
Gelang itu sangat penting bagi ku , pokok nya aku akan mengambil nya kembali kalau kalian tidak ingin membantu ku ya sudah aku sendiri saja ."
"Huh , merepotkan ." gerutu Joy yang meberengut.
Akhir nya mau tak mau Joy dan Jolie mengikuti Joanna masuk ke dalam kamar tersebut . Terlihat sebuah nama terpampang di atas pintu kamar
Kamar Mayat
Krekek..
krekek..
Joanna , Jolie dan Joy melangkah pelan ke dalam kamar Mayat yang sangat gelap dan cukup angker !! hanya demi mencari gelang nya Joanna rela masuk ke dalam kamar mayat ini untuk mencari barang berharga nya yaitu gelang milik nya .
"Gelap sekali ."
"Ruangan apa ini ."
Dugh..
"Aduh, Joy bisa tidak jangan menabrak ku ." pekik Jolie .
"Maaf , aku tidak melihat karena gelap !"
Dugh ..
"Aduh,, apa sih ini , ada ranjang di tengah - tengah menghalangi jalan saja ." pekik Jolie yang menabrak sebuah brankar yang terdapat mayat .
"Joanna sudah ketemu belum ?"
"Ssstt.. jangan berisik , nanti mereka semua bangun ."
"Aduh, Joanna kita keluar saja bagaimana bisa mencari gelang itu kalau ruangan gelap begini ."
"Iya beli saja gelang yang baru ."
"Tidak ,aku tidak mau pokok nya aku mau gelang itu , aku tidak boleh menghilangkan gelang nya gelang itu sangat penting bagi ku ."
"Sepenting apa sih ! Aku bisa membuat nya lebih bagus dari itu ." ujar Joy namun di bantah Joanna .
"Tidak !"
"Huh , merepotkan saja , lagian kalau gelang itu penting kenapa bisa sampai terbawa kesini ?"
"Sudah diam saja lebih baik kita mencari nya ." pekik Joanna .
Aaaa...
"Ada apa Jolie ?"
"Tolong ada yang menarik baju ku ."
"Cuma tersangkut saja , heboh ." pekik Joy yang melepaskan baju Jolie yang tersangkut brankar.
__ADS_1
"Maaf , aku kira ada yang menarik nya , habis tempat ini seram sekali seperti sedang uji nyali saja " ucap Jolie yang kini sudah melangkah mengikuti Joanna dan Joy untuk masuk lebih dalam lagi .
"Ah , ketemu ." teriak Joanna yang kegirangan menemukan gelang nya .
"Mana ? sudah ketemu ?" tanya Joy dan Jolie
"Hu,um ini ." ujar Joanna yang menunjukan gelang nya .
"Ya sudah sekarang kita keluar ." ajak Joy yang berbalik melangkah ke arah pintu .
"Iya , ayo kita keluar sekarang ." ujar Joanna yang mengikuti Joy dan Jolie dari belakang .
Sesampai nya di depan pintu mereka di kejutkan karena pintu tidak bisa buka terkunci dari luar , membuat triple J panik .
"Ada apa Joy ? kenapa dengan pintu nya ."
"Pintu nya terkunci."
"Apa pintu nya rusak ? "
"Entahlah ."
Triple pun terus mencoba namun hasil nya nihil , mereka tidak bisa membuka pintu nya .
"Aduh , bagaimana ini ? bagaimana kita keluar dari sini ."
"Ayo , berpikir ." Joanna , Jolie dan Joy pun berpikir mencari cara bagaimana bisa keluar dari kamar tersebut.
****
Zeni dan Shila pun saling tatap , mereka punya pemikiran yang sama jangan - jangan terjadi sesuatu pada Alvin .
Zeni dan Shila langsung berlari menghampiri Vero yang kebetulan masih setia menunggu Alvin di sana , tanpa berpikir panjang Shila langsung bertanya kepada Vero tentang keadaan Alvin .
"Mas, ada apa ? kenapa banyak dokter ? apa terjadi sesuatu pada Alvin ?" tanya Shila khawatir
"Tuan muda bagaimana keadaan Alvin ? Ada apa dengan Alvin kenapa banyak dokter di dalam ." tanya Zeni yang lebih khawatir dan panik .
"Tenang ,kalian tenang dulu "
"Iya , Zeni benar kata Mas Vero kamu harus tenang ya , aku yakin Alvin baik - baik saja ." ujar Shila yang mencoba menenangkan Zeni
"Mas, coba ceritakan ! ada apa ini sebenar nya ? kenapa tiba - tiba Alvin di periksa dokter ."
Vero menghela nafas sejenak ." Kalian tenang jangan panik , Alvin baik - baik saja ."
"Baik - baik saja gimana ? Dokter semua panik lo mas."
"Begini , tadi saat kalian ke kantin Alvin sempat menggerakkan jari nya , kebetulan saat itu saya sedang memperhatikan Alvin dari luar , saya melihat jari Alvin yang mulai bergerak dan itu menandakan Alvin sudah melewati masa kritis nya dan sudah mulai sadar , saya langsung memanggil dokter untuk segera memeriksa keadaan Alvin , semoga Alvin baik - baik saja ." jelas Vero yang membuat Shila dan Zeni lebih tenang .
"Syukurlah , Zeni akhir nya Alvin sudah melewati masa kritis nya dan sudah sadar " Shila dan Zeni berpelukan .
Tak lama kemudian dokter keluar daei dalam ICU seperti nya dokter memberikan kabar baik .
__ADS_1
"Dokter bagaimana keadaan Alvin ? " tanya Vero yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dokter .
"Alhamdulillah , pasien sudah melewati masa kritis nya dan sudah sadar , ini benar - benar di luar dugaan , pasien bisa sadar dalam waktu 3 hari , ini benar - benar luar biasa , keadaan pasien juga sangat baik dan mulai besok pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap ."
"Terima kasih dokter ." ucap Vero
"Jangan berterima kasih kepada saya , berterima kasih lah pada Tuhan, karena dialah yang telah memberi kesembuhan kepada pasien , dan saya sebagai dokter hanya perantara saja ."
"Dokter apa saya boleh menjenguk ?" tanya Zeni yang sudah tidak sabar untuk menjenguk
"Silahkan , tapi bergantian saja ya ? karena pasien baru saja pulih ."
"Terima kasih dokter ."
"Sama - sama , kalau begitu saya permisi ," dokter berlalu pergi meninggalkan ruang ICU .
"Tuan muda , Shila aku permisi melihat Alvin " Shila dan Vero pun mengangguk mengerti apa yang di rasakan Zeni saat ini .
Zeni berjalan pelan memasuki ruang ICU dengan pakaian lengkap serba hijau , Zeni melangkah menghampiri Alvin yang berada di atas ranjang . Alvin yang sudah tersadar dan membuka mata tersenyum melihat Zeni datang ke arah nya .
"Bodoh!" satu kata untuk Alvin yang Zeni lontarkan ." Kenapa Alvin ? kenapa kamu tidak membiarkan aku saja yang tertembak kenapa kamu melakukan itu Alvin ? kenapa ?"
Zeni merasa sangat khawatir , ketika Alvin melindungi nya saat senjata itu mengarah pada nya , dengan sigap Alvin menghadang dari depan sehingga membuat senjata api itu mengenai dada nya . Zeni yang melihat itu pun terkejut .
Zeni menangis sejadi - jadi nya , Alvin yang baru sadar itu hanya bisa menggenggam tangan Zeni untuk menenangkan nya .
"Jangan menangis ." lirih Alvin
"Kamu bilang jangan menangis ? kamu tidak tahu betapa khawatirnya aku ? Aku takut kamu meninggalkan ku Alvin hiks..hiks.. " Alvin menarik tangan Zeni kedalam pelukan nya , walau pun baru sadar Alvin tenaga Alvin tetap kuat dan masih bisa memeluk Zeni.
"Aku tidak akan membiarkan mu terluka ." lirih Alvin membuat tangisan Zeni semakin pecah . Shila yang melihat itu jadi terharu dan ingin menangis .
"Jangan menangis ." ucap Vero yang menyeka air mata Shila
"Aku hanya terharu Mas ,"
"Kalau mau peluk tinggal pinta , tidak perlu menangis ." Vero melingkarkan tangan nya pada perut Shila , mengeratkan pelukan nya , memeluk nya erat .
"Mas, jangan begini nanti ada yang lihat ."
"Biarkan saja , aku ingin memeluk mu sebentar ."
"Tapi Mas .."
"Ssst.. diam saja ."
"Mas."
"Hmm
" Anak - anak mana ?"
"anak - anak ?" Vero langsung melepaskan pelukan nya ." Bukan nya sama kamu ? " Shila menggeleng .
__ADS_1
"Tidak Mas, tadi anak - anak duduk di sana , tapi kenapa tidak ada ? aku pikir sama kamu Mas ." tunjuk Shila pada sebuah kursi .
"Ya tuhan..mereka hilang lagi ."