
Shila dan Vero masih dalam perjalanan menuju maldives , mereka berdua begitu menikmatinya , di tambah lagi selama perjalanan mereka di suguhkan dengan pemandangan laut yang indah dan biru .
"Apa kamu menyukainya? ." tanya Vero yang memeluk Shila . Shila yang berada dalam pelukan Vero menyimpan kepalanya di pundak Vero pun hanya mengangguk sebagai jawaban .
"Sekarang , apa kamu benar - benar bahagia bersama ku ?." tanya Vero yang menatap lekat wajah Shila .
Shila yang mendapat pertanyaan itu pun mendongakkan kepalanya lalu tersenyum " Sangat bahagia , terimakasih karena kau telah hadir di hidup ku . I love you ." ucap Shila yang tersenyum manis .
"I love you to ."
Cup.. satu kecupan mendarat di kening mulus Shila , perkataan Shila membuat Vero semakin mempererat pelukannya baru kali ini Vero merasa nyaman dan tergila - gila pada seorang wanita .
Vero yang dulu tidak pernah percaya dengan adanya cinta , dan Vero selalu menganggap wanita hanyalah penggoda kini ucapan nya itu dia tarik kembali karena sekarang Vero sudah percaya dengan adanya cinta , cinta yang mampu membuatnya tergila - gila pada wanita yang menjadi istrinya itu .
"Apa kamu tahu , kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku , hanya kamu yang mampu meluluhkan hati ku ." ucap Vero yang mulai menggombal.
"Gombal ." ucap Shila yang langsung memalingkan wajah nya dari tatapan Vero .
"Aku , serius ." timpal Vero
"Oh ya ? . Jadi kau tidak pernah berhubungan dengan wanita lain , apa hanya aku wanita yang meluluhkan hati mu ?." Shila masih tidak percaya mana mungkin cowok setampan Vero tidak pernah menjalin asmara dengan satu wanita pun apalagi Vero sangat kaya .
"Ya, dan hanya kau satu - satu nya wanita yang aku tiduri ." ucapan Vero membuat Shila tersipu malu karena mengingat pada satu malam itu.
"Mas , jangan membahas itu lagi ." ucap Shila yang pipinya mulai memerah .
"Kenapa ? kenapa kau malu , apa kau ingin kita melakukannya lagi ." ucap Vero yang menggoda Shila .
"Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang ." ucap Vero dengan senyum penuh arti .
"Mas , apaan sih nanti ada yang lihat ." ucap Shila yang mulai gugup .
"Tidak akan ada yang melihat , hanya ada kita berdua disini ." ucap Vero yang menangkup tubuh Shila .
"Tapi mas ." ucap Shila tertahan karena Vero membungkam mulutnya dengan bibir Vero . Di dalam pesawat yang hanya ada mereka berdua itu membuat kedua insan yang di mabuk cinta ini menjadi leluasa. Shila yang mendapat sentuhan lembut itu pun tak menolaknya sama sekali .
Vero menghentikan ciumannya sejenak , agar Shila bisa bernafas , setelah itu Vero membuka jas nya lalu melempar nya . Vero kembali menangkup tubuh Shila mendekatkan dengan tubuh nya .
"Mas jangan disini ." entah kenapa Shila merasa ada orang lain yang berada di dalam pesawat dan itu membuat Shila tidak nyaman . Tapi Vero tidak mengindahkan ucapan Shila .
__ADS_1
"Kenapa kau masih malu - malu , apa kita akan membuat adik untuk si kembar ? ." ucap Vero yang mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Shila . Namun , sebelum itu terjadi ..
"Tidak ." teriak Joy yang muncul tiba - tiba di belakang kursi Vero , teriakan Joy membuat Vero terkejut hingga menghempaskan tubuh Shila ke atas kursi membuat Shila kesakitan karena Vero menghempaskan nya begitu saja.
"Joy." ucap Vero yang membulatkan kedua bola matanya .
"Aku tidak mau punya adik papi ." ucap Joy dingin dengan wajah yang di tekuk .
Ternyata Joy mendengar ucapan Vero barusan . Sedangkan Vero langsung melirik ke arah Shila yang terbaring di kursi sontak Vero pun langsung membangunkannya . " Maaf , sayang aku menjatuhkan mu ." ucap Vero sambil membangunkan Shila .
"Sakit tahu mas ."
"Iya , maaf tadi aku kaget karena ada Joy ." gumam Vero yang menatap ke arah Shila.
"Joy , apa yang kau lakukan disini ? dimana kakak - kakak mu ?." tanya Shila yang sudah kembali duduk.
"Halo mami , halo papi ." ucap Joanna dan Jolie kompak lalu mereka menyusuri kabin yang begitu luas , bahkan di lengkapi fasilitas mewah .
"Wah,, mewah sekali , ini lebih mewah dari pada pesawat yang aku tumpangi saat ke korea ." ucap Joanna yang mengagumi fasilitas mewah dalam kabin .
"Joy , kau disitu ternyata , aku mencari mu kau selalu saja menghilang ." ucap Jolie yang menatap Joy . Joy yang di tatapnya itu hanya memasang wajah dingin andalannya .
"Apa ? mami akan berikan aku adik lagi ? aku tidak mau, punya dua adik saja merepotkan apalagi kalau nambah ." celetuk Joanna yang membuat Vero dan Shila saling tatap satu sama lain.
"Apa mereka melihat nya , ah.. jangan sampai mereka melihat itu ." batin Shila yang takut adegan mesra dirinya di lihat oleh anak - anak nya .
"Kenapa kalian ada disini ? bukankah kalian di rumah ?." tanya Vero yang menatap ketiga anak nya itu
"Papi sendiri kenapa ada disini ? ." ucap Joy yang sudah turun dari kursi dan berjalan ke arah Joanna dan Jolie .
"Kalian ini , kalau di tanya itu jawab jangan balik nanya ." bantah Shila .
"Sekarang katakan kenapa kalian ada disini ? ." tanya Shila dengan sorot mata tajamnya yang membuat si kembar takut akan tatapan itu .
"Kami .. ." Joanna menjelaskan .
Flasback on
Di belakang rumah Joanna, Jolie dan Joy sedang asik bermain berlarian kesana kemari . Namun langkah Joanna terhenti ketika mata nya tertuju pada sebuah pesawat jet yang ada di pekarangan rumah .
__ADS_1
"Kakak kenapa diam ? ." tanya Jolie yang melihat Joanna sudah tidak berlari lagi .
"Lihatlah , ada pesawat ." tunjuk Joanna pada pesawat jet itu .
"Ada apa ? apa yang kalian lihat ?." ucap Joy yang juga bertanya .
Kini mata Joy juga tertuju pada pesawat jet itu . Membuat mereka bertanya - tanya kenapa ada pesawat di rumah ini .
Karena penasaran si kembar pun berjalan ke arah pesawat jet itu melewati jalan belakang yang menembus ke pekarangan rumah sedangkan Delia, Vero dan Shila saat itu masih berada di dalam rumah .
"Wah , mewah sekali " ucap Joanna saat sudah masuk ke dalam pesawat yang memang pintu nya sudah terbuka .
"Lihat , kursi nya nyaman sekali bukan kah ini pesawat yang suka di pakai oleh presiden - presiden ." celoteh Jolie yang merasakan empuknya kursi pesawat.
"Lihat .. ada komputer nya juga , pesawat ini di lengkapi ruang kerja juga , pasti ini punya papi aku akan mencobanya ." ucap Joy yang langsung mengutak - atik komputer itu .
Sedangkan Joanna dan Jolie menyusuri kabin pesawat hingga sampai di sebuah dapur dan di sana banyak sekali makanan yang enak , ini kesukaan Jolie yang memang hobi nya makan.
Setelah bosan bermain sampai membuat dapur berantakan dan perut mereka pun sudah kenyang si kembar kembali menyusuri kabin hingga sampai di sebuah kamar . Mereka pun masuk kedalam kamar dan menaiki tempat tidur yang begitu empuk membuat mereka bertiga terlelap tidur.
Flasback off
"Ya ampun mama .. mama , ini sih bukan bulan madu namanya ,tapi liburan keluarga ." ucap Vero seraya menghela nafasnya panjang .
Shila pun hanya bisa tersenyum tipis melihat kelakuan si kembar , lalu beralih menatap Vero dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban . Bagaimana lagi ini sudah terjadi terpaksa mereka harus ikut dan tidak mungkin juga mengantar mereka kembali ke jakarta sedangkan pesawat ini sudah sampai di maldives .
Vero hanya bisa menghela nafasnya kasar ." Mama .. mama .. kenapa bisa kecolongan gini sih ." ucap Vero yang tak habis pikir kenapa tidak ada yang melihat si kembar masuk ke dalam pesawat .
" Gagal lagi deh berduaan ." gumam Vero yang membuang nafasnya kasar .
Lalu tertawa bersama dengan Shila .
"Mami papi kenapa tertawa ?." ucap Jolie
"Tidak apa - apa kalian sangat menggemaskan ." ucap Shila yang tersenyum
"Benarkah , jadi mami dan papi tidak akan memberikan ku adik kan ." ucap Joy yang membuat Vero dan Shila semakin tertawa .
anak nya ini memang menggemaskan .
__ADS_1