
Suasana di dalam rumah sakit malam ini begitu heboh , barang - barang saling berjatuhan . Orang - orang saling bertabrakan dan berjatuhan semuanya begitu kacau entah apa yang sudah terjadi .
Triple J pov
Saat terbangun Joanna tidak melihat Alvin di dalam mobil , mata nya mengekor ke setiap sudut . Pemandangan pertama yang di lihatnya adalah rumah sakit .
Joanna membangunkan kedua adik nya Joy dan Jolie , setelah terbangun mereka pun turun dari mobil kebetulan Alvin tidak mengunci mobil nya .
Si kembar bertanya - tanya kenapa ada di rumah sakit , namun Joy ingat bahwa mami nya tadi kesakitan mungkin mami nya di periksa oleh dokter .
Si kembar pun berinisiatif untuk mencari mami nya namun karena tidak tahu dimana ruang rawat nya si kembar pun bingung dan memutuskan untuk menunggu Alvin .
Namun mereka sangat bosan menunggu . Mata joy terbelalak ketika melihat sebuah ranjang pasien yang di tinggal perawat pergi ke toilet . Joy pun memiliki ide cemerlang senyum nya begitu mengembang .
"Kakak , apa kalian bosan ?" Jolie dan Joanna pun melirik ke arah Joy .
"Kenapa ?" ucap Joanna
"Bagaimana kalau kita bermain ? ."
"Main apa ?" tanya Jolie
"Dokter - dokteran ."
"Wah, asik .. ayo kita bermain sekarang ." ucap Jolie antusias .
Joy pun mengajak kedua kakak nya menghampiri ranjang tersebut . Jolie yang begitu semangat meminta dirinya sebagai dokter dan Joy sebagai pasien lalu Joanna sebagai perawat .
Joy duduk di atas ranjang lalu tidur di selimuti kain putih yang terdapat pada ranjang seolah - olah sedang sakit . Jolie berdiri di atas kepala Joy tepat nya di ujung ranjang karena tubuh nya yang mungil tidak bisa mencapai kepala Joy yang ingin dia pijit . Jolie pun meminta bantuan pada Joanna untuk membantu nya naik .
Joanna mendorong tubuh Jolie agar mencapai ranjang dan Joy menarik lengannya . Setelah Jolie berada di atas ranjang Joanna tidak sengaja menginjak kunci roda yang terdapat pada ranjang hingga membuat ranjang itu berjalan .
Merasa ada yang bergerak Joanna mempererat cekalan nya pada sisi ranjang agar tidak terdorong namun karena beban tubuh nya yang ringan Joanna pun tidak bisa menahannya sampai akhir nya roda itu terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit membuat kegaduhan dan kekacauan .
Aaaa... aaaa.. aaaa..
Dugh
Ranjang mereka menabrak dua orang suster dan juga satu pasien yang duduk di kursi roda sampai membuat mereka tergelatak di atas lantai .
"Ups sorry ." ucap Joanna .
Sejenak ranjang itu berhenti , namun si kembar ke tagihan lalu menggoyang - goyangkan ranjang nya agar kembali berjalan .
"Hei , ranjang ku ." seorang perawat berteriak sambil berlari ke arah mereka . Ya itu perawat yang tadi sempat meninggalkan ranjang pasien nya .
Si kembar masih terus berusaha untuk menggerakkan ranjang nya , Lalu Joanna berusaha untuk naik ke atas ranjang setelah naik mereka duduk berbaris dan Joy berada paling depan .
Ranjang itu pun kembali bergerak , berbelok , melaju dan ..
Aaaa..aaaa..aaaa..
Si kembar pun kembali berteriak saat ranjang itu berjalan menyusuri jalanan lorong yang menurun .
"Kakak bagaimana ini tolong di rem ." ujar Jolie yang sedikit ketakutan . Namun tidak dengan Joanna dan Joy mereka begitu menikmatinya.
__ADS_1
"Wah ,keren ." Ujar Joy yang begitu menikmati nya . sedangkan Jolie yang duduk di tengah - tengah mempererat cekalan nya pada sisi ranjang .
Di sisi lain Alvin dan Zeni sudah lelah mencari si kembar sampai di belakang rumah sakit mereka beristirahat sejenak di taman . Zeni menyimpan kepala nya pada bahu Alvin dan Alvin menyenderkan tubuh nya pada kursi taman .
Drt..drt..drt..
Tiba - tiba ponsel Alvin kembali berdering , Alvin sangat malas mengangkat telepon itu tidak lain dari tuan muda . Alvin lebih memilih tidak mengangkat nya dan memasukan kembali ponselnya pada saku jas nya .
"Siapa ? " tanya Zeni yang mendongakkan kepalanya .
"Tuan muda." jawab Alvin malas mata nya menatap mata indah milik Zeni wajah keduanya pun begitu dekat debaran jantung kembali di rasakan oleh Alvin .
Zeni pun tidak bisa menyangkal nya bahwa hati dan jantungnya mulai berdebar tak karuan . Alvin yang terhipnotis dengan mata indah Zeni juga bibir sexy Zeni yang membuat nya tergoda .
Entah kenapa Alvin merasakan sesuatu yang bergerak di bawah nya , apa mungkin si Jerry bangun ? Entahlah Alvin baru pertama kali merasakannya .
Alvin mulai mendekatkan wajah nya dengan wajah Zeni , bibir kedua nya mulai mendekat . Zeni memejamkan kedua mata nya seakan - akan tahu apa yang akan di lakukan Alvin .
Alvin mulai mendekatkan bibir nya , lebih dekat .. sangat dekat .. dan..
Aaaa...aaaa..
Alvin terkesiap begitu juga Zeni . Kedua nya langsung tersadar walaupun hampir saja bibir kedua nya saling menautkan namun itu tidak terjadi karena teriakan si kembar membuat mereka terkejut .
"Bukankah itu suara nya triple J ?." ucap Zeni , Alvin pun mengangguk lalu kedua nya beranjak dari taman kedua mata nya mengekori setiap sudut rumah sakit untuk mencari si kembar .
"Tadi aku mendengar teriakan nya , tapi dimana mereka ? " ucap Zeni yang kini sudah berada di ujung lorong depan taman .
"Entahlah , aku juga tidak tahu di mana mereka ." timpal Alvin melihat ke arah kanan dan kiri .
"Seperti suara Joanna ." ucap Alvin
"Aunty.. " teriak Joanna .
Zeni dan Alvin pun berbalik , mata mereka membulat sempurna ketika melihat sebuah ranjang pasien yang berjalan cepat ke arah nya .
"Si kembar ." ucap Zeni
"Aunty paman awas ." teriak Jolie .
"O..ow .. seperti nya kita akan berhenti ." ucap Joy santai .
Sedangkan Alvin dan Zeni baru menyadari ketika ranjang itu sudah mendekat . Kedua nya sangat panik melihat si kembar yang berada di atas ranjang .
Aaaa..
Huft..
Mendarat yang sempurna . Ranjang itu pun terjatuh dan tergeletak namun dimana si kembar ?
"Aduh pinggang ku ." gumam Zeni
"Kakak , apa kita masih hidup ?." ucap Jolie.
"Masih Jolie , ini sangat empuk ." ucap Joanna yang ternyata memegang dua gunung kembar milik Zeni sedangkan Jolie menimpa tubuh Joanna .
__ADS_1
"Joy kau dimana ?." ujar Jolie yang menatap ke arah langit atap rumah sakit .
"Aku disini kak ." ucap Joy santai yang cengengesan .
Jolie dan Joanna pun melirik ke arah Joy yang berada di samping nya .
"Paman kenapa ? " tanya Joanna yang melihat Alvin diam tak bergerak , mata nya melotot menatap ke arah langit atap rumah sakit .
"Bisa suruh adik mu ini bangun dari tubuh ku " ucap Alvin dengan suara gemetar .
"Kamu pasti sakit kan Alvin ? aku juga merasa sakit di punggung ku ." ujar Zeni namun Alvin tidak menjawab .
"Kalau hanya tubuh ku saja yang sakit aku masih kuat ." ucap Alvin demikian .
"Lalu? ." tanya Zeni .
"Tapi Joy menduduki junior ku , aku tidak tahan tolong bangunkan dia ." ucap Alvin gemetar .
"Junior ?." Zeni , Jolie dan Joanna berpikir sejenak . Lalu mata Zeni mengekor ke arah Joy duduk . Barulah Zeni mengerti junior yang di maksud Alvin adalah senjata masa depan nya Zeni pun merasa ngilu melihat nya lalu membangunkan Joanna dan Jolie di tubuh nya .
Setelah itu membangunkan Joy yang menduduki junior milik Alvin lalu setelah itu barulah Zeni membangunkan Alvin
"Pasti sangat sakit iya kan ?." ujar Zeni saat membangunkan Alvin .
"Tadi sangat sakit sekarang malah menegang..Ups ." Alvin langsung mengunci bibir nya setelah mengatakan itu pada Zeni .
Zeni yang tak mengerti pun bertanya " Menegang ? maksud nya ?"
"Ya .. maksud saya .." ucap Alvin terhenti karena si kembar menyanggah nya
"Paman dimana mami ?." pertanyaan si kembar membuat Zeni dan Alvin tersentak , mereka baru ingat bahwa bos nya sudah menunggu kedatangan mereka . Alvin pun segera mengajak si kembar menemui papi dan mami nya .
"Ayo , mami dan papi kalian sudah menunggu katanya mereka punya kejutan ." ajak Alvin pada si kembar . Si kembar begitu semangat mendengar kata kejutan namun langkah nya terhenti karena ada seseorang menghentikannya .
"Tunggu ." ucap orang itu yang memakai seragam security yang di temani seorang perawat .Alvin dan Zeni pun bingung kenapa mereka menghentikan langkahnya .
"Ada apa ya pak ?." tanya Alvin
"Ada apa - ada apa , nih anak kalian sudah bikin kacau ." tunjuk security pada si kembar ." Merusak dan bikin keributan di rumah sakit , gara - gara ini bocah semua pasien kritis , para perawat pun cedera jadi kalian harus tanggung jawab jangan main kabur aja ." Alvin dan Zeni langsung menatap si kembar yang terlihat santai .
"Tenang saja pak , nanti papi saya yang ganti rugi semua kerusakan di sini iya kan paman ." celoteh Joy santai .
Alvin dan Zeni pun hanya bisa menghela nafas panjang . Alvin menyuruh Zeni untuk membawa si kembar ke ruang Vip yang dimana Shila di rawat dan Alvin akan mengurus semua kekacauan yang di buat si kembar .
"Awas nya jangan ngilang lagi ." ujar Zeni kesal
kalau saja bapak kalian bukan bos saya , sudah saya gulung ini bocah . huh sabar - sabar .
Gerutu Zeni dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aduh author jadi ketawa - ketawa sendiri 😄😄😄😄😄.
Terimakasih yang selalu setia menunggu up dari si kembar jangan lupa like ya 🙏😊 , komen , rate sama Vote ya juga ya 🙏🙏
__ADS_1