Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 104


__ADS_3

"Kasihan.. " ucap si kembar kompak setelah mendengar semua cerita papi nya itu .


"Jadi , begitu cerita nya ? padahal kenapa aunty harus marah kan tinggal buang saja lipstik nya ." celoteh Stella .


"Stella mami ku marah karena lipstik itu , walau pun di buang tidak akan meredakan amarah mami ." timpal Joanna .


"Papi jangan sedih , sekarang papi tidur saja dengan ku ." ujar Joy yang menepuk - nepuk bahu papi nya .


"Papi tidak bisa tidur kalau mami masih marah sayang ! Sayang anak - anak papi yang tampan , cantik , pintar bantu papi ya please!!" Vero membujuk ke tiga anak nya itu .


"Bantu apa papi ? " tanya Jolie


"Bantu papi sama mami baikan , bujuk mami agar tidak marah lagi please !!"


"Bagaimana cara nya papi ? aku tidak bisa nanti kalau mami semakin marah bagaimana ." celoteh Joanna .


"Iya , benar aku tidak mau nanti mami marah pada ku juga ." timpal Joy .


Seperti nya harus dengan cara lain agar si kembar mau membantu nya . Vero merogoh saku jas nya lalu mengeluarkan beberapa black card milik nya . " Kalau ada yang membantu papi baikan sama mami, papi akan berikan kartu ini pada orang itu , karena bagi papi mami adalah segala nya tidak penting berapa banyak uang yang ada di dalam kartu ini , papi akan relakan !"


Triple J terbelalak ketika melihat black card yang di pegang Vero ,begitu juga dengan Stella . Walau pun umur mereka masih kecil mereka sudah mengerti apa itu black card . Senyum mereka menjadi merekah mata puppy eyes nya sudah terlihat pasti mereka punya pikiran yang sama kalau black card itu menjadi milik nya mereka pasti puas belanja apapun .


Tanpa menunggu lama Joy langsung mengambil black card itu .


"Tenang papi aku akan membantu papi , benar kan kak ?" ujar Joy yang melirik ke arah Joanna dan Jolie .


"Iya benar papi , tenang saja urusan beginian serahkan pada kami ." ucap Jolie antusias .


"Tapi ,janji ya papi ini kartu akan menjadi milik kami ." ujar Joanna ,


"Apa kalian tidak akan mengajak ku ." timpal Stella yang di acuhkan sedari tadi .


"Tentu saja ." ucap Jolie .


"Lalu apa rencana kalian ? " tanya Vero yang tersenyum ke arah empat bocah di depan nya .


"Rencana ? ayo pikirkan ." titah Joy pada kedua sodara nya . Mereka pun berpikir begitu lama cara apa yang bisa membuat mami papi nya baikan .


"Aku tahu !" ucap Stella dengan senyuman nya .


"Kau sudah dapat ide ? " tanya Joy pada Stella .


"Tentu saja , aku sudah sering melakukan nya ." jelas Stella .


Senyum Vero pun mengembang ketika Stella sudah mendapatkan ide ." Katakan pada uncle sayang bagaimana cara nya ? " ucap Vero lembut


"Tunggu dulu uncle , aku akan bilang rencana ku ini asal uncle telepon dulu momy dan daddy ku bilang aku menginap di sini uncle ."


"Itu gampang , uncle akan menghubungi daddy mu ." ucap Vero yang langsung menghubungi tuan Emran ayah nya Stella .


"Sudah ." Vero menutup telepon nya ketika sudah menghubungi ayah Stella.

__ADS_1


"Sekarang katakan apa rencana mu ? " ujar Jolie .


"Kamu yakin rencana mu akan berhasil ?" tanya Joy dengan tatapan tajam nya .


"Tenang saja aku sudah sering melakukan nya , ini sih masalah kecil !! pertama - tama wanita itu sangat menyukai dengan suasana romantis , dinner , dan.. bla bla bla bla bla ." Stella berbicara panjang lebar , menyusun semua rencana nya .


Kenapa Stella bisa tahu hal - hal romantis ? karena Stella sering melakukan nya dengan sang daddy ketika harus membuat kejutan untuk sang mommy .


"Kalian mengerti ? uncle apa uncle mengerti ?" Vero dan si kembar pun mengangguk .


"Oke , ayo kita laksanakan . Papi tunggu saja di bawah biar kami yang bekerja oke papi ." Vero tersenyum bahagia ketika melihat anak - anak nya begitu mendukung nya . Mereka sibuk menjalankan rencana nya yang di bantu para pelayan sedangkan Vero masih menunggu di depan pintu berharap Shila akan membuka pintu nya .


****


Di tempat lain , seorang wanita sedang kesal mendapat telepon dari orang yang selalu menyuruh nya .


"Aku mau kamu , mendapatkan semua file - file perusahaan wallandou group secepat nya . Aku tidak bisa menunggu lagi ." ujar seseorang di ujung sana .


"Apa kamu bisa sabar sedikit ? Aku saja baru sehari bekerja kalau kamu tidak bisa menunggu lakukan saja sendiri ." ucap wanita itu kesal yang tak lain adalah Elin .


"Oke , aku akan menunggu tapi ingat !! kamu harus melakukannya sesuai rencana kita, jangan sampai kamu menyukai nya aku hanya menyuruh mu untuk menggoda nya saja mengerti !"


"Aku tidak mau rencana kita gagal nanti hanya karena kamu menyukai nya ."


"Iya, iya , bawel banget sih ! "


Tut. Elin menutup sambungan telepon dengan sepihak , Elin begitu kesal kerena orang itu terus saja menekan nya .


"Pasti sekarang sedang terjadi pertengkaran hebat di rumah mu itu Tuan muda , aku bisa bayangkan bagaimana sensitif nya wanita hamil ." gumam Elin yang tersenyum smirk .


****


Kediaman Alvero


Si kembar , dan Stella sudah selesai menjalankan rencana nya kini tinggal beraksi .


Tok,tok,tok,


Joanna , Jolie dan Stella mengetuk pintu kamar Shila .


"Mami , mami buka mami ."


"Aunty , please buka pintu nya ini gawat Aunty ."


"Mami , mami ."


Cklek,


Shila membuka pintu nya , mata nya terlihat sembab mungkin karena menangis .


"Ada ,apa ? kenapa kalian berteriak ."

__ADS_1


" Mami , Joy.. mami , Joy .. " teriak Joanna seperti orang panik .


"Joy aunty , Joy.. " ujar Stella


"Ada apa dengan Joy ? kenapa ? "


"Joy .. Joy pingsan Mami ." ujar Jolie yang sama panik nya .


" Joy pingsan !" Shila begitu panik ketika mendengar Joy pingsan .


"Iya mami , tolong Joy mami "


"Dimana sekarang ? kenapa bisa pingsan ."


"Joy ada di halaman belakang , ayo mami kita kesana !aku takut Joy kenapa - napa mami ." ujar Joanna yang menarik tangan Shila .


" Kenapa Joy bisa pingsan ? lalu dimana papi kalian ?" Shila panik sambil melangkah mengikuti Joanna dan Jolie menuju halaman belakang .


"Aku tidak tahu papi dimana mami ." timpal Jolie .


"Aunty aku takut , hidung Joy berdarah Joy langsung pingsan begitu saja , aunty Joy akan baik - baik saja kan !" Stella memang paling jago berakting Shila sampai panik di buat nya , bahkan Joanna ,Jolie dan Stella pun begitu panik seakan - akan memang Joy sedang dalam keadaan tidak baik - baik saja .


Shila mempercepat langkah nya menuju halaman belakang , perasaan nya benar - benar berkecamuk . Belum juga masalah nya selesai tentang lipstik itu sekarang Shila harus mendengar Joy pingsan , Shila benar - benar tidak bisa bayangkan kalau terjadi hal buruk pada Joy .


"Aduh, berhenti dulu sayang ." Shila menghentikan langkah nya sejenak karena merasa keram pada kaki nya dan perut nya mungkin efek hamil .


"Mami kenapa berhenti , Joy dalam bahaya ." ucapan Joanna semakin memanas membuat Shila semakin tidak tenang saja .


"Huh, huh, huh, sebentar sayang perut mami keram , kaki mami juga ."


"Jangan keram sekarang aunty nanti saja keram nya ." timpal Stella .


Shila menarik nafas sejenak lalu di hembuskan agar diri nya lebih rileks .


"Mami ayo , hai adik jangan keram dulu ya ." ucap Jolie yang mengelus lembut perut buncit Shila .


"Mami ayo mami , huh, huh, huh, "si kembar memperagakan saat Shila menghela nafas nya .


" Oke , ayo kita jalan lagi tapi pelan - pelan nya ." Shila kembali berjalan dengan kedua tangan yang di tuntun kedua putri nya dan Stella memimpin di depan .


"Apa sudah memberitahu pelayan ? nanti siapa yang gendong Joy ."


"Tenang mami, sudah ada pelayan yang gagah di belakang sekarang sedang menunggu Joy sadar ." ujar Jolie


"Kenapa tidak langsung di bawa ke kamar saja , kenapa harus mami yang ke belakang ?"


"Aduh , mami Joy menginginkan mami dia tidak mau di bawa ke kamar ."


Shila mengernyit mencerna ucapan anak nya yang aneh ." Apa orang pingsan bisa bicara ?" Jolie keceplosan bisa - bisa nya dia bilang Joy tidak mau di bawa ke kamar nya dan hanya menginginkan Shila . Jolie , Jolie hampir saja rencana nya gagal .


"Aduh , mami jangan banyak bicara jalan saja sebentar lagi kita sampai ." Shila pasrah saja ketika tangan nya di tarik oleh kedua putri nya walau pun Shila sudah mulai curiga bahwa ada yang tidak beres dengan putri - putri nya .

__ADS_1


__ADS_2