
Beberapa bulan kemudian ,usia kehamilan Shila kini sudah menginjak sembilan bulan , dan hanya tinggal beberapa minggu , atau mungkin beberapa hari lagi triple baby akan lahir ke dunia .
Perut Shila pun sudah membuncit , dan semakin membesar apalagi di dalam perut ada tiga bayi yang tumbuh di dalam nya . Tidak hanya perut namun seluruh tubuh nya nampak bengkak , namun tubuh Shila semakin terlihat seksi dan berisi . Seperti sekarang Shila sudah mengenakan gaun bersilute dengan motif bunga, lengan transparan walau pun lengan dress nya menutupi bahu sampai ke siku , namun kulit mulus Shila tetap terlihat , dan panjang dress yang menutupi mata kaki begitu terlihat indah.
Hari ini Shila terlihat sangat cantik walau pun badan nya mulai berisi dan tak seramping dulu , Shila merias wajah nya tipis di depan cermin , setelah itu berjalan ke arah suami nya yang sudah mengancingkan kemeja nya , Shila membantu memakaikan dasi di kerah kemeja suami nya setelah selesai Shila pun memakaikan jas yang senada dengan warna dress nya .
Hari ini adalah hari penting dan bersejarah dalam hidup Shila dan juga Vero , bagaimana tidak , hari ini mereka akan menyaksikan kedua sahabat mereka di atas pelaminan . Haru dan bahagia menjadi satu , karena sebentar lagi sahabat nya Zeni akan melangsungkan pernikahan bersama Alvin yang juga sahabat dari suami nya itu .
"Sudah selesai ." ucap Shila setelah memakaikan jas untuk suami nya itu ." Kamu sangat tampan Mas ."
"Kamu baru menyadari suami mu ini sangat tampan !" goda Vero sembari mencubit hidung Shila lembut .
"Kamu begitu cantik sayang , tapi .. apa kamu yakin akan ikut ? apa tidak sebaiknya di rumah ." Vero merasa khawatir karena usia kandungan Shila yang sudah sembilan bulan , Vero ingin meminta Shila istirahat saja di rumah , namun Shila tidak mau mendengar , Shila tetap ingin ikut ke acara pernikahan Zeni dan Alvin.
"Kenapa aku tidak boleh ikut ? " ketus Shila , Vero hanya tersenyum melihat istri nya yang ngambek seperti itu .
"Bukan nya tidak boleh , tapi kandungan kamu sudah trimester terakhir lo, aku gak mau nanti kamu kecapean di sana , aku tidak apa - apa pergi sendiri ." ucap Vero .
"Kalau kamu pergi sendiri , nanti yang ada cewek - cewek di sana deketin kamu !" Vero tersenyum tipis , ternyata istri nya ini begitu cemburuan , padahal dia sudah tahu bagaimana sikap Vero kepada wanita lain , tapi .. ya sudahlah hari ini Vero tidak ingin berdebat. Wanita hamil memang seperti ini , mood nya berubah - ubah. Vero harus ekstra sabar yang menghadapi Shila saat ini .
Brukk,
Di tengah - tengah perbincangan mereka , suara pintu mengagetkan kedua nya tidak lain dan tiada lain yang membuka pintu itu adalah triple J , yang sudah rapi dengan pakaian pesta nya , mereka tidak sabar ingin segera pergi ke tempat dimana acara sakral itu di lakukan .
"Mami , papi ayo , jadi tidak kita berangkat ?"
"Iya mami , jangan peluk - pelukan terus ." Shila dan Vero terbelalak kaget mendengar ucapan si Joy dan langsung melepas pelukan nya . Anak itu selalu membuat wajah kedua orang tua nya tersipu malu .
"Mami , papi ayo..." suara Joanna yang cukup melengking terdengar , karena sudah tidak tahan mendengar ucapan ketiga anak nya itu akhir nya Vero dan Shila memutuskan untuk segera berangkat .
__ADS_1
Mereka berjalan keluar kamar bersama , lalu menuruni tangga , Joanna dan Jolie begitu anggun melangkah , dress yang di kenakan pun melambung , bergoyang mengikuti langkah mereka sedangkan Joy berjalan paling depan sebagai pemimpin dan seakan mereka sedang mengawal seorang ratu dan raja yang berjalan lambat di belakang nya siapa lagi kalau bukan Shila dan Vero .
Karena usia kandungan nya yang sudah besar , membuat Shila harus berhati - hati dalam berjalan , dan Vero sebagai suami selalu sabar menuntun langkah istri nya itu .
Sampai tiba di ruang tengah mereka berpapasan dengan Delia yang baru saja pulang dari sidney di temani Erik di belakang nya . Delia pulang karena khawatir kalau menantu nya itu akan segera melahirkan dan Delia tidak ingin melewatkan momen itu , Delia ingin menjadi orang pertama yang melihat cucu nya itu .
"Mama ."
"Grandma ." teriak si kembar yang langsung menghambur memeluk Delia . Tubuh Delia tiba - tiba oleng karena kaget mendapat pelukan dari cucu - cucu nya , untung saja Erik menahan tubuh nya dari belakang dan tidak sampai membuat Delia jatuh .Delia membalas pelukan cucu - cucu nya itu , mengecup satu persatu cucu nya .
"Aduh, kalian sudah cantik dan tampan pada mau kemana ? "
"Kami mau ke pernikahan nya aunty dan paman ." jawab triple kompak .
"Mama , kenapa tidak mengabari ku kalau mau pulang ." tanya Vero yang sudah mendekat .
"Kami mau ke pernikahan Alvin dan Zeni ." jawab Vero
"Alvin menikah ? kenapa tidak memberitahu mama"
"Barusan aku kasih tahu ."timpal Vero .
"Maksud nya dari awal nya , kalau tahu Alvin menikah mama tidak akan pulang sekarang mungkin kemarin - kemarin , kalau sekarang mama lelah dan tidak bisa datang ke acara penting nya ."
"Mama istirahat saja , biarkan kami yang mewakilkan , kalau perlu mama belikan hadiah saja untuk Alvin ."
"Kalau itu sudah pasti . Ya sudah , kalian hati - hati ya , mama ke kamar dulu ." Vero dan Shila hanya mengangguk . Delia berjalan ke arah kamar yang di ikuti Erik yang membawa koper nya .
****
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan satu jam akhir nya keluarga Alvero sudah sampai di sebuah hotel bintang lima . Awal nya Alvin dan Zeni hanya ingin melaksanakan pesta pernikahan nya secara sederhana , namun sesuai janji Vero yang akan menanggung semua nya Alvin pun tidak bisa menolak pemberian bos nya itu , yang sudah sengaja menyewa hotel bintang lima untuk acara pernikahan nya .
keluarga Alvero memasuki hotel , terlihat dua sepasang pengantin yang duduk di pelaminan yang tersenyum bahagia , dan terlihat mesra , Zeni terus menempel kepada Alvin yang tangan nya terus menggandeng tangan Alvin seakan tidak ingin terpisahkan. Zeni begitu cantik dengan balutan gaun putih yang begitu panjang menutupi kaki panjang nya , dengan sedikit hiasan di rambut nya dengan model sanggul twisted tak lupa mahkota yang menghiasi kepala nya . Begitu juga Alvin yang terlihat tampan dan gagah dengan balutan jas putih nya , yang di hiasi dasi kupu - kupu di leher nya . senyum merekah pun terpancar dari kedua mempelai.
Vero dan Shila berjalan menghampiri kedua mempelai , namun sebelum itu triple J sudah terlebih dulu berjalan , mereka memberikan selamat kepada paman dan aunty nya .
"Zeni ."
"Shila ." Zeni menghambur memeluk Shila begitu juga sebalik nya ,Zeni begitu bahagia terutama Shila mereka berpelukan cukup lama .
"Alvin , akhir nya kau menikah juga selamat ya !" Vero memeluk pria yang menjadi asisten nya itu selama bertahun - tahun . Suka duka mereka lalui bersama , Alvin selalu sabar menghadapi sifat Vero yang begitu angkuh, sombong , galak , dan arogan .
"Terima kasih tuan muda ." ucap Alvin yang sudah melepaskan pelukan nya .
"Sekarang junior mu tidak akan menegang karena akan ada yang memuaskan ." bisik Vero sedikit menggoda asisten nya itu . Alvin hanya mengangkat alis nya , sejak kapan Bos nya ini jadi mesum begini .
"Alvin selamat ya , aku titip Zeni pada mu ingat ! jangan kau sakiti dia kalau kau menyakiti nya kau akan berhadapan dengan ku ." ancam Shila .
"Siap Nyonya muda , kandungan mu berapa bulan seperti nya sebentar lagi akan melahirkan ." tanya Alvin yang melihat perut Shila yang sudah membesar .
"Tinggal menghitung hari saja mungkin sekitar dua minggu ." jawab Shila sembari mengelus - ngelus perut nya .
"Wah, sebentar lagi adik si kembar akan lahir mereka akan menjadi kakak sebentar lagi ."
"Iya , kau juga harus menyusul ya ! buat Zeni hamil secepat nya ." Shila tergelak ,
"Sekali tanam langsung jadi ." timpal Vero . Entah kenapa hari ini kedua bos nya begitu mesum Alvin dan Zeni hanya menggeleng mendengar perkataan mereka berdua .
"Dimana bocah - bocah nakal itu ? " tanya Alvin yang tidak melihat keberadaan si kembar , Shila dan Vero pun baru menyadari anak nya hilang padahal si kembar baru saja memberikan selamat pada paman dan aunty ya. Namun karena keasikan mengobrol Vero dan Shila melupakan anak nya itu yang sekarang sudah menghilang entah kemana.
__ADS_1