
Kediaman Rani
Rani sedang duduk santai , sambil menikmati teh nya tiba - tiba Sari asisten rumah tangga Rani datang memberikan sebuah amplop dari tagihan kartu kredit.
"Nyonya ini ada tagihan kredit ." ucap Sari sembari memberikan amplop itu .
Rani pun mengambil amplop tersebut "Terima kasih sari ."
"Sama - sama Nya, " Sari pun kembali ke belakang .
Rani membuka amplop itu dengan santai namun , mata Rani membulat sempurna mulut nya menganga setelah mendapat tagihan kartu kredit nya .
"Apa-apaan ini ? "
"De..la..pan..ra..tus..juta.." teriak Rani Syok sampai berdiri dari duduk nya . Siapa yang belanja sebanyak ini ? ini kedua kali nya ada orang yang meretas kartu kredit ku , siapa yang telah mengambil uang ku ."
"Tissa , iya ini pasti dia dasar anak kurang ajar , bisa - bisa nya dia memakai uang sebanyak ini ." gerutu Rani kesal .
"Tissa .. Tissa.. ."teriak Rani memanggil Putri nya . Namun Tissa tak kunjung datang .
" Itu anak dari kemarin diam saja di kamar , ada apa sebenarnya ? tidak biasa nya dia mengurung diri ." Rani melangkah menuju kamar Tissa sambil menggerutu. Entah kenapa akhir-akhir ini Tissa selalu saja menyendiri di dalam kamar nya . Entah apa yang terjadi pada nya Rani pun tidak tahu.
Tok,tok,tok,
Rani mengetuk pintu kamar Tissa namun tidak ada jawaban .
Tok,tok,tok,
"Tis..." ucap Rani tertahan karena pintu kamar itu terbuka . Memperlihatkan Tissa yang sudah berdandan rapi dengan yas selempang nya yang dia soren .
"Mau kemana kamu ?" tanya Rani
"Bukan urusan mama ." jawab Tissa datar dan berlalu pergi . Namun tangan Rani mencekal tangan nya " Tunggu dulu ." ucap Rani .
"Apa lagi si ma?"
"Jelaskan sama mama untuk apa uang sebanyak ini ? " tegas Rani dengan sorot mata tajam nya yang memperlihatkan tagihan kartu kredit nya pada Tissa .
"Mama apaan sih ! mama nuduh aku ? ngapain juga aku pakai uang mama, aku punya uang sendiri. Mungkin mama yang belanja sampai segitu banyak nya ." bantah Tissa .
"Eh, ngapain mama belanja sebanyak ini ." Rani terkesiap.
__ADS_1
"Mana aku tahu ! udah ah , aku mau pergi jangan halangin aku ."
"Eh, Tissa.." Tissa berlalu pergi begitu saja meninggalkan Rani yang kebingungan sendiri .
"Kalau bukan Tissa lalu siapa ? arghh.. dasar pencuri . Aku lebih baik ke Bank saja akan aku tanya tagihan siapa ini sampai 800 juta ." umpat Rani yang berlalu pergi dari kamar Tissa .
*****
Triple J masih berada dalam kamar nya menunggu pesanan nya datang . Dengan gelisah gulang - guling tak tentu di atas tempat tidur nya.
"Joy lama sekali , kenapa belum ada yang memanggil kita " ucap Jolie yang sudah tidak sabar menunggu makanan yang dia pesan .
"Mungkin masih di jalan ." jawab Joy .
Triple J begitu gelisah karena pesanan nya belum juga sampai .
Sedangkan di bawah Delia sedang duduk santai di ruang tengah sembari menonton berita hari ini .Tiba - tiba ada seorang pelayan yang mengantarkan pizza .
"Nyonya ini ada paket pizza sepertinya punya nona Jolie " ucap pelayan itu .
"Kapan mereka pesan ? Apa mungkin Shila yang memesannya ." pikir Delia .
"Baik Nya, " jawab pelayan itu melangkah pergi . Namun belum sempat melangkah jauh seorang pengawal membawakan lagi sebuah paket makanan , dan paket lain nya dan terus - menerus berdatangan sampai memenuhi ruang tengah .
"Ini punya siapa ? banyak sekali ." tanya Delia pada pengawal yang sudah membawakan paket itu .
"Kami tidak tahu Nyonya , kami hanya membawanya saja ." jawab para pengawal dan berlalu pergi .
Delia benar - benar heran siapa yang memesan makanan dan barang sebanyak ini . Delia membaca satu persatu nama penerima pada paket itu
"Jolie, Jolie, Joanna , Joy , Jolie..,Apa Shila yang membelikan nya ya ? " pikir Delia .
Tak lama kemudian Shila datang dengan pakaian yang sudah rapi karena hari ini Shila akan pergi kontrol ke dokter kandungan .
"Ma, Shila berangkat dulu ya ? mau cek kandungan." ucap Shila saat sudah di hadapan Delia .
"Di antar Vero ? " tanya Delia
"Iya , mas Vero lagi di jalan sebentar lagi sampai."
"Ini barang punya siapa ma ? ini belanjaan mama semua ?" tanya Shila heran .
__ADS_1
"Bukan , mama pikir ini kamu yang membelikan buat si kembar ."
"Tidak ma , Shila gak beli apapun ."
"Tapi disini tertulis nama si kembar ."
"Apa mungkin mas Vero yang pesan ?." pikir Shila . Tak lama kemudian sang pelayan datang lagi memberitahukan bahwa ada sebuah mobil box yang ingin masuk ke dalam untuk mengantar pesanan atas nama Jolie, Joanna dan Joy .
Shila dan Delia makin di buat bingung , untuk apa anak nya membeli barang sebanyak ini , dan sampai satu mobil box juga .
"Satu mobil box kamu bilang ? memang nya itu apa ? ." tanya Shila pada si pelayan .
"Kata nya itu sepeda Nyonya ." jawab si pelayan .
"Sepeda ? siapa yang memesan sepeda ." gumam Shila .
"Ya sudah suruh masuk saja , bawa masuk semua barang - barang nya ." titah Delia . Pelayan pun kembali ke luar untuk memberitahu pengawal agar mengizinkan mobil box itu masuk .
"Maura , panggilkan anak - anak suruh mereka ke bawah ." titah Shila yang sudah feeling ,ini pasti kerjaan ketiga anak nya .
"Baik Nyonya ." Maura pun bergegas ke kamar nya si kembar yang berada di lantai atas .
"Ini pasti ulah anak - anak ." Shila sudah pusing dengan tingkah triple J yang selalu membuat kejutan , ya.. kejutan yang membuat darah nya naik.
Sembari menunggu si kembar Delia dan Shila melangkah ke depan untuk melihat mobil box yang membawa barang pesanan nya si kembar . Benar apa kata pelayan mobil box itu membawa tiga buah sepeda yang sekarang sedang di turunkan oleh kurir nya.
"Mohon tanda tangan disini bu ." ucap kurir itu pada Shila .
"Ini sudah di bayar semua ? ." tanya Shila pada si kurir .
"Iya ,bu ini sudah di bayar semua . Ibu tinggal tanda tangan saja disini ." Shila pun langsung tanda tangan di tempat yang sudah di tentukan . Setelah itu kurir pun pergi namun setelah mobil box itu berlalu pergi datang lagi satu mobil yang membawa banyak bunga , membuat Shila dan Delia terpaku .
"Bunga, mama pesan bunga ?" tanya Shila yang menatap Delia namun Delia menggeleng sebagai jawaban .
"Wah.. pizza ku ." teriak Jolie tiba - tiba datang dan berlarian menghampiri satu kotak pizza . Tak lupa juga Joy dan Joanna yang mengekor dari belakang .
Jolie langsung membuka kotak pizza nya lalu memakan nya bersama Joy dan Joanna .
Shila dan Delia hanya menatap si kembar bingung , mereka sama sekali tidak ada rasa bersalah mereka terlihat enjoy - enjoy saja menikmati pizza nya bersama bahkan membuka semua barang - barang nya .
Sedangkan Shila dan Delia hanya saling tatap satu sama lain .
__ADS_1