
Opa Bernadi segera menurunkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Evelyn, setelah mendapatkan informasi dari pak Christ pada saat bertanya pada warga sekitar.
Dan anak buah yang diterjunkan oleh penguasa batu berharga itu pun, langsung menyebar untuk menyisir kawasan tersebut demi menjalankan sebuah perintah.
Opa Bernadi begitu optimis dan sangat yakin sekali, jika gadis yang sedang ia cari ini adalah cucu kandungnya yang belum ditemukan, saat tragedi kecelakaan anak menantunya, pada belasan tahun silam.
Untuk itulah opa Bernadi tak ragu menurunkan semua anak buahnya untuk turun ke jalan, demi menemukan sang cucu dan mengajaknya agar kembali pulang ke rumah.
"Cari gadis yang bernama Evelyn itu sampai ketemu, jika perlu cari hingga ke lubang semut sekalian!" Begitulah titah Opa Bernadi tidak mau tahu, kepada seluruh anak buahnya yang terdiri dari berbagai macam golongan.
Termasuk team gabungan dari anggota kepolisan dan juga para tentara yang ikut membantu melakukan pencarian tersebut.
...***...
Sementara itu, pencarian besar-besaran yang digerakan oleh opa Bernadi akhirnya terdengar juga ke telinga Louise.
Berita tersebut disampaikan oleh Ken, yang turut mencari keberadaan Evelyn, saat tidak sengaja berpapasan dengan banyaknya anak buah opa Bernadi di jalan. Dan mereka ternyata sedang mencari gadis yang sama dengan Evelyn.
"Siall!!! Pantas saja banyak sekali orang-orang mencurigakan dijalanan, ternyata mereka adalah anak buah opa Bernadi. Siall sekali!" umpat kesal Louise. Ketika mendapatkan informasi tersebut dan melihat banyaknya anak buah opa Bernadi yang telah tersebar dimana-mana tempat.
Pria itu langsung ketar ketir, mengingat jumlah anak buahnya yang tak sebanding dengan banyaknya anak buah dari opa Bernadi.
Louise mendesis dan segera memutar otaknya, memikirkan bagaimana cara agar Evelyn tidak sampai jatuh ke tangan anak buah opa Bernadi.
Dengan segera Louise beserta anak buahnya menyisir pencarian ke tempat yang belum pernah terjamah sebelumnya, seperti hotel tanpa bintang, serta villa kecil yang berada dikawasan tersebut. Selama orang-orang opa Bernadi sedang sibuk mencari Evelyn disekitar permukiman warga, kawasan hutan dan juga di pegunungan.
Louise dengan tangkas memutar kemudi, lalu mempercepat laju kendaraannya. Ia juga memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk menyisir ke tempat lain, dan jangan sampai bersinggungan dengan anak buah opa Bernadi, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti perkelahian bahkan kerusuhan.
Selain itu, ternyata masalah belum putus sampai disitu saja. Pasalnya Louise baru menyadari, jika dirinya sedang diikuti oleh orang tidak dikenal dan kini orang itu tengah berada dibelakang mobilnya.
"Siall!!" umpat Louise kesal.
Pria itu sangat yakin, jika orang yang sedang mengikutinya termasuk salah satu anak buah kepercayaan opa Bernadi.
Dan Louise juga menduga, jika orang tersebutlah yang telah mematai-matai dirinya selama ini. Serta memberikan informasi kepada opa Bernadi, mengenai pencariannya terhadap Evelyn.
...***...
Louise berusaha terbebas dari penguntit dirinya itu, dengan memanfaatkan jalan alternatif untuk menghilangkan jejaknya.
Beruntung pria tampan nan mempesona itu mempunyai keahlian menyetir yang mumpuni, serta mengetahui daerah terpencil yang sedang ia lalui saat ini.
Dan dari dua keberuntungan tersebut, Louise pun akhirnya terbebas dari para penguntit yang tadi sedang mengikuti dirinya.
__ADS_1
Louise menghela nafas lega, namun ia tidak boleh lengah sedikitpun, karena tujuannya masih belum tercapai. Yaitu menemukan Evelyn sebelum opa Bernadi menemukannya.
Louise menghubungi Ken, untuk berganti mobil dan menjadikan pria itu sebagai pengecoh dirinya dari kejaran orang-orang opa Bernadi. Sedangkan Louise sendiri akan mencari keberadaan Evelyn dengan berjalan kaki dan menyamar menjadi warga sekitar agar tidak ada orang yang mencurigai dirinya.
...----------------...
Hotel tanpa bintang.
Dilain tempat, Evelyn bergegas pergi dari kamar hotelnya, setelah sempat melihat banyak orang tengah mencari keberadaan dirinya saat sedang mencari makanan.
Gadis itu terlihat panik sekali dan tidak tahu harus lari kemana, terlebih ketika ia tahu bahwa aparat hukum kini juga ikut-ikutan mencari dirinya.
"Tuan paman kau jahat sekali, apa kau pikir aku ini seorang buronan sampai pakai bantuan polisi dan tentara juga untuk menangkapku," gerutu Evelyn tak tahu. Karena dia pikir semua orang yang tengah mencarinya itu adalah orang-orang suruhan Louise.
Alhasil Evelyn mengurungkan niatnya untuk pergi ke ibu kota, karena banyaknya polisi dan juga tentara dijalanan yang sedang memeriksa penumpang didalam kendaraan umum satu persatu.
Ia berjalan kembali menyusuri kawasan permukiman dan menyembunyikan wajahnya dengan masker, serta menutupi kepalanya dengan sweeter rajut buatan sang ibu angkat terdahulu.
Evelyn berjalan setengah berlari, ketika melihat beberapa orang mencurigakan dibelakangnya itu, seperti sedang mengikuti kemanapun langkah kakinya pergi.
Jantungnya berdebar cukup hebat saat ini dan ia hanya bisa berharap agar tidak ada orang-orang Louise yang mengenali dirinya.
Evelyn menyempatkan diri menoleh kebelakang sejenak untuk memastikan sesuatu dan ia lantas terbelalak. "Mereka ternyata mengikutiku," ucapnya lalu berlari sekencang-kencangnya.
"Itu sepertinya Evelyn! cepat tangkap dia!" ucap pak polisi beserta dengan yang lainnya.
Sebisa mungkin gadis itu menghindar dan berlari secepat kilat dari kejaran orang-orang yang terus mengejarnya, lalu bersembunyi dibalik tempat pembuangan sampah berukuran besar milik warga, yang kebetulan berada di dekat dirinya sekarang ini.
Evelyn buru-buru berjongkok menyembunyikan tubuh mungilnya itu, sambil memejamkan kedua mata dan memegangi dadanya yang berdegub kencang, sesekali menelan ludahnya susah payah. Dan tak lupa berdoa agar tidak ada satu orang pun yang berhasil menangkapnya.
Bau sampah tidak lagi dihiraukannya, karena yang terpenting untuk saat ini ia tidak ingin tertangkap.
...***...
Beberapa saat kemudian.
Dirasa sudah tidak ada lagi orang yang mengejarnya, Evelyn lantas berdiri dan memantau sekitar sebelum dirinya benar-benar keluar dari tempat persembunyian.
Evelyn menghela nafas lega. "Syukurlah mereka telah pergi," ucapnya penuh syukur.
Namun disaat dirinya berbalik untuk pergi, Evelyn dikejutkan dengan sesosok pria bertubuh tinggi besar yang tiba-tiba menyergapnya dari belakang, dan membekap mulutnya dengan satu tangan besar.
"Tolong!" batin gadis itu meminta tolong dan sungguh tidak menyangka dirinya tertangkap seperti ini.
__ADS_1
Ia memukuli pria bermasker yang telah sukses membuatnya jantungan itu secara bertubi-tubi, karena telah menariknya secara paksa untuk masuk ke dalam mobil.
"Jangan bawa aku!" pekik Evelyn, namun mulutnya kembali dibekap. Hingga akhirnya ia berhasil masuk ke dalam mobil dan dibawa pergi menjauh.
.
.
Bersambung.
...----------------...
Pertanyaan.
Siapakah pria misterius yang berhasil membawa pergi Evelyn?
Louise.
orang-orang opa Bernadi
Abang tukang baso, atau
Tunggu bab selanjutnya aja deh.
__ADS_1
Jawabannya tentu ada di bab selanjutnya ya.
Terima kasih untuk para readers setia yang selalu menemani jalannya cerita ini, jangan lupa memberi dukungan kepada penulis agar lebih semangat lagi.