
Seorang anak laki - laki , berparas tampan , dengan tubuh mungil tinggi sekitar 3-4 kaki . Dengan gaya modis tak lupa kaca mata dan topi hitam nya siapa lagi kalau bukan Joy . Yang asik memainkan pesawat mainannya.
Joy menyerang Vicky menggunakan pesawat mainan nya , sampai Vicky kewalahan begitu juga Tissa yang mencoba untuk mengambil pesawat mainan itu namun selalu saja gagal . Karena Joy sangat gesit mengendalikan remote kontrol nya .
"Ayo serang ..ayo serang.. cha..cha..cha.." Joy begitu asik mengendalikan pesawat nya . Sampai lupa pada mami nya sendiri .
"Joy ." panggil Shila , barulah Joy menyadari keberadaan mami nya .
"Mami ." Joy melempar remote kontrol mainan nya lalu berlari ke arah Shila yang terduduk di lantai .
Joy memeluk Shila begitu juga Shila membalas pelukan anak nya itu . "Mami are you oke ?" tanya Joy setelah melepas pelukannya . Shila hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban bahwa dirinya baik - baik saja .
"I'm fine ." ucap Shila kemudian .
"Apa pesawat itu punya mu ? ." tanya Shila kemudian . Joy pun mengangguk sambil tersenyum .
" Lalu , dimana yang lain ? apa kamu sendirian ?." Joy melihat ke kiri dan ke kanan mencari sesosok pria yang selalu di dambakan nya siapa lagi kalau bukan Vero papinya . Namun Joy tidak melihat Vero ada di sekitar nya . padahal tadi Joy bersama papi nya .
"Sepertinya aku dan papi terpisah mami ." ujar Joy yang memperlihatkan gigi putih nya . Anak ini benar - benar tidak merasa takut .
"Joy ..awas ." teriakan Shila membuat Joy tersentak , dari arah belakang Vicky sudah siap untuk menerkam Joy namun karena tubuh Joy yang mungil , Joy berhasil lolos dirinya bejalan jongkok melewati kaki Vicky yang terbuka .
"Tidak dapat ." ucap Joy demikian .Membuat Vicky kesal
"Mami , menjauhlah carilah tempat yang aman mami ." teriak Joy pada Shila . Shila pun menurut apa kata Joy walaupun perut nya merasa sakit dan tidak kuat untuk berdiri Shila mundur perlahan dengan mengesot , Shila duduk di ujung tembok . Namun karena Vicky melihat , Vicky berjalan ke arah Shila yang tersenyum penuh arti .
" Hei , jangan sentuh mami ku." teriak Joy yang melihat Vicky yang berjalan ke arah Shila . Namun Joy tidak bisa menolong Shila karena Tissa menghadang nya , Tissa menggendong tubuh Joy dari belakang membuat Joy tidak bisa bergeming .
Sedangkan Shila sudah pasrah , Mata sendu nya menatap Vicky yang berjalan ke arah nya .Shila tidak bisa lagi melawan karena tenaga nya sudah lelah bahkan rasa sakit pada perut nya masih terasa " Kenapa perut ku sakit sekali ." batin Shila sembari memegang perut nya .
Vicky menyeringai ketika langkah nya sudah sampai di depan Shila , dan siap untuk menerkam nya .
Shila yang melihat Vicky dengan tatapan yang tak bisa diartikan itu hanya bisa memejamkan mata nya .
Bugh..
Shila tidak merasakan apapun seperti tubuh nya di sentuh oleh Vicky . perlahan Shila membuka mata nya , pemandangan yang pertama di lihat nya adalah Vicky yang tersungkur di atas lantai seperti sudah ada yang menghajar nya .
Lalu mata Shila mengekor pada seorang pria yang berdiri di depannya , dengan emosi dan amarah yang memuncak pria itu mengepalkan kedua tangannya sembari menatap tajam Vicky di hadapannya. Siapa lagi kalau bukan Vero suaminya.
"Mas Vero ." ucap Shila demikian .
Vero langsung memeluk istri nya itu , yang kini sudah tak berdaya . Mata sembab , baju robek , muka pucat membuat Vero semakin marah melihat keadaan Shila yang sekarang .
"Sayang , maaf kan aku , aku terlambat datang ." Vero merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Shila dan Vero terlambat mengetahui keberadaan Shila . Vero memeluk Shila erat begitu pun Shila .
"Mas di belakang mu ." Shila tersentak melihat Vicky yang hampir melayangkan pukulannya namun Vero dengan sigap menghantamnya dengan tangannya .
Vero dan Vicky sudah siap untuk bertarung , kedua nya saling mengepalkan tangannya geram , tatapan kebencian yang di berikan dan..
__ADS_1
Bugh.. Bugh..Bugh..
Keduanya saling berbaku hantam , pria yang sama - sama mencintai Shila namun dengan tujuan yang berbeda .
Vero memukul Vicky penuh emosi dan dendam karena telah menculik dan melukai istrinya , sedangkan Vicky memukul Vero penuh emosi karena api cemburu dalam hati nya .
Aww...
Teriakan Tissa membuat Shila kaget. Tissa menjerit karena Joy menggigit bahu nya sampai akhirnya Tissa menurunkan Joy . Namun saat Joy ingin berlari Tissa menarik tubuh Joy lalu mendekap nya erat . " Tidak akan aku biarkan kamu lolos ." ucap Tissa penuh amarah dan dendam .
"Ih.. dasar nenek sihir ." celoteh Joy yang membuat Tissa geram .
"Apa ? kamu bilang aku apa ? dasar bocah tengil , rasain nih ." Tissa mencengkram kuat kedua bahu Joy membuat Joy meringis . "Aaaa.. "
"Sakit kan ." ucap Tissa yang tersenyum sinis .
Namun bukan Joy namanya kalau tidak bisa melawan dan pasrah begitu saja .
"Aaaa... " kali ini Tissa yang menjerit , karena Joy mencengkram kedua belah dada nya yang membuat Tissa kesakitan .
"Ow..ow.. " Joy melepaskan cengkraman nya lalu berlari menjauhi Tissa . Shila yang melihat nya itu pun merasa ngilu sampai menelan ludah nya dan langsung menghalangi kedua belah dada nya sendiri ketika Joy berlari ke arah nya ." Joy , jangan pernah lakukan itu pada mami ya ?."ucap Shila yang menatap tajam Joy . Shila tidak bisa membayangkan betapa sakitnya Tissa , namun Joy hanya cengengesan tidak merasa bersalah sedikit pun .
Dugh .. Ach,
Vicky berhasil menghantam Vero sampai tersungkur ke lantai , Shila dan Joy pun terkejut melihat keadaan Vero .
"Mas Vero ."
"Mas awas ." Shila berteriak saat Vicky ingin memukul Vero dengan sebuah kayu yang ada di tangan nya , namun semua itu bisa di cegah .
Aaaa...
Teriak Vicky yang paha nya di gigit oleh Joy . Karena Joy langsung berlari ke arah Vero ketika melihat Vicky ingin melayangkan kayu di tangannya . Untung saja kayu itu tidak mengenai Joy .
"hei , bocah kurang ajar kau ." Vicky mencoba melepaskan gigitan Joy dengan mencengkram tubuh nya . Joy pun merasakan cengkraman yang di berikan Vicky membuat Joy harus melepaskan gigitannya .
Karena kesal Joy pun tidak kehabisan akal ,Joy kembali menggigit Vicky .
Aaaaaa.....
Kali ini gigitan Joy sangat kuat dan membuat Vicky melepaskan cengkeramannya pada Joy ,
" Achhh.. masa depan ku , sial dasar bocah ." umpat Vicky yang memegang kejantanan nya yang sudah di gigit oleh Joy . Shila yang melihat nya pun jadi ngilu sendiri , menelan salivanya tidak percaya apa yang di lakukan Joy pada Vicky .
Mata Vero pun membulat sempurna ketika putra tampan nya itu menggigit bagian yang terpenting dalam hidup nya Vicky .
"Kenyal ." ucap Joy lolos begitu saja setelah menggigit kejantanan nya Vero .
Lalu berjalan gontai ke arah Vero .
__ADS_1
"Papi are you oke ?."
"I'm fine ." ucap Vero yang menatap Joy ngeri .
"Joy , jangan lakukan itu pada papi ya ." ucap Vero dengan tatapan tajam nya . Vero jadi ngeri sendiri melihat tingkah Joy tadi .
Haha..haha..haha..
Joy malah tergelak ketika mendengar perkataan Vero juga melihat ekspresi Vero yang ketakutan .
"Kenapa papi , aku tidak akan melakukan itu pada papi " ucap Joy enteng .
"Kau seperti kanibal saja ."
Haha..haha.. Joy kembali tertawa setelah mendengar ucapan papi nya .
"Kanibal , apa itu julukan untuk ku ." Joy kembali tertawa setelah mendengar perkataan Vero . Vero hanya menggelengkan kepala nya .
"Kenapa papi begitu takut aku menggigit punya papi juga?" celoteh Joy .
"Karena ini masa depan papi , kalau kau menggigitnya mami akan sedih nanti ."
"Apa , hubungan nya dengan mami ?." tanya Joy polos .
Vero tidak menjawab pertanyaan Joy , Vero lebih memilih untuk mengajak Joy menghampiri Shila .
"Sayang ."
"Mas ." Shila langsung memeluk Vero begitu juga Vero ." Apa kamu baik - baik saja ? pasti sakit kan di pukul Vicky tadi ." ujar Shila khawatir namun membuat Vero bertanya - tanya .
"Vicky ? kamu mengenalnya ?." tanya Vero yang menatap lekat mata Shila berharap mendapat jawaban .
"Cerita nya sangat panjang , aku akan ceritakan nanti ." jawab Shila . Lalu beralih menatap Joy , menyusuri tubuh putra kecil nya itu apa ada luka atau tidak namun tidak mendapat luka apapun dan Shila sangat lega .
"Joy , kau hobi sekali menggigit ." pekik Shila . Joy yang mendengarnya hanya tertawa .
"Gigi ku sangat kuat kan mami , jadi kalau ada yang berani menculik mami lagi aku akan menggigitnya juga " celoteh Joy yang menunjukan gigi putih nya .
Shila dan Vero pun ikut tertawa melihat tingkah lucu anak nya itu .
"Eh , tunggu dimana yang lain ?." ucap Vero yang baru ingat pada Joanna , Jolie dan Alvin .
"Yang lain ? maksud nya ?." tanya Shila .
"Kakak juga ikut mami ." jawab Joy , membuat Shila tersentak .
"Jadi Joanna dan Jolie juga ikut ? mas bagaimana kalau mereka kenapa - kenapa ? ." Shila khawatir .
"Sudah jangan khawatir ada Alvin dan juga Erik yang menjaga mereka ." Awal nya Vero hanya bersama Alvin namun saat tiba di rumah Vicky, Erik pun datang di perintahkan oleh Delia .
__ADS_1