Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 117


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹🌹


Shila sudah siap - siap untuk pergi berlibur ke japan . Tentu nya Triple J pun ikut karena tidak ada yang menjaga mereka di rumah . Kalau hanya pengawal saja yang jaga Vero takut kejadian yang menimpa Shila kembali terjadi . Sekarang mereka sedang dalam pesawat menuju japan .


"Papi , kita mau pergi kemana ? Apa kita akan menyusul grandma ke sidney?" tanya Jolie gemas .


"Bukan sayang , kita akan berlibur ke jepang , kita akan mengunjungi kerabat papi disana ." jelas Vero .


"Wow , jepang itu kan negri nya Doraemon." celoteh Jolie gemas .


"Apa kita akan bertemu dengan Naruto papi ?" celoteh Joy membuat Shila dan Vero tertawa .


"Ih , Joy memang nya kamu tahu tempat tinggal Naruto ? " timpal Joanna .


"Naruto kan dari Jepang !"


"Jepang itu luas sayang , memang nya kamu tahu di jepang bagian mana Naruto tinggal ?"


"Tidak sih papi , tapi akan ku tanyakan nanti kepada teman papi ."


"Aku , berharap akan mendapat teman baru di sana ." ucap Jolie antusias .


"Sudah , sudah , jangan ngobrol terus ! Sekarang lebih baik kalian tidur nanti setelah kita sampai papi akan membangunkan kalian ."


"Oke , papi ."


Triple J pun melangkah pergi menuju kamar mereka .


"Sayang , apa kau mau tidur juga ?"tanya Vero pada Shila yang duduk di samping nya .


"Tidak sayang , aku mau bersandar saja di bahu mu ." ucap Shila yang menyimpan kepala nya di bahu Vero , Vero hanya tersenyum dan memeluk istri nya itu .


"Sayang ? mama kapan pulang ?" tanya Shila.


"Tidak tahu sayang , mungkin masih lama karena mama harus menunggu mama Devia yang sedang sakit ." jawab Vero .


"Mama Devia itu siapa sayang ? kakak nya mama ?"


"Hmmm..

__ADS_1


" Aku belum cerita nya ? Mama itu punya saudara kembar seperti anak - anak kita , Mama Delia sama Mama Devia itu kembar saudara namun , mama Devia memang punya penyakit dari kecil yang membuat nya harus terus kontrol , chek up hampir setiap bulan nya ke dokter , dan karena Mama Devia punya penyakit yang sulit di sembuhkan membuat Mama harus terpisah dengan kakak nya yang harus tinggal di sidney untuk pengobatan nya .


"Kasihan sekali ? Apa mama Devia punya anak ?" Vero menggeleng .


"Mama Devia menolak untuk menikah , karena dia berpikir hidup nya tidak akan lama lagi karena penyakit yang dia derita .. Dan , tidak mudah mencari laki - laki yang bisa menerima kekurangan nya , jadi mama Devia mempercayakan semua aset keluarga kepada mama termasuk perusahaan yang aku kelola sekarang .


" Apa kamu pernah bertemu mama Devia? "


"Dulu , aku tinggal lama di sidney untuk menemani mama Devia , mama Devia juga meminta aku untuk memanggil nya mama , namun saat dewasa aku harus kembali ke tanah air dan meninggalkan mama Devia sendiri , rasa nya berat untuk meninggalkan nya namun mama Devia meminta ku untuk pergi ."


"Kamu pasti sangat merindukan nya bukan ? Mama Devia pasti orang yang baik , semoga penyakit nya segera di angkat dan semoga cepat sembuh ."


"Aamiin."


"Kalau ada waktu aku akan mengajak mu ke sidney bertemu dengan mama Devia ." ucap Vero


"Iya Mas, aku juga ingin mengenal mama Devia , apa mirip dengan mama ? "


"Hhmm.. kalau mirip tidak terlalu , namun sama - sama cantik ."


"Pantas saja anak kita kembar , ternyata turunan dari mama ." ucap Shila yang baru tahu bahwa keturunan anak kembar nya di wariskan dari keluarga suami nya .


Shila memejamkan mata nya dan kepala nya masih menyender di pundak sang suami . Melihat istrinya terlelap tidur Vero pun ikut memejamkan mata nya .


******


Jakarta .


Meninggal nya Bagas sudah di umumkan oleh pihak kepolisian dan sekarang Bagas sedang di antar di tempat peristirahatan terakhir .


Seperti apa yang di perintahkan Vero , Alvin mengantarkan Bagas ke tempat peristirahatan terakhir nya . Setelah Bagas di semayamkan Alvin berlalu pergi melajukan mobil nya dengan kecepatan standar .


Namun Alvin tidak langsung berkunjung ke perusahaan melainkan ke kantor polisi , tempat dimana Elin berada .


Tiga puluh menit kemudian..


-----------------------------------------------


"Saudara Elin , ada yang ingin bertemu dengan mu ." seru si polisi yang membuka kan kunci pintu sel .


"Siapa ?" tanya Elin pada diri nya sendiri .

__ADS_1


"Ayo , cepat keluar ." titah polisi , Elin pun keluar dari dalam tahanan .


Sebelum bertemu Alvin tangan Elin di borgol terlebih dulu . Elin mengikuti seorang polisi yang mengantarkan nya ke ruangan jenguk .


Di sana sudah ada Alvin yang duduk , memasang wajah datar nya , Elin menatap Alvin dengan tatapan yang tak bisa di artikan . Polisi itu meninggalkan Alvin dan Elin .


"Ada apa kamu datang kemari ?" tanya Elin dengan tatapan sinis nya. Elin begitu benci pada Alvin , karena Alvin orang yang membuat nya di penjara dan di pecat oleh Vero .


"Ada kabar yang harus aku sampaikan . Entah itu kabar baik atau buruk menurut mu tapi menurut ku ini adalah kabar baik . "


"Apa aku harus senang atau sedih mendapat kabar dari mu ? Sudah katakan saja jangan bertele - tele ." ketus Elin yang sudah muak melihat wajah Alvin.


"Aku cuma ingin katakan bahwa Bos mu Bagas sudah mati !"


Elin terbelalak , mata nya membulat sempurna Elin sangat terkejut , benar - benar kabar yang tidak baik . Elin tidak mengetahui kematian Bagas karena Elin dan Bagas berbeda tahanan.


"Kenapa terkejut ? " cibir Alvin yang tersenyum smirk.


"Tidak mungkin , kamu berbohong kan ? Kamu hanya ingin menakuti ku , kamu pikir aku takut dengan ancaman mu ? Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia dan Bagas tidak mungkin mati ." ucap Elin tak percaya .


Alvin langsung memperlihat vidio Bagas saat Bagas kejang - kejang , mulut nya berbusa dan bibir nya membiru , wajah pucat sangat pucat .


Alvin dan Vero sengaja menyimpan seseorang di dalam tahanan untuk merekam detik - detik ajal menjemput Bagas .


"Kenapa bisa seperti itu ?" Elin ketakutan .


"Aku ingin memberi peringatan pada mu, kalau sampai kamu mengganggu lagi Tuan muda dan keluarga nya , aku akan pastikan kamu akan mengalami hal yang sama seperti Bagas . " ucap Alvin penuh penekanan .


Alvin berlalu pergi meninggalkan Elin yang sedang ketakutan ..


"Apa yang mereka lakukan pada Bagas ." gumam Elin ketakutan .


"Hei , sedang apa kamu melamun seperti itu cepat kembali ke sel ." titah polisi yang membawa Elin kembali ke dalam Sel .


Elin begitu takut , sangat takut . Elin masih memikirkan apa yang di lakukan Vero kepada Bagas sampai - sampai Bagas mati seketika .


Kalau Bagas mati siapa yang akan mengeluarkan ku dari tempat ini ? Arggh...kenapa Bagas harus mati ! Tidak , tidak , aku tidak ingin mati mengenaskan seperti Bagas , aku harus keluar dari tempat ini secepat nya . Aku akan balas semua perbuatan mu , aku akan memiliki mu Tuan muda , batin Elin yang duduk bersandar di pojokan, sembari memeluk kedua kaki nya .


...----------------...


Mampir juga yuk ke novel thor yang baru , semoga suka cerita nya 🙏🤗.

__ADS_1



__ADS_2