Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 86


__ADS_3

Happy reading 😊🙏


Maaf nya , kalau masih banyak typo. Oh iya , untuk penulisan kata #Joalie/Jolie #Triple(twins). yang benar itu Jolie ya dan untuk twins itu juga thor salah tulis . karena, kadang thor kalau nulis suka ngantuk eh, sampai ketiduran 😴 tahu dong kalau udah ketiduran jempol nya gak bisa cegah , tuh jempol jalan sendiri aje ngetik kemana aje 😄😄.


Maaf ya masih banyak typo nya tapi , makasih lo udah ngingetin 🙏😊.


Sekarang , kita lanjut aja kita lihat apa yang terjadi sama triple J . Itu anak buat onar mulu ya 😄


Lanjut ...


...----------------...


Vero , Shila , Delia , dan Erik begitu terkejut saat melihat mobil Jeep itu berjalan . Sedangkan Delia begitu syok saat mobil jeep itu memasuki taman bunga nya sampai membuat bunga itu hancur .


"Ach.. tidak bunga ku ." teriak Delia , itu adalah bunga - bunga mahal yang Delia tanam di halaman rumah nya, semua jenis bunga dari belahan dunia ada disini yang Delia rawat, namun kini sebagian bunga - bunga yang cantik itu hancur terlindas ban mobil .


"Erik , kenapa mobil itu bisa jalan ." pekik Vero pada Erik .


"Maaf , Tuan muda saya lupa membuka kunci nya ." jawab Erik datar .


"Astaga.." gumam Vero .


"Mas, jangan diam saja, kejar ! nanti anak kita kenapa - kenapa lagi ." titah Shila panik.


Vero dan Erik langsung masuk ke mobilnya karena hanya mobil nya yang paling dekat jadi Vero dan Erik satu mobil , dan Erik yang mengemudi untuk mengejar mobil jeep yang di jalankan si kembar. Di bantu juga para pengawal .


Semua orang sangat panik melihat nya namun tidak dengan triple J , Mereka begitu santai padahal mereka dalam bahaya saat ini , bisa saja mobil yang mereka tumpangi menabrak , atau pun terjungkal .


"Ini benar - benar menakjubkan , kita seperti pembalap kan kakak ." ucap Joy santai tangan nya tetap memegang kemudi.


"Pembalap apa, kamu belum ahli ." cibir Jolie yang berada di belakang .


"Joy, berikan pada ku , biar aku saja yang menyetir ." pinta Joanna .


"Kalau jalankan mobil itu lurus jangan berbelok - belok , sini biar aku saja ." sambung Joanna yang merebut stir nya , namun Joy menyanggah nya .


"Tidak , ini punya ku ."


"Berikan ."


"Tidak ."


"Berikan ."


"Tidak ."


Joanna dan Joy saling berebut hingga laju mobil pun tak terkendali , Jolie yang melihat nya pun menjadi pusing sendiri. " Hei , bisa kah kalian diam ." teriak Jolie yang sudah pusing melihat pertengkaran kedua saudara kembar nya .


Vero dan Erik mencoba menghentikan dan menyusul mobil si kembar , namun laju nya sangat cepat mobil jeep itu tidak bisa berhenti karena kaki joanna yang terus menginjak pedal gas nya .


"Joy.. hentikan ! Joanna .." teriak Vero yang sekarang mobil nya sudah berada di samping mobil jeep itu . Joy dan Joanna tidak begitu mendengarkan namun Jolie yang berada di belakang melihat dan mendengar nya .

__ADS_1


"Papi ." ucap Jolie yang melihat Vero memanggil kedua saudara nya .


"Joy , Joanna ada papi ." teriak Jolie .


Joy dan Joanna pun berhenti bertengkar


"Papi ? ." tanya Joy dan Joanna pada Jolie .Jolie langsung membuka pintu mobil itu karena Jolie ingin menghampiri papi nya namun..


Aaaa.. papi .


Teriak Jolie , saat membuka pintu dan ingin turun Jolie terkejut karena tidak bisa menyentuh tanah apalagi mobil dalam keadaan berjalan .


"Papi ..aku takut , tolong aku papi ." teriak Jolie yang menggelantung pada pintu mobil yang terbuka .


Sontak Vero dan Erik pun terkejut melihat nya dan semakin panik .


"Jolie , astaga .. bagaimana ini ."


"Huhuhu.. papi .. aku takut ." rengek Jolie yang masih tergelantung pada pintu .


Joy dan Joanna pun terkejut melihat nya ." Jolie ." teriak Joanna


"Kakak kenapa bergelantung di situ ? " tanya Joy polos , sampai melupakan bahwa Joy sedang mengendalikan kemudi nya .


"Awas Tuan muda ." teriak Erik saat mobil jeep itu akan menabrak mobil nya , hampir saja mobil itu mengenai Vero untung nya Erik langsung menghindar .


"Joy , ayo kita bantu Jolie ." ajak Joanna


Kini Joy dan Joanna berpindah ke jok belakang dan melupakan kemudi yang sudah di kendalikan dan Joanna juga sudah tidak lagi menginjak pedal gas nya. Namun itu semakin berbahaya membuat mobil tak terkendali karena tidak ada yang mengemudi .


"Astaga , apa yang mereka lakukan ." Vero panik ketika melihat Joanna dan Joy akan membantu Jolie namun bukan nya membantu ketiga nya malah terjebak dan bergelantungan pada pintu mobil .


"Aaaa.. " teriak Jolie lagi namun tidak dengan Joanna dan Joy mereka menghadapi nya dengan tenang .


"Jolie ,berisik tahu ." cibir Joanna


"Iya , jangan berteriak lagi , tapi ini mengasikan juga ya kak , kaya tarzan haha.." ujar Joy di iringi tawa .


"Erik , kamu suruh para pengawal untuk menghentikan mobil nya di depan , dan kamu lajukan mobil nya dengan pelan aku akan pindah ke belakang untuk menyelamatkan anak saya ." titah Vero . Erik pun setuju dan melakukan apa yang di perintahkan Tuan nya .


Vero langsung berpindah ke jok belakang dan Erik mensejajarkan mobil nya dengan mobil jeep itu agar Vero mudah mengambil ketiga anak nya .


Vero melancarkan aksi nya , Vero membuka pintu mobil nya lalu berdiri tangan nya berpegangan pada pintu mobil . Vero mencoba meraih tangan Jolie yang ada paling depan setelah dapat, Vero langsung menarik nya dan masuk ke dalam mobil .


Huh, Vero bernafas lega , Jolie sudah ada di dalam mobil nya tinggal dua anak nya lagi Joanna dan Joy .


"Joanna ,pegang tangan papi cepat ." teriak Vero , Joanna pun mencoba meraih tangan papi nya itu dan.. berhasil Joanna sudah terselamatkan .


Dan sekarang yang terakhir , Joy si putra bungsu nya .


"Erik, lebih dekat lagi ." perintah Vero agar Erik lebih menyerempet kan mobil nya agar Vero lebih mudah menggapai tubuh Joy yang memang berada agak jauh .

__ADS_1


"Joy ,pegang tangan papi ." perintah Vero namun jawaban Joy sungguh mengejutkan .


"Tidak, papi aku masih ingin bermain ." mata Vero langsung melotot mendengar jawaban dari Joy . Sungguh tidak bisa di mengerti .


"Joy , ini bukan permainan mengerti ? cepat pegang tangan papi ." teriak Vero yang membujuk Joy .


"Tuan muda cepat tidak ada waktu lagi ." Erik semakin panik mobil jeep itu akan segera berhenti dan menghantam para mobil pengawal yang sudah siap menjadi benteng di depan nya jadi saat mobil jeep itu menabrak mobil di depannya dan tertahan otomatis mobil itu akan berhenti .


"Tuan muda ." teriak Erik , Vero semakin panik namun Joy tetap tidak ingin turun akhir nya Vero melebarkan kedua kaki nya untuk menyentuh mobil jeep itu setelah itu Vero mengambil Joy paksa dengan memopong tubuh nya dan ia masukan dalam mobil .


Akhir nya si triple pun sudah di selamatkan . Namun mobil itu... masih ada jarak untuk menabrak mobil para pengawal . Vero pun meloncat ke arah mobil Jeep dan langsung duduk pada kursi kemudi untuk mengendalikan nya .


"Tuan muda ." Erik terkejut saat Vero meloncat pada mobil itu . Namun Joy merengek ingin mengikuti papi nya .


"Papi ." teriak Joy yang ingin menyusul Vero namun Erik dengan sigap menutup pintu itu membuat Joy sangat marah .


"Ih .. paman nyebelin ." ketus Joy sembari mengerucutkan bibir nya .


"Kasihan ." ucap Jolie dan Joanna kompak sembari menggelengkan kepalanya .


Erik pun bisa bernafas lega karena Vero akhir nya bisa mengendalikan mobil jeep nya dan tidak sampai menabrak mobil yang ada di depan nya .


Sedangkan Shila dan Delia masih menunggu di dalam rumah . Shila sangat panik karena Vero masih belum juga kembali .


"Bagaimana keadaan anak - anak , apa mereka baik - baik saja ." ucap Shila panik yang gelisah menunggu kedatangan putra putri nya .


"Shila , yang tenang jangan panik ingat kamu sedang hamil ." ujar Delia menenangkan .Kini Delia dan Shila sedang duduk di sofa menunggu kedatangan Anak dan cucu nya .


"Bunga - bunga ku ." gumam Delia yang gelisah karena bunga nya terlindas mobil .


"Bunga ? bunga apa ma?" tanya Shila


"Ah, tidak bukan apa - apa , mama lupa menyiram bunga ." jawab Delia berbohong karena tidak ingin membuat Shila semakin panik lalu stres nanti malah berakibat pada kandungan nya .


"Aduh," ringis Shila


"Ada apa Shila ." Delia pun jadi panik melihat Shila seperti kesakitan sembari memegang perut nya .


"Aduh, keram ma."


"Ya tuhan.. bagaimana ini ? Maura , Jessica , pelayan ." Teriak Delia panik .


"Jessica ambilkan minum untuk Shila." perintah Delia dengan panik , Jessica pun bergegas pergi ke dapur untuk mengambil air minum .


"Tarik nafas sayang ..oke.. terus.. " Delia memberikan arahan pada Shila , karena panik Delia pun tidak tahu apa yang harus di lakukan .


"Ma, aku bukan mau lahiran ." timpal Shila


"Aduh, Shila menarik nafas itu bukan untuk lahiran saja tapi untuk menenangkan kita , ayo lakukan lagi." titah Delia Shila pun menurut saja .


Keadaan rumah jadi panik dan heboh .Belum juga si kembar pulang sekarang semua orang di panikan oleh nyonya muda nya yang tengah hamil muda .

__ADS_1


__ADS_2