
Please , tulis komentar yang positif !!
Bila tidak suka , it's okay thor tidak memaksa kalian untuk menyukai nya , tapi tolong tulis komentar yang positif - positif saja.
Untuk kalian yang menyukai cerita nya dan masih membaca nya sampai sekarang terima kasih 🙏☺. Saranin baca sampai selesai jangan hanya di awal saja , nuhun 🙏.
************************
Sandiwara masih berlanjut , saat ini Shila berada di samping Vero , tidak pernah beranjak sedikit pun dari sisi nya . Shila terus menggenggam tangan Vero erat , air mata nya sudah tak terbendung lagi , Shila begitu sedih dan terpukul melihat keadaan suami nya yang tak berdaya . Namun tidak dengan kedua pria yang berdiri di belakang nya , yang ada mereka berdua malas melihat nya .
"Apa sandiwara selanjutnya ?" bisik Indra pada Alvin .
"Entahlah lihat saja mereka , kita seperti sedang menonton teater saja ." cibir Alvin dengan nada berbisik .
"Tapi aku tidak yakin , sandiwara ini akan berakhir bahagia ." Alvin merasa ragu kalau sandiwara konyol bos nya ini bukan membuat Shila memaafkannya tapi malah membuat Shila semakin marah , Entahlah kita lihat saja apa reaksi Shila .
"Mas , apa yang terjadi kenapa kamu jadi seperti ini ?"
"Mas , aku mohon bangun , jangan membuat aku gelisah , aku mohon jangan tinggalkan aku Mas , bukankah kita akan menunggu kelahiran triple baby kita ? Sebentar lagi triple baby kita akan lahir , aku mohon kamu harus kuat , maafkan aku Mas , aku selalu membuat mu marah ."
"Mami sama papi sedang marahan ya ? Hari ini papi tidak bersemangat mungkin karena Papi memikirkan mami itu sebab nya Papi tidak konsentrasi saat menyetir , membuat papi jadi seperti ini ." celoteh Joanna membuat Shila bertanya - tanya .
"Kalian kenapa ada disini ? bukan nya sekolah ? kalian kenapa bisa tahu papi kecelakaan ? "
Deg, dag dig dug deg dor ,
Hati si kembar sedang berkecamuk , pikirannya berkelana kemana - kemana , mungkin sedang traveling mencari tempat eh, bukan tempat tapi mencari alasan yang tepat untuk mami nya yang sudah mulai curiga , tak hanya pikiran mereka yang berkelana mata dan bibir mereka pun bergerak - gerak , ke kanan dan ke kiri seperti sedang senam bibir .
__ADS_1
Ada yang bersiul , ada yang bernyanyi entah apa yang di nyanyikan , ada yang pura - pura tak dengar , pandangan nya tertuju tak tentu arah .
"Ada apa dengan kalian ? kenapa tidak menjawab mami ." Shila menatap penuh curiga .
"Itu mami , tadi kebetulan mobil kita berada di belakang papi , karena aku khawatir jadi aku menyuruh supir untuk terus berada di belakang papi , dan mami tahu papi melajukan mobil nya begitu cepat , belok sana belok sini aku yang melihat nya pun sangat tegang ." celoteh Joy , yang selalu bisa untuk mengelak .
"Mami .. aku mohon jangan marah lagi pada papi , ." mohon Joanna .
"Iya, mami papi begitu menyayangi mami , maafkanlah papi mami ." pinta Jolie yang memancarkan mata sayu nya .
"Iya sayang , mami akan memaafkan papi , mami tidak akan marah lagi sama papi ." Hati Vero berbunga - bunga , serasa ada kupu - kupu di dalam nya , kalau tidak bersandiwara mungkin Vero sudah tersenyum lebar , dan langsung memeluk Shila saat ini juga . Namun Vero harus menahan nya agar sandiwara berjalan lancar .
"Eh, tunggu dulu ! Ko aku merasa ada yang janggal ya ?? ." Shila memikirkan sesuatu .
"Perasaan tadi aku lihat mobil anak - anak ada di rumah ? Apa iya mereka kembali dulu ke rumah lalu pergi ke rumah sakit ! Aneh ." Tatapan Shila menjadi berbeda , Shila menatap ketiga putri nya yang sekarang biasa - biasa saja , tidak sesedih saat pertama bertemu .
Lalu mata nya melirik ke arah Vero , menatap nya dengan seksama , entah kenapa Shila curiga bahwa kecelakaan ini hanya di buat - buat , tapi bagaimana cara membuktikannya .
"Lalu kenapa kalian tidak memberitahu mami ? Bukankah kalian tadi pulang ke rumah ? "
" Tidak Mami, saat melihat kejadian itu kita langsung membawa papi ke rumah sakit iya kan kak ?" ujar Joy yang melirik ke arah Jolie dan Joanna .
"Oh , iya lalu dimana supir kalian ?"
"Mmm.. tidak tahu mami mungkin sudah pulang ." celoteh Joanna .
Ini benar - benar mencurigakan , batin Shila .
__ADS_1
"Sayang kalian jaga papi ya , mami keluar sebentar ."
"Mau kemana mami ?"
"Ke toilet ."
"O" jawab Si kembar singkat . Shila pergi keluar sebentar , setelah 10 menit lama nya Shila pun kembali , namun tidak langsung duduk melainkan berbicara dengan dokter Indra itu pun di luar Shila mengajaknya bicara di luar .
Vero yang melihat Shila ke luar dengan dokter Indra , hati nya pun cemburu ingin sekali Vero menghentikan langkah mereka namun apa daya , saat ini diri nya sedang sakit , lebih tepatnya pura - pura sakit .
Sial !! , umpat nya dalam hati
Tak membutuhkan waktu lama , hanya 15 menit saja Shila dan dokter Indra pun kembali . Entah apa yang sudah mereka bicarakan namun Shila mendadak jadi sedih . Shila kembali duduk di samping ranjang suami nya , tangis nya pun kembali terdengar membuat Alvin bertanya - tanya sebenarnya apa yang sudah di bicarakan Shila dan Indra .
"Dokter , apa tidak ada cara lain untuk menyembuhkan suami ku ? Rasa nya saya belum siap jika harus kehilangan suami ku dokter ." ucapan Shila membuat Alvin lebih bertanya - tanya , Alvin mengerutkan dahi nya menatap Shila dan indra bergantian , mencari tahu apa maksud semua ini .
"Maafkan saya nyonya muda , saya tahu pasti berat untuk anda , tapi aku tidak bisa melakukan apapun ." ujar Indra penuh penyesalan .
"Aku belum siap jika harus kehilangan kamu Mas , bagaimana dengan aku dan juga anak kita hiks.."
"Seharusnya Nyonya jangan terlalu bersedih , walaupun tuan muda tiada anak - anak anda pasti terjamin , warisan yang di turunkan tidak akan habis tujuh turunan , benarkan Alvin ." lirik Indra pada Alvin , awal nya Alvin bingung namun setelah Indra memberikan kode barulah Alvin mengerti .
"Iya , Nyonya , apa lagi nyonya masih muda pasti banyak yang siap menjadi ayah untuk si kembar ." celetuk Alvin membuat Vero semakin kesal saja .
Alvin !!! Awas kamu yah , enak saja aku masih hidup kamu menyuruh Shila untuk menikah lagi , Sial !! kenapa jadi begini , umpat Vero dalam hati . Sepertinya Vero sudah tidak sabar ingin menghajar Alvin saat ini juga .
"Jangan bersedih lagi ,Vero sudah ku anggap sebagai kakak ku , anak nya juga adalah anak ku , aku siap menggantikan ayah mereka ."
__ADS_1
Deg, hati Vero bagai di sambar petir , api mulai membara , badan nya terasa panas , ketika mendengar ucapan para sahabat - sahabat nya , apa lagi saat ini Indra menyentuh bahu istri nya dan apa yang di katakan Indra tadi ? Siap menjadi ayah untuk anak nya. Vero benar - benar tidak bisa menahan nya lagi , seperti nya lahar panas sebentar lagi akan keluar , tangan nya sudah mengepal seakan siap untuk menghajar orang yang sudah membuat amarah nya memuncak .
Aku sudah tidak tahan , bisa - bisa nya mereka mencari kesempatan di saat seperti ini , akan aku remukan tangan mu itu Indra karena kamu sudah menyentuh istri ku , batin Vero dengan tangan mengepal .