
Setelah mengantarkan si kembar ke sekolahnya Shila berencana untuk pergi ke kantor sekalian mengantarkan makan siang untuk suaminya dan juga bertemu dengan Zeni sahabat nya .
Saat ini Shila belum ada pengawalan hanya di antar supir saja . Sebelum ke kantor Shila mampir sebentar ke toko kue, Shila ingin membeli brownis kesukaan Zeni dulu .
"Pak , tunggu sebentar nya saya mau beli kue dulu ." ucap Shila pada sang supir saat sudah sampai di toko kue.
"Apa perlu saya saja yang belikan nyonya ?." ujar si supir namun di sanggah oleh Shila .
"Tidak usah pak , saya beli sendiri saja bapak tunggu saja disini ." ujar Shila yang tak ingin merepotkan si supir . Setelah mendapat jawaban dari si supir Shila pun turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam toko .
Bugh..
Tubuh Shila bertabrakan dengan tubuh seseorang saat ingin masuk ke dalam toko namun orang itu hanya tersenyum tipis ke arah Shila dan berlalu pergi tanpa mengatakan kata maaf ." Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ?." Shila yang memikirkan orang yang bertabrakan dengannya tadi . Tak ingin terus memikirkan orang itu Shila kembali melangkah masuk ke dalam toko.
Setelah beberapa menit menunggu, kue yang Shila pesan pun datang .Setelah mendapatkan kue nya dan membayar Shila melangkah pergi dari toko itu menuju mobil nya lagi .
"Pak , ini untuk bapak ya maaf sudah lama menunggu." Ujar Shila yang memberikan satu kotak kue pada pak sopir yang membuat pak sopir tersenyum karena kebaikan nya . Lalu pak sopir pun menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya menuju kantor Tuan muda meninggalkan toko kue .
Tanpa Shila sadari ada sebuah mobil yang memantau nya saat di toko tadi sampai mengikutinya .
****
Kembali ke kantor . Saat ini Vero sedang di sibukkan dengan pekerjaan nya yang sudah lama iya tunda karena acara honeymoon kemarin . Alvin pun ikut membantu nya kali ini tugas Alvin semakin banyak dan berat karena tidak ada Shila yang membantu nya ." Tuan muda , apa tidak ada rencana merekrut sekretaris baru ." ucap Alvin lolos begitu saja .
"Kenapa ? kau keberatan menjadi Asisten ku ? " ucap Vero dengan tatapan tajam nya .
"Bukan begitu , aku tidak sanggup harus menghandle semua nya saat Tuan muda tidak ada ." keluh Alvin yang merebahkan tubuhnya di sofa .
"Kalau begitu kamu bisa undur diri , saya bisa carikan asisten lain ." perkataan Vero membuat Alvin terlonjak kaget dan langsung kembali bekerja . "Kejamnya ." gumam Alvin lirih
Tak lama kemudian pintu ruangan Vero pun terbuka menampilkan seorang wanita cantik yang membuat nya terpesona siapa lagi kalau bukan Shila .
__ADS_1
"Selamat siang ." wajah Alvin berbinar ketika melihat Shila yang datang . Namun berbeda dengan Vero dia malah terkejut dengan kedatangan Shila yang tiba - tiba .
"Ini keberuntungan ku ." gumam Alvin yang mengembangkan senyumannya .
"Alvin , apa kabar ." Shila senang bertemu dengan Alvin rasanya Shila seperti kembali bekerja saking senang nya Shila dan Alvin saling peluk itu membuat Vero kesal .
"Aku baik Shila ." ucap Alvin setelah Shila melepas pelukannya . Namun Vero tiba - tiba menarik tangan Shila lembut untuk menjauh dari Alvin ."Ngapain peluk - pelukkan , dan kamu Alvin sekali lagi memanggil namanya aku pecat kamu ." pekik Vero yang sudah di landa cemburu .
"Mas, jangan begitu Alvin ini teman ku juga teman mu ." Shila mencubit perut Vero lembut karena perkataan nya yang keterlaluan pada Alvin.
"Giliran sama suaminya aja nyubit tapi sama orang lain meluk ." ketus Vero yang memalingkan wajahnya dari Shila . Melihat sikap Vero seperti itu Shila tersenyum karena menurutnya sikap Vero itu lucu lalu Shila pun memeluk tubuh Vero erat membuat Vero tersenyum.
"Kenapa tidak bilang mau kesini?." tanya Vero yang menatap Shila yang masih memeluknya.
"Kejutan , aku kesini membawakan makan siang untuk suami ku dan ini aku bawakan kue brownis juga . Sebenarnya sekalian aku ingin ketemu Zeni kangen udah lama gak ketemu ." ucap Shila yang menaruh rantang bekal dan kotak kue di atas meja .
"Giliran sama Zeni aja kangen sama suami nya nggak ." timpal Vero yang memasang wajah dingin.
"Aku ketemu Zeni dulu nya mas , nanti aku kembali lagi ingat ! jangan galak - galak sama Alvin ." ancam Shila dengan sorot mata tajam nya Vero hanya menghela nafas kasar ketika mendapat tatapan tajam dari istrinya .Setelah itu Shila berjalan ke luar ruangan .
Sedangkan di lobby perusahaan, mobil yang mengikuti Shila tadi masih diam menunggu Shila keluar , entah apa tujuan nya namun saat Shila keluar dari perusahaan orang itu menarik senyum di ujung bibirnya seolah sudah mendapatkan mangsanya .
"Shila , kita mau makan dimana ? ." tanya Zeni yang berjalan berdampingan dengan Shila .
"Kita ke cafe sebrang aja yuk , aku yang traktik deh udah lama kita gak ngobrol kangen " ujar Shila .
"Owh.. akhirnya aku di traktir sama nyonya muda , aku pikir kau akan melupakan ku setelah menjadi nyonya muda Alvero ." ledek Zeni .
"Tidak mungkin aku melupakan sahabat ku , kau adalah sahabat terbaik ku ." Shila dan Zeni begitu asik berbincang sehingga tak menyadari seseorang yang sedang memantaunya dari jauh .
Sampai saatnya Shila dan Zeni akan menyebrang ke cafe itu , namun langkahnya terhenti karena kendaraan yang berlalu - lalang jadi Shila dan Zeni harus menunggu sampai jalanan agak lenglang sedikit .
__ADS_1
Dari kejauhan sebuah mobil melaju sangat kencang dengan tatapan pada satu titik yaitu Shila . Mobil itu melaju sangat kencang dan semakin dekat ." Ini kesempatan ku." ucap orang itu yang tersenyum sinis .
"Shila , ayo kita nyebrang ." ajak Zeni yang sudah berjalan lebih dulu .
"Iya , Zen bentar " ucap Shila yang melangkahkan kaki nya . Namun saat Zeni berbalik lagi "Shila ay..." ucap Zeni tertahan .
Tid...Dugh..
Tiba - tiba semua orang panik dan berkumpul di tempat dimana Shila berdiri " Shila , Shila , Shila kamu dimana ? ada apa itu kenapa banyak orang berkumpul ." tanya Zeni pada dirinya sendiri lalu melangkahkan kaki nya menuju kerumunan orang di depannya .
"Shila ." ucap Zeni terkejut ketika melihat kening Shila yang berdarah karena terbentur aspal juga lutut Shila yang berdarah karena luka dari mobil yang menyerempetnya tadi .
Walau luka Shila tak begitu parah karena mobil itu hanya menyerempetnya saja namun tetap saja sakit .
Di ujung sana mobil itu berhenti dan orang itu menatap Shila dari balik kaca spion nya lalu tersenyum sinis." Ini baru permulaan ." ucap orang itu yang tidak terlihat jelas karena memakai hoodie yang menutupi wajahnya juga kaca mata hitam nya. setelah itu orang itu berlalu pergi .
"Shila , kenapa bisa seperti ini ." ucap Zeni panik lalu menghubungi Alvin untuk memberitahukan keadaan Shila .
Tak lama kemudian Alvin datang bersama Vero yang panik karena mendapat kabar bahwa Shila tertabrak .
"Shila " ucap Vero yang memeluk Shila yang terduduk di atas aspal .
"Alvin , siapkan mobil sekarang kita bawa Shila ke rumah sakit ." teriak Vero pada Alvin yang sekarang sedang tersulut emosi .
"Tidak perlu ke rumah sakit , ini cuma luka kecil obati saja disini ." ucap Shila yang meminta Vero untuk tidak membawanya ke rumah sakit namun Vero menolaknya .
"Mas , aku mohon ." pinta Shila agar Vero tidak membawanya ke rumah sakit .Melihat Shila memohon padanya Vero pun tidak tega dan menuruti kemauan Shila untuk tidak membawanya ke rumah sakit .
"Siapa yang menabrak istri saya , dan kamu kenapa tidak menolong nya ." bentak Vero yang tersulut emosi pada semua orang yang ada disana termasuk security yang kena semprot .
"Mas , jangan salahkan security ini kecelakaan ." timpal Shila yang mencoba menenangkan Vero .Vero membawa Shila ke ruangan nya . Sedangkan Alvin dan Zeni masih terdiam memikirkan apa yang terjadi pada Shila kenapa sampai bisa tertabrak namun ada satu saksi yang bilang bahwa ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Shila dan sepertinya itu di sengaja .
__ADS_1