Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong

Anak Genius : Ayah Ku Ceo Sombong
BAB 136


__ADS_3

Untuk bab sebelum nya thor sudah revisi kalimat terakhir , walau pun tidak baca ulang , thor akan ulang di bab ini ya .


happy reading 🌹🌹🌹


******


"Dimana bocah - bocah nakal itu ? " tanya Alvin yang tidak melihat keberadaan si kembar , Shila dan Vero pun baru menyadari anak nya hilang padahal si kembar baru saja memberikan selamat pada paman dan aunty ya. Namun karena keasikan mengobrol Vero dan Shila melupakan anak nya itu yang sekarang sudah menghilang entah kemana.


Sedangkan si kembar mereka sedang asik mencicipi semua makanan yang ada di pesta , dan sekarang mereka sedang berada di bawah meja , mereka mengambil beberapa menu makanan lalu membawa nya ke bawah meja dan menikmati nya disana .


"Enak , sekali ."


"Kalau ada pesta setiap hari seperti ini akan sangat menyenangkan bukan ."


"Hei , jolie yang kau pikirkan itu selalu saja makanan , dasar perut karet haha .. " sambil makan sambil berbincang begitulah si kembar .


"Joy , kau selalu saja meledek ku ."


"Bukan meledek , apa kau tidak takut dewasa nanti tubuh mu akan gendut , dan kau tidak bisa menari lagi , haha.. ." cibir Joy pada Jolie .


"Dewasa nanti aku akan sangat cantik , kau lihat saja nanti ." ucap Jolie meyakinkan .


"Makanan nya habis ! Joy ambil lagi ." titah Joanna yang melihat isi piring nya sudah habis . Joy pun mengangguk lalu mengintip ke luar meja lalu , mendongakkan kepala nya ke atas meja yang di penuhi makanan , Joy melihat ada satu piring yang terisi penuh , Joy pun langsung mengambil nya dan membawa nya ke bawah kolong meja .


Setelah Joy berhasil mengambil piring makanan itu yang entah milik siapa Joy tidak peduli , di saat bersamaan pula seorang pria kebingungan mencari piring makanan nya ."Dimana makanan ku , perasaan tadi di sini ." ucap pria itu yang ternyata adalah Indra dokter yang membantu sandiwara Vero waktu itu .


Disaat Indra bingung mencari piring makanan nya yang tiba - tiba hilang , suara obrolan terdengar jelas di bawah meja membuat Indra penasaran dan ingin melihat nya . Indra sempat berpikir apa itu tikus ? Ah, tidak mungkin ! Masa ada tikus di dalam hotel mewah seperti ini . Dari pada penasaran Indra pun berjongkok menyibak kain yang menutupi meja ke atas , mata Indra terbelalak ketika melihat banyak sekali sisa - sisa piring makanan yang bertumpuk . Kini mata Indra teralihkan kepada tiga bocah yang sedang asik menguyah cake brownis yang di ambil nya tadi sampai bibir mereka belepotan .


"Pantas saja makanan ku hilang ternyata ada tiga tikus di sini ." cibir Indra , merasa ada orang lain yang bicara si kembar pun menoleh ke arah Indra yang kini sedang menatap mereka .


"Paman dokter ."


"Sedang apa paman di sini ?" tanya Joy santai .


"Sedang mencari pencuri , makanan ku ." celetuk Indra membuat Joy tertegun sejenak lalu , nyengir kuda " Maaf paman dokter, aku tidak tahu ini punya mu , tapi kan di atas masih banyak kau ambil lagi saja ." Indra hanya bisa menggeleng ketika mendapat jawaban dari Joy .


"Apa papi kalian tidak memberi kalian makan ? kalian seperti tidak pernah makan saja . Ayo cepat keluar jangan di sini ."

__ADS_1


"Kami belum selesai paman ."


"Paman akan bertemu papi kalian ? Apa kalian tidak mau ikut , nanti lanjut saja makan nya di sana ." titah Indra , si kembar pun setuju , lalu keluar dari bawah kolong meja berjalan mengikuti Indra menuju meja Vero dan Shila .


Tak hanya Vero dan Shila , kedua mempelai pun ikut bergabung . Shila tidak terlalu khawatir saat anak nya hilang karena Shila sudah bosan dengan tingkah mereka yang selalu pergi tanpa permisi . Shila yakin si kembar sedang asik mencicipi berbagai makanan .


"Sayang , kenapa muka mu pucat sekali ?" Vero cemas melihat muka Shila yang sedikit memucat . " Kamu sakit ? kita pulang saja ya ?" ajak Vero namun Shila tetap tenang dan mencoba untuk tersenyum , padahal saat ini Shila sedang menahan sakit pada perut nya yang terasa seperti di tusuk - tusuk jarum .


"Gak apa - apa kok , mas jangan cemas , mungkin karena aku hanya sedikit memakai riasan di wajah ku jadi terlihat sedikit pucat ."


"Kamu yakin ?" Shila hanya mengangguk pelan .


Aduh, perut ku kenapa semakin terasa ya sakit nya ? apa mungkin kontraksi ya ? tapi kan masih lama kok udah kontraksi saja , aww.. seperti nya aku mau melahirkan , bagaimana ini , batin Shila sambil menahan sakit di perut nya dengan mengusap - ngusap perut nya .


Namun , rasa sakit itu semakin terasa Shila merasa ada yang menekan area sensitif nya , seperti ada yang ingin keluar dari dalam . Shila merasa ada tetesan air mengalir membasahi betis sampai kaki nya , di lihat nya ke bawah ternyata benar kaki nya sudah di basahi cairan bening , apa ketuban nya pecah ? itu yang menjadi pertanyaan untuk Shila , rasa sakit semakin terasa , namun Shila tetap tenang karena Shila tidak ingin membuat semua orang panik apalagi saat ini sedang berada di sebuah pesta .


Sesekali Shila menarik nafas nya panjang lalu di hembuskan nya perlahan untuk menenangkan nya , namun seperti nya Shila sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit nya sehingga tangan Shila mencengkram kuat bahu suami nya yang membuat Vero beralih menatap nya karena cengkraman itu begitu kuat ." Sayang ada apa ? "


Aaahh...


Aakhh,, mas sakit mas ..


Sakit ? yang mana yang sakit sayang ..


Akhhh..


"Seperti nya Shila akan melahirkan ." ucapan Zeni membuat semua orang panik , termasuk Vero yang memang untuk pertama kali nya menghadapi situasi seperti ini .


"Bagaimana ini ! Alvin cepat antar aku ke rumah sakit ." Vero melempar kunci mobil nya ke arah Alvin .


"Apa harus aku ? " ucapan konyol keluar begitu saja dari mulut Alvin , membuat Vero geram.


"Alvin jangan bercanda , kau ini asisten ku cepat bukakan pintu mobil ." Vero membopong Shila keluar ala bridal style begitu ringan terasa tidak ada beban saat membopong istri nya itu padahal saat istri nya tengah berbadan dua . Alvin bergegas lari menuju mobil Tuan nya , membukakan pintu setelah Shila dan Vero masuk ke dalam mobil , Alvin langsung mengalihkan kemudi . Bagaikan seorang pembalap Alvin melajukan mobil begitu cepat menuju rumah sakit .


Sedangkan si kembar yang melihat mami nya di bopong seperti itu menjadi panik dan khawatir .


"Kenapa mami ? Aunty ada apa sama mami ?" tanya Triple J setelah mendekat ke arah Zeni yang sedang panik juga .

__ADS_1


"Mami kalian akan melahirkan ."


"Melahirkan ? maksud nya adik kita akan lahir sekarang ? "


"Paman dokter , antar kami menyusul mami dan papi ayo , kami ingin melihat adik kami ."


"Tapi jangan di tarik - tarik gini ." Indra mencoba melepaskan tangan yang di tarik - tarik si kembar .


"Ayo paman ."


"Iya , iya ." Indra melangkah keluar menuju mobil nya yang di ikuti si kembar dan juga Zeni .


Brukk,


Indra terkejut ketika melihat Zeni ada di dalam mobil nya dan duduk di samping nya ." Kamu mau ikut ? pesta nya kan belum selesai ."


"Sudah jangan banyak bicara , ayo cepat jalan ." titah Zeni , Indra pun langsung melajukan mobil nya dengan sangat cepat .


"Dimana bocah - bocah ? bukan nya sudah naik ke mobil ?" Zeni mencari sosok tiga bocah kembar yang tidak terlihat.


"Kami disini aunty "


"Suara nya ada ? "


"Kami di belakang aunty , di bawah gaun aunty yang menutupi kami ." sahut seseorang di balik gaun putih yang terurai ke belakang . Ternyata gaun Zeni yang panjang menutupi tubuh mungil si kembar yang duduk di belakang .


"Maaf , gaun nya kepanjangan ." Zeni cengengesan . lalu kembali menatap jalanan di depan nya .


*****


Hai reader yang setia , thor cuma mu bilang , selama bab atau update belum ada kata End , itu berarti thor masih tetap update , dan Anak genius : Ayah ku CEO sombong masih ada lanjutan nya kok , kecuali kalau udah ada kata End di akhir BAB .


Jangan lua tinggalkan like setelah membaca ya , jangan lupa juga sumbangkan koin kalian sedikit untuk tombol Vote nya biar thor semangat 😊,


salam author


Dini_ra

__ADS_1


__ADS_2