
"Anak itu ." ucap Elin yang terkejut ketika melihat Joy yang di pangku oleh Vero .
"Elin , bawa laptop saya ." perintah Vero yang membuat Elin terkejut .
" Kau !" tunjuk Joy pada si Elin .
"Joy kau mengenal nya ?" tanya Joanna
"Papi , kenapa orang gila itu ada disini ."
Vero terkejut mendengar ucapan Joy yang menyebut sekretaris nya itu orang gila .
Dasar , bocah ini bisa - bisa nya panggil saya orang gila
Batin Elin kesal .
"Maksud kamu sayang ? " tanya Vero yang tidak mengerti ucapan Joy .
"Dia menjewer telinga ku papi , sampai memerah dasar tante - tante gila ." celoteh Joy membuat Elin tersulut emosi .
"Hei, bocah ." tunjuk Elin
"Turunkan tangan mu ." gertak Vero agar Elin menurunkan telunjuk nya . Elin yang di gertak itu langsung menurunkan tangannya.
"Atas dasar apa kamu menjewer anak saya ? "
Elin terbelalak ketika Vero bilang Joy adalah anak nya , karena Elin sama sekali tidak mengetahui anak - anak nya Tuan muda .
Jadi bocah ini anak nya Tuan muda , kenapa aku tidak mengetahui nya , Elin kamu ceroboh sekali .
Batin Elin mengutuki diri nya .
"Jangan pernah menyentuh anak saya , apalagi melukai nya saya tidak suka mengerti !." Elin hanya menunduk ketika mendapat tatapan tajam dari Vero .
"Maaf kan saya Tuan muda ." Elin menunduk .
"Jey, bawa laptop saya dan kamu Elin , naik taksi saja ."
Elin terbelalak mata nya melotot ketika Vero mengacuhkan nya bahkan membiarkan nya pulang sendiri menaiki taksi . Sedangkan si Joy dia meledek Elin dengan menjulurkan lidah nya , Elin pun kesal pada si Joy .
" Uh, dasar ! kalau begini aku susah untuk mendekati tuan muda ." gerutu Elin kesal .
__ADS_1
****
Vero sudah membawa pulang anak - anak nya ke rumah , Shila yang menunggu dengan gelisah akhir nya tersenyum melihat kedatangan putra - putri nya .
"Sayang .. anak - anak mami kalian baik - baik saja kan ? tidak ada yang luka ." Shila memeluk ketiga anak nya bergantian .
"Mami jangan khawatir , kami tidak apa - apa ." ujar triple J kompak .
"Mami sangat khawatir , kalian kemana saja sih !"
"Nyonya maafkan saya , saya tidak memberitahu nyonya , sepulang sekolah tadi anak - anak meminta saya mengantarkan mereka ke mall ." jelas Jey .
"Ke mall ?." Shila beralih menatap Vero untuk mendapat jawaban dan Vero pun mengangguk memberi jawaban bahwa yang di katakan Jey benar .
Shila beralih menatap ketiga anak nya dan kini tatapan nya menjadi berbeda , membuat si triple J menunduk karena takut dengan amarah mami nya .
"Kalian ke mall lagi ? membuat masalah lagi ? Apa kalian lupa perkataan mami ."
"Maaf mami ." ucap triple kompak . Mereka paling takut dengan amarah mami nya .
"Jangan lakukan itu lagi mengerti !"
"Iya mami ."
"Baik mami ." triple J pun berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.
Shila menghampiri Vero yang duduk di sofa . Vero terlihat begitu lelah Shila memberikan pijatan pada suami nya itu membuat Vero semakin sayang pada istri nya itu .
"Terima kasih sayang ." ucap Vero yang mendapat pijatan lembut dari istri nya .
" Kamu , pasti capek ya Mas ."
"Lumayan sayang , tapi setelah melihat wajah istri ku ini , rasa capek nya hilang ." ucap Vero tersenyum sembari membelai lembut wajah Shila.
"Mas , kok bisa ketemu anak - anak ?"
"Kebetulan , tadi aku meeting di cafe city mall , dan aku melihat kekacauan disana lalu aku bertemu Jey yang juga sedang mencari mereka , aku dan Jey langsung menghampiri kekacauan itu dan ternyata anak kita yang melakukan nya . "
"Mereka makan disana tanpa membayar dan menghabiskan uang sampai lima juta untuk makan , belum kekacauan yang mereka perbuat ." Vero menghela nafas sejenak menjelaskan tingkah ketiga putrinya .
"Maafkan anak - anak nya Mas , mereka sangat bandel !."
__ADS_1
"Sayang , kamu ngidam apa sih saat hamil pertama ? Apa kamu ngidam ular ya ? ." Shila terbelalak mendengar ucapan Vero .
"Ular ? apa hubungan nya dengan hamil ku masa ada ngidam ular ." timpal Shila .
"Habis , anak kita licin sekali seperti ular , cerdik, gesit kamu tahu kan ular susah sekali di dapat ! Aku tidak bisa bayangkan sayang bagaimana kamu membesarkan mereka sendirian ." ucap Vero yang kini menatap mata Shila lekat .
"Tidak kok, Mas justru aku beruntung melahirkan anak kita , Kamu tahu selama 6 tahun aku hidup sendiri , membesarkan anak - anak sendiri tapi aku tidak pernah kesulitan karena mereka selalu membantu ku ."
Vero masih menyimak dan mendengarkan ucapan Shila
"Kamu tahu tidak , setiap hari aku selalu mengajak Joanna pergi belanja karena Joanna sangat pintar dalam tawar menawar , bahkan Joanna juga sudah memahami ilmu bisnis . Dan setiap pagi Joy dan Jolie selalu membantu ku membersihkan rumah kamu tahu ? selain meretas akun Joy juga sangat pintar dalam menciptakan barang - barang aneh dan Joy juga yang meretas akun mu waktu itu , kamu ingat ! foto kamu mas yang bersama tiga anak kembar ."
Vero tersenyum ketika mengingat masa itu , sampai Vero marah karena foto nya tersebar , namun sekarang Vero bahagia karena foto itu dia di pertemukan dengan Shila dan juga anak nya .
"Tapi berbeda dengan Jolie , dia sangat hobi menari , menyanyi , karena Jolie bercita - cita menjadi seorang publik figur yang terkenal . " sambung Shila .
"Aku beruntung Mas , bisa melahirkan anak - anak yang genius seperti mereka ."
"Ya, kita sangat beruntung sayang , terutama aku , aku begitu beruntung karena memiliki istri yang cantik , pintar , tulus , seperti kamu dan anak - anak yang pintar seperti si kembar , dan sebentar lagi akan lahir triple baby kita " ucap Vero yang mengusap lembut perut Shila .
Vero mendekatkan wajah nya dengan wajah Shila , perlahan Vero mendekatkan bibir nya dengan bibir Shila , Shila yang sudah siap mendapat kecupan lembut dari suami nya perlahan memejamkan mata nya ,bibir mereka semakin dekat dan ..
"Papi ."
Joy muncul tiba - tiba , membuat Vero dan Shila terkejut sampai menjauhkan wajah nya . Anak nya yang satu ini benar - benar selalu mengganggu keromantisan papi mami nya .
"Papi ini punya papi ?" tanya Joy sembari memberikan sebuah flashdisk berwarna hitam.
"Kamu dapat ini dari mana sayang?" tanya Vero .
"Waktu di mall papi . Aku pikir itu punya papi , ya sudah aku bawa saja ." jelas Joy yang begitu menggemaskan lalu kembali ke kamar nya .
"Kenapa Mas ? Itu punya kamu ?" tanya Shila
"Bukan , ini bukan punya ku " ucap Vero yang sembari menatap lekat flashdisk itu .
Di sisi lain Elin sedang kebingungan mencari barang nya yang hilang .
"Dimana flashdisk itu ? kenapa tidak ada , aduh .. dimana aku menyimpan nya ." ucap Elin panik yang mengeluarkan semua isi dalam tas nya .
"Apa flashdisk itu jatuh ? tidak mungkin , aku ingat flashdisk itu aku memasukan nya dalam tas ku , tapi bagaimana bisa hilang ."
__ADS_1
Elin masih mencoba mencari nya , karena flashdisk itu berisi file - file penting perusahaan wallandou group yang sudah dia curi .