Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 70


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap , Shila masih berdiam diri di dalam kamar . yang masih mengenakan piyama tidur nya yang membuat tubuhnya terlihat sexy .


Shila sama sekali tidak bergeming , bahkan Shila tidak memakan apapun dari pagi, makanan yang di berikan anak buah Vicky pun tak di sentuh nya sama sekali . Yang Shila pikirkan saat ini adalah bagaimana cara nya keluar dari perangkap Vicky .


Cklek.


Pintu kamar terbuka lebar , mata Shila mengekor ke arah pintu yang sudah terbuka . Terlihat seorang pria yang berjalan gontai ke arah nya sembari membawa satu buah paper bag di tangan kanan nya siapa lagi kalau bukan Vicky .


"Apa kamu tidak makan ? ." ucap Vicky demikian saat melihat piring yang berisi makanan di atas nakas masih utuh .


Vicky duduk di samping Shila ." Kenapa tidak di makan sayang ." ucap Vicky yang menyentuh wajah Shila namun Shila menepis nya . Shila tak berbicara sepatah kata pun bahkan Shila memalingkan wajah nya .


"Apa kau ingin aku menyuapi mu ? Baiklah aku akan menyuapi mu ."


Prangg...


Baru saja Vicky ingin menyuapinya , Shila langsung menepis piring di tangan Vicky sampai terjatuh ke lantai dan hancur . Mata Vicky terbelalak mendapat perlakuan itu dari Shila. Mata nya melirik ke arah piring yang sudah pecah lalu melirik ke arah Shila yang menatapnya tajam .


"Apa mau mu ?." ucap Vicky dengan mata tajam nya . Vicky sudah kesal dengan perlakuan Shila pada nya . Vicky sudah bersabar karena dia mencintai nya , namun kesabaran nya kini sudah habis.


"Kamu ingin tahu apa mau ku ? keluarkan aku dari sini ." sahut Shila


Vicky tersenyum sinis setelah mendengar ucapan Shila .


"Mau kemana sayang ? ini rumah mu , rumah kita . Kamu tidak akan pergi kemanapun karena malam ini kamu hanya milik ku ." ucap Vicky sembari menangkup dagu Shila , menatapnya tajam lalu menyeringai sembari melepaskan tangkupannya.

__ADS_1


"Jangan harap , kamu bisa memiliki ku ." sahut Shila yang menatap tajam . Tatapan kebencian yang Shila berikan.


Vicky tidak ingin melanjutkan perdebatan nya , Vicky pun bangun dari duduk nya berdiri di hadapan Shila . "Ganti baju mu ." Vicky melempar paper bag nya pada Shila. "berdandan lah yang cantik untuk ku , karena malam ini kita akan menikmati malam yang indah , malam yang aku nanti - nanti kan selama ini ." Ucap Vicky yang tersenyum penuh arti . Namun Shila tetap masih memalingkan wajah nya , tak sudi harus melihat wajah laki - laki di depannya itu .


Setelah Vicky pergi meninggalkan kamar , Shila pun bernafas lega . "Akhir nya dia pergi juga ." gumam Shila . Namun tiba - tiba rasa mual nya kembali datang dan kepala nya terasa pusing . Shila berlari ke kamar mandi ketika rasa mual nya tidak bisa lagi untuk di tahan . Shila memuntahkan semua isi dalam perut nya walaupun hanya air saja yang keluar .


Setelah merasa lebih baik Shila kembali ke tempat tidur , merebahkan tubuh nya yang begitu lemas sembari memegang perut ratanya . Shila merasa ada yang aneh pada dirinya kenapa akhir - akhir ini Shila sering mual dan pusing . Shila belum menyadari kalau dirinya sedang hamil .


"Kenapa aku mual lagi ya ." ucap Shila demikian ." Apa karena aku belum makan apapun dari pagi ." pikir nya .


Shila kembali teringat bahwa dirinya sedang berada di rumah Vicky , Shila pun terbangun. Shila memikirkan bagaimana cara keluar dari rumah nya Vicky .


Lama berpikir , ekor mata nya menyapu setiap sudut ruangan untuk mencali celah sampai akhir nya mata Shila tertuju pada sebuah gelang yang ada di tangannya . Ya , gelang yang di berikan Joy pada malam itu . Shila jadi teringat perkataan Joy kalau gelang ini terdapat sebuah pelacak dan terhubung pada tab nya , siapapun yang memakai nya akan tahu dimana gelang ini berada .


****


Hilang nya Shila sudah sampai ketelinga Delia dan saat ini Delia juga si kembar sudah kembali ke jakarta . Delia menenangkan Vero putra nya agar tidak emosi dan tidak menyalahkan para pelayan di rumah nya . Delia juga merasa bersalah karena sudah meninggalkan Shila sendirian .


"Maafkan mama , seandainya mama tidak pergi mungkin ini tidak akan terjadi ." ucap Delia penuh penyesalan .


"Ini bukan salah mama , ini salah ku yang tak bisa menjaga istri ku ." seru Vero yang mengusap kasar wajah nya .


"Kamu harus tenang, Shila pasti baik - baik saja ." Delia menenangkan Vero . Lalu menyuruh Erik untuk mencari menantu nya itu dan kerahkan seluruh pengawal . Erik pun pergi mencari .


Namun, Vero mencurigai seseorang yang ada hubungan nya dengan hilangnya Shila siapa lagi kalau bukan Bagas orang yang selama ini iya curigai . Namun Alvin mengelak nya dan mencoba memberikan penjelasan bahwa tidak mungkin Bagas melakukannya karena kemarin malam Bagas ada di bandung bersama mereka Alvin merasa mustahil kalau Bagas yang melakukannya .

__ADS_1


Vero tidak mendengarkan ucapan Alvin , karena Vero pikir bisa saja Alvin menyuruh anak buah nya untuk menculik Shila istri nya dan sekarang Vero akan pergi menemui Bagas .


"Tuan muda tunggu ? Tuan muda dengarkan saya dulu ." Alvin mencegah Vero .


"Cukup Alvin , yang saya pikirkan sekarang adalah nyawa istri saya Shila sedang dalam bahaya aku tidak bisa percaya pada Bagas , aku yakin Bagas yang telah membawa Shila ." Vero melangkah menuju mobil nya lalu masuk dan melajukan mobil nya dengan sangat cepat . Alvin tidak bisa membiarkan Vero sendirian karena saat ini Vero sedang tersulut emosi , Alvin pun mengejar mobil Vero dengan mobilnya Alvin takut sesuatu yang buruk terjadi pada bos nya itu .


Suasana di rumah Delia menjadi tegang . Para pelayan pun gelisah karena belum mendapat kepastian tentang keadaan Nyonya muda nya itu , apakah baik - baik saja atau tidak .


Sedangkan Shila , masih memikirkan cara apa yang harus dia lakukan untuk keluar dari kamar itu . Sembari mondar - mandir tak jelas Shila memikirkan nya , baju yang di berikan Vicky pun tidak di sentuh nya sama sekali . Apalagi hari mulai gelap dan sudah malam , wajah pucat , hati gelisah , gugup itu yang di rasakan Shila saat ini . Mata nya terus melirik ke arah jarum jam yang terdapat pada jam dinding di kamar itu yang menunjukan pukul 19.00 .


Sebentar lagi, satu jam lagi , Vicky pasti kembali . Shila tidak bisa mempungkiri bahwa dirinya saat ini sedang ketakutan . Entah apa yang akan di lakukan Vicky pada nya , Shila memainkan jari - jemarinya yang gemetar melirik kembali pada arah jarum jam yang sekarang sudah menunjukan pukul 19.45.


Waktu berjalan begitu cepat , sedangkan Shila masih belum bisa mendapatkan ide untuk keluar dari perangkap ini .Sesekali Shila duduk lalu bangun lagi terus menerus Shila lakukan . 10 menit , waktu nya tinggal 10 menit lagi ,laki - laki biadab itu akan kembali datang mata shila terus tertuju pada pintu kamar .


Tap,tap,tap.


Suara langkah berat terdengar dari luar , semakin dekat langkah itu semakin terdengar . Rasa gugup dan takut itulah yang di rasakan Shila saat ini , sesekali menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya , namun ekor matanya tidak pernah berpaling pada pintu kamar yang terus di tatap nya .


Tap .


Suara langkah itu terhenti , tepat di depan pintu kamar. Shila semakin gugup sembari menajamkan penglihatan nya . Shila tahu siapa orang yang berada di luar kamar saat ini , siapa lagi kalau bukan Vicky ! pria yang menantikan malam ini yang akan menikmati tubuh Shila , Wajah nya begitu berbinar karena wanita yang ada di dalam kamar itu sebentar lagi akan menjadi milik nya . Hasrat yang dulu tertunda kini akan tersalurkan Vicky sudah tidak sabar akan melihat tubuh mulus wanita pujaan nya itu , dan malam ini akan menjadi malam yang paling indah untuk nya namun tidak untuk Shila .


Perlahan langkah Vicky mendekat tangan nya menyentuh handle pintu dan akan membuka nya . Di dalam kamar Shila tidak bergerak sedikit pun mata nya tetap fokus pada pintu di depan nya perlahan handle pintu itu bergerak itu tanda nya Vicky sudah siap membuka pintu itu . Shila menelan salivanya dengan perasaan gugup dan tubuh gemetar . Mata Shila melotot ketika pintu itu sudah mulai terbuka dan


Cklekk..

__ADS_1


__ADS_2