Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 81


__ADS_3

Shila sudah sampai di rumah nya . Namun si kembar malah tertidur mungkin karena kekenyangan.


"Mas , anak - anak tidur ." ucap Shila yang melirik ke jok belakang yang memperlihatkan wajah gemas si kembar yang sedang terlelap .


"Bagaimana tidak tidur , udah kenyang mereka ." ucap Vero menertawakan tingkah si kembar yang bagaimana lahap nya saat makan di restoran tadi .


Setelah itu Vero turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk istrinya Shila . Vero membantu Shila untuk turun dari mobil dan menggandeng nya . Shila begitu terkejut , ternyata kedatangan nya sudah di tunggu banyak orang di rumah itu bahkan ada Adithama juga Bi Inem yang sudah menunggu nya .


Vero menyuruh para pengawal untuk membawa si kembar ke dalam kamar nya . Lalu Vero menuntun Shila berjalan ke dalam rumah yang di mana sudah ada Adithama, Delia dan Bi Inem yang berdiri di depan teras menyambut kedatangan nya.


"Papa ." seru Shila yang langsung merangkul papa nya Shila begitu senang bisa bertemu dengan Adithama .


"Selamat nya sayang , sekarang kamu sedang mengandung cucu papa yang ke dua , eh salah ! bukan kedua dong tapi ke empat ." Ujar Adithama yang di iringi tawa .


"Papa kapan kesini ? " tanya Shila


"Tadi Nyonya Delia telepon papa, awal nya papa kaget mendengar kamu di rumah sakit namun setelah Nyonya Delia menjelaskan papa malah senang mendengar nya karena papa akan punya cucu lagi ." Shila jadi terharu karena kehamilan nya yang sekarang sangat di harapkan dan di nantikan banyak orang .


Itu mengingatkan Shila pada kenangan pahit nya , yang dimana dulu saat mengetahui diri nya hamil raut wajah Adithama tak sebahagia ini .


Kekejaman Adithama yang mengusir Shila dari rumah nya sendiri membuat hati nya sakit dan masih terlintas di pikirannya saat ini .


"Ach." Shila merasa keram pada perut nya . Mungkin karena Shila yang mengingat kenangan pahit nya yang membuat shila stres .


Semua orang yang ada disana terkejut mendengar ringisan Shila terutama Vero . " Sayang , kenapa ? sakit lagi ?."ucap Vero yang langsung merangkul istrinya itu .


"Cuma keram aja kok mas , gak apa - apa ." Shila memang harus bed rest jangan terlalu stres , banyak pikiran karena itu akan berpengaruh pada bayi nya .


"Vero , bawa Shila ke kamar sekarang ." ucap Delia yang khawatir begitu juga Adithama . Namun Shila membantah dia tidak ingin di bawa ke kamar nya karena Shila ingin ikut berkumpul juga dengan keluarga nya .


"Mas , gak usah aku baik - baik aja , sudah gak keram lagi kok ."


"Nggak sayang aku akan bawa kamu ke kamar ." Vero mencoba memangku Shila namun Shila membantah nya .


"Mas , aku ingin ikut berkumpul sama papa ,mama , Bi Inem juga . Izinin ya mas aku benar gak apa - apa kok ."


" Ya sudah kalau begitu kita masuk ke dalam mungkin Shila terlalu lama berdiri ." ajak Delia, Semuanya masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga.


Sambil berbincang - bincang membicarakan tentang acara pesta besok malam untuk syukuran kehamilan Shila, juga ulang tahun si kembar .

__ADS_1


"Nyonya makanan nya sudah siap ." ucap Jessica pada Delia .


"Oh iya , terima kasih ya Jes ." Jessica pun kembali pergi ke belakang . Delia mengajak semua orang yang ada di ruang tengah untuk makan . Mereka pun berjalan ke ruang makan bersama - sama .


semua orang menikmati hidangan nya , mereka terlihat lahap memakan nya . Namun tidak dengan Shila ! Shila mengerucutkan bibir nya , ekor mata nya tertuju pada satu hidangan yaitu udang . Shila sangat suka sekali udang namun Shila takut mual lagi kalau mencium bau nya .


"Sayang kok gak makan , kenapa ? " tanya Vero yang menghentikan makan nya. Menatap ke arah Shila di samping nya


"Shila , ada yang kamu ingin kan ? mau makan apa ? biar nanti David siapkan ." seru Delia .


"Shila mau udang itu mas ." tunjuk Shila pada satu piring yang terdapat udang goreng .


"Kamu mau makan udang , kenapa gak bilang ? ya udah aku ambilin nya ."


"Jangan Tuan muda ." sanggah Bi Inem ketika Vero ingin mengambil udang nya


"Kenapa Bi ? " tanya Vero heran .


"Non Shila , jangan makan udang nanti mual lagi kaya kemarin ." Bi Inem mengingatkan .


"Iya Nyonya lebih baik jangan , kemarin juga sempat minta udang namun saat ingin memakan nya langsung mual ." timpal Jessica yang masih ingat saat dirinya membelikan udang di restoran namun saat Shila ingin memakan nya tiba - tiba mual .


"Kalau begitu makan yang lain saja nya ?" bujuk Vero namun Shila tidak mau .


Delia dan Adithama yang tersenyum melihat pemandangan di depan nya . Shila begitu manja saat sedang hamil .


"Gimana cara nya sayang , tetap saja nanti kamu cium bau nya juga."


"Iya , non Shila nanti mual lagi jangan nya ." bujuk Bi Inem . Namun Shila tetap tidak mau .


"Pokok nya aku mau mas , mungkin kalau kamu yang suapin gak akan mual , ya mas? bayi kita mau udang ." ucap Shila yang memohon dengan tatapan mata kucingnya , membuat Vero tidak tega melihat nya .


"Iya , iya saya suapin ." Wajah Shila berbinar ,senyum nya pun mengembang . Delia yang melihat nya hanya tersenyum , tidak percaya Vero yang sedingin es , jutek , dan sombong nya minta ampun bisa luluh karena Shila .


"Harus sabar nya sayang , orang hamil memang begitu ." ucap Delia pada Vero sembari tersenyum .


"Aaa.. " ucap Vero tertahan saat Shila menghentikan tangan Vero untuk menyuapi nya . Vero pun jadi bingung .


"Kenapa sayang ? ke cium bau nya ?" Shila hanya menggeleng .

__ADS_1


"Pake tangan." Vero terkejut saat mendengar ucapan Shila yang menyuruh menyuapi nya untuk memakai tangan bukan sendok.


"Nggak , pake sendok aja ngapain pake tangan ."


"Nggak mau , mau nya pake tangan ." Vero membulatkan kedua bola mata nya lalu melirik ke arah Delia . Delia hanya mengangguk agar Vero melakukan apa yang Shila mau .


Vero pun pasrah dan menuruti kemauan istri nya itu . Shila tersenyum saat Vero menyuapi nya dan Shila tidak mual sama sekali saat mencium bau udang nya . Mungkin baby nya mau di manja sama papi nya .


****


Pada malam hari nya Shila sedang berbaring di tempat tidur menyenderkan punggung nya pada headboard tempat tidur . Namun Vero tidak bersama nya , terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi itu tanda nya Vero sedang berada di dalam kamar mandi .


Tiba - tiba Shila teringat Zeni untuk memberitahukan acara pesta besok. Shila pun mengambil ponsel nya di atas nakas lalu mengetik pesan untuk Zeni karena kalau menelepon nya takut itu akan mengganggu Zeni yang sudah tidur karena malam pun sudah larut .


Jadi Shila memutuskan untuk mengirim pesan saja biar besok Zeni membacanya .


Cklek,


Pintu kamar mandi terbuka , terlihat Vero sedang mengibaskan rambut basah nya memakai handuk membuat Shila terpesona melihat suami nya itu .


"Ya tuhan , kenapa tampan sekali ." batin Shila yang memandang suami nya itu sampai menelan salivanya sendiri apalagi ketika melihat perut Vero bagai roti sobek karena saat itu Vero hanya memakai handuk di pinggang nya .


"Kenapa memandang ku seperti itu ?" tanya Vero sembari menarik senyum di ujung bibir nya . Shila pun langsung membuang muka dari pandanga nya .


Vero yang melihat sikap Shila yang malu seperti itu hanya tersenyum lalu berjalan ke arah ranjang dan melompat ke atas tempat tidur membuat Shila terkejut karena ranjang yang bergoyang .


"Mas , kamu apa - apaan sih , bikin kaget saja " pekik Shila . Namun Vero hanya tersenyum lalu menangkup wajah Shila yang sudah memerah .


Cup , satu kecupan mendarat di bibir nya .


"Aku suka melihat wajah mu yang merah seperti ini." ucapan Vero membuat Shila malu ." Mas apaan sih ." seru Shila .


"Aku ingin menengok bayi kita ." Mata Shila membulat saat mendengar ucapan suami nya itu . Vero mengelus lembut perut Shila yang masih rata lalu mencium nya ." Sayang , papi mau menjenguk mu boleh ? "


"Kenapa kamu meminta izin bayi kita ?"


"Karena kalau meminta izin pada mami nya sudah pasti boleh ." ucap Vero tersenyum penuh arti . Lalu mengecup lembut bibir istri nya , jari jemari nya mulai menyusuri wajah nya .


Ach .. ******* Shila saat Vero mengecup lembut leher nya sampai membuat tanda kissmark disana .

__ADS_1


Vero menangkup tubuh Shila , menurunkan nya perlahan agar tertidur di bawah kungkungan nya . "Aku akan melakukan nya dengan pelan sayang ." bisik Vero yang mulai membuka baju istri nya sampai memperlihatkan tubuh putih mulus bagai porselin itu.


Malam itu mereka melakukan olah raga malam nya , Vero melakukan dengan lembut agar tidak berpengaruh pada kandungan istri nya .


__ADS_2