
Sebulan kemudian.
Selama berada di Inggris, Louise selalu menghubungi Evelyn dengan cara melakukan Video Call.
"Honey, sudah sebulan kita tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukanku?" ucap Louise terlihat dia sedang berbaring diatas kasur dengan bertelanjang dada.
"Iya sayang, aku juga merindukanmu," balas Evelyn.
Louise tersenyum senang. "Apa kau sudah sarapan?"
"Ini lagi sarapan," balas Evelyn menunjukkan mulutnya yang sedang mengunyah makanan.
"Kalau begitu suapi aku," ucap Louise membuka mulutnya.
"Dasar, memangnya kamu belum makan. Lihatlah jam disana. Jika disini jam tujuh pagi, disana pasti jam 1 malam. Setidaknya kau harus tidur," ucap Evelyn.
"Aku belum bisa tidur, aku selalu saja memikirkanmu."
"Kalau begitu jangan dipikirkan, aku disini baik-baik saja. Ada kak Selvi dan kak Mika yang menemaniku, belum lagi orang-orang suruhanmu itu. Mereka begitu banyak sekali, seperti lalat saja. Aku jadi tidak leluasa bergerak kalau seperti itu," balas Evelyn.
"Itu karena aku tidak ingin ada pria lain mendekatimu atau ada seseorang menyakitimu honey," balas Louise.
"Jangan berpikiran seperti itu, kita kan sudah saling berjanji akan menjaga perasaan masing-masing. Sekarang tidurlah, aku harus pergi ke kantor."
"Baiklah, hati-hati honey."
"Iya, selamat malam untukmu."
"Tidak ada kecupan kah?" ucap Louise sembari memajukan bibirnya.
"Muach! Sudah ya," balas Evelyn.
"Much, bye!" Louise tersenyum, walau hanya kecupan online namun hatinya merasa senang sekali.
Lalu pria tampan itu pun mematikan panggilannya dan melihat ular anaconda-nya yang sedang dalam masa pemulihan setelah melakukan vasektomi reversal.
Vasektomi reversal adalah prosedur untuk membalikkan atau membatalkan tindakan vasektomi sewaktu dulu.
Untuk melakukannya, dokter bedah harus kembali ke lokasi potongan semula dan menyatukan kembali dua bagian saluran vas deferens yang dipotong menggunakan benang jahit yang sangat halus. Bahkan lebih tipis dari rambut manusia. Saking tipisnya, dokter akan melakukan penjahitan ini lewat mikroskop khusus yang dapat membuat semuanya terlihat menjadi 25 kali lebih besar
"Sabar ya sebentar lagi kau akan melihat sarang barumu," ucap Louise lalu memejamkan mata dan tertidur.
...----------------...
Sementara itu kepergian Louise secara tiba-tiba juga terdengar sampai ke telinga Gisella, wanita itu memanfaatkan kesempatan tersebut dan segera mencari Marco untuk mendiskusikan rencana agar Evelyn dibenci oleh Louise.
"Marco, kita hanya tinggal mengikutinya saja. Lalu disaat yang tepat, gandenglah segera tangannya itu dan tahan sejenak selagi aku mengambil foto kalian," usul Gisella.
"Atau membawanya ke hotel dan menjebak ia disana," lanjutnya kemudian.
__ADS_1
Marco menghela nafas panjang, tadinya ia menolak membantu Gisella memisahkan hubungan seseorang. Namun setelah wanita itu menyetujui akan menikah dengannya, Marco pun menyanggupi keinginan jahat Gisella itu.
"Baiklah, tapi setelah ini aku tidak ingin melakukan hal lain lagi yang berkaitan dengan mereka. Aku ingin kau fokus merawat bayi kita dalam perutmu itu," balas Marco.
"Iya tenang saja Marco, setelah balas dendamku terwujud. Aku akan menikahimu dan kita akan hidup bersama dalam satu keluarga," janji Gisella.
Marco menarik senyum. "Baiklah," ucapnya mengangguk.
Lalu Marco pergi dan memata-matai Evelyn terlebih dahulu untuk mengawasi keadaan sekitar. Dan menunggu waktu yang tepat untuk mendekatinya, agar Gisella dapat mengirimkan foto dirinya bersama dengan Evelyn kepada Louise.
Agar menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka berdua, syukur-syukur kalau Louise berubah membenci Evelyn karena ketahuan dekat dengan pria lain.
Disisi lain, Steve kembali membuntuti Evelyn dan mendesah kesal karena orang-orang Louise masih saja terlihat berkeliaran di sekeliling Evelyn.
"Bagaimana caranya agar aku bisa bicara berduaan saja dengan Eve?" gerutu Steve dari dalam mobilnya. Terlebih nomor ponsel Evelyn yang ia ketahui sudah tidak aktif lagi.
Hingga pada akhirnya ia melihat seorang pria asing turut mematai-matai Evelyn dan Steve segera mendekati pria itu.
"Kenapa kau membuntuti wanitaku?" tegur Steve.
Marco memandangi Steve sari ujung kepala hingga ujung kaki. "Kau siapa? Kenapa menganggap dia adalah wanitamu?" cecar Marco.
"Aku kekasih wanita yang sedang kau buntuti, jangan bilang kau ingin berniat jahat terhadapnya. Karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi," balas Steve.
Marco berdecih. "Kalau kau kekasihnya, kenapa kau tidak berada didekatnya dan bukanlah disini sama sepertiku membuntutinya."
Steve mengepal erat kedua tangannya karena kesal. "Siapa orang yang menyuruhmu untuk mengikuti Eve ku?"
"Breng-sek! Kau pasti berniat jahat kepada Eve-ku!" Steve melayangkan satu pukulan, namun Marco menghindar dan dengan mudah membalas pukulan itu.
Aksi perkelahian mereka pun menjadi pusat perhatian orang yang berada disana, termasuk Evelyn yang baru saja keluar dari perusahaan ingin pulang.
Wanita itu segera berlari ke arah kerumunan dan betapa terkejut dirinya kalau Steve-lah yang terlibat dalam perkelahian itu hingga babak belur.
"Steve!" pekik Evelyn menghampiri. Walau ia benci dan kecewa terhadap Steve. Namun Evelyn tetap saja tidak dapat membiarkan sahabat baiknya itu sendiran dalam kondisi babak belur. Lalu membawa Steve ke tempat yang aman.
Sedangkan Marco telah pergi entah kemana, setelah mendengar salah satu dari para kerumunan disana mencoba menghubungi pihak berwajib.
"Sial!! Ini semua gara-gara pria itu!" geram Marco memukul stir mobil karena rencananya telah gagal. Alhasil pria itu pun tidak jadi membuntuti Evelyn dan kembali ke club untuk memberitahu Gisella.
...***...
"Jangan bergerak, biar aku bersihkan dulu lukamu." Evelyn membasahi kapas dengan air lalu membersihkan luka pada wajah Steve.
Steve meringis kesakitan, namun rasa sakit itu terobati setelah dirinya berhasil bertatap muka dengan Evelyn dan bisa berduaan lagi dengannya.
"Terima kasih," balas Steve.
"Kenapa kau sampai berkelahi seperti ini?" tanya Evelyn.
__ADS_1
"Ada pria jahat mengikutimu, jadi aku menegurnya. Tapi dia tidak suka ku tegur lalu menghajarku hingga babak belur seperti ini," balas Steve.
"Pria jahat mengikutiku? Tapi bagaimana bisa kau tahu kalau orang itu adalah orang jahat?" cecar Evelyn.
"Sudah ku bilang dia mengikutimu dan juga memata-mataimu, dia juga berkeliaran disekitar sini." balas Steve.
"Lalu kenapa kau bisa ada disini dan tahu jika pria tadi sedang memata-mataiku. Apa kau juga mengikuti kemana aku pergi?" cecar Evelyn.
Steve mengangguk pelan. "Ya, aku mengikutimu selama sebulan ini."
Evelyn mendesaah panjang. "Untuk apa? Sudah ku bilang padamu, aku tidak akan pernah kembali padamu Steve. Dan berhentilah mengikutiku karena sebentar lagi aku akan menikah," balasnya.
"Tapi Eve, ada yang ingin ku sampaikan padamu tentang calon suamimu itu. Dia bukanlah pria yang baik, ku mohon jangan menikah dengannya," tuduh Steve menghasut.
"Steve, aku tahu kau pasti cemburu dan sedang mencari-cari kesalahannya. Tapi memfitnahnya seperti itu tidaklah bagus, aku mengenal tuan pamanku itu. Dan dialah orang satu-satunya yang selalu ada untukku!" balas Evelyn tidak percaya.
"Percayalah padaku Eve, Louise bukanlah pria baik. Selama kuliah di Inggris dulu, pria itu terkenal suka sekali memainkan wanita. Dia pria kotor, bahkan dia mendapat julukan sang Casanovaa!" tegas Steve meyakinkan.
"Cukup Steve, aku tidak ingin mendengar bualanmu lagi. Lukamu sudah ku obati dan aku juga harus segera pulang," ucap Evelyn beranjak pergi.
Namun Steve terus meyakinkannya. "Tunggu Eve, mungkin kau tidak percaya dengan kata-kataku. Tapi bagaimana dengan foto-foto yang kubawakan ini untukmu. Kau bisa menilainya sendiri," balasnya menyerahkan foto Louise saat kuliah dulu.
Evelyn menelan ludahnya yang tercekat dan menatapi satu persatu foto itu dengan hati yang pedih. "Darimana kau mendapat foto ini Steve? Ku yakin kau telah meng-editnya dan memberikan kesan buruk pada Louise bukan?" tukasnya.
"Eve, untuk apa aku melakukan itu? Aku mendapat foto ini dari Daddyku, dia pernah menyelidiki kakak ipar sebelum mereka menikah. Daddy begitu marah saat tahu kenyataan ini, tapi kakak Gisella tetap membelanya dan bersikukuh ingin tetap melanjutkan pernikahan mereka dengan percobaan bunuh dirinya," ungkap Steve.
Evelyn menggeleng dan teringat kembali kasus percobaan bunuh Gisella beberapa tahun silam. Akhirnya ia mengetahui apa alasan dibalik wanita itu melakukan hal konyol tersebut.
"Eve, kenapa kau diam saja? Apa kau mulai percaya dengan kata-kataku?" tanya Steve.
"Pergilah Steve dan bawa semua foto-fotomu itu! Aku harus pulang sekarang ..." lirih Evelyn.
"Eve, masih belum terlambat. Tinggalkan pria itu, dia tidak pernah serius dengan suatu hubungan. Bahkan kakakku telah menjadi korbannya. Baik, semua sudah ku sampaikan sekarang itu terserah padamu mau percaya atau tidak, setidaknya aku tidak dilanda rasa bersalah telah menyampaikan hal penting ini kepadamu," ucap Steve lalu pergi setelah mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan semuanya tentang Louise.
Evelyn menatap foto-foto Louise bersama dengan beberapa wanita berbeda itu sekali lagi dan merenungi setiap perkataan Steve mengenai sikap buruk Louise.
"Aku harus bertanya langsung pada Louise dan meminta penjelasannya sekarang juga!" ucap Evelyn kemudian berjalan pulang.
.
.
Bersambung.
...----------------...
Hai readers setia.
Mau ucapin selamat hari Kartini 21 April 2023. Habis gelap terbitlah terang.
__ADS_1
Dan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏