Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 88


__ADS_3

Kediaman Rani


Rani sedang duduk santai , sambil menikmati teh nya tiba - tiba Sari asisten rumah tangga Rani datang memberikan sebuah amplop dari tagihan kartu kredit.


"Nyonya ini ada tagihan kredit ." ucap Sari sembari memberikan amplop itu .


Rani pun mengambil amplop tersebut "Terima kasih sari ."


"Sama - sama Nya, " Sari pun kembali ke belakang .


Rani membuka amplop itu dengan santai namun , mata Rani membulat sempurna mulut nya menganga setelah mendapat tagihan kartu kredit nya .


"Apa-apaan ini ? "


"De..la..pan..ra..tus..juta.." teriak Rani Syok sampai berdiri dari duduk nya . Siapa yang belanja sebanyak ini ? ini kedua kali nya ada orang yang meretas kartu kredit ku , siapa yang telah mengambil uang ku ."


"Tissa , iya ini pasti dia dasar anak kurang ajar , bisa - bisa nya dia memakai uang sebanyak ini ." gerutu Rani kesal .


"Tissa .. Tissa.. ."teriak Rani memanggil Putri nya . Namun Tissa tak kunjung datang .


" Itu anak dari kemarin diam saja di kamar , ada apa sebenarnya ? tidak biasa nya dia mengurung diri ." Rani melangkah menuju kamar Tissa sambil menggerutu. Entah kenapa akhir-akhir ini Tissa selalu saja menyendiri di dalam kamar nya . Entah apa yang terjadi pada nya Rani pun tidak tahu.


Tok,tok,tok,


Rani mengetuk pintu kamar Tissa namun tidak ada jawaban .


Tok,tok,tok,


"Tis..." ucap Rani tertahan karena pintu kamar itu terbuka . Memperlihatkan Tissa yang sudah berdandan rapi dengan yas selempang nya yang dia soren .


"Mau kemana kamu ?" tanya Rani


"Bukan urusan mama ." jawab Tissa datar dan berlalu pergi . Namun tangan Rani mencekal tangan nya " Tunggu dulu ." ucap Rani .


"Apa lagi si ma?"


"Jelaskan sama mama untuk apa uang sebanyak ini ? " tegas Rani dengan sorot mata tajam nya yang memperlihatkan tagihan kartu kredit nya pada Tissa .


"Mama apaan sih ! mama nuduh aku ? ngapain juga aku pakai uang mama, aku punya uang sendiri. Mungkin mama yang belanja sampai segitu banyak nya ." bantah Tissa .


"Eh, ngapain mama belanja sebanyak ini ." Rani terkesiap.

__ADS_1


"Mana aku tahu ! udah ah , aku mau pergi jangan halangin aku ."


"Eh, Tissa.." Tissa berlalu pergi begitu saja meninggalkan Rani yang kebingungan sendiri .


"Kalau bukan Tissa lalu siapa ? arghh.. dasar pencuri . Aku lebih baik ke Bank saja akan aku tanya tagihan siapa ini sampai 800 juta ." umpat Rani yang berlalu pergi dari kamar Tissa .


*****


Triple J masih berada dalam kamar nya menunggu pesanan nya datang . Dengan gelisah gulang - guling tak tentu di atas tempat tidur nya.


"Joy lama sekali , kenapa belum ada yang memanggil kita " ucap Jolie yang sudah tidak sabar menunggu makanan yang dia pesan .


"Mungkin masih di jalan ." jawab Joy .


Triple J begitu gelisah karena pesanan nya belum juga sampai .


Sedangkan di bawah Delia sedang duduk santai di ruang tengah sembari menonton berita hari ini .Tiba - tiba ada seorang pelayan yang mengantarkan pizza .


"Nyonya ini ada paket pizza sepertinya punya nona Jolie " ucap pelayan itu .


"Kapan mereka pesan ? Apa mungkin Shila yang memesannya ." pikir Delia .


"Baik Nya, " jawab pelayan itu melangkah pergi . Namun belum sempat melangkah jauh seorang pengawal membawakan lagi sebuah paket makanan , dan paket lain nya dan terus - menerus berdatangan sampai memenuhi ruang tengah .


"Ini punya siapa ? banyak sekali ." tanya Delia pada pengawal yang sudah membawakan paket itu .


"Kami tidak tahu Nyonya , kami hanya membawanya saja ." jawab para pengawal dan berlalu pergi .


Delia benar - benar heran siapa yang memesan makanan dan barang sebanyak ini . Delia membaca satu persatu nama penerima pada paket itu


"Jolie, Jolie, Joanna , Joy , Jolie..,Apa Shila yang membelikan nya ya ? " pikir Delia .


Tak lama kemudian Shila datang dengan pakaian yang sudah rapi karena hari ini Shila akan pergi kontrol ke dokter kandungan .


"Ma, Shila berangkat dulu ya ? mau cek kandungan." ucap Shila saat sudah di hadapan Delia .


"Di antar Vero ? " tanya Delia


"Iya , mas Vero lagi di jalan sebentar lagi sampai."


"Ini barang punya siapa ma ? ini belanjaan mama semua ?" tanya Shila heran .

__ADS_1


"Bukan , mama pikir ini kamu yang membelikan buat si kembar ."


"Tidak ma , Shila gak beli apapun ."


"Tapi disini tertulis nama si kembar ."


"Apa mungkin mas Vero yang pesan ?." pikir Shila . Tak lama kemudian sang pelayan datang lagi memberitahukan bahwa ada sebuah mobil box yang ingin masuk ke dalam untuk mengantar pesanan atas nama Jolie, Joanna dan Joy .


Shila dan Delia makin di buat bingung , untuk apa anak nya membeli barang sebanyak ini , dan sampai satu mobil box juga .


"Satu mobil box kamu bilang ? memang nya itu apa ? ." tanya Shila pada si pelayan .


"Kata nya itu sepeda Nyonya ." jawab si pelayan .


"Sepeda ? siapa yang memesan sepeda ." gumam Shila .


"Ya sudah suruh masuk saja , bawa masuk semua barang - barang nya ." titah Delia . Pelayan pun kembali ke luar untuk memberitahu pengawal agar mengizinkan mobil box itu masuk .


"Maura , panggilkan anak - anak suruh mereka ke bawah ." titah Shila yang sudah feeling ,ini pasti kerjaan ketiga anak nya .


"Baik Nyonya ." Maura pun bergegas ke kamar nya si kembar yang berada di lantai atas .


"Ini pasti ulah anak - anak ." Shila sudah pusing dengan tingkah triple J yang selalu membuat kejutan , ya.. kejutan yang membuat darah nya naik.


Sembari menunggu si kembar Delia dan Shila melangkah ke depan untuk melihat mobil box yang membawa barang pesanan nya si kembar . Benar apa kata pelayan mobil box itu membawa tiga buah sepeda yang sekarang sedang di turunkan oleh kurir nya.


"Mohon tanda tangan disini bu ." ucap kurir itu pada Shila .


"Ini sudah di bayar semua ? ." tanya Shila pada si kurir .


"Iya ,bu ini sudah di bayar semua . Ibu tinggal tanda tangan saja disini ." Shila pun langsung tanda tangan di tempat yang sudah di tentukan . Setelah itu kurir pun pergi namun setelah mobil box itu berlalu pergi datang lagi satu mobil yang membawa banyak bunga , membuat Shila dan Delia terpaku .


"Bunga, mama pesan bunga ?" tanya Shila yang menatap Delia namun Delia menggeleng sebagai jawaban .


"Wah.. pizza ku ." teriak Jolie tiba - tiba datang dan berlarian menghampiri satu kotak pizza . Tak lupa juga Joy dan Joanna yang mengekor dari belakang .


Jolie langsung membuka kotak pizza nya lalu memakan nya bersama Joy dan Joanna .


Shila dan Delia hanya menatap si kembar bingung , mereka sama sekali tidak ada rasa bersalah mereka terlihat enjoy - enjoy saja menikmati pizza nya bersama bahkan membuka semua barang - barang nya .


Sedangkan Shila dan Delia hanya saling tatap satu sama lain .

__ADS_1


__ADS_2