Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 72


__ADS_3

"Kamu tahu ? dari mana ? ." tanya Vero yang menatap heran ketiga anak nya .


Awal nya Joy sudah prustasi ketika tidak mendapat sinyal gelang ya itu , mungkin karena saat itu Shila belum menekan tombol gelang nya sampai Joy dan Kedua kakak nya terus mencari dan melacak lewat beberapa akun medsos . Di saat si kembar mulai lelah dan menyerah tiba - tiba komputer Joy menyala memberikan tanda peringatan , Di saat itu Joy sangat senang karena mendapat sinyal GPS dari gelang nya .


"Oh , iya mama baru ingat , sebelum ke sidney Joy memberikan sebuah gelang pada Shila untuk selalu di pakai nya . Syukurlah karena gelang itu kita bisa tahu dimana Shila sekarang ." Ujar Delia yang baru sadar akan gelang itu .


"Alvin , kita pergi sekarang ." ajak Vero setelah mendengar penjelasan dari Joy Alvin pun mengangguk " Siap Tuan muda ." Alvin bangun dari duduk nya .


"Ayo , lets go ." si kembar begitu semangat untuk pergi namun langkah nya di sanggah oleh Vero .


"Kalian mau kemana ? ." ucap Vero yang menghalangi jalan si kembar .


"Bukannya kita akan bertarung ? kita akan menyelamatkan mami kan ." ucap Joanna .


"Tidak , kalian tidak boleh ikut biar papi saja yang pergi ya ." Vero belum tahu kehebatan si kembar , jadi Vero tidak mengijinkan si kembar untuk ikut .


Joanna , Jolie dan Joy pun saling tatap satu sama lain lalu kembali menatap Vero di depan nya . " Apa papi tahu dimana mami sekarang ? ." tanya Joy datar .


Vero memang tidak tahu , karena hanya Joy lah yang tahu keberadaan Shila.


"Beri tahu papi dimana letak GPS nya , oke ." bujuk Vero yang mencoba mengambil tab dari tangan Joy . Namun Joy tidak memberikan nya .


"Karena papi tidak tahu , jadi kita harus ikut ." ucap Joy yang tersenyum penuh arti lalu melangkah gontai melewati Vero yang ada di depannya .


"Mereka pikir ,ini pertarungan monopoli , bisa - bisa mereka juga ikut di culik nanti." ucap Alvin yang tak habis pikir pada si kembar yang menganggap enteng sebuah pertarungan.


"Tuan muda bagaimana ini , apa yakin mereka tidak akan buat kekacauan ?." Alvin takut si kembar bukan nya membantu malah membuat kekacauan nanti nya .


Namun tidak ada pilihan lain , saat ini bukan waktu untuk berpikir Vero dan Alvin segera berlari menuju mobilnya yang sudah ada si kembar di dalam nya .


Setelah masuk ke dalam mobil nya masing - masing . Alvin dan Vero pun melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi dan Alvin mengikuti Vero dari belakang .


****


Shila masih tidak menyangka kalau ini semua rencana Tissa . Shila masih bersembunyi di balik pilar , melihat keadaan sekitar yang sudah sepi dan tidak lagi terlihat para penjaga , Shila pun melangkah kembali untuk keluar dari tempat itu . Namun saat akan melangkah


Sreekk ..


Baju dalam tidur nya Shila robek terkena goresan paku yang terdapat pada pilar , Mata Shila membulat sempurna ketika melihat bawah baju nya robek yang memperlihatkan paha mulus nya . Mungkin kalau Vero melihat itu entah apa yang akan Vero lakukan pasti Vero tidak rela tubuh mulus istrinya terlihat oleh orang lain.


"Wow , mulus nya ."


Shila , terbelalak mendengar suara seseorang yang tak lain adalah Vicky .


Shila menatap nya dengan tajam . Vicky tersenyum penuh arti apalagi ketika melihat bagian baju Shila yang robek yang memperlihatkan tubuh sexy nya .

__ADS_1


"Apa kau sengaja menggoda ku Shila ." Ucap Vicky yang berjalan mendekat ke arah Shila dengan senyum smirk nya . Shila pun perlahan mundur namun Shila tidak bisa mundur lagi karena langkah nya tertahan oleh tembok pilar di belakang nya .


Shila , kamu harus tenang jangan takut , pikirkan apa yang harus kamu lakukan sekarang . Ayo Shila .. pikir .. pikir..


Batin Shila dalam hati nya . Namun sebenar nya Shila tidak bisa tenang apalagi sekarang Vicky mulai mendekat sampai jarak antara mereka begitu dekat


Srekk..


Vicky merobek luaran baju piyama Shila yang menutupi tubuh nya dan memperlihatkan bagian dada nya . Shila sangat terkejut ketika Vicky merobek baju nya , Namun tidak dengan Vicky dia tersenyum lebar .


"Jangan pernah menyentuh ku ." gertak Shila gugup .


"Kalau aku menginginkan nya bagaimana ?." Ujar Vicky tersenyum sinis .


Shila menggerakkan tangannya untuk memukul Vicky, namun Vicky lebih dulu mencekal nya . Lalu Shila kembali menggerakkan tangan yang satu nya namun tetap sama tangan itu di cekal oleh Vicky dan sekarang Vicky menggenggam erat kedua tangan Shila yang di letakan di atas bahunya , Vicky eratkan pada tembok di belakang nya .


Vicky mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Shila, menyusuri leher nya , wajah nya dengan bibir nya . Shila ingin sekali menjerit bahkan kini Shila sudah berderai air mata , Shila tidak sudi tubuh nya di sentuh oleh pria biadab seperti Vicky .


Vicky begitu menikmati setiap kecupannya . Hal yang di nanti - nantikan selama ini akhir nya tercapai dia bisa menyentuh , mengecup tubuh wanita pujaan nya itu . Tanpa memperdulikan wanita di hadapannya yang sudah berderai air mata .


Ach..


Jerit Vicky , ketika ingin mendaratkan bibirnya pada bibir Shila , Shila menendang kejantanan nya membuat Vicky meringis kesakitan .


Shila berlari menjauh dari Vicky namun saat ingin berlari tiba - tiba tangan nya di cekal seseorang , membuat langkah nya terhenti . Shila pun berbalik melihat siapa orang yang sudah mencekal nya .


"Halo , Shila akhir nya kita bertemu lagi ya , gimana ? apa kamu terkejut ?"


"Jadi ini rencana kamu Tissa ?"


"Ya , kenapa ? mau marah ? asal kamu tahu Shila , aku tidak akan pernah biarkan kamu bahagia setelah apa yang telah kamu lakukan pada ku ."


"Apa marah ? justru aku sedih melihat kamu seperti ini ." ujar Shila


"Sedih ?"


"Ya , sedih . Kamu rela meminjam uang demi hidup mu yang mewah dan kamu jadikan aku sebagai jaminan ? kenapa tidak kamu saja yang memenuhi hasrat nya Vicky kamu bisa jadi istri nya kan ? atau simpanan nya jadi .. kamu tidak perlu mengorbankan orang lain hanya demi uang ." ucapan Shila membuat Tissa marah sampai mencengkram tangan Shila kuat .


Shila yang merasa kesakitan pun melawan dan berusaha mendorong Tissa. Namun karena kondisi Shila yang tengah hamil juga karena Shila tidak memakan apapun dalam seharian ini , Shila pun tidak kuat lagi untuk melawan Tissa yang begitu kuat .


Ach..


Shila tersungkur ke atas lantai , Tissa tersenyum melihat Shila yang terjatuh dan merasa kesakitan .


Ach.. Ach..

__ADS_1


Jerit Shila sembari memegang perut rata nya , Shila merasa sakit yang sangat hebat pada perut nya .


"Ach.. perut ku , perut ku sakit sekali " gumam Shila yang meringis kesakitan .


Tissa hanya tersenyum sinis .


"Sakit ? mau aku obati ?." Entah apa yang akan Tissa lakukan , Tissa berjalan mendekati Shila yang masih meringis sambil memegang perut nya . Shila tak henti - henti nya menjerit , menahan rasa sakit nya itu.


"Aku ingin , kamu mati sekarang Shila ." ucap Tissa yang berjalan ke arah Shila dengan pisau kater di tangan kanan nya yang sudah siap untuk menusuk Shila di hadapan nya .


"Selamat tinggal Shila ."


Bugh..


Hampir saja pisau itu melayang pada Shila , Namun semua itu terhindari karena seseorang mendorong Tissa dari belakang , membuat Tissa tersungkur ke atas lantai dan pisau kater yang dia pegang menggores tangan nya sendiri .


"Aww.. " jerit Tissa saat pisau itu melukai tangan kiri nya .


"Tidak ada yang bisa melukai Shila ."


"Vicky." Tissa terkejut ketika tahu bahwa Vicky yang mendorong nya . " Apa yang kamu lakukan Vic ? kamu gila ya ? kamu mau bunuh aku ?" pekik Tissa .


"Justru kamu yang akan membunuh Shila , aku tidak akan biarkan kamu lakukan itu ." ucap Vicky dengan tegas . Vicky pasti tidak rela wanita yang di cintai nya itu di lukai.


Tissa dan Vicky saling debat , tanpa memperdulikan Shila yang sedang kesakitan .


Brugh..


Tiba - tiba ada suara bantingan pintu , suara nya terdengar begitu keras sampai ke telinga Vicky dan Tissa yang berada di ruangan tengah .


"Suara apa itu ?." Ujar Vicky


"Bos , ada penyusup ." ucap anak buah Vicky yang tiba - tiba datang dengan nafas terengah - engah .


"Penyusup ?." ucap Tissa dan Vicky bersamaan .


Dugh.. tiba - tiba ada pesawat mainan yang mengenai kepalanya Vicky .


"Pesawat mainan siapa ini ." ucap Vicky yang memegang pesawat mainan yang di kendalikan remote kontrol itu.


Dugh..


"Aww.. ." jerit Vicky ketika pesawat mainan itu menusuk mata nya . Membuat Vicky menjadi geram dan kesal karena pesawat itu terus - menerus menyerang nya dan tidak bisa dia hentikan ketika ingin menyentuh nya pesawat mainan itu selalu terbang tinggi ke atas dan tak bisa diraihnya.


"Tissa kenapa kamu diam saja bantu aku ." teriak Vicky pada Tissa . Tissa pun bingung apa yang harus dia lakukan sedangkan tangan kanan nya sangat sakit karena tertusuk pisau tadi .

__ADS_1


Tissa dan Vicky di sibukkan dengan pesawat mainan itu , Tissa mencoba mengambil nya dan Vicky mencoba menghindarinya .


__ADS_2