Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 99


__ADS_3

Vero membaringkan tubuh nya di samping Shila setelah satu jam melakukan penyatuan nya dengan sang istri . " Terima kasih sayang ." ucap Vero lalu mengecup kening sang istri yang sudah terlihat lelah , Namun Shila tetap senang bisa melayani suami nya .


Vero memeluk tubuh Shila yang masih tidak memakai sehelai baju pun karena mereka baru saja menyelesaikan penyatuan nya .


"Sayang , seperti nya aku akan mencari sekretaris baru ."


"Sekretaris ? bagaimana kalau aku saja Mas , biar kita bisa bersama - sama terus kan Mas ." ucap Shila yang mendongakkan kepalanya.


"Sayang , kamu itu sedang hamil ." ucap Vero sambil menciut hidung Shila lembut .


"Aku masih bisa ko sayang , hamil aku baru 4 bulan , aku juga udah gak mual - mual lagi ."


"Aku tidak akan memperkerjakan wanita hamil , aku tidak mau kamu kecapean sayang ."


Vero mengecup lembut kening Shila


"Tapi , di kantor mu juga banyak wanita hamil yang bekerja ."


"Sayang, justru itu aku tidak tega melihat karyawan aku yang sedang hamil masih bekerja , tapi kalau aku pecat kasihan juga kan ! mereka membutuhkan pekerjaan itu , karena itu aku tidak akan mengizinkan istri ku yang cantik ini bekerja apalagi sedang hamil aku tidak mau, karena itu akan menjadi resiko nanti ."


"Tapi , aku kangen masa - masa bekerja Mas."


Shila memang merindukan saat bekerja di perusahaan suami nya itu , apalagi Shila hanya bekerja beberapa bulan saja karena saat itu Shila menikah dengan Tuan muda, dan setelah menikah Shila tidak di izinkan untuk bekerja lagi oleh Vero .


"Kalau kamu kangen, kamu boleh ikut aku ke kantor sayang , kamu bisa main ke perusahaan kapan saja tapi tidak untuk bekerja ."


"Kalau tiap hari aku nemenin kamu ke kantor yang ada kamu tidak akan fokus bekerja sayang , yang ada aku capek harus melayani mu terus ."


Vero terkekeh mendengar ucapan Shila , yah .. memang benar apa kata Shila bisa - bisa tiap hari mereka melakukan nya di kantor .


"Sayang, kenapa tiba - tiba kamu mencari sekretaris ? kamu bilang ada Alvin tidak butuh sekretaris lagi ."


"Awal nya memang begitu , tapi .. Alvin tiba - tiba minta cuti , jadi mau tidak mau aku harus mencari sekretaris baru ."


"Alvin cuti ? mau kemana ?" tanya Shila .


Flasback on


"Tuan Muda , sepertinya kita harus mencari sekretaris baru untuk Tuan muda ." ucap Alvin saat mereka akan melangkah ke ruang meeting .


"Aku kan sudah bilang Alvin , cukup kamu saja aku tidak butuh sekretaris ." timpal Vero .


"Begini Tuan muda , sebenar nya saya mau izin cuti satu minggu ."


"Apa!!" Vero terkejut ketika mendengar ucapan Alvin ." cuti seminggu untuk apa ?"


"Saya rencana mau ke semarang Tuan , saya mau pulang ke rumah orang tua saya ."


"Kenapa tiba - tiba Alvin ? Apa ibu mu sakit ? "


"Ibu saya baik - baik saja Tuan muda , namun tujuan saya pulang karena saya mau memperkenalkan Zeni pada ibu ." ucap Alvin sedikit pelan .


Vero pun terkejut , tidak menyangka ternyata Alvin benar - benar serius pada Zeni .


"Kamu serius Alvin ? Jadi kamu sudah memantapkan hati mu untuk Zeni ?" Alvin hanya mengangguk ketika mendapat pertanyaan dari bos nya itu .


"Jadi kamu mau menikah ? "

__ADS_1


"Ya.. semoga saja Zeni mau ."


Vero hanya terkekeh mendengar ucapan Alvin yang begitu kaku .


"Alvin jangan terlalu kaku , aku tahu ini pertama kali untuk mu , apa jangan - jangan kamu sudah merenggut keperawanan nya ya ?" Alvin terbelalak ketika mendapat pertanyaan itu dari Vero.


"Aku tidak serendah itu Tuan muda , aku tidak pernah melakukan itu aku hanya merenggut bibir nya saja tidak lebih , kalau aku melakukan nya bisa - bisa aku di marahi oleh ibu ku ."


Vero tergelak mendengar ucapan Alvin , padahal diri nya hanya bercanda . Alvin memang pria baik dia tidak akan pernah menodai seorang wanita karena Alvin sangat menghargai wanita begitu juga Vero namun Vero mengalami kejadian buruk sehingga membuat Shila hamil sebelum menikah . Alvin sangat takut pada ibu nya kalau itu terjadi ibu nya pasti memarahi nya , itu sebab nya Alvin tidak pernah berpacaran atau pun berkencan dengan wanita karena Alvin takut khilaf nantinya .


"Saya dukung kamu kalau itu sudah menjadi keputusan mu, tapi ingat !! Jangan pernah menyakiti nya kalau sampai itu terjadi istri saya akan menghajar mu , kamu kan tahu Zeni itu sahabat istri saya jadi jangan macam - macam !"


"Karena itu aku ingin membuktikan pada istri mu bahwa aku benar - benar serius pada Zeni , aku pun tidak mau nanti Zeni di ambil Erik ." Vero mengerutkan dahi nya ketika mendengar Alvin menyebut nama Erik .


"Jadi kamu cemburu sama Erik Alvin ? " Vero tergelak .


"Kenapa tertawa Tuan muda ? wajar saja kan aku cemburu karena Erik pernah mendekati nya ." timpal Alvin .


"Alvin kenapa cemburu dengan Erik , dia itu sudah menikah !" Alvin terkejut dengan ucapan Vero bisa - bisa nya dia cemburu pada laki - laki yang sudah beristri.


"Erik sudah menikah ? lalu kenapa saat di pesta kemarin Erik memberikan jas nya untuk Zeni ? Kalau sudah menikah seharus nya jangan memberi perhatian pada wanita lain ." ketus Alvin .


"Wajar saja sih , karena istri nya Erik itu sudah tiada jadi sekarang dia singgle ." Alvin hanya mendesah kesal ketika Vero memutar - mutarkan perkataan nya . Padahal bilang saja kalau Erik itu seorang duda membuat Alvin kesal saja .


"Alvin aku mengizinkan kamu cuti tapi ingat !! Kamu tidak boleh cuti sebelum sekretaris baru ku datang ." tegas Vero .


"Tenang saja Tuan muda sekretaris Tuan muda besok juga sudah bekerja ." timpal Alvin .


"Besok ? cepat sekali padahal aku belum .." ucapan Veto tertahan karena di sanggah Alvin.


"Aku sudah memilihkan sekretaris untuk mu Tuan muda dan besok dia mulai bekerja karena besok aku mulai cuti ."


Tanpa terasa langkah mereka pun berhenti di depan ruang meeting. Akhir nya mereka harus mengakhiri percakapan nya dan masuk ke ruang meeting .


Flasback off


Shila begitu senang mendengar bahwa Alvin dan Zeni menjalin hubungan yang serius . Apa lagi Alvin akan membawa Zeni ke pada ibu nya itu membuat Shila lega . Namun Shila sedikit kesal karena Zeni tidak memberitahu kan hubungan nya pada Shila .


"Semoga saja Alvin dan Zeni segera menikah ya Mas ." ucap Shila penuh harap .


"Aamiin sayang ."


"Oh iya Mas, kapan Alvin cuti ?"


"Besok." Shila terbelalak


"Besok ? Tapi sekretaris nya ."


"Sekretaris nya juga mulai bekerja besok , Alvin sudah mengatur semua nya sebelum dia cuti . "


"Oh begitu ! cewek atau cowok ? "


"Tidak tahu sayang , memang nya kenapa ? "


"Kalau sekretaris nya cewek jangan terlalu dekat ." ucap Shila sedikit memanyunkan bibir nya m


"Kamu cemburu ? Sayang kamu jangan khawatir aku tidak akan tergoda ,hanya kamu seorang yang membuat aku tergoda sayang ." Vero mengecup bibir manis Shila seakan tidak ingin melepas nya , namun tiba - tiba

__ADS_1


Brukk..


Shila dan Vero langsung menyelimuti tubuh nya ketika mendengar pintu terbuka .


"Joy ." Shila dan Vero kaget ketika melihat Joy di depan pintu .Untung saja Shila langsung menarik selimut nya untuk menutupi tubuh nya karena Shila dan Vero tidak tertutup sehelai benang pun mereka masih belum memakai apapun .


"Mami , papi ."


"Astaga , aku lupa mengunci pintu nya ." Vero mengutuki diri nya , bisa - bisa nya dia lupa mengunci pintu untuk saja mereka sedang tidak melakukan penyatuan kalau Joy sampai melihat itu !! Ah ... tidak jangan sampai .


"Joy , sudah Papi bilang ketuk pintu dulu ."


"Ops !! sorry papi aku lupa ." ucap Joy menyengir kuda .


"Papi , aku ingin berbicara penting dengan papi ini tentang masa depan ku papi ." ucap Joy sembari melangkah masuk


"Papi.. "


"Stop !!." teriak Vero saat Joy akan berjalan menghampiri ranjang nya .


"Ada apa papi ? "


"Tunggu di luar saja ya sayang , papi mau mandi dulu ."


"Ya sudah , aku tunggu di sini saja ."


"Jangan !!" teriak Shila membuat langkah Joy terhenti .


"Kenapa Mami ?"


"Maksud Mami jangan menunggu Mami dan Papi , tunggu saja di bawah ya , sebentar lagi Mami dan Papi menyusul oke sayang !"


Joy berpikir sejenak


"Tidak, aku juga ingin tidur bersama Mami dan Papi ."


"Eh !! ." Vero dan Shila terbelalak mendengar ucapan Joy yang tidak ingin pergi dari dalam kamar , malah langkah nya semakin dekat .


Bagaimana ini ! Aduh jangan sampai Joy mendekat apalagi harus melihat mami papi nya sedang telanjang seperti ini . Bisa malu aku .


Batin Shila .


Shila dan Vero menatap satu sama lain , semakin mempererat selimut nya sampai menutupi leher jenjang nya . Sedangkan langkah Joy semakin dekat dan..


"Aduh!! " Tiba - tiba Joy merasa sakit pada perut nya .


"Ada apa sayang ?" tanya Shila saat Joy menyentuh perut nya .


"Perut ku sakit Mami , seperti nya aku mau buang air Mami ."


"Cepat ke kamar mandi jangan di tahan sayang nanti bisa jadi penyakit ." seru Vero


"Aku pinjam kamar mandi papi saja ya ."


"Eh !! jangan , kamar mandi nya rusak lebih baik kembali ke kamar saja pakai kamar mandi di kamar mu sayang ."


"Baiklah , aku pergi dulu sudah tidak tahan . Tapi nanti aku kembali lagi ya Papi ."

__ADS_1


Shila dan Vero bernafas lega ketika Joy sudah keluar dari kamar nya . Anak yang satu itu benar - benar selalu mengejutkan kedua orang tua nya selalu saja bikin jantungan .


__ADS_2