
Si kembar sudah berada di kamar rawat Shila bersama Zeni begitu juga Alvin yang sudah menyelesaikan urusannya bersama para security tadi .
Alvin pun sudah menjelaskannya pada Vero dan Shila tentang kelakuan si kembar .
"Makasih Alvin kamu udah urus semua nya ." ucap Vero setelah mendengar penjelasan Alvin .
"JJJ ." seru Shila
"Iya mami ."
"Jangan lakukan lagi mengerti ? Minta maaf pada aunty dan juga paman Alvin ." perintah Shila . Si kembar pun berbalik ke arah Alvin dan Zeni yang berada di belakang nya dan berkata ." Maafkan kami ya paman ." Alvin pun mengangguk sebagai jawaban bahwa sudah memaafkan . Begitu juga Zeni .
Lalu si kembar berbalik ke arah Shila dan Vero . Kini senyum nya mengembang, si kembar sudah tidak sabar menunggu kejutan yang akan di berikan papi dan mami nya .
"Mami , papi mana kejutan nya ? ." ucap Joy antusias
"Paman bilang papi dan mami punya kejutan untuk kami " seru Joanna .
"Iya Tuan muda , saya juga penasaran ada kabar gembira apa ?" tanya Alvin yang juga penasaran .
Vero dan Shila pun saling menatap lalu tersenyum . " Kejutannya adalah kalian akan punya adik ." ucapan Vero mengejutkan Alvin dan Zeni terutama si kembar .
"Shila kamu hamil ? selamat nya Shila ." ucap Zeni yang ikut bahagia.
"Selamat nya Tuan muda dan Shila semoga kandungan nya baik - baik saja ." ucap Alvin .
"Terimakasih Alvin ,Zeni ." ucap Shila .
"Alvin , ini adalah kabar bahagia kamu harus umumkan pada semua orang di kantor terutama media , satu lagi berikan bonus untuk semua karyawan ." Senyum Zeni langsung mengembang ketika mendengar kata bonus dari bos nya itu .
"Shila aku dukung kamu walaupun kamu hamil setiap tahun ." ceplos Zeni yang membuat Shila melotot .
"Ide bagus Zeni , iya kan sayang ?." ucap Vero yang tersenyum penuh arti namun mendapat tatapan tajam dari Shila . Zeni tergelak melihat ekspresi Shila lalu berjongkok berbisik pada si kembar.
"Kalian akan punya adik dong ." bisik Zeni yang membuat si kembar semakin mengerucut .
"Jangan nakal ya , karena kalian sebentar lagi akan punya adik " cibir Zeni pada si kembar .
Sedangkan si kembar tidak menjawab sama sekali bibir nya mengerucut terutama si Joy .
"Kalian kenapa kok cemberut begitu ?" Shila merasa ada yang berbeda pada raut wajah si kembar .
"Papi aku kan sudah bilang aku tidak mau punya adik , hanya aku yang paling bontot ." gerutu Joy dengan raut wajah kesal nya
"Aku juga tidak mau , punya dua adik saja merepotkan apa lagi nambah ." gerutu Joanna .
"Ya gimana lagi sudah terlanjur ." celetuk Vero .
"Ah ..papi ." rengek Joy manja .
__ADS_1
Alvin dan Zeni tergelak melihat ekspresi si kembar dan terutama si Joy . Namun berbeda dengan Jolie yang tak bereaksi apapun .
"Sudah jangan cengeng . Apa salah nya kita punya adik bukankah itu lebih bagus ! Aku akan punya teman lagi , akan aku ajak dia menari nanti." celoteh Jolie yang berbeda dengan kakak dan adik nya Jolie begitu senang akan punya adik itu berarti dia akan mempunyai teman baru .
"Tuh , lihat Jolie saja tidak keberatan dia sangat senang ." cibir Zeni .
"Oke , aku terima tapi aku ingin adik cowok ." ujar Joy dingin .
"Tidak - tidak , aku ingin cewek ." timpal Jolie dan Joanna
"Tidak, cewek itu merepotkan lebih baik cowok ."
"Tidak - tidak , cowok itu menyebalkan cewek saja mami ."
"Cowok ."
"Cewek ."
"Cowok ."
"Cewek ."
Si kembar malah berdebat , dan Saling menatap dengan sorot mata yang tajam . Joy tetap pada pilihan nya begitu juga Joanna dan Jolie . Alvin , Zeni , Vero dan Shila hanya menonton perdebatan mereka yang sama - sama sengit tak ada yang mengalah . Tiba- tiba ..
Ach..
" Sayang , kamu kenapa ? apa perut nya sakit lagi ?." tanya Vero panik . namun Shila mengedipkan kedua mata nya memberitahukan bahwa dirinya hanya bersandiwara .
"Mami kenapa ?." ucap Joanna khawatir .
"Perut mami keram ." ucap Shila .
" Kenapa keram mami ?." tanya si kembar polos dan juga khawatir.
"Kalian jangan bertengkar adik kalian sedih , karena melihat kakak nya bertengkar ." ucap Shila yang mengelus lembut perut nya .
"Maksud mami ? ." tanya Jolie polos .
"Adik kalian , ada dalam perut mami tadi mendengar pertengkaran kalian jadi sedih deh ." ujar Shila . Sebenarnya Shila hanya berpura - pura sakit karena ingin melerai perdebatan antara si kembar .
"Apa adik mendengar nya ? ." tanya Joy polos .
"Hmm " gumam Shila .
Si kembar pun penasaran dan ingin mendengarkan nya mereka bergantian menempelkan telinga nya pada perut Shila .
"Apa dulu kita juga berada dalam perut mami ? ." tanya Joanna lolos begitu saja .
"Tentu ." jawab Shila .
__ADS_1
"Haha..." Jolie tertawa
"Kenapa Jolie ? " tanya Joanna .
"Aku hanya membayangkan saja betapa kecil ya kita dalam perut mami , mungkin hanya beberapa senti saja haha." mereka pun akhir nya tertawa bersama .
"Apa kita sering bertengkar juga dalam perut mami ? ." tanya Joanna . Shila pun hanya mengangguk .
Hahaha.. mereka pun tertawa bersama .
"Jadi bagaimana ? apa kalian tetap tidak ingin punya adik ? ." tanya Vero yang menatap si kembar . Si kembar pun berpikir sejenak ." Boleh , mami kita tidak keberatan ." ucap si kembar .
"Gitu dong , kalian sayang kan sama adik kalian ?." ucap Shila .
"Sayang mami." jawab si kembar kompak .
"Kalau begitu berikan sayang kalian , adik kalian minta di sun ." si kembar pun mencium perut rata Shila bergantian .
"Cepat besar nya , kami menunggu mu ." ucapan si kembar membuat Shila terharu melihat nya .
Malam pun semakin larut si kembar pun sudah di jemput Erik untuk pulang . Alvin dan Zeni pun berpamitan pulang .
"Shila sekali lagi selamat nya , aku bahagia mendengar nya kalau begitu aku pamit ya Shil , Tuan muda ." ucap Zeni
"Terimakasih ya Zen sudah menjenguk ku , kamu pulang dengan siapa ? ." ujar Shila .
"Naik taksi , karena kebetulan mobil ku lagi di bengkel ."
"Alvin , kamu antar Zeni pulang ya ? ini sudah malam kalau terjadi sesuatu pada Zeni gimana ? ." pinta Shila .
"Tidak usah Shila aku bisa sendiri ." elak Zeni .
"Zeni , ini sudah malam aku takut kamu kenapa - kenapa kamu biar Alvin saja yang antar ." timpal Shila
"Iya Alvin , kamu antar Zeni pulang dan besok kamu kembali bawa pakaian ganti saya dan Shila ." perintah Alvin
"Baik Tuan muda , kalau begitu saya permisi ." ucap Alvin . Lalu melangkah keluar bersama Zeni .
****
Di sisi lain Tissa yang kabur dari kejaran polisi sudah kembali ke rumah nya dan sekarang sedang berada dalam kamar nya untuk mengobati luka nya .
"Shila , sampai kapan pun aku tidak pernah rela kamu bahagia kamu harus mati Shila ." ucap Tissa penuh dendam .
Tiba - tiba dirinya teringat Vicky , Tissa takut dengan ucapan Vicky pada nya tentang menggantikan Shila untuk memenuhi hasratnya apalagi sekarang rencana nya kembali gagal dan lagi - lagi Shila lolos .
"Bagaimana kalau Vicky meminta uang nya kembali atau meminta aku sebagai pengganti Shila , ah tidak - tidak itu tidak boleh terjadi sebelum itu terjadi aku harus membawa Shila pada Vicky ." Tissa benar - benar tidak bisa bayangkan kalau harus melayani hasrat Vicky yang akan gila karena **** . Apalagi Vicky sering bergonta - ganti pasangan tidur nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hai kak salam kenal kami si kembar genius triple J , Jangan lupa untuk tinggalkan like dan Vote nya 🙏😊.
Terimakasih juga komentar nya 😙😙😙