Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 10 ~ Rumah Pak Ilham


__ADS_3

Setelah selesai urusannya di sekolah, Nata memutuskan ke rumah orang yang diminta oleh bundanya, lebi tepatnya rumah bapak Ilham.


Di rumah yang cukup mewah ada di salah satu kompleks perumahaan elit, dengan segera Nata memencet bell dan ia di sambut oleh pak satpam.


" Selamat siang pak, bisa bertemu dengan Pak Ilham ?" Tanya Nata dengan sopan serta langsung to do Point.


" Selamat siang juga nona, kira apa anda sudah membuat janji dengan beliau ?" Tanya satpam tersebut dengan nada yang terdengar ramah.


"Saya sebelum membuat janji dengan beliau, orang tua saya hanya berpesan jika nanti saya bisa datang menemui beliau." Jawab Nata, karena memang betul ia belum membuat janji dengan beliau, ditambah juga ia tidak mengenal beliau.


"Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar yah." Ucap Satpam tersebut, dan meninggalkan Nata sendiri di luar karena iya harus sesuai prosedur untuk melapor terlebih dahulu sebelum mempersilahkan tamu masuk ke dalam.


Setelah menunggu hampir 10 menit, akhirnya Pak satpam tersebut kembali lagi untuk membukakan pintu buat Nata dan mempersihlakan Nata masuk.


Ketika tersebut ia dapat melihat jika ada seorang wanita kira-kira usianya sama seperti bundanya.


"Selamat siang nyonya." Sapa Nata kepada wanita paruh baya tersebut.


"Silakan duduk, dan juga tidak perlu memanggil saya dengan embel-embel nyonya."Ucap wanita tersebut mempersilahkan Nata untuk duduk.

__ADS_1


Nata hanya membalas dengan sedikit senyum saja, ia merasa senang dengan kehangatan wanita yang berada di depannya.


" Tunggu sebentar ya, suami saya sedang mengambil berkas-berkas." Ucap wanita tersebut.


"Iya." Singkat Nata yang bingung harus memanggil apa wanita tersebut.


"Tidak usah canggung seperti itu, kamu bisa memanggil saya dengan sebutan ibu." Ucap wanita seseorang memahami jika Nata merasa bingung harus memanggil ia dengan sebutan apa.


"Baik bu." Ucap Nata sedikit canggung.


Tak lama kemudian keluarlah seorang pria paruh baya, yang Nata tebak sebagai pak Ilham, dan benar saja pria paru baya tersebut adalah pak Ilham.


"Maksud bapak ?" Tanya Nata yang merasa sedikit bingung.


"Jika saya harus bertemu dengan anda secepat ini, Bunda kamu sudah mempersiapkan semua dengan sangat rapih." Ucap pak Ilham dengan sedikit sendu.


" Turut berduka cita atas peninggalan Bunda kamu, Saya dan istri saya tidak sempat hadir ke pemakaman bunda kamu karena Kebetulan kami sedang berada di luar negeri." Ucap pak Ilham lagi.


"Terima kasih." Singkat Nata sambil menunduk.

__ADS_1


" kamu memang belum mengenal saya dan juga istri saya, tetapi kami berdua sudah lama mengenal anda meskipun belum sama sekali bertatap muka." Ucap pak Ilham lagi.


" Benarkah, Siapa yang menceritakan tentang aku dan menunjukkan fotoku kepada kalian berdua ?" Tanya Nata penasaran.


" Iya apa yang kamu pikirkan memang benar." Jawab wanita tersebut.


"Lalu sebenarnya untuk apa saya diminta untuk datang kemari, apa ada sesuatu yang penting ?" Tanya Nata kepada kedua orang tersebut.


"Ini adalah berkas berkas yang harus kamu tandatangani." Ucap pak Ilham beberapa lembar berkas kepada Nata.


"Ini apa ?" Tanya Nata sebelum membuka lembaran tersebut.


"Surat pemindahan aset aset yang dimiliki atau di atas namakan bu Nydia kepada anda Natalia Chrisly." Ucap pak Ilham.


Ternyata surat-surat itu berupa tanda kepemilikan bundanya, ada sekitar 20 unit apartemen, dan juga ada sekitar 3 hotel mewah yang letaknya ada di jakarta,yang yang ternyata milik bundanya, salah satunya adalah hotel tempat ia menginap. dan satu butik atau CNL'Butik yang sangat terkenal di kalangan atas, ada sekitar 3 mobil alphard dan 2 mobil lamborghini, dan 2 mobil BMW.


"Apa Ini semua adalah milik dari bunda ?" Tanya Nata kepada pak Ilham dan istrinya.


"Yah benar, memang benar milik Bundamu dan sekarang itu akan menjadi milik kamu sepenuhnya, dan ada beberapa lagi berkas tetapi saya menyimpannya di kantor." Ucap pak Ilham kepada Nata.

__ADS_1


" Bunda kamu adalah wanita pekerja keras, kamu harus kuat dalam menghadapi hidup dan jangan menjadi wanita lemah, kamu harus membuat bunda kamu tersenyum karena anak-anaknya tidak menjadi lemah." Ucap wanita tersebut menasehati Nata.


__ADS_2