Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 64


__ADS_3

Vero dan Delia saat ini sedang berada di ruang keluarga . Vero menceritakan semua hal tentang kejadian yang menimpa Shila begitu juga tentang Bagas .Awal nya Delia sangat amat marah pada Vero bisa - bisa nya Vero mempunyai musuh sampai tega mencelakai Shila dan mengancam keselamatan keluarga nya namun Delia agak ragu kalau Bagas yang melakukannya karena selama ini Delia tidak pernah tahu tentang Bagas dan walaupun Bagas melakukannya tidak mungkin menjadikan Shila sebagai sasarannya karena kalau itu niat nya mungkin dulu Delia juga akan menjadi sasaran kejahatan Bagas karena Delia adalah ibu nya tapi kenapa harus sekarang dan kenapa harus Shila .


"Mungkin karena sekarang Shila adalah istri ku dan Bagas juga pasti mengenalnya karena Bagas'lah yang dulu menjebak ku tidur bersama Shila ." jelas Vero pada Delia .


"Mama mengerti dalam bisnis pasti ada musuh dan walaupun bukan Bagas mungkin pesaing bisnis yang lain. Jadi kita tidak boleh menuduh Bagas yang melakukannya sebelum kita mencari tahu kebenaran nya dulu . Mama akan suruh Erik untuk mencari tahu informasi tentang Bagas dan untuk sementara Shila dan anak - anak butuh pengawalan . " Delia mengerti perasaan Vero sekarang yang merasa cemas pada istri dan anak nya .


"Dimana anak - anak ?" Setelah lama berbincang Vero baru ingat saat dirinya pulang Vero belum melihat si kembar .


"Mereka sedang bermain di halaman belakang , Joanna sedang latihan bersama Erik ."


"Latihan ? latihan apa ?." tanya Vero yang mengerutkan dahinya .


"Kamu tidak tahu ? Joanna putri pertama mu dia jago sekali bela diri dan dia pernah menjadi juara Taekwondo di korea . Anak - anak mu sangat mirip dengan mu Joanna menguasai ilmu bela diri sama seperti mu , dan Joy sangat ahli dalam ilmu teknologi , lalu Jolie dia sangat pandai menari ." puji Delia pada ketiga cucunya .


"Tapi aku tidak pandai menari ma ." elak Vero .


"Kamu ini, tidak semua anak harus mirip dengan papa nya mungkin Jolie mirip dengan ibu nya yang pandai menari ." pekik Delia yang lagi - lagi memukul Vero .


"Mama , tidak bisa kah tangan mama diam selalu saja memukul ku ." pekik Vero . Delia hanya memicingkan matanya . Anak dan ibu ini memang tidak pernah akur seperti kucing dan tikus saja.


****


Di halaman belakang Joanna sedang berlatih taekwondo bersama Erik yang menjadi lawannya . Sedangkan Jolie dan Joy mereka fokus menonton sambil mengikuti gerakan - gerakan Joanna bak seperti kung fu .


Prok..prok..prok..


Suara tepuk tangan Vero yang melihat aksi anak nya itu . Membuat Vero terkagum - kagum . " Papi ."teriak si kembar yang berlari ke arah Vero tidak terkecuali Joanna yang menghentikan latihannya .Vero memeluk dan mencium satu persatu anak - anak nya yang menggemaskan .


"Kau jago juga dalam bela diri ." ucap Vero yang mengelus lembut rambut Joanna .


"Of course , tentu papi aku adalah anak yang paling kuat dan aku seorang kakak yang harus menjaga adik - adiknya juga menjaga mami ." ucap Joanna yang pintar sekali berbicara .


"Oh ,ya kalau begitu kita buktikan . Papi ingin melihat seberapa kuat anak papi ." ucap Vero yang membuka jas nya lalu melipat tangan kemejanya .


"Erik , menjauhlah sekarang aku yang akan melatih putri ku ." Mendengar ucapan Vero Erik pun keluar dari lapangan dan menunggu di teras belakang bersama Jolie , Joy , dan Delia yang sedang menonton .


"Ayok , lawan papi sekarang ." Vero memulai permainannya . Jurus bagai Jurus di keluarkan Joanna untuk melawan Vero . Keduanya masih tetap dalam pertahanan tidak ada yang mau mengalah keduanya sama - sama kuat.Siapapun yang melihatnya pasti mengaguminya.


"Joy , Jolie ayok kita latihan bersama-sama ." ajak Vero namun di sanggah ke dua anaknya .


"Ah papi ,jangan sekarang aku sedang main game ." timpal Joy yang fokus dengan tabletnya .


"Iya papi tanggung , aku sedang makan salad papi latihan saja bersama kakak ." bukan Jolie namanya kalau tidak bisa mengelak , apa lagi kalau soal makanan Jolie tidak bisa di ganggu .


Vero dan Joanna sama - sama menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Joy dan Jolie . " Baiklah kalau kalian tidak mau , padahal papi akan mengajak kalian bertarung nanti " .


"Bertarung ?." ucap Joy dan Jolie penuh semangat lalu mengabaikan makanan dan barang nya masing - masing . Berjalan melangkah ke arah Vero dan Joanna .


"Bertarung ? kapan ? ." tanya Jolie


"Iya nanti kita akan bertarung . Itu sebabnya papi ingin kalian berlatih sekarang , agar nanti kita akan memenangkan pertarungan ." ucap Vero yang membuat si kembar bertanya - tanya .


"Memangnya kita akan bertarung dengan siapa papi ?." tanya Joanna


"Apa kita akan bertarung seperti di film - film ? ." ucap Jolie penuh semangat .


"Memangnya kita akan melawan siapa papi ?." tanya Joanna penasaran karena menurut Joanna ucapan Vero itu tidak main - main dan benar ada nya .

__ADS_1


"Melawan musuh - musuh kita . kalian tahu jalanan tidak selalu mulus pasti ada krikil - krikil kecil yang harus kita lalui .."


"Kadang ada lubang besar , jalan berbelok , naik turun begitu kan papi ." Vero tersenyum mendengar ucapan si kembar yang cepat tanggap .Lalu berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan tubuh si kembar .


"Iya , benar begitu juga dalam hidup kita pasti ada rintangan - rintangan yang harus kita lalui , ingat satu pesan papi, sebaik - baik nya teman pasti ada musuh diantara mereka ." nasehat Vero pada ketiga anaknya .


"Kalau begitu aku ingin berlatih papi , kita akan memenangkan pertarungannya nanti ." ucap Jolie penuh semangat .


"Tadi saja kau tidak mau , sekarang kau begitu semangat wanita memang membingungkan." ucap Joy dingin .


"Kau juga sama , tadi kau tidak mau sekarang kau ikut-ikutan lebih baik kau main game saja sana ." timpal Jolie yang kesal dengan ucapan Joy .


"Tidak, aku juga ingin bertarung jadi aku akan berlatih . iya 'kan papi ." ucap Joy yang tersenyum ke arah Vero .


Vero semakin gemas dengan tingkah nya si kembar apalagi ketika sedang berdebat seperti ini .


"Kalau kalian berdebat terus kapan akan berlatih nya ." ujar Joanna yang melangkah pergi meninggalkan kedua adik nya . Sedangkan Vero sudah pergi terlebih dulu.


"Kemana papi ." tanya Jolie dan Joy yang menyadari bahwa tidak ada Vero dan Joanna di samping mereka .


"Ini semua gara - gara kau ."


"Kau "


"Kau " Jolie dan Joy masih berdebat tidak ada yang mengalah diantara keduanya .


"Joy ..Jolie .. apa kalian akan berdiri saja disitu ? cepat kemari ." Teriak Shila yang memanggil kedua anaknya untuk segera masuk kedalam rumah .Dengan wajah kesal Jolie dan Joy pun melangkah bersamaan sampai tepat di depan Shila langkahnya terhenti .


"Hei , kenapa kalian berdebat , kalau seperti ini kalian tidak akan menang dalam pertarungan ." ucap Shila .


"Karna musuh kalian akan senang melihat kalian bertengkar seperti ini , jadi berbaikan lah ayo ." bujuk Shila . Setelah mendengar perkataan Shila Joy dan Jolie pun bersalaman menandakan mereka sudah berbaikan. Setelah itu Shila mengajak Joy dan Jolie masuk ke dalam rumah untuk berkumpul di ruang keluarga .


"Mami apa luka nya sakit ? aku akan hajar orang yang telah membuat mami terluka ." Ujar si kembar yang membuat Shila , Delia juga Vero tersenyum mendengarnya .


"Apa kalian ingin menyembuhkan luka mami ? ." ucap Shila si kembar pun mengangguk .


"Kalau begitu kecuplah , luka mami akan sembuh dengan cinta , cinta anak - anak mami ." Si kembar pun mencium kening Shila bergantian lalu mengusap lembut kening Shila yang di perban karena lukanya.


"Terimakasih ."


"Sama - sama mami " ucap si kembar yang memeluk Shila . Membuat Delia terenyuh dan ikut memeluk juga .


"Apa papi tidak di ajak pelukan ." ucap Vero yang juga ingin di peluk .


"Kemarilah papi ." ujar si kembar gemas . Mereka pun berpelukan .


Namun tiba - tiba ponsel Vero berdering menandakan ada panggilan . Vero pun melepaskan pelukannya lalu mengangkat panggilan teleponnya .


"Halo , Alvin ada apa ?." ucap Vero pada sambungan telepon .


"Saya ingin mengingatkan Tuan muda besok ada meeting di luar kota dengan klien baru kita , jangan sampai lupa kita berangkat besok pagi - pagi sekali ." jelas Alvin di ujung sana .


"Astaga , aku lupa terimakasih Alvin telah mengingatkan ku ."


"Tuh , kan kau lupa ."


"Iya , aku ingat sekarang aku tidak akan lupa ."

__ADS_1


"Awas kalau terlambat ."


"Iya - iya ."


"Ingat ! malam ini jangan sampai bergadang nya ." ucap Alvin yang tertawa di ujung sana Vero tahu apa maksud nya ,bergadang dengan Shila .Vero tidak ingin mendengar lagi ocehan Alvin dan langsung menutup telepon nya .


"Aku lupa memberitahu Shila , besok aku harus ke luar kota bagaimana dengan Shila dan anak - anak ." Vero cemas jika harus pergi ke luar kota dan meninggalkan Shila apalagi keadaan sekarang tidak seaman dulu .


"Siapa yang telepon ?" tanya Shila yang menghampiri Vero yang sedang berdiri.


"Alvin ."


"Apa ada pekerjaan ? ."


"Hm.. besok aku akan ke luar kota ."


"Kenapa mendadak ?."


"Sebenarnya tidak mendadak , hanya saja aku lupa memberitahu mu ."


"Ya , sudah kalau begitu aku akan menyiapkan barang - barang yang harus di bawa besok ."


"Tidak perlu , aku tidak akan pergi ."


"Kenapa ? "


"Aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian."


"Siapa bilang sendirian , aku bersama mama , anak - anak juga banyak pelayan disini , jadi jangan cemas ."


"Aku pergi untuk 3 hari ."


"Hanya tiga hari bukan tiga bulan ." ucap Shila di iringi tawa .


"Aku bisa saja kuat , tapi si jerry tidak akan kuat ."


Aww.. Vero meringis kesakitan saat Shila mencubit perut nya . " Sakit sayang."


"Lagian kamu sih mulai duluan ."


"Tapi , memang benar aku tidak bohong sekarang saja si Jerry sudah bangun , kau harus tanggung jawab ."


"Mas jangan mulai , ada mama sama anak - anak disini ."


"Kalau begitu kita ke kamar saja ." Bola mata Shila membulat sempurna , ketika mendengar ucapan Vero yang sudah tidak tahan membuat Shila menelan salivanya sendiri.


Ach.. Shila menjerit ketika tubuh nya merasa melayang karena Vero memangkunya tiba - tiba .Jeritan Shila pun terdengar oleh Delia dan si kembar yang asik bercanda .


"Papi kenapa ? kok mami di gendong ." tanya Si Joanna polos .


"Mami ngantuk , jadi papi mau bawa mami ke kamar dulu ya ."


"Oh ,ngantuk tapi kok mami menjerit ." tanya Jolie polos


"Tadi ada kecoa , mami takut sama keceoa ." Shila hanya membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan Vero .


"Ya sudah sayang , papi mau bawa mami ke kamar dulu ya ." Vero langsung menggendong Shila ke kamar nya . Sedangkan Delia dan si kembar menatap nya heran .

__ADS_1


__ADS_2