar mandi dan mendudukkan nya di sebuah bathtup .
"Kamu ngapain disini mas ? " ucap Shila yang melihat Vero masih terdiam di depan bathtup .
"Mau mandiin kamu ." ucap Vero yang membuat kedua bola mata Shila membulat sempurna .
"Mas , keluar aku bisa sendiri ." bantah Shila .
"Sudah , diam saja jangan malu seperti itu aku sudah sering melihat tubuh mu ." ucap Vero yang melihat pipi Shila yang merah merona .
Shila pun tidak bisa menolak atas perlakuan Vero pada nya . Beberapa menit kemudian Shila dan Vero sudah keluar dari kamar mandi dan Shila sudah rapi dengan pakaian nya dan sekarang sedang duduk di depan cermin yang sedang menyisir rambut nya.
"Sini , biar aku bantu ." ucap Vero yang mengambil alih sisir di tangan Shila .
"Tidak usah mas , aku bisa sendiri ." sanggah Shila yang mengambil kembali sisirnya .
"Apa masih sakit ?." tanya Vero yang menyimpan kepalanya di pundak Shila juga memeluknya . Shila yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban .
"Maaf, semalam aku terlalu bersemangat aku tidak akan mengulangi nya lagi ." ucap Vero dengan senyuman membuat Shila tersipu malu .
Shila dan Vero pun keluar dari kamar menuruni tangga. Vero menuntun Shila agar berjalan dengan pelan membuat semua pelayan villa tersenyum penuh arti .
"Kenapa nyonya jalan nya pelan - pelan begitu ya ? ." tanya si pelayan 1
"Kamu tidak lihat semalam ? Tuan muda begitu semangat ." jawab si pelayan 2 sedikit berbisik mengingat bagaimana semalam Vero membawa Shila ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Namanya juga pengantin baru ." ucap si pelayan kompak di akhiri dengan senyuman .
"Ada apa ? kenapa senyum - senyum ?" tanya Vero dingin yang menatap ke dua pelayan di depannya .
"Tidak apa - apa Tuan muda ." ucap kedua pelayan itu gugup.
Setelah itu Vero menarik kursi untuk Shila duduki. Vero pun ikut duduk di sampingnya lalu sarapan bersama .
"Sayang , hari ini aku akan keluar sebentar kamu jangan kemana - mana diam di Villa ." ujar Vero sambil menikmati sarapannya.
"Kamu mau kemana mas ?." tanya Shila yang menatap Vero .
"Jangan curiga , aku pergi untuk bertemu rekan kerja ku yang kebetulan ada di sini juga sedang berlibur dengan keluarganya ."
"Kenapa gak ajak aku ." ucap Shila dengan sorot mata tajam nya .
"Tadi nya aku mau ajak kamu , tapi kamu tadi kata nya sakit susah jalan aku gak mau nanti kamu tambah sakit lagi ."
"Nggak , aku udah gak sakit kok mas , aku ikut nya ? aku bosen kalau di sini terus ." ucap Shila yang memelas manja .
"Iya .. iya .. kamu kalau cemburu gemas deh ." ucap Vero yang mencubit pipi Shila lembut .
"Siapa yang cemburu ." timpal Shila yang memalingkan wajahnya .
"Kamu , siapa lagi sayang ." goda Vero yang membuat Shila tersipu malu .
****
Sedangkan si kembar sedang asik menonton film kartun ke sukaannya sambil memakan cemilan yang di temani Delia .
"Grandma kenapa kita tidak kembali ke tempat mami dan papi ?." tanya Joanna yang mulutnya penuh dengan makanan.
"Iya grandma aku bosan ingin ke pantai " ucap Jolie .
"Aduh.. ini anak suka sekali mengganggu mami dan papi nya ." gumam Delia yang menatap si kembar .
Sedangkan Joy dia sibuk dengan tablet nya , entah apa yang dia lihat dalam tablet nya itu .
"Joy , kau sedang apa ? apa yang kau lihat ." tanya Joanna dan Jolie kompak yang mendekat ke arah Joy yang sedang fokus dengan tabletnya .
"Ini 'kan foto kita saat di pantai ." ucap Jolie yang melihat foto nya saat di meldives.
"Ada yang mencurigakan ." ucap Joy lolos begitu saja .
"Mencurigakan ? apa ?." tanya Joanna penasaran .
__ADS_1
Joy tidak menjawab apapun dia fokus pada foto yang memperlihatkan seorang pria yang menatap ke arah papi dan mami nya dan Joy mencurigai sosok pria itu yang selalu memperhatikan Shila dan Vero .
"Grandma , aku ingin ke tempat mami dan papi ." ujar Joy yang menatap Delia .
"Mami sama papi besok juga pulang , jadi untuk apa kita kesana ." ujar Delia .
"Tapi grandma , mami dan papi tidak akan membawa adik ' kan ? " ucap Joy polos membuat bola mata Delia membulat sempurna .
"Adik ? ." Delia bertanya dalam hatinya .
"Papi pernah bilang kalau papi akan membuat adik untuk kita , aku tidak mau punya adik grandma hanya aku anak yang paling bontot ." ucap Joy datar .
"Kapan kalian dengar papi kalian berkata seperti itu ? ." tanya Delia penasaran
"Saat di pesawat , iya 'kan kak ?" ujar Joy yang melirik ke arah Joanna dan Jolie .
Joanna dan Jolie pun mengangguk sebagai jawaban.
"Ya ampun , Vero ceroboh sekali kenapa bisa bilang begitu di hadapan anak - anak " gumam Delia yang tak habis pikir dengan kecerobohan Vero yang berkata seperti itu di hadapan si kembar.
"Anak - anak kita mall yuk? apa kalian mau ?." ujar Delia yang mengalihkan pembicaraan .
"Mau ." ucap Jolie dan Joanna kompak tapi tidak dengan Joy yang memasang wajah dingin andalannya.
"Ayo lets go kita ke mall ." ajak Delia yang bangun dari duduknya lalu menuntun Joanna dan Jolie .
"Joy , apa kau tidak akan ikut ?." tanya Delia yang melihat Joy masih terdiam .
"Hm.." gumam Joy yang berjalan malas mengikuti Delia dan kedua kakak nya .
****
sedangkan Vero dan Shila sekarang sedang menyusuri pantai seraya menemui rekan kerjanya . Dan benar saja apa yang di bilang Joy ada seorang pria yang mencurigakan memperhatikan Vero dan Shila dari jauh .
"Siapa wanita itu ? kenapa dia bersama Vero ?." ucap Pria itu yang menatap tajam ke arah Shila yang sedang bermain bola dengan seorang anak kecil yang memang anak dari rekan kerjanya Vero .
Namun tiba - tiba bola yang di mainkan terlempar jauh dekat ke arah pria yang sedang memperhatikannya .
"Sayang tunggu disini nya biar tante saja yang ambilkan ." ujar Shila pada anak kecil itu lalu berjalan ke arah bola yang terlempar jauh tadi .
Namun saat Shila ingin mengambil nya pria itu mengambilnya terlebih dulu dan memberikannya pada Shila . Seraya menatap nya .
"Terimakasih " ucap Shila yang mengambil bola tersebut seraya tersenyum .
Pria itu tidak menjawab dia hanya tersenyum sinis menatap kepergian Shila setelah mengambil bola itu .
__ADS_1
"Wanita itu , aku pernah melihat nya tapi di mana ? apa hubungannya dengan Vero ." ucap pria itu yang masih menatap kepergian Shila .
"Vero , ternyata kamu masih hidup ." ucap pria itu yang mengepalkan tangannya geram sepertinya menyimpan dendam pada Vero .