
Setelah pertarungan antara Vero dan Vicky . Juga si kembar Joy dan Tissa masih ada pertarungan lain yang tak kalah seru dan heboh nya siapa lagi kalau bukan si kembar Joanna dan Jolie .
Joanna sudah ahli dalam bela diri , namun tidak dengan Jolie ,ini kali pertama nya Jolie bertarung ,Jolie adalah anak yang paling manja di antara yang lain , hobi nya menari dan makan . Namun sekarang Jolie harus berhadapan dengan beberapa penjahat .
Aaaa......
Bugh .. Bugh.. Bugh..
Teriak Jolie dan Joanna saat tubuh nya melayang di udara dan berputar . Kedua kaki nya menghantam para penjahat yang tak lain anak buah nya Vicky .
Erik memangku tubuh Joanna lalu memutarnya , agar kaki Joanna menghantam beberapa penjahat yang menyerang mereka.
Alvin pun melakukan hal yang sama memangku tubuh Jolie lalu memutar nya , agar kaki Jolie menghantam para penjahat di depannya .
Sungguh tim yang sangat kompak
"Lagi om , lagi om , lagi ." pinta Jolie yang ketagihan .
"Om aku ingin melayang seperti tadi lagi , sangat seru ." celoteh Jolie .
Alvin yang mendengarnya hanya membulatkan kedua bola mata nya malas , Alvin tak habis pikir pada si kembar yang benar - benar tak ada rasa takut nya .
"Dasar bocah , gak ada takutnya sama sekali ini , orang lagi panik malah nagih ck,ck,ck ." gumam Alvin.
"Paman awas ." Alvin langsung berbalik dan .. Bugh.
Satu pukulan mendarat mulus pada wajah Alvin sampai membuat nya tersungkur ke atas lantai .
"Paman , paman tidak apa - apa ?" tanya Jolie yang polos.
"Tidak apa - apa bagaimana ? lihat nih muka om bonyok gini ." timpal Alvin yang memegang wajah nya yang kena pukulan tadi .
"Hei , bocah kau mau di pukul juga ?" ujar si penjahat yang terkekeh . Jolie pun terbelalak melihat tubuh kekar si penjahat itu sampai menelan salivanya
"Paman bangun ." ujar Jolie pada Alvin .
"Hei , bocah kemari kau biar ku remas - remas tubuh mu ha..ha..ha.."
"Kakak ..."
Bugh .. satu tendangan mendarat pada kejantanan si penjahat , Ternyata Joanna yang telah menendang kejantanan nya .
"Aw, sorry .. " ucap Joanna yang melihat si penjahat itu meringis .
"Wow .. kakak tendangan mu hebat sekali " ujar Jolie yang masih terkesiap .
"Paman awas ." teriak Joanna pada Alvin yang akan di hantam oleh si penjahat untung saja Alvin cepat menghindar .
"Hei , bocah awas kau .." ucap si penjahat yang di tendang Joanna .
"Kakak bagaimana ini ."
"Tidak ada pilihan lain , lari.. ." Joanna dan Jolie pun berlari menghindari si penjahat , dan si penjahat itu pun mengejarnya bahkan sampai di bantu temannya .
Alvin dan Erik tidak menyadari hilang nya Joanna dan Jolie karena mereka sibuk melawan para suruhan Vicky yang begitu banyak .
__ADS_1
Joanna dan Jolie berlari menyusuri setiap sudut rumah Vicky , sampai mereka lelah .
"Stop ." ujar Jolie menghentikan si penjahat .
"Ada apa ?" tanya si penjahat dengan nafas terengah - engah .
"Paman apa paman tidak lelah mengejar kita " ujar Jolie dengan nafas terengah - engah .
"Aku sangat lelah paman ." sambung Jolie
"Sama , saya juga capek tahu ." ujar si penjahat
"Kalau begitu istirahat saja dulu paman ."
"Oke ." si penjahat itu pun menurut apa kata Jolie .
"Paman duduk dulu ." ajak Jolie yang sudah duduk di bawah lantai . Joanna pun ikut duduk di samping Jolie .
"Paman aku haus , apa tidak ada minum ?" pinta Joanna.
"Minum ya ? oke paman ambilkan dulu ."
Entah kenapa si penjahat itu menurut saja apa yang di ucapkan si kembar seperti sedang terhipnotis saja . Begitu pun si kembar Joanna dan Jolie yang santai tanpa ada rasa takut nya.
Si penjahat itu pun bangun dari duduk nya , melangkahkan kaki nya untuk mengambil air minum tiba - tiba langkah si penjahat itu pun terhenti , dia berpikir sejenak .
Kenapa aku yang di suruh - suruh ? seharusnya aku menangkap mereka . Ah sial mereka telah membodohi ku.
Gumam si penjahat ,lalu menoleh ke belakang menatap kedua bocah kecil yang sedang duduk santai .
si penjahat itu pun merasa kesal karena dirinya di kerjain oleh si kembar .
"Hei , bocah kalian ngelabui saya ya awas ya kalian ." si penjahat sangat marah dan siap menerkam kedua bocah di depannya .
"Jolie sepertinya , kita harus pergi ." ujar Joanna yang mata nya tak berpaling menatap si penjahat di depan nya .
Lari...
Akhir nya aksi kejar - kejaran nya pun kembali di lakukan , namun si kembar Jolie dan Joanna sangat cepat sekali berlari sampai si penjahat itu pun sudah lelah mengejar .
"Kak aku lelah ." ujar Jolie pada Joanna .
" Bagaimana lagi kita harus kuat , jangan sampai kita tertangkap "
"Tunggu dulu kak , aku ingat aku punya sesuatu " ujar Jolie yang merogoh kantong celana nya .
"Ini dia .. ." ucap Jolie yang memegang satu botol kecil yang dia rogoh dari saku celana nya .
"Apa itu ? ." tanya Joanna
"Air cabe , aku membawanya dari rumah ."
"Kenapa tidak dari tadi Jolie ."
"Lupa ." ucap Jolie cengengesan . Joanna hanya menggeleng sembari menghela nafas kasar .
__ADS_1
Si penjahat itu pun sudah di depan mata Jolie pun langsung memberi semprotan air cabe itu pada mata mereka , membuat mata nya perih dan tak bisa melihat jalanan .
"Rasain .. kalah kan ." ujar Jolie yang puas mengerjai si penjahat .
"Kak , ayo kita pergi sekarang ." ajak Jolie
"Tunggu dulu , kita ikat dulu mereka biar tidak bisa kabur ." ujar Joanna
"Benar juga , tapi ikat pakai apa ? "
"Ini dia.. ." ujar Joanna yang mengeluarkan sebuah tali di dalam sakunya . Si kembar benar - benar mempersiapkan semua nya mereka benar - benar cerdas .
"Selesai ." Joanna dan Jolie sudah mengikat si penjahat tiba - tiba terdengar suara sirine , sepertinya polisi sudah datang .
Joanna dan Jolie pun pergi meninggalkan si penjahat yang sudah terikat . Si penjahat itu pun di amankan para polisi namun Vicky dan Tissa berhasil melarikan diri .
"Paman ." Alvin dan Erik pun menoleh ke sumber suara , mereka sangat lega bahwa Joanna dan Jolie baik - baik saja tidak ada luka sedikit pun .
"Kalian dari mana saja ? hampir saja aku di pecat karana ulah kalian . Kalian ini selalu saja menghilang ." gerutu Alvin pada si kembar Joanna dan Jolie.
"Ih.. paman tadi itu aku di kejar - kejar sama orang jahat itu , untung saja aku punya senjata ." celoteh Jolie .
"Ya..ya.. ya.. syukurlah kalian selamat , tidak ada yang luka kan ? " tanya Erik
"Tidak ada ."jawab joanna dan Jolie kompak.
" Bagaimana bisa ?." pikir Alvin bingung . Karena si kembar tidak mendapat luka sedikit pun .
"Alvin ." sahut seseorang dari belakang yang membuyarkan lamunan Alvin .
"Tuan muda ."
"Shila."
"Mami ."
Mata mereka terbelalak melihat Shila yang di gendong Vero .
"Alvin kita harus ke rumah sakit sekarang ." ucap Vero panik.
" Kenapa dengan Shila Tuan muda ?." tanya Alvin yang sama paniknya. Belum sempat menjawab Vero di kejutkan oleh seruan Shila yang meringis ke sakitan .
"Sakit .. ."
"Alvin kita harus ke rumah sakit sekarang , kamu bawa anak - anak ku dan Erik kamu pulang saja beritahu mama " Setelah itu Vero langsung membawa Shila ke mobil nya . Begitu pun Erik dan Alvin .
"Sayang , bertahan nya ." ucap Vero yang sudah masuk ke dalam mobil nya , memasang seatbelt untuk dirinya dan Shila .Terlihat kepanikan dan kecemasan pada raut wajah Vero apalagi Shila yang terus meringis sembari memegang perut ratanya .
"Mas , sakit sekali ." ringis Shila yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit nya .
Vero langsung melajukan kemudi nya dengan kecepatan tinggi . Sesekali melirik ke arah Shila yang sudah mulai lemah dan pucat .
Dasar laki - laki brengsek ! Aku tidak akan memaafkannya terutama Tissa wanita ular itu.
Batin Vero dalam hatinya , yang sudah merasa geram. tangan kanannya fokus pada stir mobil , dan tangan kirinya menggenggam erat tangan istrinya yang mulai melemah .
__ADS_1