Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 114


__ADS_3

Amarah Vero memuncak setelah tahu apa yang di lakukan Elin . Vero langsung memecat Elin dari perusahaan nya .


"Tuan muda , kenapa saya di pecat apa salah saya ? " tanya Elin pada Vero yang sedari tadi menatap nya tajam .


"Saya sudah tahu apa tujuan mu bekerja disini ! Kamu ingat ini ." Vero menunjukan sebuah flashdisk nya semalam .


Flashdisk itu ? jadi flashdisk itu ada di tangan Tuan muda , batin Elin.


"Diam - diam kamu mencuri data perusahaan , kamu sudah main - main dengan saya Elin , tidak pernah akan saya maafkan . Pengawal ." Vero memanggil para pengawal nya.


"Tuan muda , maafkan saya , saya mohon Tuan muda ." teriak Elin yang di tarik paksa oleh pengawal .


"Tuan muda saya hanya di suruh , saya hanya menjalankan perintah , saya mohon maafkan saya jangan masukan saya ke penjara Tuan muda ." teriak Elin lagi yang meronta - ronta melepaskan cekalan si pengawal .


Namun cekalan si pengawal lebih kuat , Membuat Elin tidak bisa melepasnya , Elin pun pasrah ketika kedua pengawal itu menarik nya dengan paksa dan membawanya keluar dari wallandou group .


Vero bernafas lega ketika Elin sudah di bawa pergi oleh kedua pengawal tadi . Vero pun menyandarkan tubuh nya pada dinding kursi sembari memejamkan mata nya .


"Alvin , terima kasih karena kamu telah menyelamatkan perusahaan ku ." ucap Vero kepada Alvin yang memang sudah kembali.


"Sama - sama Tuan muda , itu sudah tugas saya ." jawab Alvin yang berdiri di depan meja kerja Vero .


" mulai sekarang aku tidak butuh sekretaris - sekretaris lagi , cukup kamu saja Alvin hanya kamu yang aku percaya ."


"Aku tidak bisa janji akan terus menjadi asisten mu Tuan muda , bagaimana kalau nanti saya mati."


"Kamu mau mati sekarang ?"


"Tidak juga , saya masih ingin hidup jangan sampai saya meninggal sebelum saya menikah !"


Vero hanya geleng - geleng kepala ketika mendengar celotehan Alvin.


"Bagaimana dengan laki - laki itu ? apa kamu sudah mengurus nya ?"


"Tenang Tuan muda , saya sudah mengurus nya dan saya jamin dia tidak akan mengganggu Tuan muda lagi , saya jamin dia akan membusuk di penjara ." jelas Alvin .


"Bagus ."


Flasback on


Vero penasaran apa isi dalam flashdisk itu , apakah ada data - data penting atau yang lain nya . Vero pun mengecek nya .


Awal nya biasa saja , Vero masih santai menatap layar laptop di depannya , namun seketika mata Vero membulat sempurna , tatapan nya menjadi tajam setelah melihat file - file dalam flasdisk itu .

__ADS_1


"Ini semua data - data perusahaan ku , siapa yang melakukan semua ini ? Milik siapa flashdisk ini ? Apa ada pengkhianat di perusahaan ku ?" gumam Vero .


"Awas saja kalau memang benar aku tidak akan memaafkan orang yang telah berkhianat pada ku ."


Drt..drt..drt..


Tiba - tiba ponsel nya berdering , ada panggilan masuk Vero mengambil ponsel yang ada di samping nya l ." Alvin ." ucap Vero saat melihat nama yang terpampang di layar ponsel . Tanpa menunggu lama lagi Vero langsung mengangkat telepon nya .


"Tuan muda , aku ingin memberitahukan sesuatu ." ucap Alvin di ujung sana .


"Apa ?"


"Sekretaris Tuan muda yang bernama Elin dia bukanlah sekretaris pilihan saya , Elin adalah wanita utusan Bagas yang ingin menghancurkan Tuan muda , Bagas menyuruh Elin untuk mengcopy semua data - data perusahaan anda Tuan , "


"Apa yang kamu katakan benar ?"


"Saya tidak berbohong Tuan muda , sekarang saya sedang dalam perjalan menuju jakarta , Saya sudah melacak keberadaan Bagas lebih baik Tuan muda kerahkan semua pengawal untuk menangkap Bagas sekarang juga , dan untuk Elin kita urus dia besok saja ."


Tut. Alvin menutup telepon nya sepihak


"Apa jangan - jangan ini semua ulah Elin ? Jadi Elin yang melakukan semua ini , Saya tidak akan memaafkan mu Elin ." Vero mengepalkan tangan nya .


Flasback off .


"Alvin aku tidak bisa hidup tenang , kalau Bagas masih hidup ."


"Tidak , Alvin . Penjara tidak akan membuat nya jera , Alvin aku ingin Bagas mati ."


Alvin menelan ludah, ketika Vero menatap nya .


"Tuan muda , kita bukan mafia aku tidak berani melakukan hal itu ."


"Jangan khawatir Alvin, aku tidak akan menyuruh mu melakukan nya , akan aku lakukan sendiri ."


"Jangan bercanda Tuan muda ."


"Apa kamu melihat aku seperti bercanda ?"


Alvin menelan ludah , ketika Vero menatap nya kembali .Entah Apa yang akan di lakukan Vero kepada Bagas .


****


Brukk

__ADS_1


Ahhh,,


Polisi menjebloskan Elin kedalam jeruji besi , Elin pun tidak bisa berbuat banyak apalagi kabur , Elin hanya bisa pasrah saat diri nya di masukan polisi ke dalam jeruji besi . Namun Elin tidak terima bila harus tinggal di dalam jeruji besi dalam waktu yang lama Elin pun memikirkan bagaimana cara nya Elin terbebas dari tempat ini .


"Aku tidak bisa terima ini , aku harus balas mereka ?" gumam Elin yang tersenyum smirk .


"Tunggu saja , apa yang akan aku lakukan nanti ," ucap Elin tersenyum tipis .


"Hei , ngapain kau senyum - senyum ." seru seorang napi yang berada di dalam sel yang sama dengan Elin .


Elin pun menatap nya sinis .


"Hei kau , jangan diam saja cepat kemari ."


"Hei , jangan pernah berteriak yah , kamu tidak tahu siapa aku." timpal Elin yang membentak .


"Memang nya siapa kamu ? hah !! Tahanan baru saja so-so-an , paling juga pencuri atau wanita penggoda , haha.. ." cibir para tahanan yang satu sel dengan Elin .


"Jangan asal bicara kamu , "


Ahh,


Elin menjambak rambut seorang napi yang mencibir nya , namun napi - napi lain tidak tinggal diam , mereka langsung menjambak kembali rambut Elin , membuat Elin kesakitan kedua tangan nya di cengkram kuat oleh napi yang lain nya .


Kini dalam sel itu Elin siksa para napi yang sudah lama menetap di sana , dan membuat kericuhan seketika .


Sedangkan Bagas , pipi nya sudah di penuhi lebam - lebam , karena baku hantaman dari Alvin , dan kini Bagas terlihat lemas di dalam sel penjara .


****


Shila merasa lega karena wanita ****** itu sudah masuk penjara , jadi tidak ada lagi yang bisa menggoda suami nya .


"Mami sudah tenang sayang , akhir nya tidak akan ada yang menggoda papi lagi ." ucap Shila sembari mengelus lembut perut buncit nya .


"Oh , iya aku kan belum baby moon , kehamilan ku sudah empat bulan , nanti aku bicarakan saja sama mas Vero ."


"Apa aku sekarang saja nya ke kantor , diam di rumah bosan juga apalagi tidak ada mama , ya sudah lah aku ke perusahaan saja sekalian membawa makan siang untuk suami ku tercinta ."


Shila bangun dari sofa , melangkah ke kamar nya untuk mengambil tas lalu melangkah ke dapur untuk menyiapkan makan siang Tuan muda .


"Sayang , kita ke kantor papi ya ! kita bawakan makan siang untuk papi ." ucap Shila yang berbicara dengan triple baby nya sembari mengelus lembut perut buncit nya.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan Vote nya


terima kasih 🙏🤗


__ADS_2