
SEMARANG
Drt..drt..drt..
"Alvin ponsel mu berbunyi ." ujar Zeni yang sedang membantu Bu Sumi untuk menyiapkan sarapan pagi .
"Yah." sahut Alvin yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambil ponsel nya di atas nakas . Mata nya memutar malas ketika melihat nama yang terpampang pada layar ponsel .
"Tuan muda ." ucap nya demikian
Alvin pun langsung mengangkat telepon nya .
"Pagi tuan muda ."
"Alvin , aku ingin kamu pulang sekarang juga ." Mata Alvin membulat sempurna ketika Bos nya itu menyuruh nya kembali .
"Saya baru dua hari di semarang , kenapa di suruh pulang , cuti saya masih panjang tuan muda ."
"Pokok nya kamu harus segera pulang , aku tidak mau dengan sekretaris baru ku itu , kamu tahu Alvin karena sekretaris itu aku dan Shila hampir saja pisah ranjang ." ujar Vero di ujung sana .
"Memang nya ada apa tuan muda ? apa ada masalah ?"
"Kamu kalau cari sekretaris untuk ku yang benar , jangan kaya si Elin wanita ****** itu saya tidak suka dia hampir saja membuat rumah tangga ku hancur ."
"Elin ? siapa Elin ?" tanya Alvin .
"Kamu pura - pura bodoh atau apa ? jelas - jelas Elin itu sekretaris yang kamu pilihkan untuk ku kan ! Jangan pura - pura bodoh , pokok nya secepat nya kamu harus pulang ke jakarta ."
Tut .
Telepon pun di tutup oleh sepihak .
"Elin ? siapa Elin ? perasaan aku tidak menerima calon sekretaris tuan muda yang bernama Elin . Seingat saya nama nya itu Selly bukan Elin , apa mungkin nama panggilan nya Elin ? Tau ah, pusing saya pagi - pagi di telepon, di marahi ,di suruh pulang juga memang nya semarang ke jakarta itu dekat ! Dasar tuan muda kalau ada masalah selalu saja aku yang kena ." gerutu Alvin .
"Siapa yang telepon ?" tanya Zeni yang masuk ke dalam kamar Alvin .
"Tuan muda ." jawab Alvin .
"Tuan muda ? Apa ada yang penting ?"
"Tidak ,hanya marah - marah saja , lalu menyuruh ku pulang , biasa .. mengeluh sekretaris baru nya ."
"Kalau begitu kita pulang saja , tuan muda pasti membutuhkan mu kan! Lagian aku juga tidak enak kalau cuti lama - lama ." ujar Zeni .
"Kita bicarakan lagi nanti . Ada apa kamu ke kamar ku ? Apa kamu ingin berduaan yah ? Ibu tidak ada ?" ucap Alvin yang mulai mendekati Zeni tersenyum penuh arti .
"Ih, dasar mesum ! Aku mau mengajak mu sarapan ibu sudah menunggu di meja makan . Jangan berpikir yang aneh - aneh ." ucap Zeni dengan tatapan tajam nya lalu melangkah keluar kamar .
__ADS_1
"Huh, punya calon istri galak banget ."
Alvin menggerutu seraya melangkah keluar dari kamar .
Alvin , Zeni dan Bu Sumi pun sarapan bersama .
"Ibu , seperti nya besok aku akan kembali ke jakarta ." ucap Alvin sambil menguyah.
"Loh, kok pulang bukan nya seminggu ? Kamu kan baru dua hari ada di rumah ."
Bu Sumi merasa sedih mendengar putra satu - satu nya akan kembali meninggalkan nya .
"Maaf ya Bu , tapi tuan muda menyuruh ku segera kembali , banyak kerjaan di kantor ." Alvin pun tidak tega melihat Ibu nya bersedih .
"Kita baru saja bertemu , kamu sama bos mu itu setiap hari bertemu. Sedangkan Ibu harus menunggu sepuluh tahun untuk bertemu dengan mu itu juga cuma dua hari , kenapa kamu tidak bisa melawan bos mu itu sih !" Bu Sumi mengerucut , Bu Sumi jadi kesal karena Alvin akan kembali ke jakarta .
"Ibu , bukan cuma Alvin , Zeni juga harus kembali ke jakarta , kita berdua harus kembali bekerja ." ucap Zeni yang menenangkan Bu Sumi .
"Ibu , jangan khawatir kami berdua akan sering menjenguk Ibu ." ucap Zeni seraya menyentuh tangan mertua nya membuat Bu Sumi luluh .
Bu Sumi pun menghela nafas sejenak .
"Kalau sudah begini ibu bisa apa ? Ibu ngerti kalian pasti sangat sibuk . Lalu kapan kalian akan menikah ?" Bu sumi menatap dua sejoli di depan nya .
"Secepat nya , kami akan cari waktu yang tepat aku juga belum membicarakan ini dengan orang tua Zeni ." ucap Alvin .
"Do'a kan yang terbaik saja untuk kami berdua ." ucap Alvin .
" Ibu akan selalu mendoakan mu , Alvin sebelum kembali ke jakarta kamu ziarah dulu ke makam bapak mu , sekalian ajak Zeni ."
"Iya Bu, setelah ini aku akan ke makam bapak . Kita pergi sama - sama ya Bu ." Bu Sumi pun mengangguk .
"Ya sudah , kita habiskan dulu sarapan nya ." ujar Bu Sumi .
Alvin , Zeni , pun kembali menghabiskan sarapan nya .
****
Wallandou group
Elin baru saja turun dari mobil nya , memasuki perusahaan besar wallandou group , Elin berjalan menuju lift untuk ke ruangan nya .
Elin begitu semangat akan bertemu dengan Bos tampan nya . Seperti biasa Elin mengenakan baju ketat yang mencetak gunung kembar nya yang sexy , juga rok selutut yang selalu ia pakai , banyak laki - laki yang menatap nya penuh gairah , tak sedikit pula laki - laki yang terpesona oleh nya .
Elin memang wanita cantik , tubuh nya sexy , hidung mancung , rambut ikal dan panjang , bibir sexy merah merona , kulit putih seperti gadis eropa membuat siapa pun yang melihat nya akan tergoda namun tidak dengan Vero .
Bagi Elin Vero laki - laki yang berbeda , tidak seperti laki - laki pada umum nya yang gampang terpikat dan selalu menggoda nya , itulah kenapa Elin menjadi tertarik pada nya .
__ADS_1
Elin sudah memasuki lift , hanya ada diri nya seorang dalam lift itu , Elin berdiri berpose bagaikan seorang model , Elin sudah tidak sabar ingin segera menemui Vero bos dingin nya itu .
"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan tuan muda , sekarang tuan muda pasti sedang stres memikirkan pertengkaran nya semalam dan itu berarti tuan muda membutuhkan ku untuk menjadi tempat curhat nya !! Oh.. tuan muda Alvero kamu membuat ku tergila - gila ."
Elin terus bergumam , yang ada di bayangan nya hanyalah Vero dan Vero .
Ting.
Lift pun terbuka , Elin pun berjalan keluar dengan anggun , Elin berjalan menuju ruang kerja bos nya itu Elin benar - benar tidak sabar , dan langsung masuk ke ruangan bos nya .
Cklek,
Elin terkejut , mata nya membulat ketika melihat ke romantisan Shila dan Vero di dalam sana . Nafas Elin membara hati nya terasa sesak , tubuh nya terasa panas ketika melihat Vero mengecup lembut bibir Shila .
Karena tidak tahan Elin pun segera menutup pintu nya dan keluar .
"Apa aku tidak salah lihat ? Mereka terlihat baik - baik saja , apa kemarin tidak terjadi apapun pada mereka ? seharusnya sekarang mereka bertengkar dan istri nya itu membenci tuan muda , aku yakin setiap wanita pasti cemburu melihat lipstik yang tiba- tiba ada di dalam saku jas suami nya , tapi kenapa ini tidak !"
"Dan lagi , aku di suguhkan pemandangan yang memanas pagi ini , apa maksud nya ciuman di dalam kantor ." gerutu Elin kesal karena cemburu .
Sedangkan di dalam ruangan CEO
"Aduh, mas lebih kencang , perih ini ."
"Ini sudah kencang , sayang sebentar aku coba lagi ."
"Sudah belum Mas ."
"Sebentar , "
"Ahh."
"Sudah , apa masih perih ?"
"Mata ku masih perih Mas , karena kelilipan ."
"Ya udah aku tiup lagi ya sayang .. ."
Seperti nya Elin salah paham , tapi baguslah Elin mengira mereka sedang berciuman padahal , Vero hanya meniup mata Shila yang kelilipan .😄
...----------------...
Hai akak readers , jangan lupa klik 👍 ya 🙏☺
biar thor semangat lagi up nya .
Hari ini sampai sini dulu ,tangan thor sudah pegel nih !! sampai jumpa besok ☺
__ADS_1
terus tunggu Up dari thor ya 🙏😊