
Mansion Opa Bernadi.
Nyonya Merry mengunjungi rumah Opa Bernadi untuk membicarakan sesuatu mengenai lamaran putranya dan mendesak Opa Bernadi agar mau menerima lamaran tersebut.
"Cucumu sudah setuju Tuan besar, ku harap kau juga menyetujuinya," ucap Nyonya Merry.
"Kenapa aku harus menyetujuinya? Aku tahu cucuku pasti terpaksa menerima lamaran itu, karena gosip yang beredar saat ini dan aku yakin kejadian ini ada sangkut pautnya denganmu," balas Opa Bernadi.
Nyonya Merry terkekeh. "Kau tahu saja Tuan besar, tapi anehnya kenapa kau tidak menolong cucumu untuk saat ini. Apa kau mau dia selalu dicap wanita tidak baik oleh semua orang karena dianggap pelakor?"
Tuan Bernadi merasa geram mendengar hal tersebut, dan ia sendiri tahu jika suatu hari nanti, keluarga simpanan masa lalunya itu akan berusaha menjatuhkan dirinya, akibat dendam masa lalu yang pernah dia lakukan kepada Nyonya Merry.
"Aku percaya dengan cucuku sendiri, dia bukanlah wanita seperti itu. Dan aku yakin dia akan sanggup menghadapi hinaan orang lain, yang akan membuatnya lebih kuat dalam menghadapi orang-orang seperti kalian," balas Opa Bernadi.
"Tuan besar, kenapa kau keras kepala sekali. Ini bukan masalah gosip yang tersebar. Tapi pikirkanlah masa depan cucumu itu, bagaimana dengan hidupnya kelak. Dia tidak akan punya masa depan," cibir Nyonya Merry. wanita itu sengaja mendesak Opa Bernadi agar mau menyetujui pernikahan Steve dengan Evelyn.
"Kau sudah tua tuan besar dan sering sakit-sakitan, sudah seharusnya kau pensiun dari pekerjaanmu. Biarkan Evelyn yang meneruskan usahamu ini dan sudah tentu ada aku dan Steve yang akan membantunya," desak Nyonya Merry lagi. Sambil mengurus tuan besarnya yang tiba-tiba lumpuh diatas pembaringan.
Opa Bernadi menatap tajam. "Wanita ular, dasar licik! Aku tidak akan pernah menuruti keinginanmu itu, pergilah dari sini sebelum aku mengusirmu dengan kasar!" sergahnya kesal.
"Mengertilah tuan besar, aku dan Steve sedang bekerja sama kali ini. Aku sudah membuat artikel tentang keburukanmu pada masa lalu, berikut bukti-buktinya. Aku bisa saja meneleponnya sekarang dan dalam satu kali tekan, beritamu akan tersebar kemana-mana," ucap Nyonya Merry, lalu mengubungi Steve.
"Hallo Steve, kirim semua artikel yang sudah Mommy buat ke inter---" titah Nyonya Merry terputus karena Opa Bernadi segera mencegahnya.
"Baiklah, aku menyetujui pernikahan ini!" balasnya tidak ada pilihan lain.
Nyonya Merry mengulas senyum. "Steve tidak jadi, si pria tua bangka ini sudah menyetujuinya," ucapnya melalui ponsel dan menatap Opa Bernadi yang hanya berbaring pasrah. Karena pria tua itu sudah tidak ada kekuatan lagi, mengingat sakit yang dideritanya. Dan hanya bisa berharap agar mereka tidak menyakiti Evelyn.
__ADS_1
"Terima kasih tuan besar, aku akan datang lagi ke rumahmu. Dan mengenai perusahaan besarmu itu biarkan Steve yang mengurusnya," ucap Nyonya Merry, kemudian pergi dari kediamanan Opa Bernadi dengan rasa gembira penuh kemenangan.
Sedangkan Opa Bernadi merasa sedih sekali, karena disisa terakhir masa hidupnya ia tidak bisa berbuat banyak untuk menolong sang cucu.
Tapi bagaimana bisa orang berkuasa itu tidak punya kekuatan lagi? Itu semua adalah karena nyonya Merry.
Dimana satu bulan yang lalu, wanita dengan pemilik saham 30% PT Indo Berlian Perkasa, mendatangi perusahaan tersebut bermaksud untuk melamar pekerjaan kembali dan sudah tentu dengan desakan dan juga tipu daya.
Lalu Nyonya Merry membawa masuk Steve putranya dan mendesak sang pemilik PT untuk menerimanya bekerja dengan jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Opa Bernadi, bahkan sempat meminta seseorang untuk melenyapkan dirinya.
Karena Opa Bernadi terus menolak permintaan tersebut dan selalu saja mengancam keselamatannya, Nyonya Merry membubuhkan obat pelemah syaraf dan otot dalam minuman Opa Bernadi sebelum dia pergi karena diusir.
Lalu efek yang ditimbulkan ialah kelemahan fungsi saraf otak dan otot, hingga mengakibatkan Opa Bernadi mengalami kelumpuhan sementara.
Beruntung, ia masih bisa berbicara walau kesulitan dan merespon setiap orang yang berbicara kepadanya.
Ia hanya memerintahkan kepada Pak Christ, untuk menjaga Evelyn dan memantaunya dari kejauhan.
"Christ, bagaimana kondisi Evelyn sekarang ini? Apa dia masih tinggal di apartemennya Louise?" tanya Opa Bernadi.
"Masih tuan besar, nona Evelyn dalam keadaan baik-baik saja dan sepertinya tuan Louise telah menjaga nona muda dengan baik," balas Pak Christ sambil mengurus sang majikan.
"Bagus, biarkan dia diurus dan dijaga oleh Louise terlebih dahulu. Kumpulkan saja orang-orang yang masih setia kepada kita, lalu buat pengamanan disekitar Evelyn," titah Opa Bernadi.
"Lalu bagaimana dengan keamanan anda sendiri?" ucap Pak Christ.
"Aku sudah tua, sebentar lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Evelyn sudah banyak menderita, aku hanya ingin kau juga selalu menjaganya disisa masa hidupmu," ucap Opa Bernadi.
__ADS_1
"Baik Tuan," patuh pak Christ merasa sedih dan iba, karena sang singa kini tidak lagi menunjukkan taringnya. Akibat usia tua dan juga faktor dikhianati oleh beberapa orang yang berpihak kepada nyonya Merry.
Opa Bernadi hanya bisa merenung, sesekali menyesali perbuatannya dimasa lalu. Dimana ia terlalu serakah akan kekuasaan dan kekayaan, serta sewenang-wenang terhadap bawahannya.
Hingga akhirnya dia terkena karma sendiri, dan tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan hal lebih dari sekedar berbaring saja.
.
.
Bersambung.
...----------------...
Next \=\=> Pertunangan Evelyn dan Steve akan dilangsungkan di sebuah hotel. Acara tersebut berlangsung lancar, namun ada kejanggalan selama acara tersebut berlangsung. Dimana Evelyn tidak menemukan kehadiran sang Opa didalam acaranya itu.
Serta kecemburuan Louise saat melihat acara penyematan cincin dan aksi Steve yang mendaratkan kecupan dikening Evelyn dihadapan para tamu undangan.
...----------------...
Selama menulis cerita, ini kali pertamanya dapat bintang satu. Entah dibagian bab mana ia menyatakan kecewanya dan entah ini akun asli atau hanya akun palsu.
Tapi terima kasih atas kesediaannya telah mampir di karya recehku ini.
Selamat hari Nyepi, bagi saudara-saudaraku yang merayakan. Serta selamat menunaikan ibadah puasa untuk semua saudara-saudaraku yang menjalaninya.
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏