Anak Pembantu Milik Tuan Muda

Anak Pembantu Milik Tuan Muda
Bab 73. Kehamilan Gisella.


__ADS_3

Mansion Horisson.


Tiga orang pria dan dua orang wanita sedang duduk mendiskusikan sesuatu didalam sebuah ruangan keluarga.


Mereka ialah keluarga tuan Horisson dan juga tuan Anderson, Louise serta Gisella.


"Apa alasanmu menceraikan putriku? Apa kau tahu akibat dari perceraian ini, putriku mengalami depresi berat!" sergah Tuan Anderson.


"Maafkan aku, tapi sudah aku katakan padanya dari awal Tuan Anderson, kalau aku tidak pernah mencintai Gisella walau kami telah menikah dan hidup bersama."


"Aku masih berbaik hati selama ini seperti membebaskan putrimu memakai fasilitas yang ada, dia bebas memakai uangku dan berbelanja apapun barang yang dia mau dan lain sebagainya."


"Tapi ada satu hal yang membuatku tidak bisa memaafkannya, yaitu putrimu telah berlaku kurang ajar padaku. Dia bahkan selalu melakukan trik kotor agar bisa mendapatkan apa yang dia mau. Jadi tuan Anderson, jangan salahkan aku menceraikannya," balas Louise menjelaskan.


"Kau!" sarkas Tuan Anderson.


"Louise, bagaimana kau bisa bicara seperti itu. Gisella adalah istrimu dan sudah tentu dia berhak atas dirimu sayang," sela Nyonya Grace sebelum Tuan Anderson memukul Louise.


"Tidak Mom, dari awal pernikahanku dengannya hanyalah karena sebuah kesepakatan. Aku tidak mencintainya dan dari awal aku sudah menegaskan padanya, bahwa aku tidak akan pernah menuruti keinginan anehnya itu," balas Louise.


"Kau begitu jahat Louise, aku ini istrimu dan sudah pasti aku berhak atas dirimu. Tapi aku tidak menyangka kau tega menceraikan aku dengan alasan aku yang salah disini. Padahal kaulah yang bersalah, kau menyimpan wanita lain selama ini bukan!" tukas Gisella membela diri dan membahas adanya orang ketiga di dalam rumah tangganya.


Dan sudah tentu pernyataan Gisella tersebut membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut.


"Apa maksudmu Gisella?" tanya Nyonya Grace tidak menduga.


"Iya Mommy, aku mengijutinya selama ini dan dugaan ku ternyata benar, bahwa Louise menyimpan seorang wanita di dalam apartemennya. Dan untuk itulah dia tidak pernah pulang ke rumah, karena selalu menghabiskan malam berdama wanita itu!" tuduh Gisella.


"Apa yang kau bicarakan! Wanita simpanan, aku sama sekali tidak menyimpan wanita manapun di dalam apartemenku!" elak Louise.


"Oh jadi kau masih tidak mau mengaku, lalu siapa wanita yang selalu pulang bersamamu ke apartemen sehabis bekerja Louise!" sergah Gisella dan itu membuat semua orang menjadi penasaran.


"Louise, jujurlah pada kami semua. Apakah yang dikatakan oleh Gisella itu benar?" tanya Tuan Horisson kecewa, bahkan Tuan Anderson terlihat sudah tidak sabar ingin menampar wajah Louise karena telah tega menyakiti putriya.


Louise menatap semua orang, lalu menatap tajam Gisella. "Dia adalah orangku dan bekerja denganku selama beberapa waktu, apa salahnya kalau aku memberikannya tempat tinggal."


Gisella berdecih. "Kau bilang dia orangmu dan bekerja denganmu Louise? Kau pikir aku tidak tahu siapa wanita itu heh! Dia adalah Evelyn bukan?"

__ADS_1


"Apa Evelyn?" ucap.Tuan Horisson dan Nyonya Grace bersamaan.


"Siapa Evelyn? Apa itu nama wanita yang merusak rumah tangga kalian?" tukas Tuan Anderson begitu murka.


"Iya Mom, Daddy. Evelyn yang selama ini kita kenal, telah berubah menjadi wanita perebut suami orang. Dan Louise, dia menyimpannya disalah satu kamar didalam apartemennya!" tukas Gisella.


Wanita itu sudah tidak tahan lagi untuk mengungkapkan semuanya dihadapan semua orang, dan menceritakan bagaimana kedekatan Louise dengan Evelyn, berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari Steve kemarin.


"Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan ini, Evelyn bukanlah wanita seperti itu!" sergah Louise tidak terima dengan tuduhan Gisella.


"Cukup Louise! Sudah cukup!" Tuan Horisson berdiri dan menghampiri Louise dengan tatapan kesalnya.


"Jangan mengelak lagi, Evelyn memang cantik dan menggiurkan untuk kaum lelaki. Tapi ingatlah Louise, kau sudah menikah dan tidak pantas menyimpan gadis lain didalam satu gedung yang sama! Bagaimana jika tuan Bernadi sampai tahu kalau kau menyimpan cucunya," ucapnya lagi.


"Ini urusanku, kalian semua tidak berhak ikut campur! Dan aku tekankan sekali lagi kepada kalian semua, Evelyn bukanlah wanita perebut suami orang. Perceraian ku dengan Gisella tidak ada hubungannya dengan Evelyn dan keputusanku ini murni karena aku tidak ingin melanjutkan hubungan pernikahanku dengannya!" tegas Louise lalu pergi meninggalkan rumah sang ayah dan menghiraukan kekesalan semua orang terhadapnya.


"Louise!" pekik Gisella, hatinya begitu kesal dengan pendirian suaminya yang tetap melanjutkan perceraian dan ingin berpisah darinya.


Lalu, bersamaan dengan hal tersebut. Gisella merasakan kepalanya berputar, serta nyeri dibagian perutnya. Dan tak lama setelah itu, Gisella pun pingsan tak sadarkan diri.


"Gisella!" pekik semua orang karena panik, melihat Gisella pingsan dengan wajah pucat pasi.


"Dia hanya berpura-pura," tukas Louise.


"Pria breng-sek! Putriku sakit kau masih saja tidak memperdulikannya, jika terjadi hal buruk aku tidak akan memaafkanmu!" sarkas Tuan Anderson dengan tatapan nyalaknya.


Tuan Horisson menghembus nafasnya kasar, kemudian meminta pak Santos untuk membawa Gisella ke rumah sakit daripada berdebat.


"Daddy kecewa padamu Louise," ucap Tuan Horisson sebelum mereka semua pergi mengantar Gisella.


...----------------...


Apartemen.


Sementara itu, Steve menemani Evelyn duduk diteras apartemen dan masih menunggu gadis itu hingga berhenti menangis.


"Sudahlah Eve, jangan bersedih lagi. Kau sudah tahu kenyataan ini dan jadikanlah pelajaran, sekarang aku ingin kau menjauhi pria itu dan hiduplah tanpa perintah orang lain," ucap Steve.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa menjauh darinya, dia selalu saja bisa menemukanku dimana pun. Lagipula ada satu hal yang tidak bisa aku hindari darinya," balas Evelyn.


"Apa itu Eve, apa yang membuatmu tidak bisa pergi? Apa pria itu mengikatmu dengan sesuatu?" cecar Steve.


Evelyn menggeleng dan tidak ingin memberitahu Steve mengenai perjanjiannya dengan Louise.


"Kenapa kau diam saja Eve, apa yang pria itu lakukan padamu?" cecar Steve lagi.


"Tidak Steve, aku hanya tidak mungkin pergi darinya sekarang ini. Karena aku masih menjadi karyawan kontraknya dan kalau aku membatalkan kontrak itu, maka aku akan terkena denda perusahaan," jawab Evelyn beralibi.


"Hanya itu, baiklah kalau begitu biar aku yang membayar dendanya dan dengan begitu kau bisa terbebas darinya," balas Steve.


"Tidak Steve ada yang tidak kau mengerti, aku tidak ingin melibatkanmu atau membuatmu kesulitan. Aku tidak apa-apa Steve, sekarang kau pulanglah. Aku tidak ingin dia sampai melihatmu ada disini," ucap Evelyn mendorong Steve agar pulang.


"Tapi Eve, aku sudah berjanji akan membantumu terbebas dari ikatan pria itu!" bantah Steve menolak pergi.


"Sudahlah Steve, aku sedang ingin sendiri sekarang ini." Evelyn kembali ke kamarnya, lalu menutup dan mengunci pintunya rapat-rapat.


Steve mengusap wajahnya dengan kasar, lalu pergi dari apartemen tersebut setelah tidak adanya jawaban dari dalam kamar Evelyn.


...----------------...


Rumah sakit.


Dokter tengah memeriksa keadaan Gisella dan memutuskan sesuatu tentang hasil dari pemeriksaan.


"Selamat Tuan dan Nyonya, Nyonya Gisella sedang mengandung saat ini. Dan untuk itulah sebabnya dia pingsan dan tidak sadarkan diri, karena masa kehamilannya yang masih rentan," tutur sang dokter.


Semua orang bersuka cita mendengar hal tersebut, namun merasa prihatin juga melihat keadaan Gisella yang akan diceraikan oleh Louise. Terlebih pada bayi yang ada didalam kandungan Gisella sekarang ini.


"Sayang, Tuan Anderson. Kita harus memperjuangkan pernikahan putra dan putri kita, aku tidak ingin mereka berpisah," ucap Nyonya Grace mengutarakan keinginannya.


"Benar, apalagi Gisella sedang mengandung keturunan kita. Lebih baik kita berusaha membujuk Louise agar membatalkan perceraiannya dan semoga saja kehadiran bayi di dalam kandungan Gisella dapat meluluhkan hati Louise," ucap Tuan Horisson.


Mereka bertiga pun setuju dan sepakat akan mempertahankan pernikahan Gisella dengan Louise, agar penerusnya nanti memiliki keluarga yang lengkap.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2