Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 68


__ADS_3

Hari sudah sore dan mulai gelap , Shila memutuskan untuk pulang walau bi Inem melarang nya dan Adithama pun sudah pulang dari kantor .


"Pa ,Bi ,Shila pulang dulu ya , Shila mau tidur rasa nya kepala Shila pusing sekali ."


"Apa tidak sebaik nya kamu menginap? kamu sedang sakit dan di rumah suami mu tidak ada siapa - siapa lebih baik nginap di sini saja , sampai nanti Vero pulang dari luar kota ." saran Adithama . Namun Shila menolak , justru karena di rumah tidak ada siapa - siapa Shila tidak ingin meninggalkannya . Bagaimana pun juga Shila harus menjaga rumah saat semua orang tidak ada .


Adithama tidak bisa memaksa bila itu keinginannya, Shila di antar Adithama juga bi Inem sampai masuk ke dalam mobil nya . Setelah mobil Shila dan mobil pengawalnya sudah melaju jauh Adithama dan bi Inem pun kembali masuk ke dalam rumah .


Bi Inem juga menceritakan apa yang terjadi pada Shila tadi , Adithama pun sangat heran kenapa Shila tiba - tiba mual saat ingin memakan udang nya padahal dari kecil Shila paling suka dengan udang . Namun Adithama berpikir Shila sedang tidak enak badan jadi tidak selera saat memakan udang .


****


Hari sudah malam, Shila sudah sampai di rumah satu jam yang lalu . Shila sudah membersihkan dirinya dan sekarang sedang memakaikan skincare malamnya . Tiba - tiba Shila merasa lapar mungkin karena tadi siang semua makanan nya keluar dari dalam perut nya, jadi malam ini Shila kembali lapar . Shila pun keluar dari kamar nya menuruni tangga menuju dapur .


"Nyonya butuh sesuatu ?." tanya Jessica kepala pelayan yang kebetulan melihat Shila di dapur .


"Saya lapar ." jawab Shila kemudian .


"Nyonya mau makan apa? biar saya siapkan ." Namun semua makanan yang ada di dalam kulkas tidak ada yang mau Shila makan . " Apa ada udang ? saya ingin makan udang goreng sama sambal matah ." Jessica pun sempat bingung karena tidak ada stok udang di rumah namun jessica lebih memilih memesan makanan di restoran terdekat karena ini masih pukul 19.30 mungkin restoran masih buka .


Setelah menunggu 15 menit akhirnya pesanan pun datang . Shila yang menunggu di meja makan sudah tak sabar ingin memakan udang kesukaannya . Walaupun tadi di rumah papa nya Shila sempat mual saat ingin memakan udang , Shila berpikir udang sekarang tidak akan sebau yang dia cium di rumah papa nya .


Jessica menghidangkan udang nya di depan Shila . Mata Shila berbinar dan tersenyum penuh semangat saat mendapat udang kesukaan nya , tanpa menunggu lama Shila pun mengambil satu udang di piring nya dan ingin melahap nya . Namun belum sempat Shila memasukan udang itu ke mulut nya Shila langsung menjauhkannya dan menaruh nya lagi di piring .


" Kenapa udang nya bau ."


Jessica pun mengerutkan dahi nya , lalu mencium aroma udang yang di belinya apa benar yang di katakan istri tuannya itu , namun Jessica tidak mencium bau busuk atau bau tak sedap dari udang. yang ada bau aroma bumbu yang meresap dalam udang dan membuat Jessica jadi lapar . " Ini tidak bau nyonya , udang ini saya pesan di restoran terkenal dan restoran favorit Nyonya Delia ."

__ADS_1


"Nggak ini bau sekali , aku merasa mual ." Shila pun berlari ke arah kamar mandi . Jessica menatap nya heran apa indra penciuman nya salah nya, perasaan udang ini aroma nya sangat lezat .


Tak lama kemudian Shila pun keluar dari kamar mandi dan duduk di kursi dengan lemas . Jessica pun jadi khawatir " Nyonya , apa nyonya sakit ? "Shila tidak menjawab pertanyaan Jessica dia malah mijit - mijit pelipis nya yang merasa pusing . Jessica pun memberikan air minum lalu Shila meminumnya dan sekarang Shila sudah merasa enakan rasa mual nya sudah tidak ada . Shila pun tidak mengerti kenapa bisa seperti ini ? padahal Shila sering sekali memakan udang namun saat ini Shila menjadi tak selera saat mencium bau dari udang tersebut .


Shila di antar Jessica ke kamarnya , lalu istirahat . Namun Shila mendadak ingin memakan salad buah dan Shila menghubungi Jessica untuk mengantarkan ke kamar nya . Namun Jessica tak kunjung datang Shila berpikir mungkin mereka sudah tidur karena ini juga sudah malam . Shila memutuskan untuk buat sendiri dan turun lagi ke dapur . Baru saja membuka pintu kamar nya tiba- tiba lampu rumah semua mati dan gelap tidak ada satu cahaya pun .


"Kenapa gelap apa listrik nya mati ." ucap Shila .lalu melangkah masuk kembali ke dalam kamar , mengambil ponselnya yang tertinggal dan menghubungi pengawal juga pelayan .


"Jessica , apa listrik nya mati ."


"Iya , nyonya para pengawal sedang mengecek nya , apa nyonya baik - baik saja ? "


Shila tidak baik - baik saja justru Shila sangat takut gelap , Shila meminta Jessi segera ke kamar nya namun Jessi sangat lama dan tak kunjung datang jadi , Shila memberanikan diri keluar dengan mengandalkan senter pada handphone nya .


"Pada kemana semua pengawal dan pelayan , apa yang lain sudah tidur dan tidak menyadari lampu padam " ucap Shila sembari melangkah pelan menuju lantai bawah . Saat sampai di ruang tengah Shila merasa ada orang yang menarik nya dari belakang dan membekap mulutnya .


Shila mencoba bersuara namun , bekapan itu terlalu kuat . Shila tidak tahu siapa orang yang membekapnya dan mungkin itu rampok entah lah .


Shila berusaha melepas bekapan nya namun selalu gagal , orang itu begitu kuat dan membawanya pergi dari rumah .


Setelah orang itu membawa Shila keluar dan pergi lampu pun kembali menyala . Jessica langsung menuju kamar Shila untuk melihat keadaannya , namun Jessica terkejut tidak melihat Shila di kamar nya .


Jessica berusaha tenang dan berpikir positif , mungkin saja nyonya muda nya sedang ada di dapur karena sebelum lampu padam Shila sempat menyuruh Jessica untuk membuatkan Salad . Jessica pun melangkah ke dapur untuk menemui Shila . Lagi - lagi Jessica terkesiap tidak melihat Shila di dapur . Jessi menyapu pandangan pada setiap ruangan terutama dapur namun tidak terlihat Shila . Jessi semakin panik dan membangunkan semua pelayan yang tertidur juga mengumpulkan semua pengawal memerintahkan untuk mencari Shila di sekeliling rumah .


Jessi pun kembali menuju kamar Shila , mungkin saja saat ini Shila ada di kamar nya namun saat di ruang tengah Jessi tidak sengaja menginjak sesuatu , Jessi pun menghentikan langkah nya dan menunduk melihat barang apa yang sudah di injak nya .


"Ponsel ?" Jessi mengambil sebuah ponsel yang di injaknya tadi , tapi ponsel siapa ini , saat ingin mengecek nya tiba - tiba . "Ach.." Jessi terkejut ketika ponsel itu bergetar sampai membanting nya . Setelah tersadar bahwa ponsel itu bergetar karena ada panggilan Jessi pun kembali memungut ponsel itu . Sungguh terkejut nya Jessi ketika melihat nama ' suami ku ' yang terpampang pada layar ponsel . Jessi tidak berani mengangkat nya sampai panggilan itu terputus .

__ADS_1


Jessi melihat lagi nomor yang terpampang dengan nama ' suami ku ' Jessi mengetik nya pada ponsel nya untuk tahu nomor siapa ini dan Jessi tercengang ternyata nomor itu adalah nomor Tuan muda , itu berarti ponsel ini milik Shila nyonya muda di rumah ini .


Jessi pun memanggil semua pelayan dan pengawal untuk berkumpul , dan bertanya apa ada yang sudah menemukan Shila ? namun semua pelayan menggeleng itu membuat Jessica yakin ada sesuatu yang terjadi pada Shila . Apa Shila di culik ? satu pemikiran yang sama yang terlintas dari pikiran semua pelayan , pengawal , juga Jessi .


Drt..drt..drt..


Ponsel Shila kembali berdering dan itu membuat Jessi gugup . Tidak ada satu pun yang berani mengangkat teleponnya karena itu dari Tuan muda , apa yang harus mereka katakan ? tidak mungkin mereka harus bilang kalau Shila di culik sedangkan mereka belum punya bukti bahwa Shila benar - benar menghilang atau di culik .


Ponsel itu di letakan di tengah - tengah meja yang di kelilingi para pelayan mereka semua gugup , gelisah dan takut . Apa yang akan terjadi pada mereka kalau ternyata Nyonya muda rumah ini di culik ! Tidak bisa di bayangkan bagaimana marah nya Tuan muda nanti itu yang di pikirkan sekarang . Namun Jessica merasa aneh kalau memang ada orang lain masuk ke rumah ini kenapa alrm tidak berbunyi ? Jessica baru ingat bahwa listrik di rumah ini sempat mati jadi alrm pun tidak akan berfungsi .


****


Arghh..


Vero membanting ponselnya kesal , kenapa Shila tak kunjung mengangkat telepon nya . Vero semakin tidak tenang lalu menghubungi Alvin dan menyuruh nya untuk pulang sekarang .


Alvin sempat menolak karena ini sudah larut malam kenapa tidak besok pagi saja , Namun Vero tidak mendengarkan Alvin dia tetap pada pendirian nya karena yang di pikirkan sekarang adalah Shila istrinya .


"Kalau kau tidak mau aku tinggal ." ucap Vero yang melangkah pergi meninggalkan Alvin . Alvin pun terpaksa mengikuti kemauan Vero dari pada dirinya harus pulang naik taksi .


Saat menuju parkiran Vero berpapasan dengan Bagas . Tatapan Vero begitu tajam saat melihat nya .


"Apa kau mau soda ? ." ujar Bagas santai sambil menyodorkan kantung plastik yang berisi minuman soda yang baru saja di beli nya. Namun Vero tidak menjawab nya .


"Kalau kau berani mengancam keluarga ku , apalagi mendekati istri ku aku tidak akan memaafkan mu ." ucap Vero lalu pergi meninggalkan Bagas , Dan Alvin berlari mengekor di belakang Vero .


"Kenapa orang itu ? apa sebenci nya dia pada ku ." ucap Bagas yang menatap kepergian Vero . Lalu kembali melangkah menuju kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2