
Di rumah besar sendirian, Shila merasa bosan. Jadi pagi ini Shila memutuskan untuk pergi ke rumah papa nya sudah lama juga tidak bertemu bi Inem karena papa nya pasti sudah pergi ke kantornya .
Shila sudah rapi dan cantik dengan pakaian dress nya . Shila mengambil tas nya di atas nakas lalu bergegas pergi namun saat ingin melangkah keluar kamarnya ponsel nya berdering . Sepagi ini ada panggilan dari siapa lagi kalau bukan suami nya . Semenjak kejadian kemarin Vero menepati janji nya untuk menghubungi Shila satu jam sekali Vero tidak ingin Shila ngambek lagi apalagi curiga tentang hal yang tidak - tidak .
"Pagi sayang ." ucap Vero di ujung sana
Shila tersenyum mendengar suara suami nya itu "Pagi juga sayang , kamu sudah sarapan ? ." ucap Shila kemudian.
"Ini sedang sarapan dengan Alvin , apa kalian sudah sampai di sidney ? " tanya Vero yang mengira Shila ikut bersama Delia .
"Mungkin sudah mas ." jawaban Delia membuat Vero terkesiap " Mungkin ? kok mungkin ."
"Iya , aku gak tahu mas kan aku gak ikut , jadi mungkin saja sudah sampai soalnya mama belum ngabarin ."
"Kamu tidak ikut ? lalu kamu di rumah sendiri ? ." ucap Vero cemas . Apalagi saat mendengar Shila sendirian saat ini . Perasaan Vero menjadi tak tenang , rasa khawatir gelisah menjadi satu walaupun di rumah nya Shila tidak sendiri , ada pelayan juga pengawal yang menemaninya, namun tetap saja Vero merasa cemas .
"Gak usah cemas , aku baik - baik saja . Sekarang aku mau ke rumah papa ini mau berangkat boleh ya sayang ."
Sebenarnya Vero tidak mengijinkan namun Shila pasti tetap pergi , jadi Vero mengijinkannya asal Shila di antar supir dan di kawal . Selain itu Vero juga berpesan agar Shila tidak turun dari mobil kalau Shila ingin membeli sesuatu biar pengawal saja yang belikan .Vero tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi .
"Iya , sayang aku ngerti , sudah dulu ya sayang aku mau berangkat ." Shila mengakhiri sambungan telepon nya namun sebelum menutup teleponnya Vero berpesan agar Shila menghubungi nya saat sudah sampai di rumah papa nya . Dan Shila menyetujui nya .
Shila melangkah gontai masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintu nya oleh pak supir . Setelah Shila masuk pak supir pun menutup pintu mobil dan masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mobil nya dan melajukannya dengan kecepatan standar karena Vero melarang nya untuk ngebut .
Setelah mobil yang di tumpangi Shila melaju , satu mobil pengawal pun mengikutinya dari belakang .
Vero benar - benar tidak tenang membiarkan istrinya sendirian di rumah , Vero meminta Alvin untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya dan meminta untuk pulang hari ini juga . Namun hari ini Vero harus melihat proyek yang baru saja di mulai untuk pembangunan hotel nya dan Vero hanya bisa mendengus kesal .
__ADS_1
Di tambah lagi hari ini Vero bertemu kembali dengan Bagas yang membuat Vero semakin geram namun hati nya sedikit tenang kalau Bagas ada disini dengannya itu berarti Shila akan aman di rumahnya tidak akan ada orang yang mencelakainya .
Manajer hotel menatap Vero dan Bagas bergantian yang jadi pertanyaan kenapa wajah keduanya terdapat luka memar , seperti habis berkelahi saja namun pertanyaan itu dia urungkan . Manajer itu tidak ingin bertanya lebih lanjut dan tidak ingin tahu juga mungkin mereka berdua punya masalah pribadi jadi , si manajer lebih baik melanjutkan kembali membahas proyek nya .
****
Shila sudah sampai di rumah Adithama dan sekarang sedang mengobrol bersama Bi Inem di ruang tengah setelah saling menanyakan kabar satu sama lain." Non , di luar itu siapa ? " Tanya bi Inem yang melihat kedua pengawal yang berdiri tegak di depan pintu yang sedang berjaga .
"Mereka pengawal bi , yang di suruh mas Vero untuk menemani aku kemana pun aku pergi ." jawab nya kemudian .
Bi Inem tersenyum .
Ternyata Vero begitu memperhatikannya , dan Bi inem jamin tidak akan ada yang mengganggu Shila .Namun itu salah , sekarang saja ada seseorang yang memantau nya dari luar . Beberapa hari ini rumah Adithama juga sering di pantau entah siapa itu dan beberapa hari yang lalu sempat ada orang yang meneror dan memecahkan kaca rumah yang di lemparnya dengan batu .
"Serius bi ? kenapa tidak bilang ? apa papa tahu soal ini ? ." Shila khawatir setelah mendengar perkataan bi Inem . Namun Adithama tidak pernah tahu hal ini karena bi Inem tidak pernah memberitahunya , karena tidak ingin membuat tuan nya khawatir .
"Non , Shila kita makan yuk , bibi sudah masakin makanan kesukaan Non Shila ." bi Inem lebih baik tidak melanjutkan ceritanya tentang peneror itu , karena tidak ingin membuat Shila khawatir . Shila pun melangkah gontai ke ruang makan . Shila begitu antusias ketika,melihat udang saus padang sama gurame sambel matah karena itu kesukaan Shila dari dulu .
"Bibi masih ingat kesukaan Shila ." ujar Shila yang langsung duduk di kursi makan dan langsung menuangkan nasi kedalam piring nya lalu melahap ikan gurame kesukaannya .
"Saat bibi membuka kulkas di dapur bibi melihat ada ikan gurame sama udang , bibi jadi teringat non Shila lalu bibi masak sesuai kesukaan non Shila , eh .. ternyata non Shila datang mungkin itu firasat bibi kalau non akan datang .
" Makasih ya bi ." Shila kembali menyantap makanannya sampai ikan gurame nya habis tak tersisa namun saat Shila ingin memakan udang tiba - tiba Shila merasa enek , mual , tidak seperti biasa nya padahal itu makanan kesukaannya .
"Non , Shila kenapa ." Namun sebelum Shila menjawab pertanyaan bi Inem , Shila berlari ke kamar mandi rasa mual nya sudah tidak bisa dia tahan dan terpaksa Shila memuntahkan kembali makanan yang sudah masuk ke dalam perut nya . Bi Inem yang melihat itu pun jadi khawatir .
"Non , Shila tidak apa - apa ?."ucap Bi Inem yang memberikan segelas air pada Shila yang muka nya sudah mulai pucat . Shila pun meneguk air minum nya itu .
__ADS_1
" Bi , udang ya kok bau nya Shila gak tahan mencium bau nya ."ucap Shila sembari menjauhkan piring yang berisi udang di hadapannya . Bi Inem pun mengerutkan dahi nya masa iya bau padahal udang nya masih segar kalau gak salah baru kemarin bi Inem membeli nya .
"Apa , udang ya udah lama ya Non , tapi bibi baru membelinya kemarin ." Bi Inem penasaran dan ingin mencoba nya namun di sanggah oleh Shila .
"Jangan bi , mungkin udang nya sudah basi nanti bibi mual lagi kaya Shila jangan di makan buang saja ." Shila melarang bi Inem memakannya dan menyuruh untuk membuangnya . Namun bi Inem masih penasaran seingat bi Inem rasa udang nya enak karena sebelum nya bi Inem mencicipi nya terlebih dulu .
"Maaf ya non gara - gara bibi non Shila jadi mual ."
"Gak apa - apa bi , Shila udah enakan kok ."
"Ya udah , bibi ambilkan minyak kayu putih dulu ya non untuk menghilangkan rasa mual nya ." Bi Inem melangkah ke kamar untuk mengambil minyak kayu putih .
Shila merasa badan nya lemas mungkin karena makanan yang dia makan keluar semua . Saat Shila sedang memijat pelipis nya untuk menghilangkan rasa mual dan pusing nya tiba-tiba ponsel nya berdering dan itu panggilan dari Vero . Shila langsung mengangkat nya walau dalam keadaan lemas .
Vero menanyakan apa Shila sudah sampai atau belum di rumah papa nya . Shila bilang bahwa sudah sampai satu jam yang lalu dan maaf lupa tidak mengabari nya .Ditengah - tengah perbincangan antara Vero dan Shila bi Inem datang dengan membawa minyak kayu putih di tangannya .
Setelah sampai di depan Shila, bi Inem membuka tutup botol minyak kayu putih itu dan menyuruh Shila untuk menghirup wangi nya namun itu tidak membuat Shila lebih baik malah membuat Shila kembali mual dan berlari ke kamar mandi meninggalkan ponsel nya di atas meja . Membuat Vero khawatir di ujung sana dan Bi Inem pun bingung melihat Shila yang tiba- tiba mual .
"Maaf Tuan ini bi Inem , Non Shila nya sedang pergi ke kamar mandi ." Bi Inem mendengar suara dari balik ponsel yang Shila tinggalkan dan Bi Inem menjawab nya , bukan karena lancang namun takut nya Vero khawatir di ujung sana .
"Shila kenapa bi ? kok seperti mual - mual gitu ?"
"Bibi juga gak tahu Tuan , tadi Non Shila sedang makan tiba - tiba merasa mual , mungkin masuk angin Tuan ." Vero begitu tidak tenang apalagi mendengar Shila mual - mual tadi . Vero semakin khawatir saja . Sedangkan Shila berjalan lemas setelah keluar dari kamar mandi lalu mendudukkan tubuh nya di kursi .
Shila baru ingat bahwa tadi Shila sedang berbicara dengan suaminya di telepon . Namun Bi Inem memberitahukan bahwa telepon nya sudah di tutup dan Bi Inem meminta maaf juga karena sudah lancang mengangkat telepon nya .
Namun Shila tidak keberatan , itu bukan masalah Shila lebih memilih istirahat sejenak di kamar nya , Dan bi Inem masih di bingungkan dengan udang masakan nya . Bi Inem berapa kali mencoba nya bahkan sampai habis memakannya namun tidak ada yang berubah rasa nya sama dan enak tidak membuat nya mual sama sekali .
__ADS_1