
Thor lagi pusing nih, mau up ! Eh.. suara musik keras banget ada yang lagi dangdutan nih disini 😄, buyar sudah imajinasi thor , Ya sudah lah thor tetap lanjut Up , sambil goyang kali up nya hehe !! .
Bismillah .. fokus , fokus ,fokus 💪💪
*****************
Di sebuah rumah sakit , terlihat seorang wanita bumil sedang berlari menyusuri lorong , rasa panik, cemas , khawatir menjadi satu sampai - sampai lari nya saja begitu cepat meninggalkan laki - laki di belakang nya .
"Nyonya Shila... " teriak laki - laki itu dengan nafas ngos - ngosan , yang tiada lain dan tak lain adalah Alvin . Yah , Alvin asisten tuan muda yang kini sudah kembali sehat .
Entah apa yang mereka lakukan di rumah sakit ? Shila berlari begitu cepat , sedangkan Alvin tertinggal sangat jauh , padahal Shila sedang hamil dan dia membawa beban besar sekarang , namun lari nya bagai lari maraton saja ..
Di sebuah persimpangan Shila menghentikan langkah nya , ia bingung harus melewati lorong yang mana , karena ada dua lorong di sini .
Sejenak Shila terdiam , lalu menoleh kearah Alvin yang sudah terlihat lelah .
"Alvin , dimana suami ku di rawat ? " tanya Shila . Alvin pun menunjuk ke arah kanan , yah.. belok kanan kamar anggrek no xx . Tanpa menunggu lama Shila langsung berlari ke arah kanan menuju tempat yang di tujukan oleh Alvin tadi .
"Ya.. tuhan , jantung ku hampir copot melihat Shila berlari seperti itu , dasar tuan muda , kalau Shila jatuh atau kenapa - napa aku juga yang di salahkan ! Kenapa aku harus terjebak sandiwara konyol ini sih ." gerutu Alvin sambil berlari mengikuti Shila .
Tunggu dulu, Alvin bilang sandiwara ? sandiwara apa yang di maksud Alvin ?
Flasback on
Shila tidak tahan melihat suami dan anak nya berpelukan , itu membuat Shila sedih , karena tidak mau berlama - lama melihat adegan harmonis yang membuatnya sedih akhir nya Shila pergi ke kamar nya , rasa nya tak kuat lagi jika harus melihat nya .
Setelah Shila pergi ..... Joy mendapatkan sebuah ide ! Agar mami dan papi nya kembali baikan . Joy membisikan sesuatu kepada papi nya , awalnya Vero ragu dengan rencana putra nya itu namun kenapa tidak mencoba ! Akhir nya Vero pun setuju dengan rencana putra nya , sekarang mereka tinggal menjalankan sandiwara nya .
Vero menghentikan mobil nya di depan sebuah rumah sakit , setelah sampai Vero bersama ketiga junior nya berlari melewati lorong rumah sakit lalu masuk ke dalam kamar rawat , dan kebetulan disana ada dokter pribadi nya Dr. Indra , dokter pribadi sekaligus teman Vero .
Sampai nya di sana Vero langsung meminta Dr.Indra untuk menginfusnya .
"Indra , cepat Infus saya ." titah Vero membuat Indra tertegun .
__ADS_1
"Memang nya kamu sakit apa ? Minta di infus ."
"Pokok nya infus saja , jangan banyak tanya cepat !! " gertak Vero yang sudah membaringkan tubuh nya di atas ranjang pasien .
"Ver, aku ini dokter tidak bisa sembarang infus , kamu ini kenapa sih ? kamu sehat - sehat saja ."
"Nanti aku jelaskan sekarang infus saja dulu , tenang nanti saya bayar ."
"Eh , tunggu papi , baju nya seperti nya papi harus memakai baju rumah sakit , kalau papi memakai baju rapi seperti ini mami mana percaya." saran Joanna .
Vero pun membuka baju nya dan melempar nya ke sembarang tempat bahkan jas nya menutupi tubuh Joy yang mungil .
Brukk ,
"Papi ." teriak Joy yang wajah nya tertutup jas Vero . Vero berganti pakaian dengan pakaian rumah sakit , si kembar bertugas menyembunyikan baju papi nya agar tidak terlihat dan sandiwara ini berhasil , Vero pun sudah menjelaskan kepada dokter dan suster , Indra sebagai dokter hanya geleng - geleng kepala , demi bisa berbaikan dengan orang yang di cintai nya Vero rela melakukan hal bodoh seperti ini , ini benar - benar bukan Vero yang sesungguh nya .
"Sudah saya infus ." ucap Indra " Semoga rencana nya berhasil , dan sandiwara yang kalian jalankan semoga sukses dan semoga istri mu tidak marah ya nanti ."
"Kamu harus jaga rahasia ini ."
" Tunggu dulu dokter , ada yang kurang !" Ujar si triple J yang berpikir sejenak .
"Perban ! dokter tolong berikan perban pada papi , disini ." ucap Joy yang menunjuk ke arah kening Vero .
"Apa !! Di perban juga ?" Indra mengerutkan dahi nya .
"Sudah lakukan saja apa yang di suruh anak ku , cepat hanya di perban saja kan ."
"Iya , dokter cepat , ini demi masa depan keluarga kami ." mohon Joanna pada dokter . Dokter menghela nafas sejenak lalu melakukan apa yang di perintahkan Vero .
Benar - Benar sandiwara yang sangat sempurna . Semua sudah siap dan sekarang giliran Alvin yang membawa Shila ke rumah sakit . Awal nya Alvin menolak , Alvin tidak ingin membohongi Shila , namun Alvin pun tak berdaya bila sudah di ancam oleh bos nya mau tak mau Alvin pun terjebak ke dalam sandiwara ini .
Alvin menghubungi Shila , mengabari bahwa tuan muda mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju kantor , tentu saja ucapan Alvin membuat Shila panik , kaget , dan khawatir detik itu juga Alvin menjemput Shila dan langsung menuju rumah sakit .
__ADS_1
flasback off.
Di kamar rawat , Vero masih menunggu kedatangan Shila , Vero sedikit kesal karena Alvin begitu lambat membawa istri nya . Si kembar pun tak tertinggal mereka duduk di sisi ranjang sambil menunggu kedatangan mami nya , namun sandiwara ini tidak akan sempurna kalau tidak ada air mata buaya 😆.
Si kembar Jenius , Joanna ,Jolie dan Joy mereka meneteskan sedikit demi sedikit ke dalam mata nya , kebetulan di atas nakas ada sebotol air mineral , mereka pun tidak ingin menyia - nyiakan nya dong , air mineral itu langsung di ambil nya dan demi sandiwara yang sempurna ketiga nya meneteskan air itu ke dalam mata nya , dan pipi nya biar terlihat seperti menangis .
Brukk,
Mata Vero langsung mengerjap seketika ,tangisan si kembar mulai terdengar ketika pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Shila yang sedang berjalan ke arah ranjang .
Hiks..hiks..hiks.. papi ..
Si kembar mulai menjalankan aksi nya menangis pilu .
" Mas , Mas Vero ." Shila begitu syok melihat Vero begitu pucat , dan perban yang melingkar di kening nya padahal hanya perban doang tidak ada luka apapun . hehe
"Hiks..hiks..hiks.. Mami ." si kembar berjalan dan memeluk Shila .
"Mami , Papi akan baik - baik saja kan ? Papi tidak akan meninggal kan ? " celoteh Joy yang begitu pintar berakting .
"Jangan bicara seperti itu sayang , papi akan baik - baik saja ." Shila kembali memeluk ketiga anak nya .
Jangan , meninggal dulu mas , bagaimana dengan aku dan anak - anak kita , mereka masih kecil bahkan sebentar lagi anak kita akan lahir , batin Shila
Shila menganggap bahwa Vero benar - benar terluka .
"Dokter , bagaimana keadaan suami saya ?" tanya Shila pada Indra .
"Maafkan saya , saya sudah melakukan yang terbaik namun benturan di kepala nya begitu keras ,kami harus melakukan operasi beberapa kali , dan saya tidak yakin dengan usia tuan muda , lebih baik nyonya berdoa saja semoga tuan muda masih di beri kesempatan untuk hidup ."
Sial !! si Indra bilang apa barusan ? Dia mendoakan aku mati , awas saja Indra , batin Vero .
"Apa separah itu dokter" Indra pun hanya mengangguk pelan menampilkan wajah sedih nya .
__ADS_1
"Kau kejam sekali dokter mendoakan teman mu mati ." bisik Alvin pada Indra .
"Hanya sandiwara ." timpal Indra . Alvin pun hanya bisa tersenyum , pasti tuan muda nya saat ini sedang kesal karena di doakan mati oleh sahabat nya sendiri , walau pun hanya sandiwara sih !!