Anak Pembantu Milik Tuan Muda

Anak Pembantu Milik Tuan Muda
Bab 117. Kecebong lincah.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Evelyn tiba-tiba terbangun dari tidurnya, karena merasakan mual serta tidak nyaman pada bagian perutnya itu.


"Oek!" Evelyn menutup mulutnya.


Ia segera berlari ke kamar mandi, dengan tubuh yang masih polos sehabis bertempur semalaman dengan Louise untuk membuang rasa mualnya.


"Oek!" Evelyn pun muntah dan mengeluarkan cairan bening.


"Makan apa aku semalam? Kenapa rasanya mual sekali," batin wanita itu bertanya-tanya dan mengingat-ingat sesuatu. Lalu ia berkeinginan muntah kembali.


"Oek! Iiuh .. " lirihnya memegangi perut dan mulut bersamaan.


Sementara itu Louise meraba-raba sisi ranjang, dan berusaha membuka matanya yang masih terlihat rapat.


"Honey," panggil Louise. Namun yang dipanggil tidak kunjung menjawab. "Kemana dia," lanjutnya menatap kesekeliling kamar.


"Honey," panggil Louise terduduk dan menyadarkan punggung lebarnya pada kepala ranjang.


Tak berselang lama kemudian, Evelyn keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat pucat. Sambil mengusap-usap perut dan menahan rasa mual.


"Honey, kamu kenapa?" tanya Louise merasa cemas.


Evelyn menggeleng. "Tidak tahu, bangun tidur langsung muntah dan aku masih mual sampai sekarang," balasnya.


"Apa kau sakit? Kalau begitu aku akan memanggil dokter ke rumah," ucap Louise mencari ponselnya.


"Tidak perlu, sepertinya maagku kambuh. Lagipula kemarin malam aku tidak sempat makan malam, karena kau ingin bermain dan menghajarku habis-habisan," keluh Evelyn.


Louise tercengang dan mengusap punggung tangan Evelyn. "Maaf sayang, aku salah. Harusnya aku membiarkanmu mengisi perut dulu sebelum melakukan itu," ucapnya tidak enak hati. Lalu memberi kecupan dibibir Evelyn.


"Tidak apa sudah kejadian, mau bagaimana lagi." Evelyn tidak ingin memperpanjang.


"Kalau begitu kita harus segera mandi dan sarapan pagi, setelah itu kau istirahatlah. Aku tidak ingin kau sakit sayang," ucap Louise membopong Evelyn ke dalam kamar mandi.


"Tidak perlu menggendongku seperti ini! Aku bisa jalan sendiri," ucap Evelyn malu-malu.


"Tidak masalah, hanya gendongan kecil untuk istriku tercinta. Sampai bawah juga aku sanggup menggendongmu, asalkan kau selalu memberikan itu setiap hari padaku," Louise menunjukkan gombalannya lagi.


Evelyn memutar bola matanya malas, kemudian memberi cubitan kecil pada pucuk dada Louise. Karena selalu saja menggodanya.


"Tidak mau, kemarin kan sudah. Aku ingin tidur seharian hari ini," ucap Evelyn menolak.

__ADS_1


Namun Louise telah menyergapnya dari belakang. "Bagaimana kau bisa menolak, kalau sudah kupengangi seperti ini hem?" bisiknya merayu.


"Jangan Louise, perutku sedang tidak nyaman. Kau bisa membuatku muntah lagi," balas Evelyn membuka pelukan tangan Louise dari perutnya.


"Sekali saja ya, aku masih ingin terus menikmatimu," goda Louise.


Pria itu mulai melancarkan serangan-serangan kecilnya kembali. Namun Evelyn kembali mual dan segera berlari ke arah wastafel dalam kamar mandi untuk mengeluarkan sesuatu yang mendesak.


"Oek!"


"Honey kau muntah!" cemas Louise.


Evelyn mengangguk, rasanya lemas sekali untuk berdiri terlalu lama. "Aku ingin duduk," ucapnya mencari pegangan.


Louise segera memapah Evelyn, lalu menyalakan air hangat dan membantu istrinya membasuh diri. Setelah itu mereka kembali ke kasur dan Louise segera membaringkan raga Evelyn.


"Jangan bergerak dan jangan kemana-mana, biar aku hubungi dokter dulu," ucap Louise segera.


Evelyn mengangguk lemah. "Baiklah," jawabnya sambil memegangi perutnya yang terasa mual.


...***...


Tak berselang lama kemudian, dokter pribadi Louise datang ke mansion. Dan dokter itu segera memeriksakan keadaan Evelyn.


"Bagaimana Dok? Apa yang terjadi pada istri saya?" tanya Louise harap-harap cemas.


"Kenapa?" tanya Louise kurang setuju dengan kata-kata dokter yang memintanya berhenti berhubungan.


"Karena itu dapat membahayakan kondisi janin yang ada didalam perut istri anda," balas Dokter Ferdy menunjukkan tespek dengan garis dua berwarna merah pada tengahnya.


Louise terdiam membisu mendengar pernyataan tersebut dan mengambil hasil pemeriksaan tespeck yang diberikan dokter dengan kedua tangan gemetaran.


"Jadi maksudmu, istriku sedang hamil sekarang ini?" tanyanya seperti orang bodoh.


Dokter Ferdy mengangguk. "Benar, segera ke dokter kandungan agar istri anda mendapat perawatan yang tepat," sahutnya pasti dan memberi arahan.


Louise seketika melonjak kegirangan, sampai melupakan kalau didalam ruangan itu ada orang lain selain dirinya. "Aku akan jadi seorang Daddy!" pekiknya memberitahu semua orang.


"Aku akan punya bayi!" pekiknya pada Selvi dan semua orang sekitar.


Kemudian menatap Evelyn yang sedang kebingungan. "Kita akan segera punya bayi, kau dan aku. Kita akan punya anak, aku senang sekali. Terima kasih sayang, aku mencintaimu!" ucap Louise tidak dapat menahan kegembiraannya yang meluap-luap. Lalu menciumi bibir Evelyn bertubi-tubi.


"Selamat Tuan, Nyonya!" seru Selvi beserta Mika dan Maid yang lain.

__ADS_1


"Terima kasih!" seru Louise nampak sumringah, kemudian menatap Evelyn yang masih sulit mencerna kejadian tersebut.


"J-jadi aku sedang hamil? T-tapi bagaimana bisa?" balas Evelyn.


"Itu karena kejadian sebulan lalu, apa kau tidak ingat aku telah memperkosamu hah?" balas Louise blak-blakan sekali.


Membuat semua orang di dalam sana segera keluar, karena malu dan sakit telinga saat mendengarnya.


Evelyn akhirnya tersadar, ia lalu menatap Louise yang sama menatapnya juga. "J-jadi begitu ya," ucapnya polos sekali.


Louise mengangguk, merasa senang sekali, karena operasi pemulihan vasektominya tidak sia-sia dan dapat membuahkan hasil nyata.


...***...


Segera Louise membawa sang istri ke dokter kandungan, dan benar saja yang dikatakan oleh dokter Ferdy mengenai kehamilan Evelyn.


"Selamat Tuan dan Nyonya, kini kandungan anda telah memasuki usia 5 minggu," balas Dokter Stefani.


"Terima kasih Dokter," sahut Louise merasa senang dan kembali menciumi wajah Evelyn.


"Benar, Nyonya Evelyn mengalami morning sickness. Jadi akan merasakan mual dipagi hari dan itu wajar. Saya akan memberikan vitamin dan obat untuk mualnya ya," balas Dokter Stefani menjelaskan.


Evelyn dan Louise mengangguk, sambil terus tersenyum karena tidak dapat menutupi rasa bahagianya.


Selain itu, selama menunggu obat dan vitamin. Louise sekalian mengambil hasil test kesuburannya yang pernah ia lakukan pada Dokter Gunawan sebulan yang lalu setelah berhasil memperkosa Evelyn.


"Ini hasilnya Louise, sepertinya operasimu berhasil. Dan cairanmu telah kembali terisi sper-ma, untuk itulah istrimu bisa hamil sekarang ini. Dan setelah diteliti kecebongmu sangatlah lincah," ucap Dokter Gunawan menggoda Louise.


"Kecebong lincah? Itu sudah pasti, karena bibit unggulku terlalu lama menunggu. Jadi sekali keluar dia bisa menerobos pertahanan dengan mudah," balas Louise tergelak.


"Kau bisa saja, tapi aku senang melihatmu tertawa seperti ini. Sekali lagi kuucapkan selamat," ucap Dokter Gunawan.


"Terima kasih Dokter," balas Louise.


Namun Louise tetap meminta Dokter Gunawan untuk menyembunyikan tentang hal ini kepada semua orang terutama Evelyn.


"Aku hanya ingin dia bahagia, itu saja. Aku tidak ingin dia memikirkan hal lain selain bayi dalam kandungannua saat ini," ucap Louise.


"Tenang saja, rahasiamu aman disini." tepuk Dokter Gunawan mengerti.


Lalu Louise kembali menghampiri Evelyn dan mengajaknya pulang ke rumah untuk beristirahat setelah mengambil vitamin.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2