
Shila dan Vero baru saja selesai melakukan olah raga ekstrim nya yang mereka lakukan selama 2 jam .Vero tersenyum bahagia setelah mendapat kenikmatan surgawi dari sang istri .
"Terima kasih sayang ." ucap Vero sembari mengecup kening sang istri .
"Sayang , aku lelah ." Shila masih membaringkan tubuh nya di atas ranjang , karena kondisi Shila yang sedang hamil membuat Shila cepat lelah dan Vero selalu lupa akan hal itu ketika sudah merasakan nikmat dunia nya . Dan karena keadaan Shila yang sedang hamil juga membuat Vero selalu menahan diri agar tidak melakukan nya setiap malam , namun setiap kali akan melakukan itu selalu saja ada pengganggu di antara mereka , Yah.. tahulah siapa lagi kalau bukan si kecil - kecil cabe rawit nya Papi Vero yang tak lain si kembar triple J yang selalu mengganggu waktu berdua antara mami dan papi nya .
"Maaf , sayang aku lupa sekarang kamu sedang hamil , apa baby kita baik - baik saja ." Vero jadi panik dan khawatir , kenapa bisa - bisa nya dia lupa bahwa Shila sekarang sedang hamil .
"Kenapa minta maaf sayang , aku senang melakukan nya karena aku bisa memuaskan diri mu sayang , tapi maaf aku tidak bisa melayani mu seperti dulu karena keadaan yang berbeda , aku sering cepat lelah mungkin karena kondisi ku yang sedang hamil sekarang ." Shila tersenyum manis sembari membelai lembut wajah sang suami .
Cup ,
Vero mengecup lembut kening Shila
Sebenar nya Vero masih ingin melanjutkan olah raga nya namun Vero terpaksa harus menghentikan aktifitas p4n4s nya dengan sang istri di karena kan ada meeting bersama klien penting .
"Sayang , ayo aku bantu membersihkan diri ." ajak Vero yang langsung memopong istri nya ke dalam kamar mandi .
30 menit sudah berlalu , Vero pun sudah memakai pakaian nya begitu juga Shila . Kini kedua nya keluar bersama dari dalam kamar , Vero tetap menuntun istri nya itu saat berjalan Vero tidak pernah melepaskan genggaman nya pada Shila .
"Sayang , kamu ada meeting ?"
"Iya sayang , selama aku meeting kamu tunggu di sini nya ! jangan kemana - mana ." ucap Vero sembari memeluk Shila .
"Aku laper sayang ,boleh nya keluar ." mohon Shila dengan tatapan memelas namun Vero tetap tidak mengizinkan istri nya itu untuk keluar .
"Tidak boleh ."
"Kok, gitu !" Shila memberengut ketika tidak mendapat izin dari sang suami .
"Pokok nya , kamu tidak boleh pergi tanpa saya mengerti !" ucap Vero yang menatap mata indah Shila .
"Tapi aku laper sayang ." rengek Shila berharap Vero luluh .
"Kan bisa makan di sini , nanti aku pesankan makanan untuk kamu ya sayang.. "
"Tapi.."
"Tidak ada tapi , nurut sama suami ."
"Ah, mas tapi aku bosan sendirian di sini ."
"Nanti biar Zeni temani kamu ya sayang , nanti aku suruh Zeni kemari ."
"Tapi kan Zeni juga lagi kerja sayang ."
"Menemani istri ku juga termasuk pekerjaan, saya akan tambahkan bonus untuk Zeni nanti ."
"Makasih ya mas , " Senyum Shila mengembang , Shila beruntung mendapat suami yang perhatian dan begitu menyayangi nya .
Vero pun memapah Shila untuk duduk di sofa , setelah itu Vero keluar untuk melakukan meeting .
__ADS_1
Ehm..
Vero terkejut ketika keluar dari ruangannya , Alvin sudah menunggu nya di depan pintu .
"Alvin mengejutkan saja , kita berangkat sekarang ." ajak Vero namun Alvin malah menatap Vero dengan tatapan yang tak bisa di artikan .
"Kenapa menatap ku seperti itu ." Vero sedikit menaikan alis nya .
"Seger ya Tuan muda , sebelum meeting di kasih jatah dulu sama istri ." cibir Vero sambil cengengesan .
"Apa maksud mu Alvin ."
"Ah, Tuan muda suka pura - pura ."
"Kamu ngintip ya Alvin !" mata Vero membidik pada Alvin .
"Siapa yang ngintip ! orang kedengeran suara nya , membuat orang menegang saja . Makannya Tuan muda jangan terlalu keras - keras kalau lagi di kantor , untung saya dan Zeni yang dengar gimana kalau orang lain ." Mata Vero terbelalak saat tahu bahwa ada orang lain yang mengetahui nya . Vero baru ingat bahwa sebelum nya Vero menyuruh Zeni untuk ke ruangan nya kenapa bisa lupa !.
"Sudah jangan menatap ku terus , makannya cepat nikah biar ada yang memuaskan junior mu yang menegang ." cibir Vero yang membuat Alvin terbelalak. Alvin mendesah kesal saat Vero mencibir nya apalagi tentang status nya .
Vero dan Alvin pun segera melangkah ke ruang meeting , namun sebelum itu Vero sudah menyuruh Zeni untuk ke ruangan nya dan membuat Zeni semangat karena akan di berikan bonus hanya karena menemani istri nya saja.
****
Sekolah .
Waktu belajar sudah selesai , Dan kini waktu nya untuk istirahat.Joy benar - benar tidak nyaman harus di ikuti ketiga wanita di belakang nya , mereka menempel terus seperti perangko apalagi Stella .
"Bisa kah kalian tidak mengikuti ku ." ucap Joy dingin .
"Dan kau Stella kenapa mengikuti ku ." ucap Joy yang menatap tajam Stella .
"Karena aku teman mu ." timpal Stella yang tak mau kalah .
Joy benar - benar ingin menghindar dari ketiga wanita di belakang nya , namun apa boleh buat Joy pun belum kenal dengan teman laki - laki nya .
"Eh, lihatlah ." tunjuk Jolie ke arah lapangan basket yang memperlihatkan kakak - kakak senior nya memainkan basket .
"Wah ,keren ." Jolie yang terkagum - kagum .
"Biasa saja ." ucap Joy dingin.
"Joy , apa kau bisa main basket ?" tanya Stella penuh semangat .
"Kenapa memang nya , aku juga bisa main basket ." jawab Joy tak mau kalah .
"Tapi kenapa tubuh mu tidak tinggi - tinggi , sepertinya kamu harus lebih giat lagi Joy ." cibir stella membuat Joy marah .
"Lihat saja nanti , setelah dewasa nanti aku akan menjadi cowok tampan dan juga tinggi , semua wanita akan sangat mengagumi ku termasuk kau Stella akan ku pastikan itu ." tegas Joy dengan lantang . Joy sangat kesal selalu di bilang pendek oleh Stella.
"Mengkhayal kamu Joy, sekarang saja kamu gendut dan pendek haha.. bagaimana kamu bisa main basket nanti ." cibir kedua kakak nya . Joy pun tak terima lalu berjalan ke arah lapangan entah apa yang akan Joy lakukan .
__ADS_1
Joanna , Jolie dan Stella pun mengikuti Joy dari belakang , alangkah terkejutnya mereka kenapa Joy masuk lapangan basket ! .
"Apa yang di lakukan Joy ." tanya Joanna pada adik nya Jolie .
"Mungkin mau main basket ." jawab Jolie santai .
"Semangat Joy aku akan mendukung mu ." teriak Stella kegirangan .
Sedangkan di lapangan kakak - kakak senior merasa terganggu akan kedatangan Joy yang tiba - tiba masuk lapangan , membuat mereka sulit untuk bermain karena ada seorang anak kecil yang menghalangi nya .
"Hey dik, minggir jangan halangi kami ." ujar salah seorang kakak senior .
"Aku ingin main basket juga , berikan bola nya ." pinta Joy yang membuat kakak senior nya tergelak .
"Hey adik manis , percuma saja aku berikan bola ini kau tidak akan bisa memasukan bola ini ke ranjang itu haha..." ujar salah satu teman nya .
"Tubuh mu saja sangat kecil , sudahlah pergi sana ! Jangan halangi kakak senior mu ." wajah Joy semakin semberengut ketika mendapat ledekan dari kakak senior nya .
"Kalian meremehkan ku , berikan bola nya ." ucap Joy lantang .
Uuuuu.. sorakan para kakak - kakak senior wanita yang menjadi cheerleader dan juga yang sedang menonton pertunjukan itu .
"Hey berikan saja bola nya , apa kalian takut terkalahkan sama anak kecil haha.." wanita itu tergelak , karena tidak terima di ledek sama teman wanita nya kakak senior itu pun memberikan bola nya pada Joy .
"Ini , ayo lemparkan ! Aku ingin lihat seberapa jauh lemparan mu adik kecil ." kakak senior itu mengacak - ngacak rambut Joy dan tersenyum sinis . Karena tak mau di ledek Joy pun melempar bola itu ..
Semua orang yang melihat pun melongo terutama para wanita , tidak bisa di percaya Joy melempar bola itu tepat pada sasaran dan langsung masuk ke dalam ranjang basket .
Joy tersenyum bangga diri nya merasa paling hebat sekarang , dalam seketika semua kakak senior wanita mengerubuti nya . Joy bagaikan seorang pangeran yang di dambakan para wanita .
"Joy, Joy , hey .. Joy ." teriakan Stella membuat nya terbangun dari mimpi nya. Joy mendesah kesal ternyata ini cuma mimpi !! .
"Joy, ada apa dengan mu senyum - senyum kaya orang gila ." cibir Joanna .
"Pasti , Joy sedang mengkhayal nya !! Ayo ngaku ." lagi - lagi Stella mencibir nya ,membuat Joy kesal .
Hahaha... hahaha..
Jolie , Joanna dan Stella pun menertawakan Joy bersama , sudah di pastikan Joy berkhayal bisa bermain basket .
Uh, menyebalkan !! Pokok nya aku harus bisa main basket , lihat saja nanti Stella kau akan mengagumi ku .
Joy hanya bisa membatin .
"Hey lihatlah itu ." tunjuk Jolie pada sekumpulan kakak - kakak cheerleader." Aku , suka itu bagaimana kalau kita ikutan juga ." ajak Jolie antusias , yah .. karena Jolie memang suka menari .
"Kita buat group Cheerleader bagaimana ? setuju ." ucap Stella yang di angguki Joanna dan Jolie .
"Joy , kau ikut juga ya ?" pinta Stella yang langsung di bantah oleh Joy .
"Ah, tidak- tidak .Apa kata dunia nanti kalau aku jadi cheerleader, yang ada semua orang meledek ku aku kan cowok tidak mungkin aku jadi cheerleader ."
__ADS_1
" Kenapa Joy ,kita kan menggemaskan haha.. " ucap Joanna , Jolie dan Stella kompak sembari menggoyang - goyangkan badan nya .
"Uh, menyebalkan !!" ketus Joy yang melipat kedua tangan nya di atas pinggang .