Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 108


__ADS_3

Shila masih setia menunggu di dalam ruangan , untuk bertemu sekretaris suami nya itu namun Elin masih belum memasuki ruangan bos nya padahal pagi ini Vero akan meeting bersama klien dari jepang .


"Dimana wanita itu jam segini belum juga datang ."guman Shila kesal sembari melihat jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 08.30


"Sayang , dimana sekretaris mu itu ? jam segini belum juga datang , ini sudah siang Mas , sudah masuk jam kerja kalau sekretaris mu itu selalu terlambat lebih baik pecat saja ."


Shila sangat kesal , menunggu Elin yang tak kunjung datang .


"Sayang, kenapa kamu jadi sensitif gini sih !! Jangan marah - marah terus , kasihan triple baby kita ." ucap Vero yang berjalan ke arah Shila yang duduk di sofa .


"Ini semua karena sekretaris mu itu , kalau tidak ada dia ,aku tidak akan marah - marah seperti ini ." ketus Shila


Vero hanya menggeleng , ketika melihat sikap Shila yang selalu marah - marah . Entah kenapa akhir - akhir ini Shila cepat tersulut emosi , apalagi setelah bertemu dengan Elin .


"Jangan marah - marah , nanti perut kamu keram lagi , ingat !! kamu sedang hamil ." ucap Vero yang sudah duduk di samping Shila .


"Tapi aku ke.." belum sempat Shila melanjutkan perkataan nya Vero langsung membungkam mulut istri nya itu dengan bibir nya . Vero mengisap lembut bibir Shila dalam waktu yang sangat lama . Membuat Shila langsung terdiam .


"Seperti nya saran Stella boleh juga ."


Ucap Vero yang tersenyum penuh arti , mengingat ucapan Stella yang menyarankan untuk senam bibir setiap waktu agar tidak bertengkar , dan membuat Shila diam .


Aww, sakit sayang.. " ringis Vero ketika Shila mencubit perut sobek nya .


"Kamu sih yang mulai , cubit lagi nih !"


"Kalau kamu cubit aku cium lagi nih ."


Vero kembali mengecup bibir sang istri dengan lembut , Shila memejamkan mata nya untuk menikmati setiap sentuhan lembut dari suami nya .


Ehmm..


Deheman seseorang membuat Shila dan Vero menghentikan ciuman nya , Shila langsung menoleh ke arah sumber suara . Mata Shila membulat sempurna ketika melihat siapa yang datang .


Dia, dia wanita yang kemarin datang ke rumah ku , jadi benar wanita ****** itu sekretaris Mas Vero ?.


Batin Shila , yang terus menatap penampilan Elin dari atas sampai bawah .


"Maaf Tuan muda kalau saya mengganggu , saya tidak tahu kalau ada istri Tuan muda di sini " ucap Elin yang tersenyum paksa .

__ADS_1


Pemandangan apa lagi ini, mereka sengaja memanas - manasi ku. Ck , ciuman di sembarang tempat mau pamer kemesraan !


Batin Elin yang kesal melihat Vero yang mencium Shila penuh gairah , membuat Elin tergoda .


"Seharusnya kamu ketuk pintu dulu Elin . Kamu tidak sopan ." cibir Vero dingin.


"Tidak apa - apa Mas ." ucap Shila seraya mengusap lembut tangan Vero , membuat Elin semakin cemburu .


Shila bangun dari duduk nya berjalan menghampiri Elin yang masih berdiri di depan pintu .


"Ini punya mu kan ?" ucap Shila seraya menyodorkan lipstik semalam yang ia temukan di dalam saku jas suaminya .


"Bukan !" Elin mengelak , karena takut Vero marah kalau dia sengaja menyimpan lipstik di dalam saku jas nya Vero. Sedangkan Vero hanya menatap tajam kedua wanita yang ada di depan nya itu .


"Kamu lupa ya , kemarin kamu datang ke rumah ku kan ? Mengantarkan jas suami ku yang tertinggal dan aku menemukan lipstik ini mungkin ini punya mu ."


"Oh , iya pantas saja aku cari - cari tidak ada , mungkin tidak sengaja terbawa ." jawab Elin gugup .


Shila hanya tersenyum tipis sembari menatap Elin . " Ternyata kamu pintar akting juga ya ." batin Shila .


"Oh iya m aku tidak tahu kalau kamu adalah sekretaris suami ku ,kenalkan aku Shila istri nya Tuan muda ."


"Aku Elin sekretaris nya Tuan muda yang baru ."


"Maaf ya Elin kalau aku menyinggung mu , tapi aku tidak suka dengan pakaian mu ,bisa kah kamu memakai pakaian yang lebih sopan , bukan maksud ku untuk mengkritik pakaian mu tapi bekerja di sini ada aturan nya ." Elin terbelalak mendengar ucapan Shila yang menyinggung nya .


"Maaf , nyonya selama saya bekerja di perusahaan lain tidak pernah ada yang mengeluh dengan pakaian ku , mungkin nyonya takut kalau Tuan muda akan tergoda oleh ku benar kan ? Tuan muda juga tidak pernah mengeluhkan pakaian ku ." jawab Elin entang .


"Wanita ini benar - benar .." Shila mengepalkan tangan nya karena geram, bisa - bisa nya Elin mengatakan itu pada Shila.


"Sayang , apa yang sedang kamu bicarakan ayo duduk jangan terlalu lama berdiri ." Vero menuntun Shila untuk kembali duduk di sofa . Membuat Elin semakin iri melihat sikap Vero yang begitu lembut kepada Shila, sedangkan pada Elin Vero begitu dingin dan cuek .


Shila masih kesal dengan ucapan Elin barusan . "Sayang aku haus mau minum ." ucap Shila manja .


"Kamu mau minum apa sayang ? "


"Es, jeruk ."


"Hanya itu ?" ucap Vero yang menatap Shila lembut .

__ADS_1


"Hu,um," Shila mengangguk manja .


"Elin, tolong bawakan es jeruk untuk istri ku ." titah Vero membuat Elin tak suka .


"Tapi sebentar lagi kita ada meeting kan , tuan muda ."


"Masih ada waktu 30 menit , sekarang kamu ambilkan minuman untuk istri ku dulu." ujar Vero dingin . Dengan terpaksa Elin keluar untuk menuju pantry.


Kenapa harus aku memang aku pelayan apa , apa susah nya sih panggil OB !.


Batin Elin sepanjang perjalanan ..


"Ini minum nya nyonya ." Elin sudah kembali dengan membawa segelas es jeruk lalu menaruh nya di atas meja depan Shila .


"Sekarang aku tidak mau es jeruk , aku mau jus alpukat saja ."


Elin kembali ke pantry untuk membuat jus alpukat yang di minta Shila .


"Ini nyonya ." Elin menaruh gelas nya di atas meja .


"Aku juga tidak mau jus alpukat , aku mau teh manis saja ."


Elin kembali lagi ke pantry ,dan terus menerus ia lakukan . Elin terus bulak - balik sampai minuman yang terakhir Elin bawa es lomon tea . Elin menaruh minuman itu di atas meja yang sudah penuh dengan beberapa gelas namun tidak di minum Shila sama sekali . Elin mengatur nafas nya yang masih terengah - engah , peluh keringat membasahi wajah nya , bahkan kecantikan Elin pun memudar . Sepertinya Shila sengaja mengerjai Elin .


"Eh, Elin aku lupa bisa kamu bawakan kopi untuk Tuan muda ."


Ih.. dasar ,wanita ini sengaja ngerjain aku , awas ya .


Batin Elin kesal , lalu kembali lagi ke pantry.


Shila tersenyum melihat Elin yang kesal


"Sayang , minuman segini banyak untuk apa ? kamu pasti sengaja ya ngerjain Elin ." ujar Vero yang tersenyum tipis .


"Biarin aja Mas, itu pelajaran untuk yang sudah menggoda suami orang ." ketus Shila , Vero hanya menggeleng ketika mendengar ucapan Shila .


"Aku suka kamu yang cemburu sayang !"


"Siapa yang cemburu , aku hanya jaga - jaga saja !! Awas saja kamu Mas kalau dekat - dekat dengan dia , aku tidak akan mengizinkan mu untuk tidur di kamar ."

__ADS_1


Gleg,


Vero menelan saliva nya ketika mendapat ancaman dari Shila .


__ADS_2