
Akhir nya mereka sudah sampai di puncak walaupun masih jauh untuk sampai di Villa . Tiba - tiba mobil Alvin mendadak mogok di tengah - tengah bukit jauh dari keramaian , jauh dari rumah penduduk, yang ada hanya pohon - pohon cemara , dan kebun teh .
"Alvin , kenapa dengan mobil nya ?." tanya Vero panik saat merasakan ada yang tidak beres dengan mobil yang di tumpanginya .
"Saya cek dulu ya Tuan muda " ucap Alvin lalu keluar dari mobil .
"kenapa mobil pake mogok sih , ini lagi anak sama ibu sama saja , sama - sama merepotkan ." gerutu Vero kesal karena Shila juga ketiga anak nya tertidur bahkan Shila menyimpan kepalanya di bahu Vero .
Tak lama kemudian Alvin memberitahukan bahwa aki mobilnya bermasalah dan meminta semua yang ada di dalam mobil untuk turun .
"Makannya kalau punya mobil itu servis " gerutu Vero yang masih kesal .
"Ini lagi ah , hei bangunin mereka ,jangan tidur di pangkuan ku semua pegal tahu ." ucap Vero pada Zeni . Zeni pun langsung membangunkan Shila juga si kembar . Setelah mereka bangun Vero pun langsung turun .
"Mami , kita sudah sampai ? ." tanya Joanna yang sudah bangun . mereka pun turun dari mobil dan betapa indahnya pemandangan di sana - sini semua kebun teh juga pohon cemara membuat betah saja .
Apalagi Joanna , Jolie dan Joy mereka bagitu senang melihat pemandangan ini karena mereka sangat suka sekali treveling , berkemah , membuat ketiga nya berlarian kesana - kemari .
"Joanna , Jolie , Joy jangan jauh - jauh " teriak Shila ke pada ketiga anak nya yang berlarian .
"Bagaimana Alvin mobilnya bisa di perbaiki ? saya gak mau tahu kita harus segara sampai di Villa ." ucap Vero kepada Alvin yang mencoba memperbaiki kerusakan mobilnya.
"Sepertinya akan lama Tuan , mana tidak ada bengkel lagi Tuan ." ucap Alvin
"Apa ? terus kita mau semalaman disini , kamu ini ada - ada aja makannya punya mobil itu di servis , terus dimana Villa nya ? ." ucap Vero kesal.
"Villa ya masih jauh Tuan ." ujar Alvin yang membuat Vero kecewa .
"Saya gak mau tahu kamu perbaiki mobil mu , dan sebelum malam kita harus sampai di Villa ." pekik Vero .
"Villa ?." ucap Joy yang mengejutkan Vero dan Alvin .
"Ini lagi bocah , ngapain disini sudah sana kamu lebih baik main saja sana jangan menguping pembicaraan orang dewasa ." nyinyir Vero . Bukan nya pergi Joy malah terus mengoceh.
"Kenapa kita ke Villa ? bukan nya kita akan berkemah disini ? ." ucap Joy datar .
"Apa ? kamu pikir saya mau tidur di tengah hutan begini ." timpal Vero
"Kenapa? kamu takut ." bukannya berhenti mengoceh Joy dan Vero malah berdebat tentang dimana tidur .
__ADS_1
"Ah , payah masa kalah sama anak kecil seperti ku " ucap Joy yang menyombongkan diri itu malah membuat Vero semakin emosi .
"Siapa yang takut , aku tidak takut apapun." ucap Vero yang tak mau kalah dan perdebatan mereka mengundang Shila juga yang lainnya dan menghampiri mereka.
"Ada apa ini ? ." tanya Shila yang menghampiri Vero dan Joy .
"Ini anak mu dia benar - benar membuat ku emosi ."ketus Vero .
" Joy ." ucap Shila yang tertahan karena di sanggah Joy .
"Bilang saja kalau kamu tidak berani ." ucap Joy dingin .
"Siapa bilang , oke kita bermalam disini malam ini ." ucap Vero yang tak mau kalah . Baru kali ini ada anak kecil yang berani melawannya itu sungguh memalukan bagi Vero . Dan yang lain hanya menonton perdebatan keduanya yang sama - sama keras.
"Joy , apa yang kamu bilang , Tuan muda jangan dengarkan anak saya , Alvin kamu dan Tuan muda bisa pergi ke Villa saya dan Zeni biar menamani anak - anak disini mungkin mereka ingin berkemah ." ucap Shila yang melerai perdebatan .
"Tidak , pokoknya kita akan berkemah disini , apa kalian tega meninggalkan dua wanita dan anak - anak di tengah bukit seperti ini ." nyinyir Joy yang membuat Vero semakin kesal .
Vero membuang nafasnya kasar dan berkata " lihat , anak mu ini selalu saja membuat ulah ." pekik Vero yang kesal
"Bilang saja kalau takut iya kan ? ." ledek Joy .
"Siapa takut , Alvin malam ini kita bermalam disini siapkan semuanya ." ujar Vero menatap Joy dingin begitu juga dengan Joy .
"Tapi Tuan muda kita tidak bawa perlengkapan kemah , kita tidak bawa tenda Tuan ." ujar Alvin yang memang mereka tidak punya pelengkapan untuk berkemah karena mereka berencana menginap di villa.
"Tenang saja kami membawanya ." ujar Joanna dan Jolie kompak ternyata mereka sudah mempersiapkan semuanya dari tenda dan perlengkapan lainnya . Akhir nya mereka akan berkemah di tengah - tengah bukit malam ini .
Alvin segera memasang tenda , di bantu Zeni, Shila , Joanna dan Jolie .sedangkan Joy dan Vero hanya duduk dan menonton .
Shila benar - benar sudah sangat malu dengan tingkah anak nya itu
" Zen, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ku setelah ini " ucap Shila yang membayangkan bagaimana marah nya Tuan muda nanti .
"Kamu juga sih ,punya anak terlalu genius jadi gini kan ." timpal Zeni
"Loh , kok nyalahin saya , memang nya saya yang ciptakan otak mereka ." pekik Shila sambil memasang tenda .
"Iya juga sih " ucap Zeni cengengesan .
__ADS_1
"Apa perlu ku bantu ." ucap Alvin yang menghampiri tenda Zeni dan Shila .
"Hampir selesai kok Alvin ." ucap Shila
"Lihatlah mereka hanya duduk manis saja , kalau di pikir - pikir sifat keduanya sangat mirip ." ujar Alvin yang melihat Vero dan Joy di ujung sana.
"Iya , juga ya Shil jangan - jangan Tuan muda ayah dari anak mu " ucap Zeni begitu saja .
"Sembarangan kamu ." pekik Shila yang memukul Zeni dengan tangannya.Lalu melangkah pergi .
"Joy , kemarilah mami ingin bicara " ujar Shila yang memanggil Joy anaknya .
"Ah , mami aku sedang enak bersantai juga " ucap Joy Malas ,
"Aku tinggal dulu ya papi ." ucap Joy yang membuat Vero terkesiap lalu berlari ke arah Shila .
"Dasar bocah ." ucap Vero kesal yang membuang nafasnya kasar .
"Bagaimana rasanya di panggil papi ." ucap Alvin yang tiba - tiba datang lalu duduk di samping Vero .
"Kau meledek ku ." pekik Vero tak suka Alvin pun hanya terkekeh .
"Ver, bagaimana kalau benar kau adalah ayah mereka ." ucap Alvin yang membuat Vero tercengang .
"Ngaco kamu ." timpal Vero dingin.
"Bagaimana kalau ternyata Shila adalah wanita yang kau cari ." ucap Alvin yang lagi - lagi membuat Vero terdiam.
"Jangan ngaco kamu ."timpal Vero .
" Apa kau tidak merasa ada kesamaan dengan anak itu ." tunjuk Vero pada Joy yang tidak hanya sifat nya tapi juga wajah mereka begitu mirip.
"Bicara mu makin konyol saja ." ucap Vero dingin lalu beranjak dari duduk nya dan akan pergi meninggalkan Alvin sendirian tapi langkah Vero terhenti karena di sanggah Alvin.
"Tuan muda ." sahut Alvin , Vero pun menoleh membalikkan badan nya
"Aku tidak akan memaksa , tapi cobalah di ingat kembali Tuan , itu mungkin saja terjadi ." ujar Alvin yang menarik ujung bibirnya .
ucapan Alvin membuat Vero tertegun , selain Joy ,Shila juga mengingatkan Vero pada wanita yang slalu menghantui mimpinya dari mulai wangi rambutnya , dan setiap dekat dengan nya Vero merasakan sesuatu yang beda dalam hatinya.
__ADS_1