Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 103


__ADS_3

Si kembar triple dan Stella , tubuh mereka sudah kembali bersih tidak ada lagi lumpur yang melekat di tubuh nya. Kini ke empat bocah tersebut sedang di dandani pelayan nya di dalam kamar Joanna dan Jolie.


"Ana , terima kasih nya sudah meminjamkan baju mu ." ujar Stella pada Joanna yang sedang di sisir rambut nya oleh pelayan .


"Sama - sama ." ucap Joanna.


"Stella kamu jadi menginap ? "tanya Jolie .


" Jadi dong, ini kan sudah sore masa aku pulang ." timpal Stella .


"Apa daddy dan mommy mu tahu ? " tanya Jolie lagi .


"Belum sih ! tapi nanti aku kasih tahu , ngomong - ngomong di mana Joy ? "


"Mungkin di kamar nya , " ucap Joanna .


"Aku ke kamar Joy dulu ya ." rasa nya Stella tidak ingin jauh - jauh dari Joy .


Stella turun dari kursi dan melangkah menuju pintu kamar Joy dari dalam tiba - tiba .


Brukk..


Suara bantingan pintu sangat keras dari arah luar seperti nya suara itu berasal dari kamar Shila . Joanna , Jolie dan Stella pun terkejut mendengar suara itu . Mereka bertiga saling tatap satu sama lain .


"Suara apa itu ? " Joy tiba- tiba keluar dari dalam kamar nya melewati pintu dalam.


"Entahlah ." jawab Joanna sembari menaikan bahu nya .


"Jangan - jangan maling !" ucap Stella .


"Mana ada maling di rumah ku , rumah ini sudah di lengkapi pengamanan ." timpal Jolie .


"Lalu suara apa itu ? "


"Kita lihat saja , ayo " ajak Joy . Mereka berempat pun melangkahkan kaki nya keluar dari kamar Joanna dengan berjinjit . Jaga - jaga kalau itu suara maling .


Joy membuka pintu perlahan lalu menengok ke kanan dan kiri , melihat apakah ada yang mencurigakan ? lalu mata Joy tertuju pada seorang pria yang duduk lemah di depan pintu kamar nya seraya menyenderkan tubuh nya pada pintu .


Mata Joy membulat ketika melihat Papi nya duduk di depan pintu kamar nya .


"Joy, apa ada yang mencurigakan ?" tanya Joanna dari belakang .


"Dimana maling nya ?" ujar Stella .


"Tidak ada maling , hanya ada papi ."


"Papi ?"


"Hu,um. Lihatlah Papi duduk di depan kamar nya, seperti nya papi sedang sedih ." tunjuk Joy pada Vero yang sedang duduk di depan pintu kamar nya .


"Kenapa Papi duduk di situ , apa Papi tidur di luar ? " tanya Joanna yang merasa heran .


"Kita tanya saja papi . " Joy , joanna , Jolie dan Stella pun menghampiri Vero sedang duduk di depan pintu kamar nya , wajah nya seperti frustasi dan bingung ,entah apa yang terjadi .

__ADS_1


"Papi , kenapa duduk di sini ?" Vero terkejut dengan suara Joy yang tiba - tiba datang .


"Papi di suruh ke luar sama mami , papi juga tidak tahu ada apa dengan mami ." ucap Vero yang mendesah kesal .


"Ah.. Papi sama Mami marahan ya ? jadi Papi di suruh tidur di luar benarkan ?" Vero hanya menggeleng ketika Jolie mengatakan hal itu .


"Apa yang telah Papi lakukan? sehingga Mami marah seperti itu ? " tanya Joy dengan tatapan tajam nya .


"Papi menyakiti Mami kan ? Ayo ngaku ? Apa yang sudah Papi lakukan ? sehingga Mami marah ? ." ucap Joanna yang juga menatap nya tajam .


"Kalau sampai Mami nangis aku tidak akan memaafkan Papi ." kini ketiga anak nya menatap nya dengan sorot mata tajam nya , Vero seolah - olah sedang di hakimi oleh ketiga anak nya , padahal dia juga tidak tahu ada apa dengan Shila .


"Eh, stop !! Jangan menghakimi uncle seperti itu ." ucap Stella yang mencairkan keadaan . " Uncle ceritakan apa yang terjadi ?" sambung Stella.


Sepulang dari kantor Vero langsung ke dalam kamar nya namun tiba - tiba Shila memarahi nya ? dan mengusirnya ke luar dari kamar . Vero pun tidak mengerti .


Di dalam kamar Shila begitu marah bahkan sampai meneteskan air mata nya , Shila duduk di atas ranjang sambil menggenggam sebuah lipstik di tangan kanan nya .


"Kalau kamu benar selingkuh , aku tidak akan memaafkan kamu mas ." ucap Shila yang menahan amarah nya .


Flasback on


Ting nong ..


Suara bel rumah berbunyi , saat itu Shila baru saja turun dari kamar nya untuk melihat ketiga anak nya di belakang apa sudah di mandikan atau belum .


Namun tiba - tiba Shila mendengar bel rumah berbunyi Shila pun melangkah menuju pintu utama untuk membuka nya .


Shila menatap tamu di depan nya dengan tatapan yang sulit di artikan , seorang wanita yang bertubuh sexy, dan berpakaian ketat membuat Shila mengerutkan dahi nya . " Siapa ya ? mau bertemu siapa ?"tanya Shila .


"Saya hanya ingin mengantarkan Jas nya Tuan muda , tadi tertinggal di rumah saya ." jelas wanita itu yang membuat Shila semakin bingung .


Shila mengambil sebuah paper bag yang di berikan wanita itu , lalu mengecek nya dan benar! di dalam nya adalah Jas yang di pakai Vero tadi pagi . Namun yang membuat Shila bingung kenapa ada pada wanita ini? siapa dia ?.


Namun saat Shila ingin bertanya lebih lanjut wanita itu sudah berlalu pergi .


Shila kembali ke kamar nya , perasaan nya menjadi gelisah tak menentu . Shila membuka paper bag itu dan mengambil jas nya.


"Tidak ada yang aneh !" ucap Shila yang mengibarkan jas suami nya itu .


"Tadi pagi mas Vero memakai jas ini tapi kenapa ada di wanita itu ? siapa dia ? ."


"Eh, apa ini ?" Shila merasa ada sebuah benda kecil di dalam saku jas suami nya , Shila pun mengambil benda tersebut dari dalam saku jas suaminya .


Mata Shila membulat sempurna , perasaan nya menjadi tak menentu , hatinya terasa sesak ingin rasa nya marah dan menangis bayangan nya menjadi berterbangan kemana - mana , memikirkan suami nya yang sedang berada di luar sana .


"Lipstik siapa ini ? kenapa ada lipstik di dalam jas ini ? " Shila tahu betul mana lipstik nya dan mana lipstik orang lain .


"Wangi ini , ini bukan wangi parfum suami ku ." ucap Shila yang mencium wangi parfum dari jas Vero .


Shila melempar jas itu ke lantai , Shila teringat ucapan wanita tadi yang bilang ' Jas tuan muda tertinggal di rumah saya'


Deg,

__ADS_1


Jantung Shila semakin berdetak tak beraturan , entah kenapa Shila berpikir bahwa suami nya telah berbuat macam - macam dengan wanita itu .


"Siapa wanita itu ? apa jangan - jangan ?


tidak , tidak mungkin !! mas Vero tidak mungkin mengkhianati ku ! ." entah kenapa Shila berpikir Vero sudah bermain gila dengan wanita lain di belakang nya . Namun Shila mencoba berpikir positif .


Shila menarik nafas dalam - dalam dan hembuskan . "Aku harus tenang jangan berpikir macam - macam , mungkin wanita itu salah alamat mungkin saja ini bukan jas suami ku pasti ini milik orang lain , yah.. ini bukan punya mas Vero , jelas - jelas tadi pagi aku melihat nya dia memakai jas ini . Oke Shila kamu harus tenang jangan berpikir macam - macam ."


"Sayang , ada apa ? apa yang membuat mu tidak tenang ?" seru seorang pria yang baru saja masuk ke kamar nya siapa lagi kalau bukan Vero suami nya .


"Mas, Vero sudah pulang ." Shila langsung berbalik ke arah Vero yang baru saja masuk , awal nya Shila senang suami nya itu sudah kembali . Namun seketika senyum nya memudar saat melihat jas yang di pakai Vero itu berbeda dengan yang di pakai nya tadi pagi .


"Sayang ada apa ? kenapa diam ." Vero langsung memeluk Shila dan mencium nya namun Shila tetap diam .


"Sayang ."


"Kapan kamu ganti jas ? tadi pagi bukan jas ini yang kamu pakai ." ucap Shila dingin sambil melepaskan pelukan nya .


Shila ingat betul tadi pagi suami nya memakai jas berwarna grey yang sudah Shila siapkan, namun kenapa saat pulang Vero mengganti jas nya yang berwarna navy .


"Tadi aku ganti di kantor ."


"Jas yang kamu pakai tadi pagi mana ? kenapa bisa ganti ?" Vero jadi bingung kenapa Shila jadi dingin seperti ini .


" Itu jas yang aku siapkan lo mas, dan kamu mengganti nya begitu saja ." ucapan Shila sedikit meninggi.


"Sayang kenapa ? tidak biasa nya kamu seperti ini ? oke , tadi aku mengganti jas nya karena .." ucap Vero tertahan .


"Karena tertinggal ?" Vero mengerutkan dahi nya apa maksud ucapan istri nya itu .


"Tertinggal maksud nya ?"


"Lipstik siapa ini mas ? kenapa bisa ada di dalam jas mu ! Punya siapa ini mas ? Jangan - jangan kamu bermain gila di luar sana ya mas ."


"Shila apa maksud mu aku tidak mengerti !"


"Tidak mungkin kamu tidak mengerti sedangkan jelas - jelas lipstik ini ada di dalam jas mu ." teriak Shila yang terbakar cemburu .


"Sayang , aku tidak tahu itu lipstik siapa , sayang ayo lah jangan marah seperti ini aku benar - benar tidak tahu ."


"Keluar !"


"Apa ?" mata Vero membulat sempurna ketika Shila mengusir nya dari kamar nya sendiri, bukan nya mendapat sentuhan lembut dari sang istri namun malah amukan yang di dapat .


"Keluar , aku gak mau tidur dengan mu sebelum kamu jelaskan lipstik siapa ini ." Shila terus mendorong Vero sampai di depan pintu .


"Sayang , sayang dengarkan dulu kita bisa bicarakan baik - baik ."


"Keluar ."


Brukk. Shila membanting pintu dengan keras .


Flasback off.

__ADS_1


__ADS_2