Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 124


__ADS_3

Saat ini Shila dan Vero sudah berada di rumah sakit untuk melihat keadaan Alvin . Di karenakan Alvin masih berada di ruang ICU , orang yang menjenguk pun tidak bisa semau kita, semua ada aturan dan hanya bisa satu orang saja yang masuk . Jadi saat ini Vero masuk terlebih dulu untuk melihat Alvin .


Zeni dan Shila hanya bisa melihat nya dari luar kaca , keadaan Alvin sangat memprihatinkan , Alvin yang di kenal sangat kuat , tegar , dan tak kenal lelah dia selalu ada untuk bos nya namun sekarang semua orang harus melihat Alvin yang terbaring lemah tak berdaya berjuang untuk hidup nya .


"Zen, yang sabar nya ! Alvin pasti kuat dia pasti sembuh , kamu harus yakin Alvin pasti melewati masa kritis nya ." Shila mencoba memberikan semangat kepada sahabat nya itu , walau pun diri nya sendiri juga sedih melihat keadaan Alvin yang sekarang .


"Terima kasih Shila , aku benar - benar belum siap Shila untuk kehilangan Alvin, hiiks..hiks...hiks.. " tangis Zeni pecah , dari kemarin Zeni mencoba kuat dan tegar namun saat Shila berada di samping nya tangis nya pun pecah tidak bisa dia tahan lagi saat ini Zeni hanya butuh teman untuk bercerita , Shila memeluk erat Zeni sesekali menepuk - nepuk bahu nya , Shila merasakan apa yang di rasakan Zeni saat ini .


"Menangislah Zen , menangislah sepuas nya sampai kamu merasa lebih baik !"


"Kasihan Aunty ,,pasti sangat sedih !" ucap si kembar yang sedari tadi memandang kedua wanita di depan nya .


"Aku juga ingin menangis hiks... "


"Hei , Jolie kenapa kau cengeng sekali ." timpal Joy


"Joy apa kau tidak sedih melihat paman yang terbaring lemah ."


"Sedih , Sih !! "


"Kalau sedih menangislah ." titah Jolie , Joy hanya menaikan alis nya .


"Bagaimana kalau kita pergi bermain saja , aku bosan disini ." ajak Joanna


"Benar juga , ayo lebih baik kita pergi saja ." ajak Joy .


"Tapi aku belum selesai menangis ." timpal Jolie .


"Lanjutkan saja nanti nangis nya ." ujar Joanna yang menarik lengan Jolie .


Joanna ,Jolie dan Joy pun pergi meninggalkan ruang ICU meninggalkan Shila dan Zeni yang masih berpelukan .


Sedangkan di dalam kamar ICU , Vero menatap sendu wajah Alvin yang pucat , dan terpasang selang infus dan oksigen, tidak ada pergerakan sama sekali yang terdengar hanyalah suara dari dalam monitor .


Vero yang selalu terlihat tegas kini terlihat lemah , Vero merasa bersalah apa yang telah menimpa Alvin . Seandainya saja Vero tidak menyuruh Alvin untuk mencari keberadaan Elin mungkin ini semua tidak akan terjadi . Seandainnya Elin masih hidup mungkin Vero sudah menghukum nya dan membunuh nya.


"Maafkan aku Alvin , karena aku kamu jadi seperti ini , kamu selalu siap menjadi tameng untuk ku sampai kamu siap untuk terluka demi menyelamatkan keluarga ku , aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika kamu tiada , cepatlah sembuh Alvin aku menunggu mu , kami semua menunggu mu . Bukankah kamu pernah bilang , kamu belum siap untuk mati sebelum kamu menikah bukan , jadi cepatlah sadar dan sembuh kasihan Zeni menunggu mu , setelah kau sembuh nanti aku akan menikahkan mu dengan Zeni jadi cepatlah sadar , aku tidak punya asisten lagi selain diri mu , kalau kamu sakit siapa yang akan menemani ku , siapa yang akan menghandle semua pekerjaan ku , aku kan sudah bilang aku tidak ingin asisten yang lain hanya kamu orang yang aku percaya ! Jadi ku mohon sadarlah Alvin ."

__ADS_1


Setelah 10 menit berada di dalam Vero pun memutuskan untuk keluar dari dalam kamar Alvin , sebelum nya Vero berbicara beberapa kata kepada dokter , dia meminta pengobatan yang paling bagus , bahkan dokter yang paling bagus , hebat untuk di kerahkan untuk mengobati Alvin , tidak penting seberapa mahal biaya akan dia keluarkan asal Alvin segera sadar .


Cklek,


Pintu kamar terbuka , Shila langsung bangun ketika melihat Vero sudah keluar dari dalam kamar .


"Bagaimana Mas keadaan Alvin ? Apa ada kemajuan ?" Vero hanya menggeleng , Shila hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kasar , yang bisa di lakukan sekarang adalah doa .


"Lebih baik kamu ajak Zeni ke kantin , pasti Zeni belum makan biar aku yang menjaga Alvin di sini ." titah Vero yang berbisik kepada Shila .


"Baiklah , Mas kalau begitu aku ke kantin dulu ."


"Hmm..


" Apa kau mau titip sesuatu ?"


"Tidak , aku masih kenyang ."


"Baiklah , aku pergi dulu ."


Shila membujuk Zeni untuk pergi ke kantin , walaupun awalnya Zeni menolak namun karena Shila membujuk nya akhirnya Zeni pun mau . Akhir nya Zeni dan Shila pun pergi ke kantin berdua . Tanpa mereka sadari si kembar sudah tidak ada di tempat.


Si kembar memasuki lift untuk menuju lantai bawah karena kebetulan ruang ICU berada di lantai atas .


Mereka bertiga kompak masuk ke dalam lift , dan menekan tombol 1 sedangkan ruang ICU berada di lantai 5 jadi harus melewati tiga lantai untuk sampai di lantai bawah .


Ting ..


Di lantai 3 ada dua orang suster yang masuk ke dalam lift membawa brankar yang terdapat pasien di atas nya , pasien itu tertutup kain putih jadi tidak terlihat jelas wajah pemilik nya .


Karena ukuran brankar yang cukup besar si kembar harus mundur dan berada di paling belakang . Bukan triple J nama nya kalau tidak penasaran dengan apa yang di lihat nya , mereka penasaran kenapa pasien itu tertutup kain putih dan tidak sedikit pun wajah nya yang terlihat , si kembar pun berinisiatif ingin membuka nya .


"Joanna kamu yang lebih tinggi cepat buka kain nya , aku ingin melihat nya ."


Joanna pun mengikuti perintah kedua saudara nya .


Pluk,

__ADS_1


Sebelum sempat membuka , ternyata tangan pasien menggelayut ke bawah , Joanna yang melihat itu pun langsung membantu memasukan kembali tangan pasien ke dalam kain selimut yang menutupi nya namun,baru saja Joanna ingin memasukan tangan itu pasien itu terlanjur di bawa suster keluar dari dalam lift dan gelang Joanna tersangkut di jari pasien .


"Gelang ku ." Joanna berlari mengikuti kedua suster yang membawa pasien itu , Joy dan Jolie pun bingung , ada apa dengan Joanna , kenapa mengejar suster itu ? Akhir nya Jolie dan Joy pun ikut mengejar .


"Joanna tunggu " teriak Jolie dan Joy.


Joanna terus mengejar suster itu tanpa memperdulikan panggilan kedua saudara nya yang terus mengejar nya .


"Suster berhenti , aduh.. kenapa suster itu tidak berhenti ! "


"Aku harus mendapatkan kembali gelang itu , aku tidak boleh menghilangkan nya ." gumam Joanna yang terus mengejar kedua suster tadi .


Sedangkan Joy dan Jolie sudah lelah mengejar Joanna sampai nafas mereka terengah - engah .


Joanna terus mengejar sampai suster itu membawa masuk pasien ke sebuah kamar , dan Joanna menghentikan langkah nya sejenak tidak jauh dari kamar tersebut .


Bugh..


Ahh..


Tubuh Joanna terjatuh karena di tubruk dari belakang siapa lagi kalau bukan kedua saudara nya Joy dan Jolie , membuat mereka jatuh bersamaan .


"Apa kalian tidak bisa melihat ku ." pekik Joanna yang berada paling bawah


"Bukan aku tapi Joy ." pekik Jolie


"Kau juga yang salah , kenapa berhenti mendadak ." bantah Joy yang kini sudah berdiri di ikuti Jolie juga Joanna .


"Joanna sebenar nya kau ini kenapa ? apa yang kamu kejar ?"


"Gelang ku terbawa pasien tadi , aku harus mengambil nya dan sekarang pasien itu ada di dalam kamar sana !" tunjuk Joanna pada sebuah kamar yang dimana pasien itu berada .


"Cuman gelang ku kira apa ."


"Gelang itu sangat penting bagi ku , pokok nya aku akan mengambil nya kembali kalau kalian tidak ingin membantu ku ya sudah aku sendiri saja ."


"Huh , merepotkan ." gerutu Joy yang meberengut.

__ADS_1


Akhir nya mau tak mau Joy dan Jolie mengikuti Joanna masuk ke dalam kamar tersebut . Terlihat sebuah nama terpampang di atas pintu kamar


...KAMAR MAYAT ...


__ADS_2