
Pagi - pagi semua pelayan di sibukkan untuk mencari si kembar yang tidak ada di kamarnya semalam . Delia yang mendengar itu pun jadi panik di mana cucu - cucu nya kenapa menghilang dari kamar nya .
Sedangkan si kembar masih terlelap tidur di dalam dekapan papi dan maminya . Perlahan Shila mengerjapkan kedua matanya, mendengar suara bising yang membangunkannya. Lalu Shila membangunkan Vero juga ketiga anaknya .
"Mas ,bangun sudah pagi ." ucap Shila membangunkan Vero tapi tak di indahkannya.
"Sayang ayo bangun ." Shila membangunkan si kembar yang juga mengabaikannya .
"Ada apa di luar berisik sekali ." ucap Shila yang mendengar suara pelayan yang sedang panik mencari si kembar .
Karena penasaran Shila pun keluar dari kamar untuk melihat keadaan di luar . Setelah sampai di lantai bawah Shila berpapasan dengan Delia yang sedang panik ." Mama , ada apa ini ? kenapa semua orang panik ? dan apa yang mereka cari ?." tanya Shila pada Delia .
"Shila , kau sudah bangun ? begini Maura bilang si kembar tidak ada di kamarnya, kami sudah mencarinya kemana - mana tapi tidak menemukannya juga ." ucap Delia .
"Mama tidak usah di cari , anak - anak ada di kamar ku , semalam mereka tidur bersama ku dan mas Vero ." ucap Shila yang membuat Delia tercengang .
"Apa ? jadi anak - anak tidur bersama kalian ?" tanya Delia .
"Iya ma, jadi suruh semua pelayan untuk berhenti mencari ya . Maura ." panggil Shila pada Maura . Maura pun menghampiri Shila dan Delia.
"Iya Nyonya muda , maafkan saya Nyonya , saya telah lalai menjaga anak - anak jangan marahi saya Nyonya , ampuni saya ." ucap Maura ketakutan.
"Siapa yang mau memarahimu , anak - anak ada di kamar ku ayo ikut aku , untuk bangunkan anak - anak mereka harus segera siap - siap untuk sekolah ." ajak Shila pada Maura . Maura pun merasa lega .
"Mama aku ke atas dulu ya ." ucap Shila , Delia pun mengangguk . setelah itu Shila dan Maura melangkah ke kamarnya .
Sesampai nya di kamar si kembar sudah terbangun dengan keadaan mata masih terpejam mungkin mereka masih mengantuk .
"Sayang ayo , cepat bangun kalian harus mandi dan siap - siap untuk sekolah ." ujar Shila yang menurunkan satu persatu anaknya dari ranjang .
"Dimana papi kalian ? ." tanya Shila pada si kembar yang tak melihat Vero di tempat tidur.
"Tidak tahu mami , mungkin papi di kamar mandi ." jawab Joy lemas sambil melangkah keluar kamar . Maura membawa si kembar untuk ke kamar nya masing - masing .
"Dimana anak - anak ? ." tanya Vero yang mengagetkan Shila .
"Mas , mengagetkan saja . Anak - anak di bawa Maura untuk di mandikan mereka harus siap - siap sekolah ." ucap Shila yang menutup pintu kamar nya .
"Kalau begitu hanya kita berdua ." ucap Vero dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Memangnya kenapa kalau hanya kita berdua." ucap Shila yang menatap Vero
"Apa lagi yang akan kita lakukan , kita akan lanjutkan aktifitas malam kita yang tertunda ." ucap Vero yang langsung memangku tubuh Shila ke atas ranjang .
__ADS_1
"Tunggu mas ." ucap Shila menghentikan Vero saat ingin menciumnya ." Ada telepon ." sambung Shila yang mendengar ponsel milik Vero berbunyi .
Vero langsung mengambil ponselnya raut wajahnya begitu kesal saat mendapatkan nama Alvin yang terpampang di layar ponsel.
Vero langsung mengangkat nya
" Alvin , hari ini saya cuti , kamu handle semua meeting hari ini jangan ganggu saya ." Tut. Vero menutup telepon sepihak membuat Alvin bingung di ujung sana .
Seketika bola mata Shila membulat melihat Vero menutup teleponnya begitu saja .
"Tidak ada yang bisa mengganggu kita kali ini ." ucap Vero dengan tatapan tajam nya seperti seekor singa yang akan menerkam mangsanya .
Shila yang terbaring pun menelan salivanya sendiri tidak percaya bahwa Vero seagresif ini . Tanpa menunggu lama lagi Vero langsung menerkam tubuh Shila .
Dari mulai mengecup leher nya , dagunya , hidung nya , mata nya , alisnya, bibirnya, Vero menyusuri wajah istrinya dengan sentuhan lembutnya .
Jemari tangannya menyusuri setiap lengkuk tubuh istrinya , Vero yang sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya tidak peduli lagi dengan mentari pagi yang mulai bersinar .
****
"Grandma mami sama papi kenapa belum turun ? ." tanya Joanna yang tidak melihat Shila dan Vero saat sarapan .
"Apa mami dan papi tidak sarapan ? biar aku panggilkan saja ." ujar Jolie yang turun dari kursi tapi di hentikan oleh Delia .
"Jolie , habiskan sarapannya ayo kembali duduk ." pinta Delia Jolie pun kembali duduk .
"Tidak usah , kami biasa naik taksi tidak perlu di antar ." ucap Joy dingin .
"Apa ? kalian naik taksi sendiri ?." ucap Delia yang tak percaya Shila membiarkan anak seumuran mereka naik taksi sendiri tanpa di dampingi orang dewasa .
"Hm.."
"Mulai sekarang kalian tidak grandma izinkan naik taksi , mulai sekarang kalian akan di antar sopir ." ujar Delia yang membuat si kembar kegirangan .
"Asyik , kita punya sopir ." ucap si kembar kompak . Setelah selesai sarapan mereka pun di antar sopir ke sekolah . Delia hanya mengantarnya sampai depan saja .
"Dimana Vero sudah siang begini belum turun , apa dia sudah pergi ke kantor ." gumam Delia yang melihat jarum jam di tangannya menunjukan pukul 08.00
"Mungkin Tuan muda dan Nyonya muda masih di kamar Nyonya ,mungkin lagi ehm- ehm ." ucap Maura yang tersenyum malu .
"Ehm - ehm.. ? maksud nya ?." ucap Delia berpikir sejenak mencari arti ehm - ehm seketika bola mata Delia membulat saat sudah menemukan arti kata itu .
"Ah, aku mengerti sekarang , kau ini Maura berbicara seperti itu aku tidak mengerti ." pekik Delia pada Maura .
__ADS_1
"Nyonya , sepertinya Tuan muda butuh honeymoon biar tidak ada yang mengganggu ." ujar Maura kaku .
"Benar juga Maura , biar saya urus semua itu nanti ." Ucap Delia lalu masuk ke dalam rumah yang di ikuti Maura .
Sedangkan di dalam kamar sepasang pengantin masih tertidur tidak peduli mentari pagi sudah menerang .
"Kau tertidur , apa kau sangat lelah ." ucap Vero yang membelai lembut wajah mulus Shila yang tertidur .
"Tidur seperti ini , kau terlihat sangat cantik ." sambung Vero lalu mengecup lembut kening Shila .
"Aku , masih tidak menyangka bahwa kau adalah jodoh ku , ibu dari anak - anak ku , saat pertama bertemu aku tidak menyadari bahwa kau adalah wanita yang selama ini ku cari , terimakasih telah hadir dalam hidup ku dan melahirkan anak - anak ku . Cup ." ucap Vero lalu mencium keningnya kembali.
Drt..drt.. drt..
Tiba- tiba ponselnya berdering , terpaksa Vero harus mengangkat panggilan itu walau diri nya masih ingin menatap wajah cantik istrinya itu .
"Ada apa Alvin sudah ku bilang jangan ganggu aku , aku cuti hari ini ." ucap Vero pada sambungan telepon.
"Maaf Tuan muda , tapi ini sangat penting ." ucap Alvin di ujung sana .
"Apa ? ."
"Ini tentang PT .Adithama sejahtera , mereka akan menjual saham perusahaannya ." ucap Alvin yang membuat Vero terlonjak kaget hingga terbangun .
"Apa ? atas perintah siapa ? ."
"Ibu Rani Maharani dan Tissa Maharani mereka mengumumkannya langsung di acara konferensi pers." jelas Alvin yang dimana sekarang berita itu telah heboh di perbincangkan .
"Tunggu aku di kantor , kita bicarakan ini di kantor ." ucap Vero yang langsung menutup telepon nya lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya . Setelah 5 menit Vero pun keluar dari kamar mandi yang sudah berganti pakaian .
"Shila tidak boleh tahu hal ini , dia pasti syok mendengarnya." gumam Vero , yang menatap wajah Shila yang masih tertidur lalu melangkah ke keluar .
"Pelayan .. pelayan .. uh kemana para pelayan " ucap Vero kesal karena tidak ada satupun pelayan yang menghampirinya .
"Jesica ." teriak Vero saat menuruni tangga yang memanggil Jessica , tak lama kemudian Jessica pun datang menghampiri Vero .
"Iya Tuan Muda , apa Tuan muda butuh sesuatu ." ucap Jessica sambil membungkuk.
"Kemana para pelayan ? kenapa tidak ada satu pun yang menghampiri ku ." bentak Vero kesal .
"Maaf Tuan muda , saya akan menegur mereka nanti , kalau ada yang ingin Tuan muda butuhkan saya siap melayani ." ucap Jessica .
"Saya ingin kamu matikan semua TV di rumah ini jangan sampai istri saya melihat acara berita apapun termasuk semua orang yang ada disini jangan ada yang menyalakan TV sebelum saya mengizinkan ." ucap Vero dingin .
__ADS_1
"Baik Tuan Muda ." ucap Jessica . Setelah itu Vero melangkahkan kaki keluar rumah dan menaiki mobil yang sudah di siapkan sopir .
Sopir pun melajukan mobilnya menuju perusahaan wallandou group.