
Shila dan Vero sudah sampai di bibir pantai mata Shila sangat takjub ketika melihat dinner romantis yang telah di siapkan Delia . Melihat lampu - lampu dan bulan yang menyinari indahnya malam ini.
"Sayang apa kamu yang mempersiapkan ini semua ? " tanya Shila yang beralih menatap Vero .
"Sebenarnya bukan aku sih , tapi mama .Gimana ? apa kamu suka ?" tanya Vero yang juga menatap lekat mata Shila .
"Jadi mama yang siapkan ini semua , kirain aku kamu mas ." cibir Shila yang menarik senyum di ujung bibirnya .
"Hei , jangan pikir aku gak bisa siapkan ini semua , aku juga bisa menyiapkan yang lebih dari ini besok aku yang akan membuat kejutan untuk mu ." ucap Vero seraya memeluk pinggang Shila . Shila pun tersenyum .
Vero pun menuntun tangan Shila menuju meja dinner . Vero menarik kursi untuk Shila setelah Shila duduk Vero berjalan memutar ke kursi satunya yang berada di hadapan Shila , kini mereka berdua duduk saling berhadapan.
"Apa kamu suka ? " tanya Vero seraya menggenggam erat tangan Shila .
"Suka mas , makasih kamu dan mama selalu membuat aku bahagia . Aku beruntung mendapatkan mertua sebaik mama padahal kita belum lama saling mengenal pernikahan kita saja baru satu bulan , mama mengingatkan ku pada mama ku aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu lagi dari mama setelah sekian lama aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu di saat mama meninggalkan aku ." tanpa di inginkan air mata Shila menetes membasahi pipi mulusnya .
"Hei , sayang don't cry , jangan menangis ini malam bahagia untuk kita terutama untuk mu tersenyumlah ." ucap Vero seraya menghapus air mata di pipi Shila .
"Aku terbawa suasana , aku jadi teringat mama ." ucap Shila yang masih belum bisa menghentikan tetesan air mata nya .
Vero hanya menghela nafas nya dan berjalan ke arah Shila lalu bersimpuh di hadapannya .
"Mas , apa yang kamu lakukan ? ." Shila terlonjak kaget melihat Vero tiba - tiba bersimpuh di hadapannya.
Vero tidak menjawab pertanyaan Shila , Vero mengambil sebuah kotak kecil di dalam saku jas nya lalu membuka nya .
Mata Shila berbinar - binar , rasa haru dan bahagia menjadi satu ketika melihat Vero membuka kotak kecil yang terdapat cincin berlian di dalamnya .
__ADS_1
"Maaf , aku belum sempat melamar mu . Seharusnya dulu aku melakukan ini sebelum kau melahirkan anak kita , namun aku terlambat dan aku hanya memberikan mu luka saat awal pertemuan kita . Shila Antasya ibu dari anak - anak ku maukah kau menuju akhir bahagia bersama ku ? Melewati hal indah yang akan kita ciptakan bersama menuju akhir bahagia ."
Ucapan Vero membuatnya terenyuh , Shila hanya mengangguk sebagai jawaban dan tersenyum . Setelah mendapatkan jawaban dari Shila Vero pun memakaikan cincin itu ke jari manis Shila lalu mencium kening Shila lembut .
"Terimakasih ." ucap Vero , Shila tak menjawab ucapan Vero . Shila yang tak kuasa menahan tangis langsung memeluk Vero erat membuat Vero tersenyum .
"Hei , sudah jangan menangis ." ucap Vero yang menghapus air mata Shila .
"Sudah , jangan menangis lagi kita makan dulu ya ." ucap Vero yang melangkah ke kursi nya namun tangannya di cekal oleh Shila .
"Ada apa ?." Vero membalikkan tubuh nya ketika Shila mencekal tangannya .
"Tapi janji jangan goda wanita lain ." ucap Shila memelas .
"Astaga ." Vero menghela nafas nya panjang .
"Lihatlah mata ku ." ucap Vero yang menangkup wajah Shila sehingga mata mereka saling bertatapan .
Cup ..
Satu kecupan mendarat di kening Shila , untuk membuat Shila lebih tenang . setelah itu mereka melanjutkan acara dinner nya dengan makan malam.
Tidak hanya sampai situ masih ada kejutan lain dari Delia .
Door.. Door.. Door..
Ya , kembang api .Itu suara kembang api yang cahaya nya terpancar di atas langit malam yang memancarkan warna yang indah menambah kesan romantis bagi kedua insan yang sedang menikmati dinner malam ini.
__ADS_1
Shila yang melihat itu tersenyum takjub , kembang api yang sangat indah dan malam ini benar - benar malam yang sangat indah untuk Shila .
"Apa kamu menyukai nya ? ." tanya Vero yang tersenyum ke arah Shila yang sedang menatap indahnya pancaran cahaya dari kembang api .
"Sangat indah , aku menyukai nya sangat menyukai nya ." ucap Shila yang tersenyum ke arah Vero lalu kembali menatap cahaya kembang api yang terpancar di atas langit .
"Ternyata mama sangat romantis juga , mama paling bisa membuat kejutan romantis seperti ini aku harus bilang makasih ke mama ." batin Vero dalam hati yang tak menyangka bahwa dinner nya akan seindah ini .
Vero mengajak Shila untuk beranjak dari duduk nya lalu mengajaknya berdansa . Mereka berdansa walau tanpa di iringi musik keduanya tetap menikmati nya .
Tatapan mata keduanya membuat mereka perlahan mendekat . Pertemuan dua bibir pun tidak terelakan . Membuat ciuman penuh cinta di antara keduanya.
Shila melepas ciuman nya saat tersadar bahwa mereka sedang ada di pantai mungkin saja ada orang lain yang melihat .
"Kenapa ?" tanya Vero saat Shila melepas ciumannya .
"Nanti ada orang yang lihat mas ." ucap Shila yang mata nya menyapu sekeliling pantai.
"Kalau tidak ada yang melihat apa kau ingin melanjutkannya ?." ucap Vero yang menarik senyum di ujung bibirnya.Membuat pipi Shila merah merona .
Vero langsung memangku tubuh Shila membuatnya terkejut , Lalu Vero memangku tubuh Shila sampai ke Villa . Shila tersipu malu saat semua pelayan menatap ke arah nya sambil tersenyum - senyum melihat ke romantisan sepasang pengantin baru .
Vero tidak memperdulikan nya Vero terus memangku Shila sampai ke dalam kamar , setelah itu Vero menurunkan tubuh Shila perlahan ke atas tempat tidur dan membuatnya berada di bawah kungkungan nya .
Tak menunggu lama bibir vero mulai menyusuri wajah Shila mendaratkan kecupan di seluruh wajahnya . Membenamkan bibirnya pada bibir Shila , Vero mengecap manisnya bibir istrinya itu .
Dalam satu tarikan tangannya Vero melepas gaun yang melekat di tubuh Shila memperlihatkan tubuh putih mulusnya bak porselin begitu memanjakan matanya .
Vero beralih pada pakaian nya melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya . Dan kembali melanjutkan nya dengan perlahan membuat irama kenikmatannya.
__ADS_1
Kecupan bibir pun menghiasi penyatuan mereka . Sesekali suara erangan lolos dari bibir Shila dan itu membuat senyum Vero mengembang , tetesan peluh mengalir di tubuh keduanya .
Sampai akhirnya suara erangan keluar dari bibir Vero mengakhiri penyatuan mereka . Setelah semburan vanilla di rahim Shila.