Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 82


__ADS_3

Malam yang di tunggu - tunggu pun sudah tiba . Semua pelayan sangat sibuk terutama David sebagai Chef keluarga Wallandou itu . Para tamu sudah berdatangan namun Shila sang ratu malam ini belum menampakan dirinya .


Shila masih berada dalam kamar nya yang masih memoles wajah nya . Shila hanya memakai makeup yang minimalis karena Shila tidak terlalu suka berdandan .


"Sayang , apa sudah si..." ucapan Vero tertahan saat memandang Shila yang begitu cantik dengan make up minimalis ya , juga gaun yang di kenakan nya Shila mengenakan gaun merah yang memperlihatkan bahu nya , gaun itu simple tapi elegant . Sampai Vero tidak mengedipkan mata nya .



"Mas , Mas Vero ." seru Shila yang membuat Vero tersadar .


"Kenapa mas , aku jelek nya mas pakai baju ini , gak cocok nya ?."


" kamu cantik sekali malam ini ." ucap Vero yang memang tidak bisa pungkiri kalau istri nya itu begitu cantik.


"Hanya malam ini ! terus kemarin - kemarin aku gak cantik nya mas ."


"Bukan begitu , kemarin cantik sekarang lebih cantik ." Shila pun tersenyum mendengar pujian dari suami nya itu .


"Ayo kita keluar , mama papa sudah menunggu ." ajak Vero menuntun Shila keluar dari kamar nya.


Tak kalah dengan mami dan papi nya triple J juga sangat cantik dan tampan . Tampilan si kembar pun sangat keren .


Mereka sudah berada di bawah bersama Delia juga Adithama .


Shila dan Vero menuruni anak tangga semua mata tertuju pada mereka , tak sedikit para tamu yang memuji kecantikan istri dari Tuan muda nya itu .


Setelah Vero dan Shila turun, acara pun di mulai , dari mulai syukuran, pengumuman kehamilan nya Shila dan terakhir ulang tahun nya si kembar yang ke 6 tahun .


Si kembar pun meniup kue ulang tahun nya yang sangat besar , mereka pun begitu senang terutama Jolie tak henti - henti nya mencicipi kue di depan nya yang memang hobi nya makan .


Selain saudara , teman dekat , dan kolega - kolega penting yang hadir tak sedikit pula para tamu yang membawa putra - putri mereka . Bayangkan saja betapa gemas nya para anak - anak bangsawan ini


Sekarang waktu nya pemberian kado untuk si kembar "Mami papi mana kado untuk kami ." ucap si kembar yang meminta kado nya pada Shila dan Vero .


"Mami kan sudah kasih kalian hadiah ." ucap Shila tersenyum penuh arti .


"Apa ? "

__ADS_1


"Adik ." Ucap Shila sembari mengelus perut rata nya .


"Ah , mami itu kan belum jadi ." timpal Joanna . Semua orang yang mendengar nya hanya tertawa .


"Memang kalian ingin kado apa dari papi ?"


"Aku mau mobil seperti itu papi ." ujar Joy menunjuk mobil mainan yang terdapat pada kue ultah nya .


"oke , akan papi belikan ." ucap Vero sembari menyipitkan mata nya . Wajah Joy pun berbinar Joy begitu senang .


Tak lama kemudian datang Alvin menghampiri si kembar ." Selamat malam Tuan muda Nyonya Shila ." sapa Alvin pada Shila dan Vero .


"halo , kawan happy birthday ." ucap Alvin pada si kembar .


"Terima kasih paman , mana kado untuk kami ." pinta Joanna . Alvin pun memberikan satu buah kado pada si kembar sebuah kotak yang tak begitu besar dan tak begitu kecil .


"Hanya satu ? kami kan bertiga ." cibir Jolie .


"Satu untuk bertiga , kalian kan kembar tidak ada salah nya untuk berbagi " timpal Alvin yang tak mau kalah .


"Uh , dasar paman pelit ."cibir Joy dingin .


"Tidak bisa , barang yang sudah di berikan tidak boleh di ambil lagi ini milik kami ." timpal Joanna yang membuat Alvin kesal . Alvin memang tidak bisa akur sama triple J .


"Kalian jangan seperti itu berterima kasih lah pada paman Alvin ." Ucap Shila


"Terima kasih paman ."


"Hmm." gumam Alvin .setelah itu Alvin bersama Vero menemui kolega penting nya .


"Mami dimana aunty ? apa dia tidak datang ? "


"Oh iya , dimana Zeni kenapa belum datang ." batin Shila yang mengekor mata nya ke semua para tamu yang datang .


"Sayang, mami juga tidak melihat aunty mungkin masih di jalan ."


"Kalau begitu kita main dulu ya mami ." Shila pun mengangguk sambil tersenyum . Tak lama si kembar pergi Zeni pun datang .

__ADS_1


"Shila ."


"Zeni ." Shila begitu senang melihat sahabat nya itu , kedua nya saling berpelukan melepas kerinduaan nya .


Shila dan Zeni pun berbincang bahkan Zeni curhat masalah nya dengan Alvin , Shila benar - benar terkejut mendengar ucapan Zeni tentang Alvin .


"Alvin ternyata agresif juga ya ? aku tidak menyangka padahal ini kali pertamanya untuk Alvin." ucap Shila


"Maksud nya ? ." tanya Zeni .


"Alvin tidak pernah berkencan apalagi berciuman , Tuan muda bilang Alvin tidak pernah dekat dengan seorang wanita ."


"Benarkah ? jadi aku ciuman pertama nya ." wajah Zeni semakin memerah bayang - bayang nya di penuhi dengan kupu - kupu berwarna rasa nya Zeni ingin sekali menjerit .


"Lalu bagaimana hubungan kalian apa kalian sudah resmi jadian ? " tanya Shila .


Bibir Zeni mengerucut mendengar perkataan Shila yang memang Zeni pun tidak tahu mau di bawa kemana hubungan nya . Alvin belum juga mengatakan cinta pada nya , malah setelah kejadian kemarin Alvin selalu menghindari nya .


"Dasar Alvin , aku akan memberikan nya pelajaran berani - berani nya menyakiti teman ku ." Ucap Shila kesal .


"Sudahlah Shila , aku tidak ingin membahas nya lagi ." timpal Zeni yang tidak ingin lagi membahas tentang Alvin Zeni takut dia akan semakin berharap .


"Tetap saja aku tidak akan membiarkannya . Oh iya Zen , aku tinggal sebentar tidak apa - apa ya ? aku mau nyamperin mama Delia ." ujar Shila . Zeni pun tidak menahan nya .


"Iya , Shila aku di sini saja ."


"Benar tidak apa - apa aku tinggal ? ." Zeni pun mengangguk . Setelah mendapat jawaban dari Zeni Shila pun melangkah pergi .


"Aku haus , dimana nya minuman ." Zeni melangkah mencari minum sekalian juga mencicipi makanan yang ada di pesta namun langkah Zeni terhenti saat melihat Alvin bersama seorang wanita .


Wanita itu memberikan Alvin segelas anggur . Zeni merasa cemburu melihat Alvin dengan wanita itu yang tak lain adalah Maura pengasuh nya si kembar .


Maura memang menaruh hati pada Alvin , sampai dia bucin namun Alvin tetap bersikap dingin dan cuek . Walaupun begitu Maura tidak pernah menyerah dia terus mendekati Alvin .


Tatapan Zeni menjadi berbeda , mata nya menatap tajam orang di depan nya , tangan nya ia kepalkan dengan erat . saat ini hanya emosi dan amarah yang di rasakan Zeni .


Seperti nya Zeni sudah tidak bisa lagi melihat kemesraan orang di depan nya , Zeni pun melangkah menghampiri Alvin yang bersama dengan Maura . Entah apa yang akan terjadi . Zeni berjalan dengan penuh amarah .

__ADS_1


...----------------...


Apa ya yang akan Zeni lakukan ya 🤔 , thor penasaran nih ? pokok nya apapun yang akan di lakukan Zeni jangan lupa untuk like & Vote nya 👌☺ Komen sama Rate nya juga ya.


__ADS_2