Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 52


__ADS_3

Sesampainya di kantor Vero meminta Alvin untuk memblokir semua berita yang menyiarkan tentang penjualan saham PT .Adithama sejahtera. Karena Vero takut Shila akan mengetahui nya dan itu akan membuat Shila hancur bagaimana tidak perusahaan yang ayahnya dirikan di jual begitu saja .


Entah apa tujuan Rani yang ingin menjual saham perusahaan milik Adithama itu setelah dia merebut nya dari Adi dan Shila sekarang Rani akan menjualnya benar - benar tidak punya perasaan .


Saat ini Rani dan Tissa sedang stres memikirkan perusahaan yang saham nya turun drastis , setelah data - data perusahaan yang sempat dibocorkan


Rani tidak tahu cara apalagi untuk bertahan , yang pasti Rani bukan ingin mempertahankan perusahaannya melainkan yang Rani pikirkan adalah uang . Rani tidak ingin terus merugi jadi Rani memilih untuk menjual perusahaannya dari pada harus membayar gajih karyawan yang sudah lama menunggak.


"Mama , apa mama yakin kita akan menjual perusahaan papa ? ." tanya Tissa .


"Apalagi yang harus kita lakukan , kamu tahu keuangan kita sekarang menipis gara - gara harus membayar gaji karyawan dan kamu tahu? sebulan yang lalu mama dapat tagihan kartu kredit, dengan jumlah 100 juta , bagaimana mama tidak Syok uang sebanyak itu hilang begitu saja ." Ujar Rani kesal yang tak menyadari bahwa kartu kreditnya di retas oleh Joy yang di pakai saat berbelanja di mall saat itu . Yang di pakai untuk membeli boneka bear juga di pakai untuk makan - makan .


"Apa papa tahu tentang hal ini ? ." tanya Tissa .


"Tidak , papa kamu tidak boleh tahu bisa kacau nanti kalau tahu ." ujar Rani .


"Benar juga , kalau papa tahu bisa - bisa Shila juga tahu ." ucap Tissa .


"Ma apa gak sebaiknya kita jual rumah ini juga, setelah itu kita pergi dari negri ini , kita bisa ke singapur , london , amerika kemana saja iya kan ma dan kita akan memulai hidup baru di sana biar mereka tidak bisa ganggu kita lagi ." ucap Tissa yang memberi ide dan ide itu sangat di sukai oleh Rani ibunya .


"Bagus juga ide kamu , kita jual rumah ini setelah itu kita akan mendapatkan uang yang banyak lalu kita pergi ke luar negri . " ucap Rani yang senang mendengar ide cemerlang dari Tissa .


"Biarkan saja kalau si tua bangka itu mau tinggal disini nanti juga dia akan di usir . " ucap Rani yang tersenyum licik .


"Akhirnya kita bebas juga ma dari mereka , tidak ada lagi Shila dalam hidup ku ." ucap Tissa yang menarik ujung bibir nya dan tersenyum senang .


Bagaimana tidak senang mereka akan segera mendapatkan uang banyak dari hasil pelelangan saham dan rumah .


"Oh iya , ma kapan pelelangannya ?." tanya Tissa


"Besok , begitu juga rumah ini dan mama yakin kalau kita jual perusahaan beserta rumah ini bersamaan akan terjual mahal , apalagi rumah ini yang cukup besar . Dan saat pelelangan besok kita pertahankan harga yang cukup tinggi ." ucap Rani tersenyum tipis .


Tanpa mereka ketahui Bi Inem mendengar ucapan mereka. Bi Inem langsung memberitahukan Shila tentang niat jahat Rani yang akan menjual rumah nya . Tapi Bi Inem tak sempat mendengar pembicaraan Rani dari awal jadi Bi Inem tidak tahu bahwa perusahaan juga akan di jual.


"Halo Non Shila ? ." ucap Bi Inem pada sambungan telepon .


"Iya Bi ada apa ? apa ada sesuatu terjadi pada papa ? ." tanya Shila di ujung sana .


"Ini Non , gawat ."


"Gawat apa Bi ? ."


"Nyonya mau menjual rumah ini ." ucap Bi Inem yang membuat Shila terlonjak kaget .

__ADS_1


"Apa ? kapan ? ."


"Bibi dengar barusan Nyonya dan Non Tissa bicara " ucap Bi Inem gugup .


"Apa papa tahu hal ini Bi ? ." tanya Shila cemas .


"Tidak , non Bibi belum memberitahu Tuan ." ujar Bi Inem.


"Jangan beritahu papa dulu nya bi , Shila akan pikirkan caranya bagaimana Shila mencegah mama Rani untuk menjual rumah itu , Bi kabarin Shila kapan mereka mulai melelang nya ." ujar Shila . Bi Inem pun mengiyakan . "Iya non " setelah itu tidak ada percakapan lagi diantara mereka , telepon pun di tutup .


"Bagaimana ini ." gumam Shila cemas .Tapi Shila tidak tahu bahwa perusahaannya juga akan di jual .


Hari ini Shila mendapat kabar yang tidak baik mengenai rumah nya . Dan Shila tidak bisa diam diri seperti ini saja , harus melakukan sesuatu. Shila pun memutuskan untuk pergi menemui Rani dan Tissa .


Disaat menuruni tangga Shila berpapasan dengan Vero yang baru saja pulang dan akan menuju kamar nya .


"Mau kemana ? ." tanya Vero dingin .


"Saya harus keluar sebentar ." jawab Shila yang di tahan Vero .


"Tidak , aku tidak mengizinkan mu keluar ." ucap Vero dengan tatapan tajamnya yang mencekal tangan Shila.


"Tapi mas ." Vero tetap tidak memberikannya izin karena di luar sana masih banyak orang yang membicarakan tentang PT .Adithama sejahtera yang akan di jual dan akan di lelang di hari esok .


"Mas."


"Tidak , pokoknya kamu harus nurut sekali tidak ya tidak ." bentak Vero yang membuat Shila marah dan berlari menuju kamarnya .


Vero yang melihat sikap Shila seperti itu hanya menghela nafas nya ." Aish , kenapa aku membentak nya ." gumam Vero yang menyesal karena telah membentak Shila istrinya.


Vero melangkah menuju kamar nya untuk menemui Shila, di dalam sana Shila sedang duduk dibibir ranjang sambil menangis . Vero yang melihat itu pun langsung menghampiri Shila dan meminta maaf .


" Maafkan aku , aku tidak ada maksud untuk membentak mu ." ucap Vero yang duduk di samping Shila . Tapi Shila tak menatap Vero sama sekali.


"Kenapa kamu melarang ku keluar mas ? " ucap Shila yang memalingkan wajahnya


"Aku bukan melarang mu tapi.. " ucap Vero yang di sanggah Shila .


"Tapi apa ? asal kamu tahu mas , aku keluar rumah karena ingin mempertahankan rumah ku satu satu nya yang ingin di jual oleh mama Rani " ucap Shila yang menahan amarah .


"Jadi , mereka juga akan menjual rumah itu ." batin Vero yang tidak menyangka selicik ini Rani dan Tissa . Vero menangkup wajah Shila mendekatkan dengan wajahnya ." Jangan marah dulu , coba jelaskan dari mana kamu tahu ?." sambung Vero .


"Bi Inem yang bilang , Bibi mendengar pembicaraan mereka saat bilang akan menjual rumah dan pergi ke luar negri ." ucap Shila yang masih menangis

__ADS_1


"Jadi mereka juga akan kabur , licik sekali ." batin Vero yang tersenyum sinis .


"Aku tidak rela jika rumah itu di jual apalagi di miliki orang lain , kamu tahukan rumah itu sangat berarti untuk ku ." ucap Shila yang terus menangis .


"Sudah , jangan menangis ." ucap Vero yang memeluk Shila . " Aku janji rumah itu tidak akan jatuh ke tangan siapapun . walaupun rumah itu terjual akan ku pastikan rumah itu akan menjadi milik mu ." ucap Vero yang menyakinkan Shila seraya memeluk Shila agar tidak menangis lagi .


"Sudah jangan menangis ." ucap Vero yang mencium ujung kepala Shila .


"Mami papi ." ucap Si kembar yang tiba - tiba muncul . Selalu saja mengganggu momen indah antara papi dan mami nya.


Mendengar sahutan si kembar Vero pun melepas pelukannya . Begitu juga Shila menghapus air matanya .


"Kalian sudah pulang , kemari ." ujar Shila si kembar pun berlari ke arah Shila dan Vero


"Mami , mami sedih karena nenek lampir ya ." ucap Jolie


" Mami , pasti sangat sedih karena perusahaan akan di jual ." celetuk Joy , yang membuat Shila tercengang terutama Vero yang langsung membulatkan kedua bola matanya yang melototi Joy .


"Kenapa mata papi melototi ku ? ucap Joy yang melihat mata Vero melototi nya . Mendengar ucapan Joy Shila pun beralih menatap Vero .


" Apa kamu tahu tentang ini mas ? ." tanya Shila yang menatap tajam mata Vero .


Vero pun tidak bisa menyangkal nya lagi terpaksa Vero harus memberitahu Shila sebenarnya . " Iya ." ucap Vero membuat Shila kecewa karena tidak memberitahunya .


"Apa ? kabar sepenting ini kamu tutupi dari aku mas ? itu perusahaan papa ku aku berhak tahu kenapa kamu tutupi ." ucap Shila yang kecewa .


"Hei, hei , dengarkan dulu , aku ada alasan nya ." ucap Vero yang mencoba meredakan amarah Shila .


"Alasan apa lagi mas , aku kecewa sama kamu mas hal sepenting ini kamu tutupi dari aku ,justru aku yang harus ada saat ada masalah seperti ini aku harus tahu ." ujar Shila yang tak henti .


Sedangkan si kembar menonton perdebatan mereka dengan tatapan bingung


" Kenapa mami dan papi bertengkar lagi ." ucap Joanna .


"Kali ini gara - gara kau Joy ." ucap Jolie


"Aku , apa salah ku ." timpal Joy dingin.


"Huh, orang dewasa memang membingungkan ." ucap si kembar kompak seraya membulatkan kedua bola matanya .


Sedangkan Shila masih terus mengoceh , tidak memberi kesempatan untuk Vero berbicara . Vero pun sudah lelah menghadapinya . Tidak ada cara lain selain membekap mulut istrinya .


Vero mengambil bantal yang ada di samping nya lalu bantal itu dia arah kan ke arah mata si kembar agar menutupi matanya . Karena bantal yang besar mampu menutupi wajah mungil milik Joanna , Jolie , dan Joy .

__ADS_1


Setelah bantal itu menutupi pandangan mereka Vero langsung membungkam mulut Shila dengan kecupan lembutnya dan itu berhasil membuat Shila terdiam .


__ADS_2