
Zeni sudah kembali ke ruang kerja nya dan sekarang sedang diam mematung duduk di kursi kerja nya , tangan nya terus menyentuh bibir nya .
Zeni masih tidak percaya Alvin mencium bibir nya . Wajah Zeni manjadi merah merona ada rasa malu juga bahagia di atas kepala nya kini di penuhi kupu - kupu yang berwarna .
"Alvin ternyata agresif juga , apa aku mimpi , Alvin benar - benar mencium ku tadi aaaa.. ." Zeni lupa kalau dirinya sedang ada di kantor semua mata tertuju pada nya Zeni benar - benar menggila.
"Zeni , kamu tidak apa - apa ?." tanya teman kerja nya .
"Ya , aku baik - baik saja it's okay , kalian kembali saja bekerja " ucap Zeni gugup karena malu .
Zeni ini di kantor , kalau kamu berteriak seperti tadi semua orang bisa menganggap mu gila.
batin Zeni dalam hatinya sembari menutupi wajah nya dengan sebuah file dokumen .
Tidak hanya Zeni sepertinya Alvin pun merasakan hal yang sama . Kita intip yuk! Alvin kira - kira sedang apa ya ??
Alvin mondar - mandir tak jelas di depan meja kerja nya lalu duduk dan bangun lagi , duduk lagi bangun lagi terus dia lakukan seperti nya Alvin sedang gelisah .
Alvin kembali duduk menarik nafas nya pelan - pelan lalu di hembuskan, terus dan terus di ulangi nya .
"Ya tuhan ada apa dengan ku , kenapa jantung ku terus berdebar seperti ini ." Alvin menepuk - nepuk dada nya sepertinya Alvin belum bisa menetralkan jantung nya .
"Apa yang aku lakukan tadi pada Zeni , bagaimana nanti kalau aku bertemu Zeni ? Apa Zeni akan meminta pertanggung jawaban ku ." Alvin terus meronta - ronta . ya.. wajar saja Alvin seperti itu karena ini kali pertama nya bagi Alvin . Berkencan saja belum pernah apalagi mencium wanita .
Namun entah kenapa saat bertemu Zeni Alvin langsung mencium nya begitu saja . Alvin pun tidak tahu apa yang dia rasakan saat itu .
Alvin meneguk air minum di depan nya agar hati nya lebih tenang . Lalu Alvin menyenderkan tubuh nya pada kursi , mata nya menatap kosong pada atap langit, bayang - bayang Zeni pun terus menghantui nya .
****
Hari ini Shila di izinkan pulang , kondisi nya sudah stabil Shila di jemput Delia juga si kembar namun Delia sudah pulang terlebih dulu sekalian membawa barang - barang Vero dan Shila .
Si triple J tidak ikut, mereka meminta pulang bersama mami dan papi nya .
Shila berada di jok depan bersama Vero sedangkan triple J berada di jok belakang .
Saat di perjalanan pulang Shila merasa lapar dan ingin makan yang manis - manis dan dingin .
"Mas , aku laper pengen yang manis - manis ." ucap Shila sembari mengelus perut nya .
"Kamu laper sayang ? ya udah kita mampir ke restoran dulu ya ." ucap Vero sembari mengelus lembut rambut Shila .
__ADS_1
"Mami bucin " cibir Joanna yang melihat rambut Shila di elus oleh papi nya .
"Papi aku juga mau dong di sayang papi ." ucap Jolie yang memajukan bibir nya gemas .
"Sini biar aku elus ." timpal Joy yang mengelus lembut rambut Jolie ." Aku juga bisa kalau cuman mengelus seperti ini ." sambung Joy . yang membuat Shila dan Vero tertawa melihat tingkah anak nya itu .
"Stop ."
Ckitt.. Vero menginjak rem mobil nya mendadak begitu mendengar Shila mengucapkan kata ' stop ' . Mengejutkan si kembar yang di belakang nya . " Papi kenapa berhenti tiba - tiba ." pekik Joy .
"Maafkan papi nya sayang , kalian tidak apa - apa kan ? ." Vero membalikan badannya untuk melihat keadaan si kembar .
"Sayang ada apa ? kok suruh berhenti ?." Vero beralih menatap Shila di samping nya .
"Aku mau itu ." tunjuk Shila pada sebuah gerobak kecil yang berjualan es cendol .
"Es ? " Shila pun mengangguk dengan wajah memelas .
"Sayang kita cari di restoran atau cafe aja ya ? kamu bisa pilih mau es apa tapi jangan yang itu , itu gak sehat sayang aku gak mau nanti bayi kita kenapa - napa karena makan - makanan jalanan gitu ya ? mau ya ? kita ke restoran aja ya ."
"Nggak mau ." bibir Shila mengerucut
"Sayang.." ucap Vero tertahan karena Shila merengek .
Vero pun tidak bisa melarang nya lagi apalagi Shila sudah memasang wajah cemberut nya ." Iya , aku beliin kamu jangan ngambek lagi dong ." Shila pun tersenyum mendengar ucapan Vero.
"Bener nya mas ? beliin ." ucap Shila manja sembari memperlihatkan senyum manis nya .
"Iya ." Vero pun pasrah dan menuruti kemauan Shila .
"Sayang kalian mau es juga gak?" Shila terkejut saat ingin menawarkan si kembar apa mau es atau tidak ternyata si kembar sudah tidak ada di dalam mobil . Memang mereka hobi sekali menghilang .
"Mas , anak - anak kemana ? ." Shila dan Vero terkejut tidak melihat si kembar . Shila jadi panik namun Vero mencoba menenangkan nya.
Tok,tok,tok.
Tiba - tiba ada seorang pria yang mengetuk kaca mobil . Shila pun membuka kaca tersebut ." Ada apa ya pak ?" tanya Shila pada seorang pria yang membawa segelas es cendol di tangan nya.
"Ini pesanan ibu ." ucap pria itu ya g menyodorkan gelas nya . Shila pun bingung padahal dia belum memesan Es cendol itu .
"Kapan saya pesan ya pak ? kamu yang pesan mas ?" tanya Shila yang menatap Vero namun Vero menggeleng dia pun heran .
__ADS_1
"Saya di suruh anak - anak itu bu ." tunjuk si penjual ke arah gerobak nya yang memperlihatkan si kembar sedang duduk santai sambil memakan es cendol nya .
Shila dan Vero pun menghela nafas , merasa lega karena melihat si kembar baik - baik saja .
"Kebiasaan , tidak pernah bilang kalau mau pergi . "gerutu Shila lalu mengambil es cendol nya ."Makasih ya pak ." ucap Shila yang mengambil es cendol nya .
"Sama - sama bu ."
"Oh iya semua nya berapa ? "
"40 ribu bu ." Vero pun memberikan uang seratus ribu pada si penjual dan menolak untuk di beri kembalian . Si penjual pun sangat senang dan berterimakasih setelah itu berjalan menuju gerobak nya .
"Anak ku memang mengerti kalau mami nya pengen es cendol gak kaya papi nya ." ucap Shila namun mata nya melirik pada Vero di samping nya .
"Aku bukan tidak mengerti , tapi aku gak mau kamu makan sembarangan nanti sakit ." bantah Vero .
"Bukti nya aku sehat - sehat aja kok mas , aku sering makan es cendol dari dulu lo mas aku gak kenapa - napa kan mas ."
"Iya , iya ."
"Mau mas ? " Shila menawarkan es nya pada Vero .
"Nggak , kamu aja yang makan ."
"Ya udah , aku abisin aja ."
Vero hanya menatap Shila yang sedang memakan es cendol nya , Vero pun tersenyum karena melihat Shila bahagia .
Bugh..
Si kembar yang baru masuk ke dalam mobil membanting pintu nya keras membuat Vero terkejut namun tidak dengan Shila karena sedang menikmati Es cendol nya.
"Sudah kenyang ? " tanya Vero pada si kembar .
"Belum papi aku masih lapar ." jawab Jolie yang memang tidak pernah merasa kenyang .
"Ya udah kita makan dulu di restoran ya ."
"Asik ." ucap si kembar kompak
"Tapi ingat ! jangan kabur - kaburan lagi ."
__ADS_1
"Oke papi ."
Setelah itu Vero kembali melajukan mobilnya menuju restoran .