
Keesokan pagi nya , banyak polisi yang berada di apartemen milik Vicky . Vicky di nyatakan meninggal nyawa nya sudah tidak bisa tertolong lagi , polisi pun mengamankan beberapa barang bukti dan sejumlah uang yang berserakan. Jasad Vicky pun di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi . Polisi pun membawa barang bukti itu ke kantor polisi namun mereka meninggalkan satu bukti yaitu pisau kater yang Tissa gunakan untuk menusuk Vicky .
Kabar kematian Vicky sudah tersebar di berbagai media , dan berita yang mengatakan bahwa telah terjadi pembunuhan di apartemen unit xxx no kamar xxx .
...SEKILAS INFO ...
Berita hari ini , telah terjadi pembunuhan di sebuah apartemen, korban seorang lelaki berusia 30 tahun ,yang mendapat tusukan di bagian perut , polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum tahu apa motif dari pembunuhan ini . Namun ada yang mengatakan pembunuhan ini terjadi karena asmara , ada saksi yang melihat bahwa ada dua orang wanita yang keluar dari apartemen itu bisa di duga ini karena percekcokan antara sepasang kekasih , polisi masih menyelidiki nya lebih lanjut .
Shila benar - benar terkejut ketika mendapat kabar bahwa Vicky meninggal karena di bunuh . Entah kenapa Shila merasa semua ini ada hubungan nya dengan Tissa yang sempat bertemu dengan nya kemarin di dokter kandungan .
Drt..drt..drt..
Saat Shila tengah melamun , tiba - tiba ponsel nya berdering menandakan ada panggilan masuk .Shila mengambil ponsel nya di atas nakas dan melihat nama yang terpampang pada layar ponsel nya .
"Papa ." ucap Shila saat melihat nama yang terpampang pada layar ponsel .
Ada apa papa telepon pagi - pagi begini
Shila pun langsung mengangkat telepon dari Adithama papa nya .
"Halo pa, apa kabar ."
"papa baik nak , bagaimana kabar mu nak sehat ? kandungan mu juga sehat kan nak !" ujar Adi di ujung sana .
"Alhamdulillah Shila sehat pa , bayi di kandungan Shila juga sehat ! papa ada apa telepon Shila pagi - pagi ? "
"Begini Shila , papa ingin menanyakan tentang Rani dan Tissa, apa kamu pernah bertemu dengan mereka ? "
Kenapa papa menanyakan mama dan Tissa ? tidak seperti biasa nya . " batin Shila.
"Nggak pa, Shila gak pernah bertemu mama . Memang nya kenapa ya pa ?" Shila tidak bilang pada papa nya tentang dia melihat Tissa kemarin .
"Tadi , ada polisi datang ke rumah papa , mereka mencari Tissa . Papa juga tidak tahu apa yang terjadi pada Tissa , namun polisi bilang Tissa ada hubungan nya dengan kematian Vicky ."
Ya tuhan .. apa dugaan ku benar .
"Kenapa polisi mencurigai Tissa ?"
"Papa juga tidak tahu, tapi ada yang melihat Tissa masuk ke apartemen Vicky .Mungkin karena itu polisi mencurigai nya . Shila maaf nya papa sudah mengganggu mu papa hanya ingin menanyakan itu saja ."
"Iya tidak apa - apa , sama sekali tidak mengganggu kok pa "
"Kalau begitu sudah dulu nya, papa akan berangkat ke kantor dulu ."
"Iya pa ."
Tut. sambungan telepon pun terputus .
Apa Tissa ada hubungan nya dengan kematian Vicky ? Apa Tissa yang membunuh nya ? Tapi kenapa ? apa jangan - jangan Tissa ..
__ADS_1
"Sayang ." seruan Vero mengejutkan lamunan Shila .
"Apa yang sedang kamu lamun kan ? " tanya Vero yang sedari tadi melihat Shila melamun bahkan tidak menyadari bahwa Vero sudah keluar dari kamar mandi .
"Tidak ada , aku tidak melamunkan apa pun Mas ." Shila beranjak dari duduk nya lalu berjalan menghampiri Vero untuk memakaikan kemeja nya .
Cup ,
Vero mengecup lembut bibir merah istrinya itu , sembari melingkarkan tangan pada pinggang istri nya .
"Mas, jangan seperti ini , aku susah memakaikan kemeja nya ." bantah Shila saat Vero memeluk pinggang nya . Bukan nya melepaskan pelukannya Vero semakin mempererat pelukan nya menarik tubuh Shila dalam dekapan nya lalu menciumi bibir manis nya yang menjadi candu nya .
"Mas, sudah nanti bisa telat ." Shila melepas ciuman bibir nya .
"Aku tidak akan melepaskan nya sebelum kamu bilang apa yang sedang kamu lamunkan tadi ." Vero kembali mengecup lembut bibir Shila yang sudah menjadi candu nya setiap hari , Shila pun membalas ciuman nya itu . Shila tidak bisa menolak karena Shila begitu mencintai suami nya itu .
Mereka melakukan ciuman nya cukup lama , bibir keduanya saling menautkan . Vero semakin mengeratkan pelukan nya namun..
"Mami , papi ." Vero dan Shila langsung melepaskan ciuman nya ketika mendengar ada seruan dari bocah - bocah kecil siapa lagi kalau bukan si kembar triple J .
Vero dan Shila terkejut ketika melihat ketiga anak nya sudah duduk di atas ranjang mereka dengan tatapan polos nya .
"Kalian ,sejak kapan !"
"Sejak mami sama papi senam ." ucap Joy lolos begitu saja .
"Mami sama papi melakukan senam bibir seperti paman dan aunty yah ." ucap Jolie sembari memakan cemilan nya .
melepas pelukan nya pada Shila .
"Maaf papi , abis tadi pintu nya terbuka ya sudah kita masuk saja karena mami sama papi lama sekali , kami sudah menunggu lama di bawah ." Vero langsung menatap ke arah Shila saat mendengar ucapan Joanna .
"Sayang, apa kamu tidak menutup pintu nya ."
"lupa ." jawab Shila cengengesan .
"Kamu sih mas, di bilangin udah ,terus aja gak berhenti - berhenti ." pekik Shila .
"Sepertinya aku harus menggembok pintu nya nanti ." sambung Vero .
Shila dan Vero pun berjalan ke arah ranjang menghampiri ketiga anak nya .
"Joy , Jolie , Joanna , apa yang kalian tadi lihat jangan di tiru nya ? Jangan kasih tahu teman kalian juga ya ." ucap Shila yang duduk di antara si kembar .
"Tenang mami , itu kan senam khusus orang dewasa aku tidak akan memberitahu siapa pun ."ucap Joy yang tersenyum tipis .
" Pintar , anak mami ." Shila mengacak - ngacak rambut Joy membuat Joy marah .
"Jangan mami ,nanti rambut ku jelek aku kan mau ke sekolah ."
__ADS_1
"Uh.. gemes nya ." Shila mencubit lembut pipi chubby Joy .
"Ah .. mami , nanti pipi ku melar , jangan di cubit lagi ."
Shila , Vero , Jolie dan Joanna pun tertawa melihat tingkah Joy yang menggemaskan .
"Mami , papi ayo kita sarapan aku sudah lapar ." ajak Jolie yang turun dari ranjang nya .
"Kalian duluan saja nanti mami sama papi menyusul ." titah Shila
"Baiklah , ayo adik ." ajak Joanna kepada Jolie dan Joy . Triple J pun berlari keluar kamar menuju ruang makan .
"Tunggu dulu sayang ." Vero menahan Shila saat ingin melangkah keluar dari kamar nya .
"Ada apa mas, jangan macam - macam lagi ya ? nanti anak - anak lihat lagi ." cibir Shila .
"Kalau macam - macam sama istri sendiri tidak apa - apa kan ." ucap Vero tersenyum penuh arti .
Aww.. sakit sayang ." ucap Veto ketika Shila mencubit perut nya .
"Makannya jangan macam - macam masih pagi juga , udah ayo kita keluar anak - anak sudah menunggu ."
"Tunggu dulu , kamu belum jelasin tadi ngelamunin apa ? " tanya Vero menatap Shila .
"Aku hanya kepikiran Vicky ." jawab Shila yang juga menatap Vero .
"Kenapa kamu kepikiran dia ." Vero merasa cemburu saat Shila menyebut nama Vicky apalagi memikirkan nya .
"Bukan begitu sayang , aku cuma kepikiran kematian Vicky saja , aku penasaran siapa yang sudah membunuh nya ."
"Untuk apa di pikirkan sayang , justru itu bagus kalau Vicky tiada ! Tidak akan ada lagi orang yang mengganggu kita , sudahlah jangan di pikirkan lagi mau Vicky di bunuh atau mati sendiri itu bukan urusan kita ." tegas Vero pada Shila agar tidak memikirkan Vicky lagi .
"Mengerti Kan sayang ." Shila pun mengangguk sembari tersenyum .
"Uh, senyum mu membuat aku tergoda." Vero mencubit lembut dagu Shila , mendekatkan nya pada wajah nya Vero selalu ingin mencium bibir manis istri nya itu . Perlahan Vero mendekatkan bibir nya dan..
"Mami ,papi " Si kembar kembali. Vero langsung menjauhkan bibir nya itu.
"Astaga.. sudah papi bilang ketuk pintu ." Vero hanya menghela nafas . Entah kenapa tubuh nya jadi gemetar dan tegang seperti sedang ketahuan mencuri saja .
"Ah.. papi mau senam lagi ya ." ucap Joy dengan senyum licik nya.
Vero dan Shila terbelalak mendapat pertanyaan itu dari Joy .
"Joy ." Shila menatap tajam Joy ,
"Maaf , mami aku hanya ingin mengambil tab ku yang ketinggalan ." ucap Joy seraya melangkah ke arah ranjang dan mengambil tab nya . Joy melewati mami papi nya begitu saja tanpa ada rasa salah sedikit pun .
Vero dan Shila hanya menghela nafas panjang dan menggeleng . Seperti nya mereka harus berhati - hati saat bermesraan , si kembar tidak bisa di percaya .
__ADS_1
"Mami ,papi apa akan diam saja , ayo kita sarapan semua orang sudah menunggu . " ajak Joy saat di depan pintu .
"Iya , papi sama mami juga mau ke bawah ." Vero dan Shila pun mengikuti Joy dari belakang .