Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 40


__ADS_3

Ternyata Shila mengintip Vero di balik jendela . Shila senang karena Vero memakan makanan yang dia berikan dengan begitu lahap itu berarti Vero sangat menyukai masakannya .


"Tuan muda itu selalu gengsi padahal masakan saya sangat enak , tapi menyangkal nya ." ucap Shila yang mengintip Vero di balik jendela.Setelah itu Shila kembali ke meja kerjanya .


Tak lama kemudian Alvin pun datang , dengan wajah riang nya entah apa yang terjadi " Shila , terimakasih ya makanan nya enak ." ucap Alvin yang berjalan menuju meja kerja nya.


"Apa seenak itu , sampai membuat mu bahagia ." ucap Shila yang melihat Alvin tersenyum - tersenyum sendiri.


Drt..drt..drt..


Tiba - tiba ponsel Shila bergetar menandakan ada chat masuk , Shila pun membuka chat itu ternyata dari Zeni


...Zeni...


Shil, asisten Tuan muda itu siapa namanya ? Apa dia punya pacar ?


Pesan dari Zeni membuat Shila terkesiap lalu menatap ke arah Alvin yang masih berekspresi seperti tadi


"Kenapa Zeni tiba - tiba menanyakan Alvin ." gumam Shila heran .


"Apa terjadi sesuatu diantara mereka " gumam Shila yang menatap Alvin curiga .


Shila yakin pasti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka tapi apa ? sebelum Shila bertanya pada Alvin , Alvin sudah terlebih dulu di panggil Tuan muda dan sekarang sedang berada di ruangan Tuan muda .


Shila sangat penasaran apa yang terjadi pada Alvin dan Zeni .


Alvin pov


Alvin berjalan ke pantry untuk membuat kopi , tiba - tiba Zeni menghentikan langkah nya .


"Tunggu ." ucap Zeni yang menghentikan langkah Alvin.


"Iya , ada apa ?." tanya Alvin setelah menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Zeni .


"Kau asisten nya Tuan muda kan ? ." ujar Zeni


"Iya , kenapa ?." tanya Alvin .


"Kau bisa bilang pada Tuan muda agar tidak memarahi Shila karena masalah kemarin. Kau bilang sama Tuan muda untuk mengerti karena mereka masih anak - anak kamu bisa bilang itukan ? ." ucap Zeni yang memohon pada Alvin . Zeni berniat membantu Shila agar masalahnya beres . Zeni tidak tahu bahwa Shila sudah menyelesaikan semua nya .


"Ayolah ku mohon katakan itu pada Tuan muda ." ucap Zeni yang memohon sekali lagi .


"Oke , aku akan coba ." ucap Alvin datar


Zeni pun tersenyum ."Terimakasih ."ucap Zeni lalu melangkah pergi tapi di sanggah oleh Alvin.


"Tunggu " ucap Alvin yang menghentikan langkah Zeni . Zeni pun berbalik dan berkata ." Iya , ada apa ?." tanya Zeni .


"Apa kau kesini hanya untuk menanyakan itu ." ucap Alvin


"Lalu ?." tanya Zeni terheran - heran


"Mm.. apa kau mau ngopi dengan ku ." ucap Alvin yang sebenarnya ingin mengajak Zeni ngopi bersama .

__ADS_1


"Mm.. boleh ." ucap Zeni tersenyum manis , membuat Alvin salah tingkah mereka pun pergi ke pantry untuk membuat kopi dan memakan sarapan yang di berikan Shila bersama - sama .


Ini baru pertama kalinya Alvin mengajak seorang wanita walaupun cuman ngopi bareng . Karena sebelumnya Alvin tidak pernah mengajak seorang wanita untuk pergi bersama nya .


Alvin tidak jauh beda dengan Vero tidak pernah berkencan sama sekali tapi bukan Alvin tidak suka . Alvin hanya sibuk dengan tugas dan kerjaannya yang menjadi asisten Tuan muda membuat Alvin tidak ada waktu untuk itu .


Saat ini Alvin sedang berada di ruangan Vero sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius .


"Jadi kamu tidak menemukan apapun ." ucap Vero yang kecewa karena Alvin tidak menemukan apapun untuk yang menjadi petunjuk wanita yang selama ini Vero cari .


"Maaf , Tuan muda karena kejadian itu sudah sangat lama jadi butuh waktu ." ujar Alvin .


"Seharusnya kamu mencarinya 6 tahun lalu saat kejadian itu kenapa kamu tidak mencari nya ." bentak Vero yang tersulut emosi .


"Maaf Tuan saat itu saya tidak kepikiran kesana ." ucap Alvin . Bagaimanapun Alvin tetap bersalah karena saat itu dia tidak sigap dan cepat mencari bukti rekaman CCTV , dan mencari tahu keberadaan wanita itu .


Vero begitu kecewa , Vero menyesali dengan ingatan nya yang sekarang, karena kecelakaan itu Vero jadi tidak ingat dengan wanita itu .


Apa wanita itu memang wanita bayaran lalu pergi begitu saja , tanpa jejak


Tapi bagaimana jika wanita itu juga korban yang di jebak bersama Vero .


"Tuan muda , apa kepala Tuan muda sakit lagi ? ." tanya Alvin yang melihat Vero memegang kepalanya .


"Tidak , aku hanya mencoba untuk mengingatnya tapi sia - sia ." ucap Vero kesal.


"Tuan muda jangan memaksakan, itu akan membahayakan Tuan muda lebih baik untuk sekarang Tuan muda jangan terlalu memikirkan itu biar saya saja yang menyelidiki semua nya ." ucap Alvin yang merasa cemas .


"Kamu benar Alvin , semoga ingatan ku cepat pulih ." ujar Vero yang merasa kecewa .


"Liburan ?." tanya Vero yang menatap Alvin.


"Iya Tuan ."


"Saya tidak ada waktu untuk berlibur , saya sibuk ." ujar Vero dingin .


"Kita liburan sambil bekerja Tuan ." timpal Alvin .


"Kita ? , oh jadi kamu yang ingin liburan dengan alasan agar pikiran saya tenang , fres ." ucap Vero yang sudah tahu maksud Alvin.


"Sekali - kali Tuan muda , besok lusa kita ada survei lahan yang ada di bukit bagaimana sekalian saja kita berlibur bagaimana Tuan ? kalau Tuan bersedia saya akan pesankan villa yang bagus untuk Tuan muda ." ucap Alvin antusias yang berharap Vero akan menyetujui nya .


" Aku pikir - pikir dulu " ucap Vero datar yang membuat Alvin kecewa .


"Tapi , tunggu hanya kita berdua ? aku tidak mau ,orang lain nanti berpikir macam - macam apa kata mereka kalau dua orang lelaki berduaan di Villa ." ucap Vero , yang membayangkan kalau hanya mereka berdua saja yang berlibur itu sangat membosankan .


"Kita juga akan mengajak Shila Tuan ,bagaimana ?." Alvin begitu berharap Vero berkata 'Iya' .


"Tidak , apa kata orang nanti dua lelaki , satu wanita tinggal seatap di Villa tidak , tidak ." ucap Vero yang membuat Alvin emosi karena kecewa dengan ucapan nya . Alvin membuang nafas kasar dan berlalu pergi .


"Tunggu ." ucap Vero yang menghentikan langkah Alvin .Alvin pun berbalik dengan wajah malas nya apa lagi yang akan di katakan Vero .


"Kamu pesankan Villa yang mewah ,dan harus bersih dan saya ingin Villa yang tidak jauh dari lahan yang akan kita survei ." ucap Vero yang membuat Alvin tertegun .

__ADS_1


"Maksud Tuan muda ?." tanya Alvin


"Setelah saya pikirkan , boleh juga dari pada saya harus pulang pergi lebih baik saya memesan Villa untuk menginap ." ucap Vero sontak membuat Alvin kegirangan .


"Yes, yes ." ucap Alvin yang senang karna akan berlibur .


"Kamu kenapa Alvin ? ."ucap Vero yang melihat Alvin yang kegirangan


" Tidak apa - apa Tuan muda , saya akan carikan Villa nya sekarang juga ."


"oke." ucap Vero datar


"Kalau begitu saya permisi Tuan muda ." ucap Alvin yang melangkah keluar dari ruangan Vero yang tersenyum senang .


Di luar sana Shila sudah menunggu Alvin, Shila menatap Alvin dengan sorot mata tajam nya Shila curiga ada sesuatu antara Alvin dan Zeni sahabatnya .


"Ehm..." gumam Shila , yang sedari tadi melihat Alvin yang tertawa riang setelah keluar dari ruangan Vero .


"Ada apa , kau terlihat senang hari ini ? tidak mungkin karena makanan ku kan ? ." ucap Shila dengan tatapan yang tak bisa di artikan .


"Aku ada kabar gembira kamu juga pasti senang ." ucap Alvin yang mendekat ke arah meja Shila dan duduk di kursi kosong yang ada di depan meja nya Shila .


"Kabar gembira apa ? ." tanya Shila yang penasaran sampai lupa dengan masalah Alvin dan Zeni.


"Kita akan berlibur ." ucap Alvin


"Benarkah , kapan ?


" Besok lusa , aku senang akhirnya bisa menghirup udara segar ." ucap Alvin yang begitu senang .


"Oh iya , tumben sekali ada acara apa ? ." tanya Shila yang penasaran


"Bukan acara apapun , kita sekalian bekerja juga nanti disana kita akan survei lahan baru untuk proyek baru kita yang ada di bukit ." jelas Alvin .


" Oh , gitu eh.." ucap Shila terhenti ketika ingat dengan masalah Zeni .


"Aku jadi lupa ,sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Zeni ? " tanya Shila yang menatap tajam Alvin.


"Zeni ? ." ucap Alvin tertegun, karena Alvin dan Zeni belum sempat berkenalan mereka tidak tahu nama masing - masing .


"Zeni sahabat ku kau tidak tahu ? apa kau pura - pura tidak tahu ." pekik Shila


Seketika Alvin pun ingat pada wanita yang dia temui tadi .


"Oh , dia jadi namanya Zeni ." ucap Alvin .Lalu menjelaskannya pada Shila .


"Oh begitu , awas ya kalau kamu berani nyakitin hati Zeni , kau berurusan dengan ku." ancam Shila yang takut kalau Alvin akan menyakiti sahabatnya .


"Kau ini , baru juga kenal sudah seperti itu menakutkan sekali ." sindir Alvin.


"Tapi Shil , nanti kamu ajak teman mu itu untuk beribur juga ya ? ." ucap Alvin yang memohon .


"Gimana nanti saja , itu juga kalau Zeni nya mau ." ucap Shila yang tidak menjanjikan .

__ADS_1


"Oke , tapi.. kau coba saja dulu bilang padanya ya ?." mohon Alvin


"Iya , iya " ucap Shila yang membuat Alvin tersenyum


__ADS_2